Jaecoo Klarifikasi Kasus Viral Konsumen J5 Diminta Ganti Baterai

Jakarta – Jaecoo Indonesia memberikan klarifikasi terkait kasus pengguna Jaecoo J5 EV yang viral setelah mengaku diminta mengganti baterai mobil dengan biaya hampir Rp195,5 juta. Persoalan tersebut bermula ketika mobil mengeluarkan bunyi “pletak” saat digunakan menuju Semarang, kemudian muncul indikator berbentuk kura-kura di panel instrumen.

Kasus tersebut menjadi perhatian publik karena kendaraan masih relatif baru ketika mengalami masalah. Pemilik J5 EV, Theodorus Herutomo Theo, menceritakan pengalamannya melalui grup Facebook Jaecoo J5 Indonesia hingga akhirnya ramai diperbincangkan. Namun, berdasarkan pemeriksaan Jaecoo Indonesia, kerusakan tersebut bukan disebabkan cacat produksi. Hasil investigasi menemukan adanya benturan dari luar kendaraan yang menyebabkan kerusakan pada pelindung bawah baterai dan pipa pendingin baterai.

Awal Mula Kasus Jaecoo J5 Viral

Masalah bermula ketika Theo mengendarai Jaecoo J5 EV menuju Semarang. Saat perjalanan, terdengar suara “pletak” dari bagian bawah kendaraan. Tidak lama setelah suara tersebut muncul, indikator berbentuk kura-kura berwarna hijau menyala di panel instrumen. Pemilik kemudian menghubungi layanan pelanggan dan mendapat arahan untuk mematikan kendaraan selama sekitar 30 menit hingga satu jam.

Setelah mobil dimatikan selama sekitar 40 menit, kendaraan dapat kembali digunakan secara normal. Namun, masalah kembali muncul pada hari berikutnya ketika mobil dinyalakan di Semarang. Theo kemudian membawa mobilnya ke bengkel resmi Jaecoo di Semarang untuk dilakukan pemeriksaan.

Konsumen Sempat Diberi Informasi Harus Ganti Baterai

Dari pemeriksaan awal di bengkel, konsumen mendapatkan informasi bahwa terdapat komponen yang mengalami kerusakan. Komponen yang disebut mengalami masalah adalah bagian yang berkaitan dengan sistem pendingin baterai. Dalam cerita yang kemudian viral, Theo menyebut dirinya mendapat informasi bahwa baterai harus diganti dengan biaya sekitar Rp195,5 juta.

Besarnya estimasi biaya tersebut membuat konsumen mempertanyakan penanganan kendaraan, terlebih usia mobil masih sangat muda. Theo kemudian menghubungi pihak Chery melalui email. Setelah unggahannya ramai di media sosial, pihak Jaecoo menghubunginya dan meminta konsumen datang ke Jaecoo Karawaci.

Jaecoo Temukan Bekas Benturan Eksternal

Setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut, Jaecoo Indonesia memberikan penjelasan mengenai penyebab kerusakan. Berdasarkan inspeksi tim teknis pada 23 Juli 2026 di Dealer Jaecoo Semarang, ditemukan bekas benturan eksternal dan deformasi pada pelindung bawah baterai.

Selain itu, terdapat kerusakan pada area pipa pendingin baterai. Jaecoo menyebut foto hasil inspeksi memperlihatkan pipa pendingin dalam kondisi patah di dekat titik dudukan atau bracket. Kerusakan pada pipa tersebut kemudian menyebabkan kebocoran cairan pendingin pada sistem manajemen termal baterai.

Mengapa Baterai Sampai Direkomendasikan untuk Diganti?

Ini menjadi salah satu bagian yang paling banyak dipertanyakan publik. Jaecoo menjelaskan bahwa pipa pendingin baterai memiliki tingkat integrasi yang tinggi dengan battery pack. Untuk mengganti pipa secara individual, teknisi harus membuka battery pack. Menurut penjelasan Jaecoo, proses tersebut berpotensi memengaruhi integritas sistem baterai. Karena alasan teknis dan prosedur perbaikan, penggantian battery pack assembly kemudian direkomendasikan sebagai solusi perbaikan.

Dengan demikian, rekomendasi penggantian baterai bukan berarti seluruh baterai rusak akibat cacat produksi. Kerusakan pada sistem pendingin dan kondisi fisik komponen menjadi pertimbangan utama dalam rekomendasi tersebut.

Bukan Cacat Produksi

Jaecoo menegaskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan masalah tersebut berkaitan dengan insiden benturan eksternal, bukan cacat produksi. Pelindung bawah baterai yang mengalami deformasi disebut menjadi salah satu bukti adanya benturan dari luar.

Jaecoo juga menjelaskan bahwa setiap J5 EV telah dilengkapi pelindung bawah baterai sebagai perlengkapan standar. Pelindung tersebut dirancang untuk membantu mengurangi paparan battery pack dan komponen terkait terhadap serpihan jalan serta kontak eksternal. Temuan tersebut menjadi dasar Jaecoo dalam menyimpulkan bahwa kasus konsumen tersebut merupakan insiden pada kendaraan, bukan kegagalan produksi baterai.

Konsumen Tidak Perlu Membayar Rp195,5 Juta

Meskipun sempat muncul angka hampir Rp200 juta, konsumen pada akhirnya tidak dibebankan biaya penggantian baterai. Dealer Jaecoo Semarang berkoordinasi dengan pihak asuransi untuk memproses klaim. Surat Perintah Kerja (SPK) perbaikan dari pihak asuransi diterbitkan pada 5 Agustus 2026.

Suku cadang yang dibutuhkan kemudian diterima dealer pada 15 Agustus. Proses pemasangan selesai pada 18 Agustus 2026. Artinya, biaya perbaikan dalam kasus tersebut ditanggung melalui mekanisme asuransi dan bukan dibayarkan langsung oleh konsumen.

Mobil Sudah Dikembalikan kepada Konsumen

Jaecoo menyatakan proses perbaikan kendaraan telah selesai pada 18 Agustus 2026. Kendaraan kemudian diserahterimakan kembali kepada konsumen pada 19 Agustus 2026 setelah menjalani road test dan proses administrasi terkait perbaikan kendaraan. Dengan demikian, kasus yang sempat viral tersebut telah memasuki tahap penyelesaian dan kendaraan kembali dapat digunakan oleh pemiliknya.

Bagaimana dengan Keluhan Pelayanan Konsumen?

Selain persoalan teknis, kasus ini juga menjadi sorotan karena konsumen sebelumnya mengaku kesulitan mendapatkan respons setelah mengirimkan email kepada pihak terkait. Setelah unggahan mengenai kasus tersebut viral di media sosial, pihak Jaecoo kemudian menghubungi konsumen dan meminta pertemuan di Jaecoo Karawaci.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Jaecoo disebut menyampaikan permintaan maaf karena terdapat email konsumen yang sebelumnya belum mendapatkan respons. Kasus tersebut menunjukkan bahwa selain kualitas produk, kecepatan respons layanan purnajual juga menjadi bagian penting dalam pengalaman konsumen, terutama ketika menyangkut kendaraan listrik dan komponen bertegangan tinggi seperti baterai.

Jaecoo Tegaskan Pelindung Baterai Sudah Menjadi Standar

Salah satu kekhawatiran yang muncul setelah kasus ini viral adalah mengenai perlindungan baterai mobil listrik dari kondisi jalan. Jaecoo menegaskan J5 EV telah dilengkapi pelindung bawah baterai sebagai perlengkapan standar. Pelindung tersebut berfungsi memberikan perlindungan tambahan terhadap battery pack dari benda asing dan kontak eksternal.

Namun, kasus ini juga memperlihatkan bahwa pelindung bawah tidak berarti baterai kendaraan sepenuhnya kebal terhadap benturan keras. Karena itu, pengemudi mobil listrik tetap perlu berhati-hati ketika melewati jalan berlubang, benda keras, atau permukaan jalan yang berpotensi mengenai bagian bawah kendaraan.

Penambahan Cover Tidak Otomatis Membatalkan Garansi

Setelah kasus tersebut viral, muncul pula kekhawatiran konsumen mengenai kemungkinan memasang pelindung tambahan di bawah kendaraan. Jaecoo Indonesia menjelaskan bahwa penambahan cover pada bagian bawah kendaraan tidak secara otomatis membatalkan garansi baterai.

Meski demikian, Jaecoo mengingatkan bahwa setiap penambahan atau modifikasi pada kendaraan harus mempertimbangkan aspek teknis dan keselamatan. Artinya, pemilik kendaraan sebaiknya tidak sembarangan melakukan modifikasi pada area sekitar baterai, terutama karena sistem baterai mobil listrik memiliki karakteristik dan prosedur keselamatan yang berbeda dengan kendaraan bermesin konvensional.

Kronologi Penanganan Kasus

Berikut rangkaian penanganan kasus Jaecoo J5 EV tersebut:

  • 23 Juli 2026: Tim teknis Jaecoo melakukan pemeriksaan dan menemukan bekas benturan eksternal, deformasi pelindung bawah baterai, serta kerusakan pipa pendingin.
  • 24 Juli 2026: Dealer berkoordinasi dengan konsumen dan memulai proses pengajuan klaim asuransi.
  • 5 Agustus 2026: SPK perbaikan dari pihak asuransi diterbitkan.
  • 15 Agustus 2026: Suku cadang yang diperlukan diterima dealer.
  • 18 Agustus 2026: Pemasangan battery pack assembly selesai.
  • 19 Agustus 2026: Kendaraan diserahterimakan kembali kepada konsumen setelah proses pemeriksaan dan road test.

Apa Pelajaran bagi Pemilik Mobil Listrik?

Kasus Jaecoo J5 EV ini memberikan sejumlah pelajaran bagi pemilik maupun calon pemilik mobil listrik.Pertama, bunyi tidak normal dari bagian bawah kendaraan sebaiknya tidak diabaikan. Jika muncul bunyi benturan disertai indikator peringatan di panel instrumen, kendaraan sebaiknya segera diperiksa.

Kedua, pemilik perlu memperhatikan kondisi bagian bawah kendaraan setelah melewati jalan yang rusak atau mengalami benturan. Ketiga, apabila terjadi kerusakan yang berkaitan dengan baterai, pemilik sebaiknya membawa kendaraan ke bengkel resmi dan tidak melakukan pembongkaran sendiri. Keempat, konsumen perlu memahami mekanisme garansi dan asuransi kendaraan, karena tidak semua kerusakan pada mobil listrik otomatis masuk dalam cakupan garansi.

Kesimpulan

Kasus viral konsumen Jaecoo J5 EV yang sempat diberi informasi mengenai penggantian baterai senilai hampir Rp195,5 juta akhirnya mendapatkan penjelasan dari Jaecoo Indonesia. Hasil pemeriksaan Jaecoo menunjukkan adanya benturan eksternal yang menyebabkan pelindung bawah baterai mengalami deformasi serta pipa pendingin baterai patah. Kerusakan pipa kemudian menyebabkan kebocoran cairan pendingin pada sistem manajemen termal baterai.

Penggantian battery pack assembly direkomendasikan karena pipa pendingin terintegrasi dengan battery pack dan penggantian pipa secara individual mengharuskan baterai dibuka. Menurut Jaecoo, langkah tersebut memiliki risiko terhadap integritas sistem baterai.

Yang terpenting, konsumen tidak perlu membayar biaya penggantian tersebut, karena perbaikan diproses melalui klaim asuransi. Perbaikan selesai pada 18 Agustus dan kendaraan dikembalikan kepada konsumen sehari setelahnya. Jaecoo juga menegaskan bahwa kasus tersebut bukan cacat produksi, melainkan berkaitan dengan insiden benturan eksternal. Kasus ini sekaligus menjadi perhatian bagi produsen dan konsumen mengenai pentingnya perlindungan baterai, prosedur perbaikan kendaraan listrik, serta respons layanan purnajual yang cepat dan transparan. 

Posting Komentar untuk "Jaecoo Klarifikasi Kasus Viral Konsumen J5 Diminta Ganti Baterai"