EJAE Gugup Tatapan Mata dengan Leonardo DiCaprio Kala Bawa “Golden”
EJAE mengungkap momen menegangkan ketika dirinya bertatapan langsung dengan Leonardo DiCaprio saat membawakan lagu “Golden” di panggung BAFTA. Penyanyi sekaligus penulis lagu yang melejit lewat film animasi Netflix KPop Demon Hunters itu mengaku kehadiran sang aktor membuatnya semakin gugup, bahkan memengaruhi penampilannya pada nada tinggi.
Pengakuan tersebut disampaikan EJAE dalam wawancara terbaru dengan The Times. Ia menceritakan bahwa dirinya sudah berada dalam tekanan besar karena harus tampil di hadapan deretan bintang Hollywood. Namun, situasi menjadi jauh lebih menegangkan ketika ia menyadari Leonardo DiCaprio duduk di barisan depan dan berada tepat di hadapannya.
Menurut EJAE, DiCaprio terlihat tidak tersenyum ketika menatap panggung. Momen kontak mata itu terjadi tepat ketika dirinya harus menyanyikan bagian bernada tinggi dari “Golden”. Alhasil, konsentrasinya buyar.
Tatapan Leonardo DiCaprio Bikin EJAE Kehilangan Fokus
EJAE mengaku pengalaman tampil di acara penghargaan sebenarnya sudah membuatnya tegang sejak awal. Berada di ruangan yang dipenuhi aktor, musisi, dan figur industri hiburan ternama menjadi tekanan tersendiri.
Namun, ia tidak menyangka satu sosok tertentu justru menjadi sumber kegugupan terbesar. Leonardo DiCaprio. Saat membawakan “Golden”, EJAE melihat aktor peraih Oscar tersebut berada di antara penonton. Ketika keduanya bertatapan, EJAE merasa semakin gugup dan mengalami kesalahan pada bagian nada tinggi lagu.
Dalam wawancara tersebut, EJAE bahkan menggambarkan penampilan di BAFTA itu sebagai pengalaman yang masih menghantuinya. Ia mengatakan ekspresi DiCaprio yang tidak tersenyum membuat situasi terasa semakin menegangkan.
Meski demikian, tidak ada indikasi bahwa DiCaprio memang bermaksud membuat EJAE tidak nyaman. Ekspresi serius sang aktor kemungkinan hanya merupakan ekspresi normal ketika menyaksikan pertunjukan.
“Golden” Dibawakan di Panggung BAFTA
“Golden” merupakan salah satu lagu utama dari KPop Demon Hunters, film animasi Netflix yang mengisahkan grup K-pop fiktif HUNTR/X yang menjalani kehidupan ganda sebagai pemburu iblis. EJAE merupakan salah satu sosok penting di balik lagu tersebut. Ia menjadi penulis bersama sekaligus pengisi suara nyanyian untuk karakter Rumi.
Kesuksesan “Golden” kemudian membawa EJAE ke berbagai panggung penghargaan internasional, termasuk BAFTA dan Oscar.
Tekanan yang ia rasakan saat tampil di BAFTA pun cukup masuk akal. Lagu tersebut sudah menjadi fenomena global, sehingga setiap penampilannya berada dalam sorotan besar.
EJAE Bukan Hanya Penyanyi, tetapi Juga Penulis “Golden”
Kesuksesan EJAE tidak berhenti pada status sebagai penyanyi. Ia merupakan salah satu penulis lagu “Golden” bersama Mark Sonnenblick. Lagu tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu lagu paling sukses dari sebuah film animasi dalam beberapa tahun terakhir.
EJAE juga memberikan suara nyanyian untuk Rumi, salah satu karakter utama HUNTR/X. Dalam wawancara sebelumnya, ia menjelaskan bahwa proses pembuatan “Golden” sangat berkaitan dengan visi sutradara Maggie Kang dan Chris Appelhans. Mereka menginginkan lagu yang memiliki energi kuat, mudah diingat, sekaligus membawa unsur Korea melalui penggunaan bahasa Korea.
Keputusan memasukkan bahasa Korea menjadi salah satu elemen penting lagu tersebut. Menurut EJAE, bahasa Korea tidak hanya memberikan nuansa autentik, tetapi juga mempunyai makna dan karakter bunyi yang berbeda.
Dari Mantan Trainee Menjadi Bintang Global
Perjalanan EJAE menuju panggung internasional terbilang tidak biasa. Lahir dengan nama Kim Eun-jae, ia merupakan penyanyi dan penulis lagu Korea-Amerika yang sebelumnya pernah menjalani pelatihan di SM Entertainment selama sekitar 11 tahun. Namun, impiannya untuk debut sebagai idol K-pop tidak pernah terwujud.
Setelah meninggalkan jalur trainee, EJAE kemudian lebih banyak mengembangkan dirinya sebagai penulis lagu. Ia terlibat dalam penulisan sejumlah lagu K-pop, termasuk “Psycho” yang dinyanyikan Red Velvet. Kariernya sebagai penulis lagu perlahan berkembang, meskipun dirinya belum menjadi nama besar di hadapan publik. Semuanya berubah ketika KPop Demon Hunters hadir.
Film tersebut menjadikan EJAE salah satu wajah paling dikenal dari soundtrack-nya. “Golden” Membawa EJAE ke Oscar Puncak perjalanan “Golden” terjadi di Academy Awards 2026. EJAE, Audrey Nuna, dan Rei Ami tampil membawakan “Golden” sebagai representasi HUNTR/X di panggung Oscar. Penampilan tersebut menjadi salah satu pertunjukan yang paling mencuri perhatian pada malam penghargaan tersebut.
Menariknya, Leonardo DiCaprio juga berada di antara penonton ketika penampilan tersebut berlangsung.
Namun, pengalaman EJAE di Oscar ternyata berbeda dari apa yang terjadi di BAFTA. Setelah pengalaman menegangkan di BAFTA, EJAE mengatakan bahwa dirinya sengaja tidak terlalu memperhatikan Leonardo DiCaprio saat tampil di Oscar.
Dalam konferensi pers setelah kemenangan Oscar, EJAE juga membahas bagaimana dirinya mempersiapkan penampilan tersebut. Ia mengatakan sempat menangis saat latihan karena menyadari betapa besar panggung yang akan mereka hadapi.
Penampilan Oscar Menggabungkan K-Pop dan Budaya Korea
Penampilan “Golden” di Oscar tidak hanya menampilkan koreografi K-pop. Pertunjukan tersebut memasukkan unsur budaya tradisional Korea, termasuk musik dan elemen pansori, serta menampilkan para penari dengan busana yang terinspirasi budaya Korea.
Bagi EJAE, hal itu menjadi bagian yang sangat membanggakan. Ia sebelumnya mengatakan bahwa dirinya merasa terharu melihat konsep tersebut karena dapat memperkenalkan unsur budaya Korea kepada penonton global melalui salah satu panggung hiburan terbesar di dunia.
Pertunjukan tersebut juga mendapatkan perhatian karena para tamu Oscar diberikan lightstick ala konser K-pop. Leonardo DiCaprio, Steven Spielberg, Emma Stone, dan sejumlah selebritas lain terlihat ikut mengangkat dan menggoyangkan lightstick mengikuti penampilan “Golden”.
“Golden” Akhirnya Menang Oscar
Selain tampil di panggung Oscar, “Golden” juga membawa pulang penghargaan. Lagu tersebut memenangkan kategori Best Original Song pada Academy Awards 2026. Kemenangan itu menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam perjalanan KPop Demon Hunters.
Film tersebut juga memenangkan Best Animated Feature, sehingga KPop Demon Hunters meraih dua kemenangan dari dua nominasi yang diterimanya di Oscar.
Bagi EJAE, kemenangan tersebut terasa semakin istimewa karena “Golden” bukan hanya lagu yang ia nyanyikan, tetapi juga karya yang ikut ia tulis.
Prestasi “Golden” Semakin Panjang
Kesuksesan lagu tersebut tidak hanya terjadi di Oscar. “Golden” sebelumnya telah mendapatkan penghargaan di Golden Globes dan Grammy. Lagu tersebut kemudian juga memenangkan tiga kategori di American Music Awards 2026, yaitu Song of the Year, Best Pop Song, dan Best Vocal Performance.
Pencapaian tersebut memperlihatkan betapa luas dampak lagu yang awalnya dibuat untuk sebuah film animasi. “Golden” berhasil keluar dari dunia KPop Demon Hunters dan menjadi hit tersendiri. Bahkan, kesuksesannya membuat EJAE, Audrey Nuna, dan Rei Ami mendapatkan pengakuan sebagai Billboard Women of the Year 2026 bersama-sama sebagai para pengisi suara nyanyian HUNTR/X.
Ada Perbedaan Besar antara BAFTA dan Brit Awards
Pengalaman EJAE di BAFTA juga membuatnya menyadari betapa besar pengaruh suasana penonton terhadap penampil. Beberapa waktu setelah BAFTA, ia tampil di Brit Awards. Menurut EJAE, suasana di acara tersebut terasa jauh lebih nyaman karena penonton memberikan dukungan yang lebih ekspresif.
Hal itu membuatnya dapat menikmati penampilan dengan lebih baik. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bagi EJAE bahwa rasa gugup bukan hanya berasal dari panggung, melainkan juga dari bagaimana seorang performer membaca suasana di hadapannya.
Dari Gugup hingga Menjadi Sejarah
Kisah EJAE dan Leonardo DiCaprio pada akhirnya bukan sekadar cerita lucu mengenai seorang penyanyi yang gugup melihat aktor terkenal. Momen tersebut memperlihatkan sisi manusiawi di balik seorang performer yang sedang berada di puncak karier.
Di atas panggung, EJAE terlihat sebagai penyanyi profesional yang mampu membawa “Golden” di hadapan ribuan penonton. Namun, di balik itu, ia tetap bisa merasa gugup ketika harus bernyanyi sambil berhadapan dengan salah satu aktor paling terkenal di Hollywood. Apalagi, bagian yang harus dinyanyikan saat itu merupakan salah satu bagian tersulit dari lagu.
EJAE Kini Semakin Bersinar
Popularitas KPop Demon Hunters membuat kehidupan profesional EJAE berubah drastis. Dalam wawancara dengan The Times, ia menggambarkan perjalanan tersebut sebagai perubahan luar biasa dari seseorang yang sebelumnya tidak dikenal menjadi sosok yang kini mendapat perhatian global.
Setelah sukses dengan “Golden”, EJAE juga mulai mengembangkan proyek solonya. Ia telah merilis sejumlah lagu dan sedang mempersiapkan album solo.
Perjalanan tersebut menjadi kelanjutan dari impiannya di industri musik setelah sebelumnya gagal mencapai debut sebagai idol.
Kini, ia justru mendapatkan sesuatu yang jauh lebih besar: menjadi bagian dari proyek animasi global, menciptakan lagu yang memenangkan penghargaan internasional, tampil di Oscar, dan mendapatkan pengakuan sebagai salah satu penulis lagu paling menonjol dari generasi barunya.
Tatapan DiCaprio Jadi Cerita yang Tak Terlupakan
Pada akhirnya, penampilan EJAE membawakan “Golden” di BAFTA mungkin tidak sempurna menurut dirinya sendiri. Satu tatapan dari Leonardo DiCaprio bahkan membuatnya kehilangan fokus pada nada tinggi.
Namun, justru cerita tersebut memperlihatkan bahwa seorang penyanyi sehebat EJAE tetap bisa merasakan gugup ketika berada di hadapan bintang idolanya. Yang lebih penting, satu kesalahan kecil tidak menghapus pencapaian besarnya.
“Golden” tetap menjadi lagu fenomenal, EJAE tetap mencatat sejarah bersama KPop Demon Hunters, dan penampilannya di berbagai panggung penghargaan membuktikan bahwa dirinya mampu bangkit dari rasa gugup.
Dari seorang mantan trainee yang pernah merasa impiannya untuk debut tidak terwujud, EJAE kini berdiri di panggung terbesar dunia. Dan jika tatapan Leonardo DiCaprio pernah membuatnya gugup, pengalaman itu kini justru menjadi salah satu cerita paling menarik dalam perjalanan luar biasanya bersama “Golden”.

Posting Komentar untuk " EJAE Gugup Tatapan Mata dengan Leonardo DiCaprio Kala Bawa “Golden”"