Alisson Ngamuk, Tendang Papan Pergantian Pemain hingga Hancur
Liverpool – Kiper Liverpool, Alisson Becker, meluapkan kemarahannya setelah pertandingan melawan Nottingham Forest pada pekan kedua Liga Inggris 2026/2027. Kiper asal Brasil itu bahkan terlihat menendang papan pergantian pemain hingga rusak setelah laga yang berlangsung dramatis di Anfield berakhir imbang 2-2.
Amarah Alisson tidak terlepas dari rangkaian kejadian kontroversial dalam pertandingan tersebut. Salah satu momen yang paling membuat Liverpool kecewa adalah proses pergantian pemain yang bermasalah sebelum Nottingham Forest mendapatkan hadiah penalti.
Liverpool sejatinya berusaha melakukan tiga pergantian pemain sekaligus. Namun, papan elektronik yang digunakan ofisial keempat mengalami persoalan sehingga proses pergantian pemain tertunda. Situasi tersebut kemudian dimanfaatkan Forest untuk melakukan lemparan cepat yang berujung pada pelanggaran Alisson terhadap Neco Williams di kotak penalti.
Alisson Tendang Papan hingga Rusak
Kemarahan Alisson terlihat setelah pertandingan berakhir. Saat berjalan menuju lorong stadion, kiper berusia 33 tahun tersebut tampak melampiaskan frustrasinya dengan menendang papan pergantian pemain milik ofisial.
Tendangan keras Alisson membuat papan tersebut mengalami kerusakan hingga tampak berlubang. Insiden itu kemudian menjadi salah satu gambar yang ramai dibicarakan setelah pertandingan Liverpool kontra Forest. Aksi tersebut menjadi gambaran betapa frustrasinya Alisson terhadap jalannya pertandingan. Sebelumnya, ia juga sudah terlihat sangat emosional ketika wasit menunjuk titik putih untuk Nottingham Forest. Alisson bahkan menerima kartu kuning karena melakukan protes keras terhadap keputusan tersebut.
Berawal dari Masalah Papan Pergantian Pemain
Kontroversi bermula ketika Liverpool hendak melakukan tiga pergantian pemain pada babak kedua. Tim pelatih Liverpool sudah menyiapkan perubahan pemain. Namun, ofisial keempat, Tim Robinson, disebut belum dapat menunjukkan papan pergantian pemain karena adanya masalah pada perangkat tersebut.
Penundaan itu membuat Liverpool belum bisa melakukan pergantian sesuai rencana. Dalam situasi tersebut, Nottingham Forest bergerak cepat. Liam Delap yang baru masuk ke lapangan melakukan lemparan ke dalam dengan cepat. Serangan kemudian berlanjut dan Neco Williams masuk ke area penalti Liverpool.
Alisson keluar dari sarangnya untuk menghadapi Williams. Dalam duel tersebut, kiper Liverpool melakukan kontak dengan pemain Forest sehingga wasit menunjuk titik penalti. Morgan Gibbs-White kemudian mengeksekusi penalti tersebut dan membawa Forest unggul 2-1.
Liverpool Merasa Dirugikan
Keputusan penalti tersebut membuat kubu Liverpool berang. Pasalnya, mereka menilai situasi tersebut seharusnya tidak terjadi apabila proses pergantian pemain berjalan normal. Manajer Liverpool, Andoni Iraola, juga mengkritik kinerja ofisial keempat. Menurutnya, keterlambatan tersebut sangat mengganggu karena Liverpool sudah bersiap melakukan tiga pergantian pemain.
Iraola mempertanyakan profesionalisme dalam menangani proses pergantian pemain, terutama dalam pertandingan dengan intensitas tinggi seperti Premier League. Meski demikian, keputusan penalti tetap dinyatakan sah setelah melalui pemeriksaan VAR.
Mantan wasit Premier League Mark Halsey menilai kontak antara Alisson dan Neco Williams memang cukup untuk diberikan penalti. Namun, ia juga mempertanyakan kejadian sebelum pelanggaran tersebut, terutama terkait lemparan cepat Delap.
Penalti Gibbs-White Bawa Forest Unggul
Morgan Gibbs-White menjadi eksekutor penalti Nottingham Forest. Ia menjalankan tugasnya dengan baik dan membuat Forest kembali memimpin 2-1. Situasi tersebut semakin membuat Alisson frustrasi. Ia merasa Liverpool berada dalam posisi sulit akibat rangkaian kejadian yang bermula dari kegagalan papan pergantian pemain. Namun, Liverpool tidak menyerah. The Reds terus mengejar gol penyama kedudukan hingga akhirnya mendapatkan hasil pada penghujung pertandingan.
Victor Muñoz Selamatkan Liverpool
Liverpool akhirnya terhindar dari kekalahan berkat gol Victor Muñoz. Pemain anyar tersebut mencetak gol penyama kedudukan yang membuat skor berubah menjadi 2-2. Gol itu sekaligus memberikan satu poin bagi Liverpool dalam pertandingan kandang pertama Andoni Iraola sebagai manajer Liverpool.
Sebelumnya, Liverpool juga sempat mencetak gol melalui Alexander Isak. Forest sendiri lebih dahulu membuka keunggulan melalui Dan Ndoye. Pertandingan akhirnya berakhir 2-2 setelah Liverpool dua kali mampu mengejar ketertinggalan.
Drama di Anfield
Pertandingan Liverpool kontra Nottingham Forest menjadi salah satu laga paling dramatis pada awal musim 2026/2027. Liverpool memang tampil dengan sejumlah wajah baru dan sedang beradaptasi dengan pendekatan taktik Iraola. Namun, persoalan lama kembali terlihat, terutama terkait konsentrasi lini belakang dan lambatnya permainan pada fase awal.
Forest mampu memanfaatkan celah tersebut dengan serangan balik cepat. Di sisi lain, Liverpool menunjukkan mentalitas untuk terus mengejar hingga pertandingan berakhir. Gol Muñoz menjadi bukti bahwa The Reds masih memiliki kemampuan untuk bangkit ketika berada dalam tekanan. Namun, hasil imbang tersebut juga memperpanjang catatan Liverpool yang belum meraih kemenangan setelah dua pertandingan awal musim di bawah Iraola.
Alisson Jadi Sorotan
Selain hasil pertandingan, perhatian publik juga tertuju kepada Alisson. Sebagai salah satu pemain senior Liverpool, Alisson biasanya dikenal tenang dan mampu menjaga emosinya. Karena itu, aksinya menendang papan pergantian pemain menjadi pemandangan yang cukup mengejutkan.
Namun, kemarahan tersebut dapat dipahami dalam konteks pertandingan yang penuh kontroversi. Ia sebelumnya harus menghadapi situasi sulit ketika penalti diberikan kepada lawan setelah dirinya melakukan pelanggaran. Kemarahan Alisson semakin memuncak karena insiden tersebut terjadi setelah Liverpool mengalami masalah teknis dalam proses pergantian pemain. Meski demikian, tindakan merusak peralatan ofisial tetap menjadi sorotan tersendiri.
Ada Pertanyaan soal Lemparan Delap
Selain persoalan papan pergantian pemain, kejadian yang mengawali penalti juga menimbulkan perdebatan. Liam Delap melakukan lemparan ke dalam dengan cepat ketika Liverpool sedang berusaha melakukan pergantian pemain. Dari situ, Forest langsung melancarkan serangan yang akhirnya menghasilkan penalti.
Mantan wasit Mark Halsey mempertanyakan apakah lemparan tersebut sepenuhnya sesuai dengan aturan. Ia menyoroti posisi kaki Delap saat melakukan lemparan. Meski demikian, Halsey tetap menilai keputusan penalti terhadap Alisson dapat dibenarkan karena terdapat kontak dengan Williams. Dengan demikian, terdapat dua persoalan berbeda yang menjadi bahan perdebatan: proses pergantian pemain dan keputusan penalti.
Awal Musim Liverpool Belum Meyakinkan
Hasil 2-2 melawan Nottingham Forest membuat Liverpool masih mencari kemenangan pertama di bawah Iraola pada musim baru. Pada dua pertandingan awal, Liverpool menunjukkan kemampuan mencetak gol, tetapi juga menghadapi persoalan dalam menjaga keseimbangan permainan. Iraola masih memiliki pekerjaan besar untuk membangun tim sesuai filosofi yang diinginkannya. Kehadiran sejumlah pemain baru membuat proses adaptasi menjadi semakin penting. Hasil imbang di Anfield juga menunjukkan bahwa persaingan Premier League musim ini tidak akan mudah. Liverpool harus segera menemukan konsistensi apabila ingin kembali bersaing di papan atas.
Alisson dan Liverpool Harus Segera Move On
Insiden Alisson menendang papan pergantian pemain menjadi salah satu momen paling viral dari pertandingan Liverpool kontra Nottingham Forest. Namun, bagi Liverpool, persoalan yang lebih penting adalah bagaimana mereka memperbaiki performa setelah hanya meraih hasil imbang dalam dua pertandingan awal. Kontroversi mengenai penalti, masalah papan pergantian pemain, dan aksi emosional Alisson kemungkinan akan terus dibahas. Tetapi musim masih panjang dan Liverpool harus segera mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya.
Bagi Alisson sendiri, insiden tersebut menjadi pelajaran bahwa emosi di tengah pertandingan dapat memuncak, terutama ketika keputusan kontroversial terjadi secara beruntun. Pada akhirnya, Liverpool memang berhasil menyelamatkan satu poin berkat gol Victor Muñoz. Namun, hasil 2-2 juga memperlihatkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Iraola.
Alisson boleh saja kecewa, tetapi Liverpool harus segera bangkit. Musim 2026/2027 baru dimulai, dan konsistensi akan menjadi kunci jika The Reds ingin kembali menjadi penantang serius di Premier League.

Posting Komentar untuk " Alisson Ngamuk, Tendang Papan Pergantian Pemain hingga Hancur"