Facebook-Instagram Bakal Berubah Demi Remaja, Ada Jam Malam

Jakarta – Meta akan melakukan perubahan besar terhadap pengalaman remaja di Facebook dan Instagram. Langkah tersebut merupakan bagian dari kesepakatan dengan sejumlah jaksa agung negara bagian di Amerika Serikat yang menuntut penguatan perlindungan anak dan remaja di platform media sosial.

Salah satu perubahan paling mencolok adalah penerapan batas waktu penggunaan dua jam per hari serta jam malam digital. Remaja nantinya secara default tidak dapat menggunakan Facebook dan Instagram pada tengah malam hingga pukul 06.00. Kesepakatan tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam upaya Meta mengubah desain dan fitur platformnya agar lebih aman bagi pengguna muda. Meta sendiri tidak mengakui melakukan pelanggaran, tetapi menyatakan siap menerapkan berbagai langkah perlindungan baru.

Ada Batas Penggunaan Dua Jam Sehari

Dalam aturan baru tersebut, remaja akan mendapatkan batas penggunaan gabungan dua jam setiap hari untuk Facebook dan Instagram. Artinya, waktu yang dihabiskan di kedua aplikasi akan dihitung secara kumulatif. Jika seorang remaja menggunakan Instagram selama 90 menit dan Facebook selama 30 menit, total penggunaannya sudah mencapai dua jam.

Meta juga menyatakan sistem akan berupaya memperhitungkan penggunaan dari beberapa akun apabila mendeteksi seseorang memiliki lebih dari satu akun. Batas tersebut secara default hanya dapat dinonaktifkan dengan izin orang tua. Selain batas harian, remaja juga akan menerima pengingat secara berkala. Meta menyebut pengguna akan mendapatkan pemberitahuan setelah 15 menit penggunaan terus-menerus, serta ketika penggunaan harian mencapai 60 dan 90 menit.

Tujuannya bukan hanya menghentikan akses setelah batas tertentu, tetapi mendorong remaja agar lebih sadar terhadap durasi mereka menggunakan media sosial.

Facebook dan Instagram Punya "Jam Malam"

Perubahan lain yang cukup signifikan adalah penerapan Night Mode atau pembatasan penggunaan pada malam hari. Berdasarkan kesepakatan terbaru Meta, akun remaja secara default akan diblokir dari aplikasi antara pukul 00.00 hingga 06.00. Selama periode tersebut, remaja tidak dapat melakukan aktivitas seperti melihat Feed, Stories, Explore, atau Reels maupun memposting konten.

Kebijakan ini memperluas konsep fitur tidur yang sebelumnya sudah diterapkan Instagram Teen Accounts. Instagram sebelumnya telah memiliki Sleep Mode yang membisukan notifikasi pada malam hari dan mengirimkan balasan otomatis terhadap pesan langsung. Dengan aturan baru, pembatasannya menjadi lebih tegas karena bukan sekadar mematikan notifikasi, melainkan membatasi akses terhadap sejumlah fungsi utama platform.

Ada Juga "School Mode"

Selain jam malam, Meta akan menerapkan School Mode. Dalam periode yang ditentukan, notifikasi push akan dibisukan secara default, terutama pada rentang pukul 08.00 hingga 15.00. Pengecualian diberikan untuk pesan langsung serta pemberitahuan yang berkaitan dengan keamanan atau keselamatan akun.

Kebijakan ini ditujukan untuk mengurangi gangguan media sosial ketika remaja sedang berada di sekolah atau menjalani aktivitas belajar. Dengan demikian, perlindungan baru Meta nantinya tidak hanya berfokus pada berapa lama remaja menggunakan media sosial, tetapi juga kapan mereka menggunakan platform tersebut.

Konten Remaja Juga Akan Lebih Dibatasi

Perubahan pada Facebook dan Instagram sebenarnya tidak baru dimulai pada Agustus 2026. Meta sebelumnya telah memperluas sistem Teen Accounts dan pengaturan konten 13+ ke Instagram, Facebook, dan Messenger secara global.

Dalam sistem tersebut, remaja secara otomatis ditempatkan pada pengalaman yang dirancang sesuai usia. Facebook, misalnya, akan membatasi konten yang dianggap tidak sesuai bagi remaja di Feed dan Reels, sekaligus membatasi interaksi dengan profil, halaman, grup, atau acara yang terutama membagikan konten tidak sesuai usia.

Di Instagram, Meta juga telah memperkenalkan pendekatan yang terinspirasi dari sistem rating film. Tujuannya adalah membuat pengalaman remaja lebih menyerupai konten yang dianggap pantas untuk penonton berusia 13 tahun ke atas. Konten seperti materi seksual, kekerasan grafis, perilaku berisiko, serta sejumlah materi yang dianggap dapat mendorong perilaku berbahaya akan lebih dibatasi dari rekomendasi kepada remaja.

Meta Perkuat Verifikasi Usia

Salah satu tantangan terbesar bagi platform media sosial adalah memastikan usia pengguna. Aturan pembatasan tidak akan efektif apabila pengguna remaja bisa dengan mudah mencantumkan usia dewasa ketika membuat akun. Karena itu, Meta juga mengembangkan teknologi age assurance atau pemeriksaan usia.

Meta menggunakan teknologi berbasis AI untuk mendeteksi indikasi bahwa sebuah akun kemungkinan dimiliki oleh pengguna yang masih remaja, termasuk dengan menganalisis konteks profil. Perusahaan juga mengatakan teknologi tersebut digunakan untuk menempatkan pengguna yang diduga remaja ke dalam perlindungan Teen Account.

Meta sebelumnya mengoreksi penjelasannya mengenai teknologi tersebut dan menyatakan sistem AI yang digunakan untuk analisis visual tidak membuat "sidik jari wajah" atau mengidentifikasi seseorang melalui foto.

Orang Tua Akan Mendapat Kontrol Lebih Besar

Perubahan tersebut juga memberikan peran lebih besar kepada orang tua. Meta sebelumnya telah mengembangkan Family Center dan fitur supervisi yang memungkinkan orang tua mendapatkan gambaran lebih banyak mengenai pengalaman anak mereka di Instagram, Facebook, Messenger, dan layanan Meta lainnya.

Pada 2026, Meta bahkan memperluas informasi yang tersedia bagi orang tua agar mereka dapat memahami topik yang memengaruhi algoritma rekomendasi akun Instagram milik anak. Dalam kesepakatan terbaru, sejumlah pembatasan tidak dapat begitu saja dinonaktifkan oleh remaja sendiri. Persetujuan orang tua diperlukan untuk mengubah beberapa perlindungan utama.

Like dan Rekomendasi Algoritma Ikut Disorot

Perubahan tidak berhenti pada durasi penggunaan. Meta juga berkomitmen melakukan sejumlah perubahan terhadap bagaimana konten ditampilkan kepada pengguna muda, termasuk menyembunyikan jumlah "like" secara default dan menyediakan pilihan untuk pengalaman feed yang lebih tidak dipersonalisasi.

Meski demikian, salah satu kritik terhadap kesepakatan ini adalah algoritma rekomendasi tetap menjadi bagian penting dari pengalaman pengguna. Sejumlah pengamat menilai pembatasan waktu saja belum tentu menyelesaikan persoalan jika sistem rekomendasi masih dapat mendorong konten yang berpotensi merugikan remaja.

Mengapa Meta Mengubah Facebook dan Instagram?

Perubahan tersebut tidak terlepas dari tekanan hukum dan politik di Amerika Serikat. Meta menghadapi gugatan dari sejumlah negara bagian yang menuduh produk-produknya dirancang untuk mempertahankan keterlibatan pengguna muda dan berpotensi menimbulkan dampak buruk terhadap anak serta remaja.

Dalam kesepakatan yang diumumkan pada Agustus 2026, Meta menyetujui pembayaran yang dapat mencapai sekitar US$18 miliar selama periode kesepakatan, dengan sejumlah pembayaran dan kewajiban yang bergantung pada ketentuan tertentu. Perusahaan tetap tidak mengakui kesalahan atau pelanggaran hukum. Kesepakatan tersebut juga memuat berbagai kewajiban perubahan produk yang mayoritas ketentuannya akan berlaku selama 10 tahun.

Apakah Aturan Ini Berlaku di Indonesia?

Hal penting yang perlu diperhatikan adalah bahwa kesepakatan terbaru tersebut merupakan bagian dari penyelesaian perkara di Amerika Serikat. Jadi, tidak otomatis berarti seluruh ketentuan dua jam sehari dan jam malam 00.00–06.00 langsung berlaku untuk semua remaja di Indonesia. Namun, Meta memang sudah memperluas berbagai perlindungan Teen Accounts ke berbagai negara, termasuk pengaturan konten 13+ di Instagram, Facebook, dan Messenger secara global.

Karena itu, pengguna Indonesia tetap dapat melihat perubahan pada fitur perlindungan remaja secara bertahap, tetapi penerapan persisnya dapat berbeda berdasarkan negara, regulasi lokal, dan kebijakan produk Meta.

Tantangan Penerapan di Lapangan

Pembatasan waktu penggunaan terdengar sederhana, tetapi penerapannya tidak mudah. Salah satu persoalan adalah kemungkinan remaja menggunakan akun tambahan, memasukkan tanggal lahir yang tidak sesuai, atau menemukan cara lain untuk menghindari pembatasan.

Kritik lain menyebut pembatasan durasi tidak secara otomatis menghilangkan konten berbahaya. Bahkan jika penggunaan dibatasi dua jam, algoritma masih dapat menentukan konten apa yang muncul selama waktu tersebut. Karena itu, perlindungan anak di media sosial membutuhkan kombinasi antara teknologi, pengawasan orang tua, literasi digital, kebijakan platform, dan regulasi pemerintah.

Langkah Meta Makin Ketat terhadap Pengguna Muda

Perubahan terbaru ini menunjukkan arah yang semakin jelas: Meta ingin membuat akun remaja memiliki pengalaman yang berbeda dari akun pengguna dewasa. Mulai dari Teen Accounts, pembatasan konten 13+, verifikasi usia, kontrol orang tua, batas waktu penggunaan, School Mode hingga jam malam, Facebook dan Instagram perlahan bergerak menuju sistem yang lebih ketat bagi pengguna berusia di bawah 18 tahun.

Namun, efektivitas kebijakan tersebut masih akan sangat bergantung pada implementasinya. Pakar dan kelompok pemerhati keselamatan anak juga mengingatkan bahwa fitur pembatasan saja belum cukup apabila persoalan desain adiktif, rekomendasi algoritmik, dan distribusi konten berbahaya belum ditangani secara menyeluruh.

Bagi orang tua, perubahan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pengawasan penggunaan media sosial tidak seharusnya hanya bergantung pada aplikasi. Komunikasi dengan anak, pengaturan perangkat, pemahaman terhadap algoritma, serta kebiasaan digital yang sehat tetap menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan remaja di dunia maya.

Dengan aturan baru tersebut, Facebook dan Instagram bukan lagi sekadar platform yang menentukan apa yang boleh dilihat remaja, tetapi juga mulai menentukan berapa lama dan kapan mereka boleh menggunakannya.

Posting Komentar untuk " Facebook-Instagram Bakal Berubah Demi Remaja, Ada Jam Malam"