Bawa Skincare ke Kabin Pesawat, Bolehkah? Simak Aturannya
Jakarta – Membawa skincare saat bepergian dengan pesawat sebenarnya diperbolehkan. Namun, penumpang tidak bisa memasukkan semua produk perawatan kulit ke dalam tas kabin begitu saja. Produk seperti toner, serum, essence, moisturizer, sunscreen, facial wash, cleansing oil hingga parfum umumnya termasuk kategori cairan, aerosol, atau gel (liquid, aerosol and gel/LAG) yang dikenai aturan keamanan penerbangan.
Aturan yang paling penting adalah batas kapasitas wadah maksimal 100 ml untuk setiap produk yang dibawa ke kabin. International Air Transport Association (IATA) menyebut pembatasan cairan di kabin pada prinsipnya mengharuskan cairan, aerosol, dan gel berada dalam wadah berkapasitas tidak lebih dari 100 ml dan ditempatkan dalam kantong transparan yang dapat ditutup kembali dengan kapasitas maksimal 1 liter.
Skincare Boleh Dibawa ke Kabin
Jadi, penumpang tidak perlu meninggalkan skincare di rumah hanya karena bepergian dengan pesawat. Produk skincare tetap dapat dibawa dalam bagasi kabin, selama memenuhi ketentuan keamanan yang berlaku.
Beberapa produk yang biasanya masuk kategori cairan atau gel antara lain:
- Toner
- Essence
- Serum
- Facial wash
- Moisturizer
- Sunscreen cair atau lotion
- Cleansing oil
- Micellar water
- Face mist
- Sheet mask yang mengandung cairan
- Parfum
- Hand sanitizer
- Produk rambut seperti hair gel
IATA juga menjelaskan bahwa sebagian besar produk perlengkapan mandi dalam jumlah wajar diperbolehkan dibawa dalam bagasi kabin maupun bagasi tercatat. Namun, pembatasan keamanan terhadap cairan tetap berlaku ketika produk tersebut dibawa ke kabin.
Maksimal 100 Ml per Wadah
Kesalahan yang cukup sering dilakukan penumpang adalah menganggap batas 100 ml berdasarkan isi produk, bukan kapasitas kemasannya. Padahal, yang perlu diperhatikan adalah kapasitas wadah. Misalnya, botol moisturizer berkapasitas 150 ml tetapi hanya tersisa 50 ml. Produk tersebut tetap berpotensi tidak diperbolehkan masuk kabin karena wadahnya berkapasitas lebih dari 100 ml.
Karena itu, untuk perjalanan udara, lebih aman memindahkan skincare ke wadah travel size dengan kapasitas maksimal 100 ml.
Semua Cairan Dimasukkan ke Kantong Transparan
Produk skincare cair yang memenuhi batas kapasitas tidak cukup hanya dimasukkan ke dalam tas kosmetik biasa. Untuk pemeriksaan keamanan, cairan, aerosol, dan gel yang dibawa ke kabin pada umumnya harus ditempatkan dalam kantong plastik transparan yang dapat ditutup kembali, dengan kapasitas keseluruhan maksimal sekitar 1 liter.
Kantong tersebut juga sebaiknya mudah dikeluarkan dari tas. Dengan begitu, apabila petugas keamanan meminta pemeriksaan, penumpang tidak perlu membongkar seluruh isi koper kabin. Ketentuan operasional penerbangan internasional di Indonesia juga mencakup penanganan barang jenis cairan, aerosol dan gel serta penyediaan kantong plastik transparan untuk keperluan tersebut.
Bagaimana dengan Skincare Berukuran Lebih dari 100 Ml?
Jika produk skincare memiliki kemasan lebih dari 100 ml dan tidak termasuk pengecualian, pilihan paling aman adalah memasukkannya ke bagasi tercatat.
Contohnya, penumpang memiliki:
- Toner 150 ml
- Cleansing oil 200 ml
- Sunscreen 120 ml
- Shampoo 250 ml
Produk-produk tersebut sebaiknya dimasukkan ke bagasi tercatat apabila tidak ingin terkendala saat pemeriksaan keamanan kabin. Untuk menghindari kebocoran, produk cair dalam bagasi dapat dimasukkan ke dalam kantong plastik tambahan dan ditutup rapat.
Jangan Tertipu dengan Sisa Isi Produk
Ada anggapan bahwa botol 150 ml yang hanya berisi 50 ml masih boleh dibawa ke kabin. Anggapan ini sebaiknya dihindari. Aturan keamanan cairan merujuk pada kapasitas wadah, sehingga menggunakan botol yang memang berkapasitas maksimal 100 ml merupakan pilihan yang lebih aman. Dengan kata lain, jangan hanya melihat berapa banyak skincare yang tersisa. Perhatikan pula ukuran kemasan.
Produk Padat Lebih Praktis
Penumpang yang ingin membawa banyak skincare dapat memilih produk dalam bentuk padat atau stick jika tersedia. Misalnya, sunscreen stick atau produk perawatan berbentuk padat tidak menghadapi pembatasan cairan dengan cara yang sama seperti sunscreen cair atau lotion.
Meski demikian, klasifikasi produk dapat berbeda berdasarkan bentuk dan karakteristiknya. Karena itu, apabila ragu, penumpang sebaiknya memeriksa ketentuan bandara atau maskapai yang digunakan.
Bagaimana dengan Parfum dan Aerosol?
Parfum termasuk produk yang perlu diperhatikan karena berbentuk cairan. Jika dibawa ke kabin, aturan pembatasan cairan tetap berlaku. Sementara itu, produk aerosol seperti beberapa jenis spray juga termasuk barang yang mendapatkan perhatian khusus dalam aturan keselamatan penerbangan.
IATA menyatakan produk perlengkapan mandi tertentu, termasuk aerosol, pada umumnya dapat dibawa dalam jumlah wajar, tetapi pembatasan keamanan cairan untuk kabin tetap harus dipatuhi. Untuk produk aerosol, penumpang juga perlu memastikan kemasan terlindungi sehingga tidak mudah tertekan atau menyemprot secara tidak sengaja.
Bagaimana dengan Obat dan Produk Khusus?
Tidak semua cairan otomatis tunduk pada aturan yang sama. IATA menyebut obat-obatan, makanan bayi, serta kebutuhan diet khusus pada prinsipnya dapat memperoleh pengecualian dari pembatasan cairan tertentu, meskipun penumpang tetap disarankan memeriksa ketentuan bandara setempat. Skincare biasa seperti serum, toner atau moisturizer tentu berbeda dengan obat yang dibutuhkan untuk alasan medis.
Karena itu, penumpang sebaiknya tidak menganggap semua produk perawatan pribadi sebagai barang yang otomatis mendapat pengecualian.
Tips Membawa Skincare agar Tidak Bermasalah di Bandara
Agar proses pemeriksaan lebih mudah, berikut beberapa tips yang dapat dilakukan:
1. Pilih kemasan maksimal 100 ml
Gunakan botol travel size untuk produk cair.
2. Gunakan satu kantong transparan
Kumpulkan produk cair, gel dan aerosol yang akan masuk kabin dalam kantong transparan yang dapat ditutup.
3. Pisahkan dari barang lain
Letakkan kantong skincare di bagian tas yang mudah diambil ketika pemeriksaan keamanan.
4. Jangan membawa terlalu banyak
Selain memenuhi ketentuan kapasitas, membawa skincare seperlunya membuat tas lebih ringkas.
5. Masukkan produk berukuran besar ke bagasi
Jika produk berkapasitas lebih dari 100 ml, lebih aman memasukkannya ke bagasi tercatat.
6. Periksa aturan maskapai dan bandara
Aturan keamanan dapat memiliki ketentuan tambahan, khususnya pada penerbangan internasional atau di bandara tertentu. IATA sendiri mengingatkan penumpang untuk memeriksa aturan setempat.
Kesimpulan
Membawa skincare ke kabin pesawat diperbolehkan, tetapi produk berbentuk cair, aerosol dan gel harus mengikuti aturan keamanan penerbangan. Patokan praktis yang perlu diingat adalah maksimal 100 ml per wadah, kemudian produk cair tersebut ditempatkan dalam kantong transparan berkapasitas maksimal sekitar 1 liter.
Jadi, sebelum berangkat ke bandara, cek kembali ukuran toner, serum, moisturizer, sunscreen, parfum dan produk cair lainnya. Untuk produk berukuran besar, masukkan ke bagasi tercatat agar perjalanan lebih lancar dan tidak berisiko tertahan saat pemeriksaan keamanan.

Posting Komentar untuk "Bawa Skincare ke Kabin Pesawat, Bolehkah? Simak Aturannya"