5 Ciri Ini Menandakan Makanan di Kulkas Sudah Basi, Segera Buang
Menyimpan makanan di kulkas memang menjadi salah satu cara paling efektif untuk memperlambat pertumbuhan mikroorganisme dan menjaga makanan tetap aman dikonsumsi. Namun, memasukkan makanan ke dalam kulkas bukan berarti makanan bisa bertahan selamanya. Seiring waktu, kualitas makanan dapat menurun dan makanan dapat mengalami pembusukan.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) merekomendasikan suhu kulkas dipertahankan pada atau di bawah 4 derajat Celsius. Suhu dingin membantu memperlambat pertumbuhan bakteri, tetapi tidak menghentikannya sepenuhnya. Karena itu, penting untuk mengenali perubahan pada makanan sebelum mengonsumsinya. Berikut lima ciri yang bisa menjadi tanda makanan di kulkas sudah basi dan sebaiknya segera dibuang.
1. Muncul Bau yang Tidak Sedap
Perubahan aroma merupakan salah satu tanda paling mudah dikenali. Makanan yang mulai rusak dapat mengeluarkan bau asam, tengik, menyengat, atau aroma lain yang berbeda jauh dari kondisi normalnya. USDA menjelaskan bahwa bakteri pembusuk dapat menyebabkan perubahan pada bau, rasa, dan tekstur makanan. Daging, misalnya, dapat menghasilkan bau yang tidak menyenangkan ketika mengalami pembusukan.
Jika makanan mengeluarkan aroma yang mencurigakan, jangan mencoba mencicipinya untuk memastikan apakah masih aman. Lebih baik makanan tersebut dibuang.
2. Tekstur Berubah Menjadi Berlendir atau Terlalu Lembek
Perubahan tekstur juga patut diperhatikan. Sayuran dan buah yang sebelumnya padat dapat menjadi terlalu lembek, basah, atau berlendir. Pada daging dan unggas, permukaan yang terasa lengket atau berlendir juga dapat menjadi tanda pembusukan. USDA menyebut perubahan seperti warna yang semakin gelap, bau tidak sedap, permukaan lengket, dan tekstur berlendir sebagai karakteristik yang menunjukkan daging tidak layak digunakan.
Namun, perlu dibedakan antara perubahan tekstur alami dengan pembusukan. Beberapa makanan memang mengalami perubahan tekstur selama penyimpanan, sehingga penilaian sebaiknya dilakukan bersama tanda-tanda lainnya.
3. Muncul Jamur
Adanya bercak jamur berwarna putih, hijau, hitam, biru, atau warna lain merupakan alasan kuat untuk membuang makanan tertentu. FDA menyebut jamur sebagai salah satu tanda pembusukan dan merekomendasikan makanan yang sudah berjamur untuk dibuang. Jamur juga dapat menyebar dari satu makanan ke makanan lain di dalam kulkas.
USDA juga menyarankan agar makanan yang sudah tertutup jamur dibuang dan area kulkas tempat makanan tersebut disimpan dibersihkan. Makanan berjamur sebaiknya tidak dicium dari dekat karena spora jamur dapat terhirup. Jangan sekadar mengambil bagian yang terlihat berjamur lalu mengonsumsi sisanya, terutama jika makanan memiliki tekstur lunak atau berpori. Dalam kondisi ragu, pilihan paling aman adalah membuangnya.
4. Warna atau Penampilan Berubah Secara Mencolok
Perubahan warna juga dapat menjadi tanda makanan mengalami penurunan kualitas. Daging yang berubah menjadi lebih gelap dan disertai bau tidak sedap atau tekstur berlendir, misalnya, sebaiknya tidak dikonsumsi.
Meski demikian, perubahan warna saja tidak selalu berarti makanan sudah basi. USDA menegaskan bahwa perubahan warna dapat terjadi secara alami pada makanan tertentu. Karena itu, perhatikan perubahan warna bersama tanda lain seperti bau, tekstur, tanggal penyimpanan, dan kondisi kemasan.
5. Sudah Terlalu Lama Disimpan
Makanan yang terlihat dan berbau normal belum tentu selalu aman. Ini merupakan hal penting yang sering diabaikan. FDA menjelaskan bahwa bakteri penyebab penyakit dapat berkembang tanpa selalu mengubah bau, rasa, atau tampilan makanan. Artinya, seseorang tidak bisa mengandalkan indra penciuman dan penglihatan saja untuk memastikan keamanan makanan.
Untuk makanan matang atau sisa makanan, USDA menyarankan penggunaannya dalam waktu sekitar 3-4 hari ketika disimpan dengan benar di kulkas. Karena itu, makanan yang sudah terlalu lama berada di kulkas sebaiknya tidak dipaksakan untuk dimakan hanya karena masih terlihat baik.
Jangan Lupa dengan Aturan Dua Jam
Selain memperhatikan kondisi makanan, waktu makanan berada di luar kulkas juga penting. Makanan yang mudah rusak sebaiknya segera dimasukkan ke kulkas atau freezer. FDA merekomendasikan makanan yang membutuhkan pendinginan, termasuk makanan sisa, dimasukkan ke kulkas dalam waktu maksimal dua jam setelah disiapkan atau dibeli. Jika suhu lingkungan berada di atas sekitar 32 derajat Celsius, batas waktunya menjadi satu jam.
Makanan yang terlalu lama berada pada suhu ruang dapat memungkinkan bakteri berkembang dengan cepat. Memasukkannya ke kulkas setelah terlalu lama dibiarkan tidak selalu mengembalikan keamanan makanan tersebut.
Cara Menyimpan Makanan agar Tidak Cepat Basi
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk memperpanjang kualitas makanan di kulkas. Pertama, pastikan suhu kulkas berada pada atau di bawah 4 derajat Celsius. Gunakan termometer kulkas jika perlu agar suhu dapat dipantau secara akurat.
Kedua, simpan makanan dalam wadah tertutup atau kantong penyimpanan yang sesuai. Cara ini membantu melindungi makanan dari kontaminasi dan mengurangi penyebaran bau. Ketiga, jangan memenuhi kulkas secara berlebihan. Udara dingin harus dapat bersirkulasi agar suhu makanan tetap terjaga.
Keempat, bersihkan tumpahan makanan sesegera mungkin, terutama cairan dari daging mentah. Tumpahan tersebut dapat menjadi sumber kontaminasi silang ke makanan lain. Kelima, beri label tanggal pada makanan yang sudah dimasak atau dibuka. Dengan begitu, penghuni rumah dapat mengetahui makanan mana yang harus segera dikonsumsi.
Jangan Mengandalkan Bau Saja
Hal yang perlu digarisbawahi adalah makanan berbahaya tidak selalu menunjukkan ciri fisik yang jelas. Bakteri patogen penyebab penyakit dapat berkembang tanpa membuat makanan terlihat, berbau, atau terasa berbeda. Karena itu, kombinasi antara waktu penyimpanan, suhu kulkas, cara penyimpanan, dan kondisi makanan perlu diperhatikan.
Jika makanan terlihat mencurigakan, sudah melewati waktu penyimpanan yang dianjurkan, atau Anda tidak yakin bagaimana makanan tersebut disimpan sebelumnya, prinsip yang paling aman adalah "kalau ragu, buang." Membuang satu wadah makanan mungkin terasa sayang, tetapi jauh lebih baik daripada mengambil risiko mengalami keracunan atau penyakit akibat makanan yang sudah tidak aman dikonsumsi.

Posting Komentar untuk " 5 Ciri Ini Menandakan Makanan di Kulkas Sudah Basi, Segera Buang"