Kim Sang Sik Selangkah Lagi Cetak Sejarah dan Lewati Park Hang Seo
JAKARTA – Pelatih Timnas Vietnam, Kim Sang Sik, berada di ambang pencapaian bersejarah. Setelah membawa Golden Star Warriors menang 2-0 atas Thailand pada leg pertama final ASEAN Cup 2026, Kim hanya membutuhkan satu langkah lagi untuk mencatat prestasi yang belum pernah dilakukan pendahulunya, Park Hang Seo.
Vietnam tampil impresif saat bertandang ke Stadion Rajamangala, Bangkok, pada Sabtu (22/8/2026). Setelah bermain imbang tanpa gol pada babak pertama, Vietnam mencetak dua gol melalui Nguyen Hai Long dan Nguyen Quang Hai pada babak kedua. Kemenangan tersebut membuat Vietnam memiliki modal besar menjelang leg kedua di Stadion My Dinh, Hanoi, Rabu (26/8/2026). Jika mampu mempertahankan keunggulan agregat dan kembali menjadi juara, Kim Sang Sik akan membawa Vietnam mempertahankan gelar ASEAN Cup untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Tinggal Selangkah Menuju Sejarah
Vietnam sebelumnya telah tiga kali menjuarai turnamen Asia Tenggara, yakni pada 2008, 2018, dan 2024. Namun, mereka belum pernah menjadi juara dalam dua edisi secara beruntun. Kesempatan itu kini terbuka lebar setelah Vietnam mengalahkan Thailand 2-0 di leg pertama final ASEAN Cup 2026. Laga kedua di kandang sendiri menjadi kesempatan bagi Kim Sang Sik untuk menyempurnakan perjalanan luar biasanya bersama tim nasional Vietnam.
Apabila Vietnam berhasil mengangkat trofi lagi, Kim akan menjadi pelatih pertama dalam sejarah Vietnam yang mampu membawa tim nasional menjuarai ASEAN Cup dalam dua edisi berturut-turut. Catatan tersebut bahkan belum pernah dicapai Park Hang Seo, meski pelatih asal Korea Selatan itu meninggalkan warisan besar selama menangani Vietnam.
Kim Sang Sik Berpeluang Lewati Rekor Park Hang Seo
Perbandingan antara Kim Sang Sik dan Park Hang Seo sebenarnya sudah berlangsung sejak Kim ditunjuk menangani tim nasional Vietnam. Park dikenal sebagai sosok yang mengubah wajah sepak bola Vietnam. Di bawah kepemimpinannya, Vietnam menjadi juara Piala AFF 2018, mencapai final Piala AFF 2022, meraih medali emas SEA Games, serta mencatat berbagai prestasi di level U23.
Namun, Kim kini mulai membangun catatan tersendiri. Bahkan sebelum final ASEAN Cup 2026 berlangsung, Kim sudah berhasil melewati salah satu pencapaian penting Park. Tim Vietnam di bawah Kim mencatat 24 pertandingan beruntun tanpa kekalahan, melewati rekor tak terkalahkan Vietnam di era Park. Catatan tersebut juga menjadi rekor tak terkalahkan terpanjang dalam sejarah sepak bola Asia Tenggara.
Setelah kemenangan 2-0 atas Thailand di leg pertama final, sejumlah laporan terbaru bahkan mencatat rentetan tersebut telah berlanjut menjadi 25 pertandingan, dengan 22 kemenangan.
Kim Sudah Membuat Rekor di Empat Turnamen
Prestasi Kim Sang Sik tidak hanya berasal dari tim senior. Sejak menangani sepak bola Vietnam, Kim juga memiliki catatan luar biasa di level usia muda. Ia membawa Vietnam menjuarai ASEAN Cup 2024 bersama tim senior, kemudian mengantarkan U23 Vietnam menjadi juara ASEAN U23 2025.
Tidak berhenti di sana, Kim juga membawa Vietnam meraih medali emas SEA Games 2025 setelah mengalahkan Thailand 3-2 di final. Keberhasilan membawa Vietnam kembali ke final ASEAN Cup 2026 membuat Kim mencatat rekor sebagai pelatih pertama dalam sejarah yang mencapai empat final turnamen regional secara beruntun di ASEAN Cup, ASEAN U23, dan SEA Games. Jika Vietnam kembali menjadi juara ASEAN Cup 2026, Kim akan mengoleksi empat gelar turnamen regional bersama Vietnam dalam kurun waktu kurang dari dua tahun.
Tiga Final Beruntun Vietnam vs Thailand
Final ASEAN Cup 2026 juga memiliki nilai historis karena mempertemukan Vietnam dan Thailand untuk ketiga kalinya secara beruntun di partai puncak. Pada ASEAN Cup 2022, Vietnam era Park Hang Seo kalah dari Thailand dengan agregat 2-3. Dua tahun kemudian, Vietnam membalas kekalahan tersebut. Di bawah Kim Sang Sik, Vietnam mengalahkan Thailand dengan agregat 5-3 pada final ASEAN Cup 2024 dan merebut trofi.
Kini kedua tim kembali bertemu di final. Menariknya, Vietnam berhasil mencuri kemenangan 2-0 pada leg pertama di kandang Thailand. Hasil tersebut membuat peluang Golden Star Warriors untuk mempertahankan gelar semakin terbuka.
Kim Punya Modal Besar Jelang Leg Kedua
Kemenangan di Rajamangala bukan sekadar memberikan keuntungan skor. Hasil tersebut juga memperpanjang dominasi Vietnam dalam beberapa pertandingan terakhir. Kim dikenal mampu membuat Vietnam tampil efektif ketika menghadapi lawan dengan kualitas tinggi. Melawan Thailand, Vietnam tidak terburu-buru mencetak gol. Mereka lebih banyak menunggu momentum dan memaksimalkan serangan balik pada babak kedua.
Strategi tersebut membuahkan hasil ketika Hai Long membuka keunggulan pada menit ke-62. Hanya sekitar tujuh menit kemudian, Quang Hai menggandakan keunggulan Vietnam. Thailand kini harus mencetak setidaknya tiga gol di leg kedua tanpa kebobolan jika ingin membalikkan keadaan secara langsung. Sementara itu, Vietnam hanya perlu mempertahankan keunggulan agregat untuk memastikan trofi kembali menjadi milik mereka.
Bukan Sekadar Mengejar Park
Meski pencapaian Kim mulai dibandingkan dengan Park Hang Seo, sejumlah analisis menilai keduanya tidak bisa dinilai hanya berdasarkan jumlah trofi. Park memiliki peran sangat penting dalam membangun fondasi kesuksesan sepak bola Vietnam sejak 2017. Ia membawa Vietnam menjadi juara ASEAN Cup 2018 dan menciptakan generasi emas yang kemudian menjadi salah satu kekuatan utama Asia Tenggara.
Kim datang ketika fondasi tersebut sudah relatif kuat. Namun, ia berhasil mempertahankan konsistensi sekaligus menghasilkan sejumlah prestasi baru. Karena itu, perbandingan keduanya lebih tepat dilihat sebagai kesinambungan era pelatih Korea Selatan di Vietnam ketimbang persaingan langsung siapa yang lebih hebat. Media Korea Selatan sendiri menyoroti keberhasilan Kim dengan menyebut Park sebagai sosok yang menanam fondasi, sementara Kim mulai mengubah gelar juara menjadi sebuah kebiasaan bagi Vietnam.
Rekor Tak Terkalahkan Jadi Bukti Konsistensi
Salah satu bukti paling kuat dari keberhasilan Kim adalah konsistensi Vietnam. Sebelum era Kim, rekor tak terkalahkan terpanjang di sepak bola Asia Tenggara pernah menjadi milik Thailand dengan 21 pertandingan tanpa kekalahan pada 1995-1996. Vietnam kemudian memecahkan catatan tersebut di bawah Kim. Setelah mengalahkan Malaysia di semifinal ASEAN Cup 2026, Vietnam mencatat 24 pertandingan tanpa kekalahan.
Rentetan itu terus berlanjut ketika Vietnam mengalahkan Thailand 2-0 di leg pertama final. Catatan tersebut menjadi gambaran betapa sulitnya mengalahkan tim asuhan Kim Sang Sik.
Leg Kedua Bisa Menjadi Panggung Sejarah Kim
Kini semua perhatian tertuju ke Stadion My Dinh pada 26 Agustus. Vietnam membawa keunggulan dua gol. Di hadapan pendukung sendiri, Kim memiliki peluang untuk menyelesaikan misi yang sudah dimulai sejak kedatangannya ke Vietnam. Jika Vietnam mampu mengangkat trofi, Kim bukan hanya akan mempertahankan gelar ASEAN Cup, tetapi juga menciptakan sejarah baru dalam sepak bola Vietnam.
Ia akan menjadi pelatih pertama yang membawa Vietnam menjuarai ASEAN Cup secara berturut-turut. Ia juga akan menambah koleksi gelar regionalnya menjadi empat bersama tim-tim Vietnam dalam waktu kurang dari dua tahun. Dengan demikian, laga Vietnam kontra Thailand pada leg kedua bukan sekadar pertandingan untuk menentukan juara ASEAN Cup 2026.
Bagi Kim Sang Sik, pertandingan tersebut bisa menjadi malam ketika namanya secara resmi masuk ke dalam sejarah sepak bola Vietnam dan semakin kuat berdiri sejajar, bahkan melampaui sejumlah rekor yang sebelumnya identik dengan Park Hang Seo. Namun, pekerjaan belum selesai. Thailand masih memiliki kesempatan melakukan comeback. Kim harus memastikan para pemainnya tetap fokus dan tidak terlena dengan keunggulan dua gol.
Satu pertandingan lagi akan menentukan apakah Kim Sang Sik benar-benar mampu mencetak sejarah yang belum pernah dilakukan Park Hang Seo. Leg kedua final ASEAN Cup 2026 Vietnam vs Thailand akan berlangsung di Stadion My Dinh, Hanoi, pada 26 Agustus 2026.

Posting Komentar untuk " Kim Sang Sik Selangkah Lagi Cetak Sejarah dan Lewati Park Hang Seo"