BRI Ungkap 3 Syarat UMKM RI Bisa Tembus Pasar Ekspor

Jakarta — Peluang produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia untuk menembus pasar internasional semakin terbuka. Namun, masuk ke pasar ekspor tidak cukup hanya dengan memiliki produk yang menarik. Pelaku usaha juga harus mampu memenuhi standar pasar global, memahami regulasi perdagangan internasional, serta memiliki kapasitas produksi yang memadai.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menilai penguatan kapasitas menjadi salah satu kunci penting agar UMKM Indonesia mampu naik kelas dan bersaing di pasar global. Komitmen tersebut kembali mendapat apresiasi setelah BRI menerima Penghargaan Niaga Werdhitama kategori Industry Trade Development Partner dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan Kementerian Perdagangan. Penghargaan diberikan atas kontribusi BRI dalam pengembangan kompetensi pelaku usaha serta dukungan terhadap pengembangan dan promosi ekspor.

Lantas, apa saja yang perlu dimiliki UMKM agar mampu menembus pasar ekspor?

1. Produk Berkualitas dan Sesuai Standar Internasional

Syarat pertama adalah kualitas produk yang mampu bersaing di pasar global. Produk UMKM tidak cukup hanya memiliki keunikan atau menjadi ciri khas daerah. Produk tersebut juga harus mampu memenuhi standar kualitas yang ditetapkan negara tujuan ekspor.

Aspek seperti kualitas bahan baku, keamanan produk, daya tahan, desain, kemasan, hingga konsistensi produksi menjadi faktor penting ketika UMKM mulai membidik konsumen luar negeri. BRI melalui Program Pelatihan Ekspor BRI Peduli turut memberikan pembekalan mengenai kesiapan produk, termasuk pengemasan dan branding yang sesuai dengan kebutuhan pasar internasional.

Bagi produk makanan dan minuman, misalnya, pelaku usaha perlu memperhatikan ketentuan keamanan pangan, label, sertifikasi, serta standar lain yang berlaku di negara tujuan. Sementara bagi produk fesyen, kerajinan, furnitur, dan produk kreatif, desain serta kualitas material juga menjadi bagian penting dari daya saing.

2. Paham Regulasi dan Proses Ekspor

Produk bagus saja belum cukup. UMKM yang ingin melakukan ekspor juga harus memahami regulasi perdagangan internasional dan dokumen ekspor. BRI menyebut Program Pelatihan Ekspor BRI Peduli memberikan materi yang mencakup strategi ekspor, regulasi perdagangan internasional, hingga penyusunan dokumen ekspor.

Pemahaman tersebut penting karena setiap negara dapat memiliki aturan berbeda mengenai barang yang masuk ke wilayahnya. Pelaku UMKM juga perlu memahami prosedur kepabeanan, dokumen perdagangan, ketentuan pengiriman, pembayaran internasional, hingga aturan khusus yang berlaku untuk produk tertentu.

Bank Indonesia juga menekankan bahwa calon eksportir perlu mempersiapkan legalitas usaha sebagai salah satu tahapan penting sebelum menjalankan kegiatan ekspor. Dengan legalitas yang tertata, UMKM akan lebih mudah membangun kepercayaan dengan calon pembeli maupun mitra bisnis di luar negeri.

3. Mampu Membaca Pasar dan Menjaga Kapasitas Produksi

Syarat ketiga adalah memahami pasar tujuan sekaligus memiliki kemampuan memenuhi permintaan secara konsisten. Pelaku UMKM perlu melakukan riset sebelum menentukan negara tujuan ekspor. Produk yang laris di Indonesia belum tentu memiliki permintaan yang sama di negara lain.

Karena itu, riset mengenai karakter konsumen, tren, harga, kompetitor, budaya, hingga regulasi negara tujuan menjadi sangat penting. BRI memasukkan riset pasar global sebagai salah satu materi dalam Program Pelatihan Ekspor BRI Peduli.

Selain memahami pasar, UMKM juga harus mampu menjaga kapasitas produksi. Ketika memperoleh pesanan dari luar negeri, pelaku usaha harus dapat memastikan barang tersedia dalam jumlah dan kualitas yang sesuai dengan kesepakatan. Kemampuan menjaga kontinuitas produksi menjadi salah satu pembeda antara UMKM yang baru berorientasi ekspor dengan usaha yang sudah benar-benar siap menjadi eksportir.

BRI Dorong UMKM Tak Hanya Dapat Pembiayaan

BRI menilai dukungan terhadap UMKM tidak cukup hanya melalui akses pembiayaan. Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan pengembangan UMKM perlu dibarengi dengan peningkatan kemampuan usaha agar pelaku UMKM semakin siap menghadapi perubahan dan memperluas pasar.

Karena itu, BRI mengembangkan pendekatan yang mencakup peningkatan kapasitas, pendampingan, hingga pembukaan akses pasar. Langkah tersebut penting karena UMKM yang memperoleh modal tetapi belum memiliki kemampuan manajerial, standar produk, maupun akses pasar yang memadai akan tetap menghadapi tantangan ketika ingin melakukan ekspansi.

120 UMKM Sudah Ikuti Pelatihan Ekspor BRI

Program Pelatihan Ekspor BRI Peduli telah dijalankan sejak 2024. Hingga September 2026, program tersebut telah memberikan pelatihan kepada 120 pelaku UMKM dari berbagai wilayah Indonesia. Program tersebut dirancang agar pelaku usaha tidak hanya mengetahui teori ekspor, tetapi juga memahami berbagai tahapan yang harus dipersiapkan sebelum produk dibawa ke pasar internasional.

Materi pelatihan antara lain mencakup strategi ekspor, regulasi perdagangan internasional, dokumen ekspor, riset pasar global, pengemasan, serta branding produk. Dengan bekal tersebut, UMKM diharapkan lebih siap menentukan pasar sasaran dan membangun strategi bisnis jangka panjang.

BRI Buka Akses UMKM ke Pasar Global

Dukungan BRI terhadap UMKM berorientasi ekspor juga dilakukan melalui pembukaan akses langsung ke pasar internasional. Pada Agustus 2026, misalnya, BRI memfasilitasi UMKM binaannya untuk mengikuti Guangdong & Macao Branded Products Fair 2026 di Macao.

Tiga UMKM binaan BRI, yakni Sanfood BrIlian, Osadha Nusantara, dan Six Scents, ikut memperkenalkan produk Indonesia bersama sejumlah UMKM lainnya kepada pengunjung dan pelaku usaha dari berbagai negara. Langkah tersebut menunjukkan bahwa promosi dan akses pasar menjadi bagian penting dalam mendorong UMKM naik kelas.

UMKM tidak hanya perlu meningkatkan kualitas produk, tetapi juga harus memiliki kesempatan bertemu calon pembeli, distributor, maupun mitra bisnis internasional.

UMKM Jadi Fokus Utama BRI

Dukungan terhadap UMKM juga terlihat dari struktur bisnis BRI. Hingga akhir Juni 2026, sebesar 75,1 persen dari total portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group disalurkan kepada segmen UMKM. Pada periode yang sama, BRI Group membukukan laba bersih Rp31,2 triliun atau tumbuh 17,5 persen secara tahunan.

Besarnya porsi pembiayaan tersebut menunjukkan posisi UMKM sebagai salah satu fokus utama BRI dalam menjalankan fungsi intermediasi dan pemberdayaan ekonomi. Namun, akses pembiayaan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas usaha agar UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan.

Peluang Ekspor Terbuka Lebih Lebar

Pasar internasional memberikan peluang besar bagi UMKM Indonesia. Produk lokal dengan karakter khas Indonesia memiliki potensi untuk mendapatkan konsumen di berbagai negara. Sejumlah sektor seperti makanan olahan, fesyen, kerajinan, furnitur, kopi, produk perawatan tubuh, hingga produk berbasis budaya memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk ekspor.

Namun, persaingan di pasar global juga jauh lebih ketat. UMKM harus berhadapan dengan produsen dari berbagai negara yang telah memiliki standar produksi, jaringan distribusi, dan merek yang kuat. Karena itu, strategi memasuki pasar ekspor perlu dilakukan secara bertahap dan terukur.

Bukan Sekadar "Go International"

Menembus pasar ekspor bukan sekadar menjual produk ke luar negeri. UMKM harus membangun fondasi bisnis yang mampu bertahan dalam jangka panjang. Tiga hal yang menjadi perhatian utama adalah kualitas dan standar produk, pemahaman terhadap regulasi serta proses ekspor, dan kemampuan membaca pasar sekaligus menjaga kapasitas produksi.

Jika ketiganya dipersiapkan dengan baik, peluang UMKM untuk berkembang dari pasar domestik menuju pasar global akan semakin besar. BRI sendiri menyatakan akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis UMKM melalui pendekatan terintegrasi, mulai dari peningkatan kapasitas dan pendampingan hingga pembukaan akses pasar.

Dengan dukungan perbankan, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan, semakin banyak produk lokal diharapkan mampu naik kelas dan bersaing di pasar internasional. Pada akhirnya, keberhasilan UMKM menembus pasar ekspor bukan hanya menjadi keuntungan bagi pelaku usaha. Ekspansi tersebut juga dapat memperluas pasar produk Indonesia, meningkatkan nilai tambah, serta memperkuat kontribusi sektor UMKM terhadap perekonomian nasional.

Posting Komentar untuk " BRI Ungkap 3 Syarat UMKM RI Bisa Tembus Pasar Ekspor"