Dude Harlino Bongkar Awal Mula Tahu Dana Lender DSI Macet
Jakarta – Aktor Dude Harlino mengungkap awal mula dirinya mengetahui adanya masalah dana lender atau pemberi dana di PT Dana Syariah Indonesia (DSI). Pengakuan tersebut disampaikan Dude saat menjadi saksi dalam persidangan perkara dugaan penipuan, penggelapan, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyeret PT DSI.
Dude hadir dalam persidangan di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, pada Rabu (9/9/2026), bersama istrinya, Alyssa Soebandono. Keduanya diketahui pernah menjadi brand ambassador DSI. Dalam kesaksiannya di hadapan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Dude mengatakan pertama kali mengetahui adanya persoalan pencairan dana lender pada Juni 2025. Informasi tersebut bukan diperolehnya dari manajemen DSI, melainkan dari banyak pesan langsung atau direct message (DM) yang masuk ke akun Instagram miliknya.
Banyak Lender Menghubungi Dude Lewat Instagram
Dude mengatakan para lender menghubunginya karena mereka mengalami kendala ketika hendak menarik dana maupun memperoleh imbal hasil dari investasi yang mereka lakukan melalui DSI. Pesan-pesan tersebut kemudian membuat Dude mempertanyakan kondisi perusahaan kepada pihak DSI.
Menurut Dude, dirinya merasa perlu meneruskan keluhan tersebut karena sebelumnya ia memang menjadi wajah promosi perusahaan tersebut. Ia pun mengaku langsung menghubungi pihak DSI untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dari banyaknya pesan yang diterima, sekitar 80 persen di antaranya disebut Dude diteruskan kepada dua orang yang selama ini menjadi kontaknya di DSI, yakni Maheso dan Fikri.
Dude mengaku tidak mengetahui secara pasti jabatan keduanya. Namun, selama menjalankan pekerjaan sebagai brand ambassador, komunikasi dengan pihak DSI lebih banyak dilakukan melalui mereka.
DSI Disebut Pernah Menjelaskan soal Underlying Asset
Dalam persidangan, JPU juga menanyakan penjelasan yang diterima Dude sebelum dirinya menandatangani kontrak sebagai brand ambassador DSI. Dude mengatakan pihak perusahaan ketika itu menjelaskan bahwa DSI memiliki aset yang menjadi landasan fisik atau underlying. Menurut penjelasan yang diterimanya, keberadaan aset tersebut menjadi salah satu pembeda DSI dengan platform lainnya.
Dude memahami penjelasan tersebut sebagai jaminan bahwa apabila terjadi persoalan, aset yang menjadi underlying tersebut dapat digunakan untuk penyelesaian. “Kalaupun terjadi sesuatu, nanti itu bisa menjadi underlying untuk bisa dicairkan,” kata Dude dalam persidangan, sebagaimana diberitakan detikHot.
Penjelasan tersebut menjadi bagian dari informasi yang diketahui Dude sebelum menjalankan kerja sama sebagai brand ambassador.
Dude Juga Pernah Menjadi Lender DSI
Dalam persidangan yang sama, terungkap bahwa hubungan Dude dengan DSI bukan hanya sebagai brand ambassador. Ia juga pernah mencoba menjadi lender dengan menempatkan dana sebesar Rp500 juta pada salah satu proyek yang ditawarkan melalui aplikasi DSI. Dude menjelaskan keputusannya mencoba produk tersebut berkaitan dengan prinsipnya sebagai brand ambassador. Ia mengaku ingin mengetahui secara langsung produk yang dipromosikannya kepada masyarakat.
Proyek yang diikutinya disebut berada di kawasan Bintaro. Dude kemudian menerima bagi hasil sekitar Rp61 juta dari investasi tersebut. Pengalaman tersebut membuat Dude mengetahui bagaimana mekanisme produk DSI dari sisi pengguna atau lender.
Keluhan Lender Kemudian Dibawa ke Pihak DSI
Setelah menerima banyak DM dari lender pada Juni 2025, Dude tidak hanya membaca keluhan tersebut. Ia meneruskannya kepada pihak yang selama ini menjadi kontaknya di DSI. Dude mengatakan sekitar 80 persen DM yang masuk diteruskan kepada Maheso dan Fikri agar ditindaklanjuti.
Menurut kesaksiannya, pihak DSI ketika itu menyatakan akan menangani keluhan para lender. Namun, persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi masalah yang lebih besar karena dana lender disebut mengalami kendala pencairan dalam jumlah besar.
Dude Bertemu Pihak DSI untuk Meminta Penjelasan
Dude juga mengungkap pernah bertemu dengan pihak DSI untuk meminta penjelasan mengenai persoalan yang terjadi. Dalam pertemuan tersebut, ia membawa sejumlah tangkapan layar atau screenshot pesan dari para lender yang mengeluhkan dana mereka.
Dude menyebut pertemuan itu melibatkan Taufiq, Maheso, Fikri, serta manajernya. Dalam pertemuan tersebut, pihak DSI memberikan penjelasan mengenai kondisi yang menyebabkan persoalan pengembalian dana.
Salah satu alasan yang disampaikan kepadanya adalah adanya masalah pengembalian dana dari borrower. Selain itu, kondisi perekonomian yang berdampak terhadap sektor properti juga disebut menjadi salah satu faktor.
Kontrak Dude sebagai Brand Ambassador Berlangsung 2022-2025
Dude dan Alyssa diketahui bekerja sama dengan DSI sebagai brand ambassador sejak 2022. Kerja sama tersebut berlangsung hingga 2025. Ketika persoalan dana lender mencuat, nama keduanya ikut menjadi sorotan karena pernah menjadi wajah promosi perusahaan.
Dude kemudian memilih untuk berkomunikasi dengan para lender dan menyuarakan keluhan mereka. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral karena pernah menjadi bagian dari kampanye DSI.
Dude Kembalikan Honor Rp5,2 Miliar
Perkembangan kasus tersebut kemudian membuat Dude mengambil langkah untuk menyerahkan kembali honor yang diterimanya sebagai brand ambassador kepada penyidik. Pada Juli 2026, Dude menyerahkan sekitar Rp5,2 miliar kepada Bareskrim Polri. Nilai tersebut merupakan honor yang diterimanya sebagai brand ambassador DSI selama periode kerja sama.
Bareskrim menyatakan uang tersebut diserahkan untuk kepentingan penanganan perkara dan berkaitan dengan upaya pemulihan atau restitusi bagi korban. Dude sendiri berstatus sebagai saksi, bukan terdakwa, dalam perkara tersebut.
Kasus DSI dan Ribuan Lender
Kasus PT DSI bermula dari laporan masyarakat terkait dugaan gagal bayar kepada lender. Dalam proses penyidikan, Bareskrim menyebut terdapat sekitar 1.500 lender yang menjadi korban berdasarkan laporan yang diterima. Polisi juga menemukan dugaan penggunaan proyek fiktif dalam perkara tersebut.
Dalam dakwaan perkara, jaksa mengungkap adanya dugaan aliran dana serta penggunaan data proyek yang kemudian ditawarkan kepada masyarakat seolah-olah merupakan proyek baru. Persoalan tersebut kemudian berlanjut ke proses hukum dan persidangan di Pengadilan Negeri Depok.
Kesaksian Dude kini menjadi salah satu bagian dari proses pembuktian perkara. Dari keterangannya, terungkap bahwa ia pertama kali mengetahui adanya masalah dana lender pada Juni 2025 setelah menerima banyak keluhan melalui Instagram.
Meski pernah menjadi brand ambassador sekaligus lender, Dude menegaskan dalam proses pemeriksaan bahwa dirinya tidak mengetahui persoalan internal manajemen DSI. Ia kemudian memilih meneruskan keluhan lender kepada pihak perusahaan dan mendampingi para lender dalam upaya mencari penyelesaian atas dana mereka yang bermasalah.

Posting Komentar untuk " Dude Harlino Bongkar Awal Mula Tahu Dana Lender DSI Macet"