Satu Tewas dan Dua Luka di Maumere Imbas Gempa NTT
MAUMERE — Gempa bumi kuat yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, menimbulkan korban di Maumere, Kabupaten Sikka. Guncangan yang berpusat di wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, tersebut menyebabkan bangunan di kawasan Pelabuhan Lorens Say Maumere mengalami kerusakan dan sejumlah orang tertimpa reruntuhan.
Laporan awal Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere menyebut satu orang meninggal dunia dan dua orang mengalami luka-luka. Namun, dalam perkembangan terbaru pada Sabtu pagi, BNPB mengonfirmasi jumlah korban meninggal bertambah menjadi dua orang, sementara satu orang dilaporkan mengalami luka-luka. Data korban masih dapat berubah seiring proses pendataan dan evakuasi di lapangan.
Korban Tertimpa Reruntuhan di Pelabuhan Lorens Say
Kepala SAR Maumere Faturahman mengatakan korban ditemukan di ruang tunggu Dermaga Lorens Say yang mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.
Satu korban meninggal dunia berhasil dievakuasi petugas dari bawah reruntuhan. Pada laporan awal, identitas korban belum diketahui. Setelah pencarian di ruang tunggu dilakukan, petugas menyatakan area tersebut sudah nihil korban.
Situasi di pelabuhan menjadi sangat genting karena ketika gempa terjadi terdapat ratusan calon penumpang yang sedang berada di kawasan tersebut. Saat itu, terdapat jadwal kapal Pelni yang akan bersandar di Pelabuhan Lorens Say.
Peristiwa tersebut membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan cepat untuk memastikan tidak ada lagi warga yang tertimbun material bangunan.
Perkembangan Terbaru: Dua Orang Meninggal Dunia
Data korban mengalami perubahan dalam beberapa jam setelah gempa. BNPB pada Sabtu pagi mengonfirmasi dua orang meninggal dunia di kawasan Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka. Kedua korban terdiri atas satu laki-laki dan satu perempuan. Selain itu, satu orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Sementara laporan dari SAR Maumere sebelumnya menyebut dua orang mengalami luka-luka. Perbedaan angka tersebut menunjukkan bahwa proses identifikasi dan verifikasi korban masih berlangsung ketika laporan awal diterbitkan.
Karena itu, masyarakat sebaiknya mengacu pada pembaruan BNPB, BPBD, SAR, dan pemerintah daerah untuk mengetahui angka korban yang telah terverifikasi.
Gempa M7,7 Guncang Flores
Gempa utama terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pagi. Data yang dilaporkan BMKG menunjukkan gempa berkekuatan sekitar M7,7, dengan pusat gempa berada di sekitar wilayah Mbay, Nagekeo, NTT, dan kedalaman sekitar 15 kilometer.
Guncangan dirasakan kuat di berbagai wilayah Pulau Flores, termasuk Maumere. Kedekatan episentrum dengan wilayah daratan dan pesisir membuat gempa berdampak pada bangunan serta memicu kepanikan masyarakat.
Sejumlah warga langsung keluar dari rumah dan bangunan untuk mencari tempat yang lebih aman. Di kawasan pesisir, warga juga sempat melakukan evakuasi setelah adanya peringatan dini tsunami.
BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Tsunami
Gempa tersebut memicu peringatan dini tsunami dari BMKG. Sejumlah wilayah di NTT dan beberapa daerah lain di Indonesia bagian timur diminta meningkatkan kewaspadaan.
Pengamatan muka air laut kemudian menunjukkan adanya tsunami di sejumlah lokasi. Salah satu kenaikan muka air laut tertinggi yang dilaporkan terjadi di Maurole, Kabupaten Ende, dengan ketinggian sekitar 0,94 meter.
Di Maumere dan wilayah pesisir Sikka, masyarakat sempat menjauh dari pantai untuk mengantisipasi kemungkinan gelombang tsunami.
Peringatan tsunami kemudian dinyatakan berakhir. Meski demikian, BNPB tetap meminta masyarakat tidak terburu-buru kembali ke pantai dan terus mengikuti informasi resmi BMKG.
Warga Diminta Menjauhi Bangunan Rusak
Setelah gempa kuat, bahaya tidak hanya berasal dari gempa susulan, tetapi juga dari bangunan yang telah mengalami kerusakan.
BNPB mengimbau masyarakat agar tidak langsung memasuki bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan. Struktur bangunan yang melemah dapat runtuh sewaktu-waktu apabila kembali diguncang gempa susulan.
Masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Informasi mengenai korban, kerusakan, dan kondisi tsunami sebaiknya diperoleh dari BMKG, BNPB, BPBD, Basarnas, serta pemerintah daerah.
Kerusakan Bangunan Terjadi di Sejumlah Wilayah
Gempa tidak hanya berdampak di Maumere. Laporan awal dari berbagai wilayah Flores menunjukkan adanya bangunan yang rusak akibat kuatnya guncangan. Sejumlah fasilitas publik dan bangunan warga dilaporkan mengalami keretakan hingga kerusakan lebih berat.
Di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, sejumlah bangunan termasuk fasilitas hotel juga dilaporkan terdampak. Sementara di wilayah lain, tim penanganan bencana masih melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah bangunan yang rusak.
Angka kerusakan tersebut belum dapat dianggap sebagai data final karena petugas masih melakukan pemeriksaan lapangan.
Tim SAR Masih Melakukan Penanganan
Tim SAR Maumere bergerak melakukan pencarian dan evakuasi setelah menerima laporan adanya orang yang tertimbun reruntuhan di kawasan pelabuhan.
Prioritas petugas adalah memastikan seluruh area yang terdampak telah diperiksa dan tidak ada korban lain yang masih tertimbun. Setelah proses pencarian, petugas menyatakan ruang tunggu yang menjadi lokasi kejadian telah diperiksa.
Selain pencarian korban, petugas dan pemerintah daerah juga harus memastikan kondisi fasilitas publik yang rusak sebelum kembali digunakan.
Potensi Gempa Susulan Tetap Harus Diwaspadai
Gempa besar umumnya dapat diikuti rangkaian gempa susulan. BMKG mencatat sejumlah gempa dengan magnitudo lebih dari 5 terjadi di kawasan Flores setelah gempa utama. Data BMKG antara lain mencatat gempa M5,3 di sekitar barat laut Ruteng serta gempa lainnya di sekitar wilayah Labuan Bajo dan Mbay.
Karena itu, masyarakat yang berada di wilayah terdampak perlu tetap waspada. Jika terjadi guncangan kembali, masyarakat disarankan segera berlindung di tempat yang aman, menjauh dari bangunan yang telah rusak, serta mengikuti arahan petugas.
Kondisi Korban dan Kerusakan Masih Berubah
Perlu dicatat bahwa informasi mengenai korban dalam berita gempa dapat berubah cepat. Pada laporan awal dari SAR Maumere, tercatat satu orang meninggal dan dua orang luka-luka. Beberapa saat kemudian, BNPB mengonfirmasi dua orang meninggal dan satu orang luka-luka di kawasan Pelabuhan El Say, Sikka.
Perubahan tersebut terjadi karena proses evakuasi, identifikasi, dan verifikasi korban masih berlangsung.
Begitu pula dengan jumlah bangunan rusak. Pemerintah daerah dan tim penanggulangan bencana masih melakukan pendataan untuk memastikan tingkat kerusakan di Maumere dan wilayah lain yang terdampak.
Imbauan untuk Masyarakat Maumere
Masyarakat Maumere dan wilayah pesisir Sikka diimbau untuk:
- Tetap memantau informasi resmi BMKG dan BNPB.
- Menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan atau retak berat.
- Tidak kembali ke pantai tanpa memastikan kondisi benar-benar aman.
- Mewaspadai gempa susulan.
- Mengikuti instruksi petugas di lapangan.
- Tidak menyebarkan informasi korban atau tsunami yang belum terverifikasi.
- Membantu kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas selama proses evakuasi.

Posting Komentar untuk " Satu Tewas dan Dua Luka di Maumere Imbas Gempa NTT"