Dolly Parton Sempat Lawan Sakit Ginjal dan Autoimun sebelum Meninggal

Jakarta — Dunia musik berduka atas meninggalnya legenda country asal Amerika Serikat, Dolly Parton. Pelantun “Jolene”, “9 to 5”, dan “I Will Always Love You” tersebut meninggal dunia pada Selasa, 25 Agustus 2026, dalam usia 80 tahun. Sebelum kepergiannya, Parton ternyata telah menghadapi sejumlah persoalan kesehatan. Dalam beberapa bulan terakhir, ia sempat mengungkap mengalami masalah pada ginjal, sistem imun, dan sistem pencernaan. Ia juga beberapa kali harus membatalkan atau menunda agenda publik karena kondisi kesehatannya.

Kabar mengenai kondisi kesehatan Parton kembali menjadi sorotan setelah laporan menyebut sang penyanyi sempat dirawat di Vanderbilt University Medical Center di Nashville pada 21 Agustus 2026, hanya beberapa hari sebelum meninggal.

Sempat Dirawat karena Masalah Ginjal dan Autoimun

Menurut laporan yang muncul setelah kematiannya, Parton menjalani perawatan di rumah sakit akibat masalah yang berkaitan dengan ginjal dan kondisi autoimun. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi yang menjelaskan secara spesifik penyakit autoimun yang dialaminya. Keluarga maupun perwakilan Parton juga belum menyatakan bahwa masalah ginjal atau autoimun tersebut merupakan penyebab langsung kematiannya.

Laporan mengenai kondisi tersebut perlu dibedakan dari penyebab kematian. Tim Parton mengonfirmasi bahwa sang legenda musik meninggal setelah mengalami pertempuran singkat melawan kanker, tetapi jenis kanker yang dideritanya belum diungkap kepada publik. Karena itu, belum tepat menyimpulkan bahwa masalah ginjal atau autoimun menjadi penyebab kematian Parton.

Riwayat Batu Ginjal Sudah Pernah Dialami

Masalah ginjal bukan sesuatu yang sepenuhnya baru bagi Dolly Parton. Ia sebelumnya pernah berbicara secara terbuka mengenai pengalamannya menghadapi batu ginjal. Pada September 2025, Parton bahkan harus absen dari sebuah agenda di Dollywood setelah mengalami batu ginjal yang menimbulkan masalah kesehatan. Kondisi tersebut juga disertai infeksi sehingga membuatnya harus mengurangi aktivitas.

Parton juga diketahui pernah mengalami batu ginjal pada 2015. Dalam pernyataan yang dipublikasikan di situs resminya kala itu, ia mengonfirmasi telah menjalani prosedur untuk mengeluarkan batu ginjal dan mengatakan kondisinya baik-baik saja setelahnya. Riwayat tersebut menunjukkan bahwa persoalan batu ginjal memang telah beberapa kali menjadi bagian dari perjalanan kesehatan Parton.

Sistem Imun dan Pencernaan Ikut Bermasalah

Pada Mei 2026, Parton memberikan penjelasan lebih terbuka mengenai kondisi tubuhnya. Ia mengatakan sistem imun dan sistem pencernaannya mengalami gangguan selama beberapa tahun terakhir. Menurut Parton, dokter sedang berusaha memulihkan serta memperkuat kedua sistem tersebut.

Saat itu, Parton juga menegaskan bahwa dokter memberitahunya bahwa kondisi yang dialaminya masih dapat ditangani. Pernyataan tersebut menjadi penting karena menunjukkan bahwa Parton memang telah menghadapi masalah kesehatan yang berlangsung cukup lama sebelum kondisinya memburuk pada Agustus 2026. Meski demikian, Parton berusaha tetap optimistis. Ia bahkan masih membicarakan berbagai proyek besar yang ingin diselesaikannya.

Sempat Batalkan Konser Las Vegas

Gangguan kesehatan juga berdampak langsung terhadap aktivitas profesional Parton. Ia sebelumnya berencana menggelar residensi di Las Vegas. Namun, kondisi kesehatan membuat agenda tersebut ditunda dan akhirnya dibatalkan.

Parton menjelaskan bahwa dirinya belum berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk tampil sesuai standar yang ia tetapkan sendiri. Ia juga menyebut efek pengobatan dan berbagai persoalan kesehatan sebagai bagian dari alasan di balik keputusan tersebut. Keputusan itu cukup mengejutkan mengingat Parton dikenal sebagai sosok yang sangat aktif bekerja meskipun usianya telah memasuki 80 tahun.

Sempat Mengalami Dehidrasi dan Pusing

Beberapa hari sebelum dirawat di rumah sakit, kondisi Parton kembali menjadi perhatian publik. Ia sebelumnya membatalkan penampilan di Dollywood setelah mengalami pusing dan dehidrasi. Dokter menyarankan Parton untuk tidak melakukan perjalanan dalam kondisi tersebut. Meski harus mengurangi aktivitas secara langsung, Parton tetap berusaha terhubung dengan publik melalui pesan video dan berbagai agenda yang dapat dilakukan dari jarak jauh.

Pada 19 Agustus 2026, hanya beberapa hari sebelum meninggal, ia bahkan menyampaikan pesan secara virtual ketika menerima penghargaan Academy of Country Music Poet's Award.

Dalam Wawancara Terakhir, Parton Akui Sempat Mengabaikan Kesehatan

Beberapa hari sebelum meninggal, Parton sempat berbicara mengenai kondisi kesehatannya kepada PEOPLE. Ia mengakui bahwa dirinya kurang memperhatikan kesehatan ketika lebih banyak mencurahkan perhatian untuk merawat suaminya, Carl Dean, yang meninggal dunia pada Maret 2025 setelah hampir 60 tahun menjalani pernikahan.

Parton mengatakan ada persoalan kesehatan yang sebelumnya tidak cukup ia perhatikan ketika fokus merawat Dean. Kehilangan Dean juga menjadi pukulan emosional yang besar bagi Parton. Ia beberapa kali mengaitkan periode sulit tersebut dengan perubahan dalam kehidupan dan pekerjaannya. Namun, bahkan dalam kondisi kesehatan yang menurun, Parton tetap menunjukkan semangat untuk berkarya.

Tetap Aktif hingga Beberapa Bulan Sebelum Meninggal

Dolly Parton tidak sepenuhnya menghilang dari publik meskipun kondisi kesehatannya membatasi aktivitas. Pada Juni 2026, ia membuat penampilan publik yang cukup mengejutkan dalam pembukaan Dolly's Tennesseean Travel Stop di Cornersville, Tennessee. Saat itu, Parton terlihat bersemangat dan ikut dalam seremoni pembukaan.

Ia juga masih mengembangkan berbagai proyek bisnis dan hiburan, termasuk rencana museum yang didedikasikan untuk kehidupannya, hotel di Nashville, serta proyek musikal Broadway tentang perjalanan hidupnya. Semangat tersebut menjadi salah satu ciri khas Parton sampai akhir hayatnya.

Penyebab Kematian Belum Dijelaskan Secara Rinci

Meskipun laporan mengenai masalah ginjal dan autoimun telah beredar, publik masih harus menunggu keterangan lebih lanjut mengenai hubungan antara berbagai kondisi kesehatan tersebut dengan kematian Parton.

Yang telah dikonfirmasi adalah Parton meninggal pada 25 Agustus 2026 dalam usia 80 tahun setelah mengalami pertempuran singkat melawan kanker. Jenis kanker serta rincian medis lain mengenai kondisi terakhirnya belum dipublikasikan secara lengkap.

Karena itu, berbagai spekulasi mengenai penyebab pasti kematiannya sebaiknya tidak dianggap sebagai fakta sebelum ada keterangan resmi dari keluarga atau tim medis.

Warisan Dolly Parton Tak Hanya dari Musik

Kepergian Dolly Parton meninggalkan warisan yang jauh lebih besar daripada sekadar musik country. Sepanjang karier lebih dari enam dekade, Parton dikenal sebagai penyanyi, penulis lagu, aktris, pengusaha, sekaligus filantropis. Lagu-lagunya seperti “Jolene”, “9 to 5”, dan “I Will Always Love You” telah menjadi bagian penting dari sejarah musik populer dunia.

Ia juga membangun Dollywood menjadi salah satu destinasi hiburan terkenal di Amerika Serikat dan menjalankan berbagai kegiatan sosial melalui Dolly Parton's Imagination Library, program yang menyediakan buku untuk anak-anak. Meski menghadapi berbagai persoalan kesehatan pada tahun-tahun terakhir kehidupannya, Parton tetap berusaha bekerja dan menyelesaikan berbagai impiannya.

Kini, kabar tentang perjuangannya melawan masalah ginjal, gangguan sistem imun, serta penyakit lainnya menjadi bagian dari kisah terakhir seorang legenda yang selama puluhan tahun dikenal memiliki energi dan semangat luar biasa.

Dolly Parton meninggal dunia pada usia 80 tahun, tetapi karya, lagu, dan warisan kemanusiaannya diperkirakan akan terus hidup lintas generasi.

Posting Komentar untuk " Dolly Parton Sempat Lawan Sakit Ginjal dan Autoimun sebelum Meninggal"