Gempa M7,7 Guncang NTT, Hotel & Fasilitas Publik di Labuan Bajo Rusak
LABUAN BAJO — Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pagi. Gempa yang berpusat di sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, itu dirasakan kuat di sejumlah wilayah Flores, termasuk Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, hingga Ruteng.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 04.58.24 WIB atau sekitar 05.58 WITA. Episentrum berada di koordinat 8,41° Lintang Selatan dan 121,39° Bujur Timur dengan kedalaman 15 kilometer. BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami menyusul gempa tersebut.
Hotel di Labuan Bajo Dilaporkan Rusak
Kuatnya guncangan membuat kepanikan terjadi di kawasan wisata Labuan Bajo. Warga dan wisatawan berhamburan keluar dari rumah maupun hotel untuk mencari tempat yang lebih aman.
Salah satu bangunan yang dilaporkan mengalami kerusakan adalah Hotel Jayakarta Labuan Bajo. Bagian lobi hotel dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah. Plafon lobi ambruk, sedangkan sejumlah bagian dinding mengalami retakan.
Sejumlah tamu hotel juga dilaporkan langsung meninggalkan bangunan ketika gempa terjadi. Situasi tersebut menunjukkan kuatnya getaran yang dirasakan di wilayah Manggarai Barat.
Di tengah kepanikan, sejumlah wisatawan bahkan keluar dari bangunan hotel dengan pakaian seadanya setelah merasakan guncangan. Warga setempat juga memilih berkumpul di area terbuka karena adanya informasi mengenai potensi tsunami.
Fasilitas Umum dan Rumah Warga Ikut Terdampak
Kerusakan akibat gempa tidak hanya dilaporkan terjadi di kawasan Labuan Bajo. Sejumlah bangunan di Kabupaten Manggarai Barat juga terdampak.
Laporan awal menyebut rumah warga dan fasilitas umum di Kecamatan Boleng serta Kecamatan Kuwus Barat mengalami kerusakan. Bahkan, terdapat laporan sejumlah rumah roboh akibat kuatnya guncangan.
Dampak juga dirasakan hingga Ruteng, Kabupaten Manggarai. Bangunan kampus Unika Santu Paulus dilaporkan mengalami kerusakan, dengan dinding salah satu gedung disebut ambruk. Namun, data mengenai jumlah keseluruhan bangunan yang terdampak masih dalam proses pendataan dan verifikasi oleh pemerintah daerah, BPBD, serta instansi terkait.
Karena proses pendataan masih berlangsung, angka kerusakan maupun jumlah warga yang terdampak belum dapat dipastikan secara final.
Tsunami Terdeteksi di Labuan Bajo
Gempa M7,7 tersebut juga memicu tsunami. Data pemantauan BMKG menunjukkan kenaikan muka air laut terdeteksi di sejumlah wilayah.
Di Labuan Bajo, muka air laut tercatat mencapai 0,36 meter pada pukul 05.26 WIB. Gelombang lebih tinggi terpantau di Maurole, Ende, yang mencapai 0,94 meter pada pukul 05.27 WIB.
Selain Labuan Bajo dan Ende, tsunami juga terdeteksi di Flores Timur sebesar 0,25 meter, Dompu 0,17 meter, Sikka 0,19 meter, Pelabuhan Kewapante-Sikka 0,38 meter, serta Bakalang-Alor 0,14 meter.
BMKG sebelumnya menetapkan sejumlah wilayah dalam status Siaga dan Waspada tsunami. Manggarai Barat bagian utara termasuk wilayah yang masuk kategori Siaga dalam pemodelan awal BMKG.
Peringatan Tsunami Kini Telah Berakhir
Perkembangan penting terjadi pada pukul 07.31 WIB. BMKG menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa M7,7 NTT telah berakhir.
Meski demikian, berakhirnya peringatan dini tidak berarti masyarakat dapat mengabaikan kondisi bangunan atau langsung kembali ke lokasi yang berpotensi membahayakan. Bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum digunakan kembali.
BMKG juga meminta masyarakat tetap mengacu pada informasi resmi dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.
Rangkaian Gempa Turut Terjadi di Sekitar Flores
Setelah gempa utama, sejumlah gempa dengan magnitudo cukup besar juga tercatat di kawasan Flores dan sekitarnya.
Data BMKG menunjukkan, antara lain, gempa M5,6 pada pukul 05.37.19 WIB yang berlokasi sekitar 49 kilometer timur laut Labuan Bajo, gempa M6,2 sekitar 45 kilometer timur laut Mbay-Nagekeo pada pukul 05.28.40 WIB, serta gempa M5,3 sekitar 51 kilometer barat laut Ruteng pada pukul 05.53.14 WIB. Rangkaian aktivitas tersebut membuat masyarakat di berbagai wilayah Flores tetap waspada terhadap kemungkinan guncangan lanjutan.
Warga dan Wisatawan Diminta Tetap Waspada
Bagi masyarakat maupun wisatawan yang berada di Labuan Bajo dan wilayah Flores lainnya, keselamatan menjadi prioritas setelah gempa kuat tersebut.
Bangunan yang mengalami kerusakan sebaiknya tidak dimasuki sebelum dinyatakan aman. Warga juga perlu menghindari area dekat bangunan yang mengalami keretakan, runtuhan plafon, dinding, atau elemen konstruksi lainnya yang berpotensi jatuh.
Khusus masyarakat di kawasan pesisir, perkembangan informasi dari BMKG dan pemerintah daerah tetap perlu dipantau meskipun peringatan dini tsunami telah dinyatakan berakhir.
Kondisi Kerusakan Masih Didata
Hingga pembaruan terakhir, belum tersedia angka final mengenai total kerusakan bangunan, jumlah korban luka, maupun nilai kerugian akibat gempa M7,7 tersebut.
Laporan awal sudah menunjukkan adanya kerusakan pada hotel, rumah warga, fasilitas umum, serta bangunan pendidikan di sejumlah wilayah Flores. Namun, seluruh temuan tersebut masih membutuhkan verifikasi lapangan sebelum dapat dijadikan data resmi.
Gempa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bencana di Labuan Bajo yang merupakan salah satu kawasan wisata utama Indonesia. Pemeriksaan keamanan bangunan, jalur evakuasi, titik kumpul, serta pemahaman masyarakat dan wisatawan terhadap prosedur evakuasi menjadi semakin penting, terutama bagi kawasan pesisir.

Posting Komentar untuk " Gempa M7,7 Guncang NTT, Hotel & Fasilitas Publik di Labuan Bajo Rusak"