Asuransi Mobil Listrik Lebih Mahal? Ini Penjelasan Garda Oto
Jakarta – Mobil listrik semakin banyak digunakan masyarakat Indonesia. Selain menawarkan efisiensi biaya energi dan teknologi yang lebih modern, kendaraan listrik juga mulai menjadi pilihan konsumen yang ingin beralih dari mobil bermesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE).
Namun, ada satu biaya kepemilikan yang kerap menjadi perhatian calon pemilik mobil listrik, yakni asuransi kendaraan. Pertanyaan yang muncul adalah apakah premi asuransi mobil listrik memang lebih mahal dibandingkan mobil konvensional?
Garda Oto dari Asuransi Astra sebelumnya menjelaskan bahwa premi kendaraan listrik memang dapat cenderung lebih tinggi dibandingkan kendaraan konvensional. Penyebabnya bukan semata-mata karena mobil tersebut menggunakan baterai, tetapi berkaitan dengan karakteristik teknologi, biaya komponen, kebutuhan perbaikan, hingga risiko yang diperhitungkan perusahaan asuransi.
Premi Mobil Listrik Tidak Semata-mata Ditentukan Jenis Penggeraknya
Marketing Retail & Business Digital Director Asuransi Astra, Wisnu Kusumawardhana, mengatakan Garda Oto telah menyediakan perlindungan asuransi untuk mobil listrik di Indonesia. Pada saat itu, jumlah kendaraan listrik yang diasuransikan Garda Oto masih relatif kecil dibandingkan kendaraan ICE, yakni kurang dari 5 persen dari portofolio kendaraan.
Garda Oto juga terus memperluas kerja sama dengan agen pemegang merek (APM) untuk mendukung penanganan kendaraan listrik. Kerja sama tersebut diperlukan antara lain untuk memastikan ketersediaan suku cadang dan memperjelas estimasi waktu perbaikan ketika terjadi klaim. Artinya, karakteristik kendaraan listrik membuat perusahaan asuransi harus memperhitungkan sejumlah faktor yang berbeda dari mobil konvensional.
Mengapa Premi Mobil Listrik Bisa Lebih Mahal?
Technical Director Asuransi Astra, Mulia K.B. Siregar, menjelaskan terdapat beberapa faktor yang dapat berkontribusi terhadap tingginya loss ratio atau rasio klaim kendaraan listrik. Pertama adalah penggunaan teknologi yang relatif baru. Mobil listrik memiliki berbagai sistem elektronik dan komponen berteknologi tinggi yang berbeda dari kendaraan ICE.
Kedua, harga komponen pengganti juga menjadi pertimbangan. Jika sebuah komponen mengalami kerusakan dan harus diganti, biaya yang harus ditanggung perusahaan asuransi dapat menjadi lebih tinggi. Ketiga adalah kebutuhan bengkel khusus. Tidak semua bengkel memiliki kemampuan, peralatan, maupun teknisi yang diperlukan untuk menangani kendaraan listrik.
Garda Oto juga menyoroti karakteristik kendaraan listrik yang lebih senyap serta sensasi berkendara yang berbeda. Faktor-faktor tersebut dapat berpengaruh terhadap profil risiko kecelakaan yang digunakan dalam perhitungan perusahaan asuransi.
Baterai Menjadi Komponen Penting
Salah satu perbedaan terbesar antara mobil listrik dan mobil konvensional tentu terdapat pada baterainya. Baterai merupakan komponen utama kendaraan listrik dan memiliki nilai yang sangat tinggi. Kerusakan pada baterai, terutama jika membutuhkan penggantian modul atau unit tertentu, dapat menghasilkan biaya perbaikan yang signifikan.
Namun, bukan berarti setiap kecelakaan akan otomatis menyebabkan baterai harus diganti secara keseluruhan. Penanganan kerusakan tetap bergantung pada tingkat kerusakan, hasil pemeriksaan teknis, prosedur pabrikan, serta ketentuan polis asuransi yang dimiliki pemilik kendaraan.
Karena itu, calon pemilik EV sebaiknya tidak hanya menanyakan harga premi, tetapi juga memahami secara detail cakupan perlindungan terhadap baterai dan komponen kendaraan listrik.
Teknologi Baru Membutuhkan Penanganan Khusus
Mobil listrik memiliki sistem kelistrikan bertegangan tinggi yang membutuhkan prosedur keselamatan khusus. Ketika kendaraan mengalami kecelakaan, proses pemeriksaan tidak bisa selalu disamakan dengan kendaraan bermesin bensin atau diesel.
Teknisi perlu memastikan sistem kelistrikan bertegangan tinggi dalam kondisi aman sebelum melakukan pekerjaan perbaikan tertentu. Hal ini membuat kebutuhan terhadap teknisi terlatih dan fasilitas yang sesuai menjadi faktor penting dalam proses klaim. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi biaya penanganan kendaraan dan menjadi salah satu pertimbangan dalam penentuan risiko asuransi.
Ketersediaan Suku Cadang Juga Berpengaruh
Persoalan lain yang masih menjadi tantangan pada ekosistem kendaraan listrik adalah ketersediaan suku cadang. Garda Oto menyebut kerja sama dengan APM dilakukan antara lain untuk memastikan ketersediaan suku cadang dan mendapatkan estimasi waktu perbaikan yang lebih jelas.
Saat jumlah model EV yang beredar semakin banyak, kebutuhan suku cadang juga akan semakin beragam. Jika komponen tertentu harus didatangkan dari luar negeri atau memiliki waktu pengadaan yang panjang, proses perbaikan kendaraan berpotensi membutuhkan waktu lebih lama.
Bagi perusahaan asuransi, kondisi tersebut menjadi bagian dari pertimbangan dalam mengelola klaim kendaraan listrik.
Garda Oto Sudah Bekerja Sama dengan Sejumlah APM
Untuk memperkuat layanan kendaraan listrik, Garda Oto telah menjalin kerja sama dengan sejumlah APM. Salah satunya adalah Hyundai. Pada 2025, Garda Oto juga menyebut kerja sama dengan BYD dan sejumlah merek lainnya masih dalam proses. Meski kerja sama tersebut belum seluruhnya selesai, Garda Oto menyatakan tetap dapat memberikan perlindungan terhadap klaim kendaraan dari merek tersebut sesuai ketentuan polis.
Kerja sama dengan APM penting karena perusahaan asuransi perlu memiliki akses terhadap informasi teknis kendaraan, jaringan perbaikan, serta suku cadang yang sesuai standar pabrikan.
Mobil Harus Sesuai Standar Pabrikan
Ada hal lain yang harus diperhatikan pemilik mobil listrik ketika membeli asuransi, yakni kondisi kendaraan. Garda Oto menyebut salah satu syarat dan ketentuan polis kendaraan listrik adalah kendaraan berada dalam kondisi original atau sesuai standar pabrikan.
Pemilik mobil yang melakukan modifikasi atau memasang aksesori tambahan tanpa memberitahukannya kepada perusahaan asuransi perlu berhati-hati.Sebab, kerusakan yang berkaitan dengan modifikasi yang tidak dilaporkan dapat berpotensi tidak ditanggung, tergantung pada ketentuan polis yang berlaku.
Apakah Semua Mobil Listrik Premi Asuransinya Mahal?
Tidak bisa disimpulkan bahwa seluruh mobil listrik pasti memiliki premi lebih mahal. Besaran premi asuransi kendaraan pada dasarnya dipengaruhi berbagai faktor, termasuk nilai kendaraan, wilayah penggunaan, jenis perlindungan, usia kendaraan, jenis polis, serta profil risiko.
Karena itu, dua mobil listrik dengan harga dan merek berbeda belum tentu mendapatkan premi yang sama. Begitu pula perbandingan antara mobil listrik dan mobil bensin harus dilakukan pada kendaraan dengan profil yang sebanding agar hasilnya tidak menyesatkan.
Tarif Masih Mengacu pada Ketentuan OJK
Dalam penjelasan Garda Oto pada Mei 2025, tarif premi kendaraan listrik saat itu masih mengacu pada tarif yang ditetapkan OJK. Namun, seiring meningkatnya populasi kendaraan listrik, Garda Oto menyebut perusahaan akan mempertimbangkan penerapan tarif tersendiri untuk kendaraan listrik.
Hal tersebut menunjukkan bahwa perkembangan pasar EV dapat memengaruhi bagaimana perusahaan asuransi menghitung risiko pada masa mendatang. Semakin banyak data klaim kendaraan listrik yang tersedia, perusahaan asuransi juga akan memiliki basis data yang lebih kuat untuk menghitung risiko secara lebih spesifik.
Populasi EV Terus Bertambah
Pertumbuhan mobil listrik membuat kebutuhan terhadap produk asuransi khusus EV ikut berkembang. Semakin banyak kendaraan listrik yang beroperasi di jalan raya, semakin besar pula kebutuhan terhadap bengkel yang mampu menangani kendaraan listrik, teknisi tersertifikasi, suku cadang, serta prosedur klaim yang sesuai.
Kondisi tersebut secara bertahap dapat membuat ekosistem asuransi EV menjadi lebih matang. Pada akhirnya, perusahaan asuransi akan memiliki lebih banyak data untuk menentukan risiko berdasarkan jenis kendaraan, model, usia kendaraan, pola kecelakaan, hingga biaya perbaikan.
Apa yang Harus Ditanyakan Sebelum Membeli Asuransi Mobil Listrik?
Calon pemilik mobil listrik sebaiknya tidak hanya membandingkan harga premi tahunan. Beberapa hal penting yang perlu ditanyakan kepada perusahaan asuransi antara lain:
- Apakah baterai utama kendaraan ditanggung?
- Bagaimana ketentuan jika baterai rusak akibat kecelakaan?
- Apakah kerusakan sistem kelistrikan tegangan tinggi termasuk perlindungan?
- Bengkel mana saja yang dapat menangani kendaraan listrik?
- Apakah tersedia bengkel rekanan resmi atau sesuai standar APM?
- Bagaimana ketentuan klaim jika kendaraan dimodifikasi?
- Apakah terdapat perluasan perlindungan seperti banjir, gempa, atau risiko lainnya?
- Berapa besar biaya risiko sendiri atau deductible setiap kali klaim?
Pertanyaan tersebut penting karena premi yang lebih murah belum tentu memberikan perlindungan yang paling sesuai.
Jangan Hanya Mengejar Premi Murah
Asuransi kendaraan merupakan perlindungan terhadap risiko finansial. Karena itu, pemilik kendaraan perlu melihat hubungan antara harga premi dan manfaat yang diperoleh. Untuk mobil listrik yang memiliki sejumlah komponen mahal dan membutuhkan penanganan khusus, cakupan perlindungan menjadi semakin penting.
Premi yang sedikit lebih mahal bisa saja memberikan manfaat lebih besar jika cakupan perlindungannya sesuai kebutuhan. Sebaliknya, premi murah dapat menjadi kurang optimal jika terdapat banyak pengecualian atau batasan dalam polis.
Jadi, Benarkah Asuransi Mobil Listrik Lebih Mahal?
Jawabannya bisa lebih mahal, tetapi tidak berarti setiap mobil listrik pasti memiliki premi lebih tinggi dibandingkan semua mobil konvensional. Menurut penjelasan Garda Oto, kendaraan listrik memiliki sejumlah faktor risiko dan biaya penanganan yang berbeda, mulai dari teknologi baru, komponen yang mahal, kebutuhan bengkel khusus, hingga karakteristik berkendara. Faktor-faktor tersebut dapat berkontribusi terhadap rasio klaim dan akhirnya memengaruhi harga premi.
Di sisi lain, harga premi tetap dipengaruhi profil kendaraan dan polis yang dipilih. Karena itu, konsumen perlu membandingkan penawaran berdasarkan nilai pertanggungan, jenis perlindungan, risiko yang dijamin, bengkel rekanan, serta ketentuan klaim, bukan hanya melihat angka premi.
Dengan semakin berkembangnya pasar mobil listrik Indonesia, struktur premi dan produk asuransi EV juga berpotensi semakin spesifik. Garda Oto sendiri telah menyatakan akan terus menyesuaikan pendekatan perlindungannya seiring pertumbuhan populasi kendaraan listrik.

Posting Komentar untuk " Asuransi Mobil Listrik Lebih Mahal? Ini Penjelasan Garda Oto"