Pramono Targetkan Akses Air Bersih Jakarta 100 Persen di 2029

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan seluruh warga Ibu Kota dapat menikmati layanan air bersih perpipaan secara penuh atau mencapai 100 persen pada 2029. Target tersebut terus dikejar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT PAM JAYA melalui percepatan pembangunan dan perluasan jaringan perpipaan.

Optimisme tersebut semakin menguat setelah cakupan layanan air perpipaan Jakarta mencapai 82 persen atau sekitar 8,9 juta jiwa pada Juni 2026. Capaian itu menjadi salah satu pijakan penting bagi Pemprov DKI untuk mengejar sisa cakupan layanan hingga 100 persen dalam tiga tahun mendatang.

Target 100 Persen pada 2029

Pramono sejak awal kepemimpinannya telah menjadikan persoalan air bersih sebagai salah satu agenda prioritas. Ia bahkan meminta target yang sebelumnya diproyeksikan tercapai pada 2030 dipercepat satu tahun menjadi 2029. "Saya yakin masih ada tiga tahun lagi pasti akan bisa terpenuhi untuk 100 persen," kata Pramono ketika menyampaikan optimisme atas perkembangan cakupan layanan PAM JAYA pada Juni 2026.

Target tersebut bukan sekadar menambah jumlah pelanggan. Pemerintah juga ingin memastikan warga memperoleh akses air melalui jaringan perpipaan dengan kualitas yang baik dan pelayanan yang semakin merata. Pemprov DKI menilai akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus bagian penting dari pembangunan Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berkelanjutan.

Cakupan Layanan Sudah 82 Persen

Perkembangan terbaru menunjukkan target 100 persen mulai mendekati kenyataan. Berdasarkan data Pemprov DKI, cakupan layanan PAM JAYA telah mencapai 82 persen, dengan jumlah penerima manfaat sekitar 8,9 juta jiwa. Angka tersebut meningkat dibandingkan capaian sebelumnya. Pada 2025, cakupan layanan air perpipaan tercatat sekitar 80,5 persen, sementara Pramono pada awal 2026 meminta agar cakupan tersebut digenjot hingga 90 persen sepanjang tahun.

Jika target 90 persen pada 2026 tercapai, Pemprov DKI berharap perluasan jaringan pada tahun-tahun berikutnya dapat membawa cakupan layanan menuju 100 persen pada 2029.

PAM JAYA Percepat Pembangunan Jaringan

Salah satu strategi utama untuk mencapai target tersebut adalah memperluas jaringan perpipaan. PT PAM JAYA menyatakan pembangunan jaringan menjadi bagian penting dari upaya memenuhi kebutuhan air warga Jakarta. Pada Juni 2026, panjang jaringan perpipaan yang telah tersambung disebut mencapai sekitar 13.200 kilometer. PAM JAYA menargetkan tambahan sekitar 2.000 kilometer jaringan hingga 2029.

Selain pembangunan pipa baru, percepatan juga dilakukan melalui penyambungan pelanggan dan pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk reservoir komunal. PAM JAYA bahkan mencatat rekor penyambungan pipa air minum terbanyak dalam satu tahun. Sepanjang 2025, perusahaan tersebut melakukan 72.666 sambungan, yang kemudian mendapat penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Reservoir Komunal Jadi Bagian Strategi

Perluasan akses air bersih tidak hanya dilakukan dengan memasang pipa hingga ke permukiman. Pemerintah juga membangun infrastruktur penunjang untuk memastikan pasokan dapat menjangkau wilayah yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses. Salah satunya melalui pembangunan reservoir komunal. Infrastruktur tersebut ditujukan untuk membantu meningkatkan ketersediaan air dan mendukung distribusi kepada masyarakat di kawasan yang membutuhkan.

Pada Maret 2025, Pramono bersama PAM JAYA meresmikan reservoir komunal di Tambora dan Margaguna, sekaligus membagikan Kartu Air Sehat kepada masyarakat.

Kartu Air Sehat untuk Masyarakat

Pemprov DKI juga menyiapkan program yang menyasar kelompok masyarakat berpenghasilan rendah melalui Kartu Air Sehat (KAS). Pada Maret 2025, sebanyak 300 ribu pelanggan mendapatkan Kartu Air Sehat. Program tersebut ditujukan kepada kelompok pelanggan rumah tangga sangat sederhana dan rumah tangga sederhana.

Program itu tidak hanya bertujuan memperluas akses, tetapi juga membuat air bersih lebih terjangkau bagi masyarakat. Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin saat itu menjelaskan penerima KAS mendapatkan tarif air sebesar Rp1 per liter tanpa pembatasan volume tertentu. Program tersebut diperkirakan memberikan manfaat kepada sekitar 1,8 juta jiwa.

Kurangi Ketergantungan terhadap Air Tanah

Perluasan layanan perpipaan juga memiliki tujuan lingkungan yang lebih besar, yakni mengurangi ketergantungan masyarakat Jakarta terhadap air tanah. Pengambilan air tanah secara berlebihan selama bertahun-tahun menjadi salah satu persoalan dalam pengelolaan lingkungan perkotaan Jakarta. Karena itu, penyediaan air perpipaan yang merata diharapkan membuat masyarakat memiliki alternatif sumber air yang lebih aman dan berkelanjutan.

Dengan jaringan perpipaan yang semakin luas, warga diharapkan tidak lagi bergantung pada sumber air tanah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kualitas Air Jadi Perhatian

Selain mengejar angka cakupan 100 persen, kualitas air juga menjadi perhatian Pemprov DKI dan PAM JAYA. Pramono sebelumnya menyatakan target 100 persen harus diikuti dengan kualitas air yang baik. Pemerintah tidak ingin perluasan jaringan hanya menghasilkan peningkatan jumlah pelanggan tanpa memastikan air yang diterima masyarakat memenuhi standar yang ditetapkan.

Dalam laporan mengenai kualitas air PAM JAYA, tingkat kekeruhan air disebut mencapai sekitar 0,4 NTU, jauh di bawah batas maksimum kekeruhan yang disebut dalam standar yang berlaku. Dengan demikian, pekerjaan rumah pemerintah bukan hanya membangun jaringan baru, tetapi juga memastikan sistem pengolahan, distribusi, dan pengawasan kualitas berjalan secara konsisten.

Kawasan yang Masih Mengalami Persoalan

Meskipun cakupan layanan sudah mencapai 82 persen, masih terdapat sejumlah wilayah yang membutuhkan perhatian lebih. Salah satunya adalah kawasan Cilincing, Jakarta Utara. Pramono menyebut persoalan air bersih masih menjadi salah satu masalah utama di kawasan tersebut setelah dirinya melakukan peninjauan ke berbagai wilayah Jakarta.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa angka cakupan secara keseluruhan belum otomatis berarti seluruh kawasan memiliki tingkat pelayanan yang sama. Karena itu, perluasan jaringan akan diarahkan terutama ke wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses.

Air Bersih Masuk Prioritas hingga Akhir 2029

Pramono menegaskan persoalan air bersih akan menjadi salah satu fokus Pemprov DKI hingga akhir masa pemerintahannya pada 2029. Menurutnya, peningkatan akses air bersih sejalan dengan agenda Jakarta sebagai kota yang inklusif dan berkelanjutan. Pemprov DKI juga mengaitkan program tersebut dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan mengenai akses air bersih dan sanitasi serta pembangunan kota yang berkelanjutan. Dengan demikian, program air bersih tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari strategi pembangunan jangka panjang Jakarta.

Tantangan Mengejar Sisa 18 Persen

Capaian 82 persen membuat target 100 persen terlihat semakin realistis. Namun, mengejar sisa 18 persen cakupan layanan tetap menjadi tantangan tersendiri. Wilayah yang belum terlayani jaringan perpipaan dapat memiliki persoalan teknis, kondisi geografis, kepadatan permukiman, hingga kebutuhan pembangunan infrastruktur tambahan.

Karena itu, percepatan pembangunan pipa harus dilakukan bersamaan dengan peningkatan kapasitas produksi dan distribusi air. PAM JAYA juga perlu memastikan pertumbuhan jumlah pelanggan tidak menimbulkan masalah baru berupa tekanan jaringan yang tidak memadai atau pasokan yang tidak stabil.

Target 2029 Jadi Ujian Pemprov DKI

Target air bersih 100 persen pada 2029 kini memasuki tahap penting. Dengan cakupan 82 persen pada pertengahan 2026, Pemprov DKI masih memiliki waktu sekitar tiga tahun untuk menyelesaikan perluasan layanan. Pencapaian 100 persen akan menjadi indikator penting keberhasilan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Jakarta.

Jika berhasil, seluruh warga Jakarta diharapkan tidak hanya memiliki akses terhadap air bersih, tetapi juga memperoleh layanan perpipaan dengan kualitas dan kontinuitas yang memadai. Pramono sendiri tetap optimistis target tersebut dapat dicapai. Saat menghadiri Jakarta Water Hero 2026, ia mengakui target 100 persen yang dicanangkan sebelumnya sempat diragukan. Namun, perkembangan kinerja PAM JAYA membuatnya semakin yakin target tersebut dapat diwujudkan.

Posting Komentar untuk " Pramono Targetkan Akses Air Bersih Jakarta 100 Persen di 2029"