Daihatsu Siapkan Mobil Listrik Murah untuk Malaysia

Kuala Lumpur – Daihatsu mulai membuka peluang lebih besar untuk terlibat dalam pengembangan mobil listrik murah di Malaysia. Langkah tersebut mencuat setelah pemerintah Malaysia mengungkap pembahasan mengenai kerja sama Daihatsu dan Perodua dalam pengembangan kendaraan listrik (EV) di Negeri Jiran.

Informasi ini menjadi perhatian karena Daihatsu selama puluhan tahun memiliki hubungan erat dengan Perodua, produsen mobil nasional Malaysia. Daihatsu diketahui menjadi salah satu pemegang saham utama Perodua sekaligus selama ini memasok berbagai teknologi, platform, mesin, transmisi hingga kendaraan untuk perusahaan tersebut.

Kabar terbaru mengenai potensi kerja sama EV tersebut muncul setelah Menteri Investasi, Perdagangan dan Industri Malaysia (MITI) Johari Abdul Ghani bertemu dengan Wakil Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang Takuo Komori. Dalam pertemuan itu, salah satu pembahasan yang disebut adalah kemitraan Daihatsu-Perodua untuk mengembangkan kendaraan listrik di Malaysia.

Belum Ada Mobil Daihatsu EV yang Resmi Diumumkan

Meski kabar kerja sama tersebut mencuat, belum ada pengumuman resmi mengenai nama, bentuk, spesifikasi maupun harga mobil listrik Daihatsu yang akan dipasarkan di Malaysia. Artinya, kabar mengenai Daihatsu menyiapkan mobil listrik murah untuk pasar Malaysia saat ini lebih tepat dipahami sebagai peluang pengembangan produk melalui kerja sama dengan Perodua, bukan sebagai konfirmasi bahwa Daihatsu sudah memastikan peluncuran model EV baru.

Perkembangan ini juga menarik karena Perodua telah lebih dahulu memasuki pasar mobil listrik dengan Perodua QV-E. Model tersebut merupakan kendaraan listrik baterai (BEV) pertama Perodua dan dikembangkan secara mandiri oleh perusahaan Malaysia tersebut. Menurut laporan terbaru, QV-E tidak menggunakan komponen Daihatsu. Model ini dirancang sepenuhnya oleh Perodua dan tidak berbagi komponen dengan Daihatsu. Karena itu, jika kerja sama baru benar-benar terealisasi, kemungkinan bentuk kolaborasinya masih menjadi pertanyaan besar.

Perodua Sudah Punya QV-E

Perodua saat ini menjadi salah satu pemain penting dalam upaya menghadirkan EV dengan harga relatif terjangkau di Malaysia. Perusahaan tersebut telah meningkatkan tingkat lokalisasi untuk QV-E. Perodua menyebut peningkatan lokalisasi di ekosistem otomotif domestik membantu meningkatkan efisiensi dan memberikan manfaat tersebut kepada konsumen.

Perkembangan QV-E juga menunjukkan bahwa Malaysia mulai serius membangun kendaraan listrik yang lebih terjangkau bagi konsumen lokal. Data pasar terbaru menempatkan Perodua QV-E di antara EV dengan harga paling rendah di Malaysia. Harga model tersebut tercatat mulai sekitar RM69.999 dalam daftar kendaraan listrik yang beredar di pasar Malaysia.

Dengan posisi tersebut, apabila Daihatsu dan Perodua benar-benar mengembangkan EV bersama, salah satu target yang paling mungkin adalah menghadirkan kendaraan dengan biaya produksi efisien sehingga dapat ditawarkan kepada konsumen dalam rentang harga yang kompetitif.

Daihatsu dan Perodua Punya Hubungan Panjang

Kerja sama Daihatsu dan Perodua bukanlah sesuatu yang baru. Perodua telah berkembang dengan dukungan teknologi dan keahlian Daihatsu sejak awal berdirinya. Hubungan keduanya bahkan melahirkan berbagai kendaraan yang menggunakan basis teknologi Daihatsu. Salah satu contoh terbaru adalah Perodua Traz yang menggunakan platform Daihatsu New Global Architecture (DNGA).

Daihatsu menyebut Traz sebagai SUV kompak segmen B lima penumpang yang diproduksi di fasilitas Perodua Manufacturing di Malaysia. Mobil tersebut menggunakan mesin 1,5 liter 2NR-VE dan transmisi D-CVT. Harganya ketika diluncurkan berada di kisaran RM76.100 hingga RM82.000. Hubungan teknologi seperti ini membuat peluang kerja sama di sektor kendaraan listrik menjadi semakin menarik.

Bisa Menghasilkan EV Murah?

Salah satu keunggulan utama Daihatsu dan Perodua adalah pengalaman dalam menciptakan kendaraan kompak dengan harga terjangkau. Perodua bahkan dikenal memiliki produk yang sangat dekat dengan kebutuhan masyarakat Malaysia. Model seperti Axia, misalnya, diposisikan sebagai mobil kompak dengan harga paling terjangkau di jajaran Perodua. Saat ini Axia ditawarkan mulai RM22.000.

Kemampuan tersebut bisa menjadi modal penting apabila Daihatsu dan Perodua masuk lebih jauh ke segmen EV. Tantangan terbesar tentu berada pada harga baterai, biaya produksi, tingkat kandungan lokal, infrastruktur pengisian daya serta skala produksi. Baterai merupakan salah satu komponen termahal pada kendaraan listrik sehingga pengembangan EV murah membutuhkan strategi produksi yang berbeda dibandingkan mobil bermesin pembakaran internal.

Peluang Menggunakan Teknologi Daihatsu

Belum diketahui apakah Daihatsu nantinya akan menyumbangkan platform EV, teknologi baterai, sistem penggerak listrik atau komponen lainnya. Namun, rekam jejak kerja sama kedua perusahaan menunjukkan bahwa Daihatsu memiliki peluang untuk kembali berperan dalam pengembangan produk Perodua.

Selama ini Daihatsu telah menyediakan berbagai teknologi untuk Perodua, termasuk platform kendaraan, mesin dan transmisi. Perodua kemudian melakukan pengembangan produk yang disesuaikan dengan karakteristik pasar Malaysia. Model kerja sama serupa berpotensi diterapkan pada kendaraan listrik, meski belum ada kepastian mengenai bentuk teknisnya.

Bukan Sekadar Rebadge QV-E

Salah satu spekulasi yang muncul adalah kemungkinan Daihatsu menggunakan atau mengembangkan versi lain dari Perodua QV-E. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi bahwa QV-E akan dijual kembali dengan merek Daihatsu. Bahkan, informasi terbaru menyebut QV-E dikembangkan secara internal oleh Perodua dan tidak memiliki komponen yang sama dengan produk Daihatsu.

Karena itu, apabila Daihatsu benar-benar masuk ke proyek EV Malaysia, produk tersebut bisa saja menjadi model baru yang dikembangkan bersama, bukan sekadar mengganti logo pada QV-E.

Perodua Mulai Menyiapkan Generasi EV Berikutnya

Keseriusan Perodua di sektor elektrifikasi juga terlihat dari pengembangan konsep baru. Pada Juni 2026, Perodua memperkenalkan konsep C2 di Kuala Lumpur International Mobility Show 2026. Mobil konsep tersebut disebut sebagai bagian dari perjalanan EV Perodua berikutnya dan mengusung teknologi seperti bantuan berkendara berbasis AI, navigasi secara real-time, informasi lokasi stasiun pengisian daya, pembaruan lalu lintas serta fitur parkir berbantuan.

Kehadiran C2 memperlihatkan bahwa Perodua tidak hanya mengandalkan satu model EV, tetapi mulai membangun portofolio kendaraan listrik untuk masa depan. Di sinilah potensi keterlibatan Daihatsu menjadi menarik. Jika kedua perusahaan menemukan formula kerja sama yang tepat, teknologi dan pengalaman Daihatsu dapat dikombinasikan dengan kemampuan Perodua dalam memahami pasar Malaysia.

Pasar EV Malaysia Semakin Kompetitif

Pasar kendaraan listrik Malaysia kini semakin ramai. Berbagai produsen mulai menawarkan EV dengan harga yang lebih rendah, sementara produsen lokal seperti Proton dan Perodua berupaya memperkuat posisi mereka.

Salah satu perkembangan penting adalah hadirnya Proton e.MAS 5 yang berada di segmen harga terjangkau. Berdasarkan data pasar terbaru, model tersebut bahkan menjadi salah satu EV termurah di Malaysia dengan harga mulai RM59.800. Kondisi tersebut membuat tekanan bagi Perodua untuk menghadirkan EV murah semakin besar.

Jika Daihatsu dan Perodua berhasil menciptakan mobil listrik dengan biaya produksi yang efisien, kendaraan tersebut berpotensi menjadi salah satu penantang kuat di segmen EV terjangkau.

Bagaimana Jika Dijual di Indonesia?

Perkembangan ini juga menarik bagi pasar Indonesia. Daihatsu memiliki basis produksi dan pasar yang sangat kuat di Indonesia sehingga kemungkinan produk elektrifikasi hasil pengembangan Daihatsu-Perodua nantinya masuk ke negara lain di Asia Tenggara menjadi sesuatu yang patut diperhatikan.

Namun, belum ada informasi resmi bahwa calon EV hasil kerja sama tersebut akan dipasarkan di Indonesia. Untuk saat ini, fokus pembahasan masih berada pada potensi pengembangan kendaraan listrik di Malaysia. Keputusan mengenai platform, merek, lokasi produksi, kapasitas baterai, harga dan negara tujuan ekspor masih harus menunggu pengumuman resmi dari pihak terkait.

Menunggu Langkah Resmi Daihatsu

Kabar mengenai pembahasan kemitraan Daihatsu dan Perodua menjadi sinyal penting bagi perkembangan industri otomotif Malaysia. Daihatsu memiliki pengalaman panjang dalam kendaraan kompak dan efisiensi biaya, sementara Perodua mempunyai posisi kuat di pasar domestik Malaysia serta telah mulai mengembangkan EV sendiri.

Kombinasi keduanya berpotensi menghasilkan mobil listrik yang lebih terjangkau dan sesuai kebutuhan konsumen Asia Tenggara. Meski demikian, untuk saat ini belum dapat dipastikan apakah Daihatsu akan meluncurkan EV dengan mereknya sendiri, mengembangkan model bersama Perodua, memasok teknologi untuk Perodua, atau mengambil peran lain dalam rantai pengembangan kendaraan listrik.

Yang jelas, pembahasan mengenai kemitraan Daihatsu-Perodua dalam pengembangan mobil listrik di Malaysia membuka babak baru hubungan kedua perusahaan. Jika terealisasi, proyek tersebut berpotensi menghadirkan kendaraan listrik murah yang tidak hanya ditujukan untuk Malaysia, tetapi juga bisa menjadi bagian dari strategi elektrifikasi Daihatsu dan Perodua di kawasan Asia Tenggara.

Posting Komentar untuk " Daihatsu Siapkan Mobil Listrik Murah untuk Malaysia"