Bupati Toraja Respons 80 Siswa SMP Makale Diduga Keracunan MBG
Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg langsung turun tangan setelah puluhan siswa SMP di Makale diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Sedikitnya 79 hingga 80 siswa dilaporkan mengalami gejala seperti muntah, diare, mual, sakit perut, dan sakit kepala hingga harus mendapat perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Kasus dugaan keracunan tersebut terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, pada Kamis, 3 September 2026. Para siswa yang terdampak berasal dari SMP Negeri 1 Makale dan SMP Negeri 2 Makale. Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg telah meninjau langsung kondisi para siswa yang menjalani perawatan. Pemerintah daerah juga meminta rumah sakit memberikan penanganan maksimal kepada seluruh siswa yang mengalami keluhan kesehatan.
Puluhan Siswa Dilarikan ke Tiga Rumah Sakit
Berdasarkan data sementara yang disampaikan Zadrak, puluhan siswa menjalani perawatan di tiga rumah sakit di wilayah Tana Toraja. Sebanyak 30 siswa dilaporkan dirawat di RSUD Lakipadada, 27 siswa di RS Sinar Kasih, dan 22 siswa lainnya di RS Fatima. Jika dijumlahkan, terdapat 79 siswa yang mendapat perawatan di tiga rumah sakit tersebut.
Sementara laporan lain menyebut jumlah korban telah mencapai sekitar 80 siswa. Perbedaan angka tersebut terjadi karena pendataan masih berlangsung dan sejumlah siswa dengan keluhan serupa masih berdatangan untuk mendapatkan pemeriksaan. Dalam kondisi tersebut, pemerintah daerah memprioritaskan penanganan medis dan memastikan seluruh siswa yang membutuhkan pertolongan dapat memperoleh layanan kesehatan.
Bupati Zadrak Langsung Pantau Korban
Zadrak mengatakan dirinya telah mendapatkan laporan mengenai kondisi para siswa dan langsung melakukan pemantauan. Ia menyebut gejala yang dialami para siswa antara lain muntah-muntah dan diare. Pemerintah daerah kemudian berkoordinasi dengan rumah sakit untuk memastikan seluruh korban mendapat penanganan.
Zadrak juga meminta pimpinan rumah sakit agar menerima siswa yang mengalami gejala dugaan keracunan dan memberikan penanganan sesuai prosedur. "Kita bekerja sesuai SOP yang ada untuk menangani korban. Semoga semua dapat teratasi dengan baik dan segera sembuh," kata Zadrak seperti dikutip dari laporan media pada Kamis (3/9/2026).
Menurut laporan lainnya, Zadrak menyatakan pemerintah daerah telah mempersiapkan penanganan di tiga rumah sakit sekaligus untuk menghadapi jumlah siswa yang membutuhkan perawatan.
Gejala Muncul Setelah Menyantap Menu MBG
Dugaan keracunan tersebut berkaitan dengan menu MBG yang dibagikan kepada para siswa sehari sebelumnya, Rabu (2/9/2026). Laporan Media Indonesia menyebut makanan tersebut dibagikan sekitar pukul 12.00 WITA. Menu yang dikonsumsi siswa antara lain nasi, ayam, sayur, tempe, serta buah.
Gejala tidak langsung muncul pada saat makanan dikonsumsi. Sejumlah siswa mulai merasakan gangguan kesehatan sejak dini hari pada Kamis. Ketika memasuki waktu sekolah, jumlah siswa yang mengalami keluhan semakin banyak. Mereka dilaporkan mengalami muntah dan diare hingga harus mendapatkan pertolongan.
Kepala SMPN 1 Makale Yohanis Pakiding mengatakan pihak sekolah mengambil tindakan setelah mengetahui keluhan dialami banyak siswa secara bersamaan.
Ada Siswa yang Mengaku Merasakan Kejanggalan pada Makanan
Sejumlah siswa yang mendapat perawatan juga menceritakan kondisi makanan yang mereka santap. Salah seorang siswa mengaku merasakan sesuatu yang berbeda dari makanan MBG yang dikonsumsi. Menu yang disantap antara lain tempe, ayam dan sayuran.
Laporan Media Indonesia juga menyebut adanya keterangan mengenai menu ayam dan sayuran yang disajikan pada hari tersebut. Namun, kondisi makanan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa. Hal itu penting karena sampai saat ini belum ada kesimpulan resmi bahwa makanan MBG merupakan penyebab pasti kejadian tersebut.
Penyebab Keracunan Masih Diselidiki
Pemerintah Kabupaten Tana Toraja belum menyatakan secara definitif bahwa siswa mengalami keracunan akibat makanan MBG. Sekretaris Daerah Tana Toraja Rudy Andi Lolo mengatakan pihaknya telah meminta petugas mengambil sisa makanan serta sampel muntahan siswa untuk diperiksa lebih lanjut.
Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa. Rudy yang juga disebut sebagai Ketua Satgas MBG Tana Toraja menegaskan bahwa dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan. "Semua ini masih praduga," kata Rudy dalam laporan tersebut.
Dengan demikian, dugaan hubungan antara menu MBG dan keluhan kesehatan siswa masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium serta penyelidikan pihak terkait.
Pemeriksaan Sisa Makanan Jadi Kunci
Pengambilan sampel makanan menjadi salah satu langkah penting untuk mengungkap penyebab kejadian. Sisa makanan yang masih tersedia dapat diperiksa untuk mengetahui kemungkinan adanya kontaminasi atau masalah lain. Sampel dari siswa yang mengalami gejala juga dapat membantu petugas medis dan pemeriksa menentukan penyebab gangguan kesehatan.
Selain itu, proses pengolahan, penyimpanan, pengemasan, distribusi hingga makanan diterima dan dikonsumsi siswa perlu ditelusuri. Langkah tersebut diperlukan agar kesimpulan mengenai penyebab kejadian tidak hanya berdasarkan dugaan atau kesamaan gejala.
Sekolah dan Rumah Sakit Bergerak Cepat
Ketika jumlah siswa yang mengalami keluhan meningkat, pihak sekolah segera mengambil langkah evakuasi. Sebagian siswa yang mengalami gejala lebih berat dibawa ke fasilitas kesehatan. Rumah sakit kemudian menangani pasien yang datang secara bertahap.
Laporan dari RSUD Lakipadada menunjukkan sejumlah siswa mendapat penanganan di unit gawat darurat. Sementara siswa lainnya dirawat di RS Sinar Kasih dan RS Fatima. Pemerintah daerah juga memastikan fasilitas kesehatan tetap menerima siswa yang membutuhkan pertolongan.
Jumlah Korban Masih Bisa Berubah
Angka korban dalam laporan awal belum sepenuhnya seragam. Merdeka dan Terkini.id melaporkan 79 siswa berdasarkan data tiga rumah sakit, sementara Media Indonesia menyebut sedikitnya 80 siswa. Di sisi lain, iNews melaporkan angka yang jauh lebih tinggi, yakni 152 siswa dari dua sekolah.
Perbedaan tersebut menunjukkan proses pendataan masih berkembang. Karena itu, angka korban sebaiknya dipandang sebagai data sementara sampai pemerintah daerah atau instansi terkait memberikan pembaruan resmi yang final. Yang telah dipastikan dari laporan berbagai media adalah terdapat puluhan siswa SMP di Makale yang mengalami gejala gangguan kesehatan secara bersamaan setelah mengonsumsi menu MBG dan sebagian harus mendapat perawatan medis.
Pemda Tunggu Hasil Pemeriksaan
Pemerintah Kabupaten Tana Toraja kini berfokus pada dua hal, yakni memastikan kondisi seluruh siswa tertangani dan mencari penyebab kejadian. Zadrak meminta seluruh fasilitas kesehatan menangani korban sesuai standar operasional prosedur. Sementara tim terkait melakukan pengambilan sampel untuk pemeriksaan.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjawab apakah gangguan kesehatan yang dialami siswa benar-benar disebabkan oleh makanan MBG, faktor dalam proses pengolahan dan distribusi makanan, atau penyebab lain.
Evaluasi Program MBG di Tana Toraja
Kasus ini juga menjadi perhatian terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di daerah. MBG dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah. Karena itu, aspek keamanan pangan menjadi bagian penting dalam pelaksanaannya. Setiap tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, pengemasan, penyimpanan, pengiriman hingga makanan dikonsumsi siswa, perlu memenuhi standar keamanan pangan.
Apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya masalah dalam rantai penyediaan makanan, evaluasi dan perbaikan harus dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Untuk saat ini, pemerintah daerah masih menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan. Penyebab pasti kejadian belum dapat disimpulkan hanya dari gejala yang dialami para siswa.
Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg memastikan korban mendapat penanganan medis, sementara pemerintah bersama pihak terkait melakukan pemeriksaan terhadap sisa makanan dan sampel dari siswa. Jumlah korban juga masih dalam pendataan, dengan laporan sementara mencapai sedikitnya 79–80 siswa yang dirawat di tiga rumah sakit.

Posting Komentar untuk " Bupati Toraja Respons 80 Siswa SMP Makale Diduga Keracunan MBG"