Handal Bicara Kondisi Produksi Mobil Listrik Neta di Indonesia

Jakarta – Kelanjutan produksi mobil listrik Neta di Indonesia masih belum menemukan titik terang. PT Handal Indonesia Motor (HIM), selaku mitra perakitan Neta di Tanah Air, memastikan bahwa aktivitas produksi Neta hingga saat ini masih dihentikan sementara.

Presiden Direktur PT Handal Indonesia Motor, Denny Siregar, mengatakan komunikasi antara pihaknya dengan Neta masih berlangsung. Namun, keputusan mengenai kapan produksi kembali berjalan sepenuhnya berada di tangan pihak Neta sebagai pemegang merek dan prinsipal.

“Kalau di kami (PT Handal) komunikasi masih. Tapi mungkin kalau untuk kelanjutan produksi Neta sendiri yang bisa jawab,” kata Denny kepada wartawan di Purwakarta, 13 Agustus 2026. Menurut Denny, lini produksi Neta di fasilitas Handal memang sudah tidak beroperasi sejak tahun lalu. “Produksi saat ini memang sedang di-pause (disetop), sejak tahun lalu,” ujarnya.

Produksi Neta Terhenti Imbas Masalah di China

Penghentian produksi Neta di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kondisi perusahaan induknya, Hozon Auto, di China. Perusahaan tersebut diketahui menjalani proses restrukturisasi sejak 2025.

Kondisi tersebut kemudian berdampak terhadap operasional Neta di berbagai pasar, termasuk Indonesia. Sebelumnya, pada Januari 2026, Handal juga telah mengungkap bahwa aktivitas perakitan Neta di Indonesia sudah berhenti sekitar enam bulan.

Dengan demikian, sampai pertengahan Agustus 2026 belum ada kepastian bahwa lini produksi Neta akan kembali beroperasi dalam waktu dekat. Handal masih menunggu keputusan dari pihak prinsipal Neta.

Sempat Punya Basis Produksi Lokal

Kondisi saat ini cukup berbeda dibandingkan rencana awal Neta ketika memperkuat bisnisnya di Indonesia. Neta menggandeng PT Handal Indonesia Motor untuk melakukan perakitan mobil dengan skema Completely Knocked Down (CKD) di fasilitas Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat.

Produksi lokal tersebut dimulai pada 2024. Neta V-II menjadi model pertama yang dirakit secara lokal, kemudian disusul Neta X.

Pada saat meresmikan produksi lokal, Neta menyebut fasilitas Handal memiliki kapasitas hingga 27.000 unit per tahun. Perusahaan juga ketika itu menargetkan peningkatan kandungan lokal untuk mendukung pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.

Neta bahkan sempat menyatakan bahwa produksi lokal menjadi salah satu strategi penting untuk memperkuat posisinya di pasar Indonesia.

Neta X Juga Dirakit di Indonesia

Selain Neta V-II, model Neta X juga sempat diproduksi secara lokal di fasilitas Handal. Neta menyebut seluruh unit Neta X yang dikirimkan kepada konsumen Indonesia diproduksi melalui fasilitas PT Handal Indonesia Motor di Pondok Ungu, Bekasi. Model tersebut memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 44 persen pada saat peluncurannya.

Pada 2025, Neta juga mengungkapkan rencana untuk meningkatkan kandungan lokal menjadi lebih dari 60 persen. Rencana tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memenuhi arah kebijakan pemerintah sekaligus memperkuat ekosistem kendaraan listrik dalam negeri. Namun, rencana tersebut kini menghadapi ketidakpastian seiring terhentinya aktivitas produksi.

Penjualan Neta di Indonesia Ikut Tertekan

Persoalan produksi terjadi bersamaan dengan tekanan terhadap penjualan Neta di pasar domestik. Berdasarkan data Gaikindo yang dikutip detikOto, penjualan ritel Neta di Indonesia turun dari 570 unit pada 2024 menjadi 406 unit pada 2025.

Penurunan tersebut menunjukkan tantangan yang cukup besar bagi Neta untuk mempertahankan eksistensinya di tengah persaingan pasar mobil listrik Indonesia yang semakin ramai.

Saat ini, pasar kendaraan listrik Indonesia diisi semakin banyak merek, baik dari China maupun produsen Jepang, Korea Selatan, dan merek global lainnya. Persaingan tidak hanya terjadi pada harga, tetapi juga pada jaringan dealer, layanan purnajual, ketersediaan suku cadang, teknologi baterai, hingga kepastian produksi lokal.

Handal Masih Membuka Komunikasi dengan Neta

Meski lini produksi Neta berhenti, Handal menegaskan komunikasi dengan pihak Neta masih berjalan. Hal ini menjadi sinyal bahwa hubungan kerja sama antara kedua perusahaan belum secara resmi berakhir. Namun, belum ada informasi mengenai kapan produksi akan kembali dimulai ataupun model Neta apa yang nantinya akan dirakit apabila aktivitas manufaktur kembali berjalan.

Handal sendiri tetap menjalankan kegiatan manufaktur untuk merek lain. Pada Juni 2026, perusahaan tersebut mengumumkan telah memulai produksi massal kendaraan listrik Geely di fasilitas Purwakarta dengan kapasitas hingga 60 unit per hari. Artinya, fasilitas dan kemampuan manufaktur Handal masih digunakan untuk mendukung perkembangan kendaraan listrik di Indonesia, meskipun lini Neta saat ini belum beroperasi.

Bagaimana Nasib Neta di Indonesia?

Untuk saat ini, masa depan produksi Neta di Indonesia masih bergantung pada keputusan prinsipal. Neta sebelumnya membangun ekspektasi besar melalui produksi lokal, mulai dari Neta V-II hingga Neta X. Namun, restrukturisasi Hozon Auto membuat strategi tersebut terganggu.

Pihak Neta sebelumnya berharap proses restrukturisasi Hozon Auto dapat selesai pada pertengahan 2026. Akan tetapi, berdasarkan keterangan terbaru dari Handal pada Agustus 2026, produksi Neta di Indonesia masih berstatus pause dan belum ada kepastian kapan lini tersebut akan kembali aktif.

Dengan kondisi tersebut, konsumen dan industri otomotif Indonesia masih harus menunggu keputusan resmi dari Neta mengenai kelanjutan bisnisnya di Tanah Air. Yang jelas, PT Handal Indonesia Motor masih berkomunikasi dengan Neta, tetapi belum dapat memastikan kapan produksi mobil listrik Neta akan kembali dimulai.

Untuk sementara, lini produksi Neta di Indonesia masih berhenti, sementara keputusan mengenai masa depannya berada di tangan prinsipal Neta dan perkembangan restrukturisasi perusahaan induknya di China.

Posting Komentar untuk " Handal Bicara Kondisi Produksi Mobil Listrik Neta di Indonesia"