Hari Ketiga Operasi Pencarian, 129 Korban Kapal Virgo Masih Hilang
Operasi pencarian dan pertolongan korban KM Virgo Transport 8 memasuki hari ketiga pada Selasa, 15 September 2026. Hingga pembaruan terakhir, 129 orang masih dinyatakan hilang, sementara 108 orang berhasil diselamatkan dan enam lainnya ditemukan meninggal dunia. Tim SAR gabungan kini memperluas wilayah pencarian di perairan Masalembo, Laut Jawa, sekaligus mulai memperkuat pencarian bawah laut. Kondisi gelombang yang masih kurang bersahabat menjadi salah satu tantangan terbesar bagi petugas di lapangan.
243 Orang Berada di KM Virgo Transport 8
KM Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu, 12 September 2026. Kapal tersebut kemudian mengalami kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu dini hari. Berdasarkan data operasi SAR, terdapat 243 orang di dalam kapal. Dari jumlah tersebut, 213 merupakan penumpang dan 30 lainnya awak kapal. Kapal juga membawa kendaraan dalam pelayarannya.
Kapal dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 02.00 WITA pada Minggu, 13 September. Setelah dilakukan pencarian, KM Virgo Transport 8 ditemukan dalam kondisi terbalik di laut. Hingga Selasa pagi, jumlah korban yang telah ditemukan mencapai 114 orang, terdiri dari 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. Dengan demikian, masih ada 129 orang yang belum ditemukan.
Area Pencarian Diperluas Hampir Dua Kali Lipat
Memasuki hari ketiga, Basarnas memperluas wilayah operasi pencarian secara signifikan. Jika pada hari kedua area pencarian mencapai sekitar 2.600 mil laut, pada hari ketiga cakupan diperluas menjadi 4.600 mil laut. Wilayah tersebut dibagi menjadi enam sektor agar penyisiran dapat dilakukan secara paralel.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan perluasan dilakukan untuk menjangkau area yang lebih luas, mengingat korban dapat terbawa arus dan gelombang dari lokasi awal kecelakaan.
Pergeseran lokasi kapal juga menjadi perhatian. Basarnas sebelumnya mendapati posisi datum KM Virgo Transport 8 bergeser sekitar 1,6 mil laut ke arah barat akibat pengaruh arus, sementara kapal masih berada dalam posisi terbalik.
KRI Canopus Dikerahkan untuk Pencarian Bawah Laut
Selain menyisir permukaan laut dan menggunakan dukungan udara, operasi hari ketiga mulai memperkuat pencarian di bawah permukaan. KRI Canopus dikerahkan ke salah satu sektor pencarian. Kapal tersebut memiliki perangkat yang dapat membantu pencarian bawah laut, termasuk drone bawah air, multibeam echo sounder, dan remotely operated vehicle (ROV).
Teknologi tersebut penting karena kondisi kapal yang terbalik membuat pencarian secara manual menjadi sangat berisiko. Tim juga dapat menggunakan perangkat tersebut untuk memetakan lokasi bangkai kapal dan mencari kemungkinan adanya korban di sekitar maupun di dalam kapal.
Tim penyelam dari unsur Basarnas dan Komando Pasukan Katak (Kopaska) juga disiapkan untuk mendukung operasi bawah air.
Cuaca dan Gelombang Jadi Tantangan Utama
Pencarian 129 korban tidak berlangsung mudah. Kondisi laut yang masih berombak membuat pergerakan kapal dan personel SAR harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
Reuters melaporkan bahwa kondisi laut yang kasar pada hari ketiga membatasi operasi pencarian. Rencana pencarian bawah air sebelumnya juga menghadapi kendala karena kondisi cuaca dan risiko keselamatan penyelam. Dalam operasi tersebut, unsur SAR mengerahkan kapal, pesawat, helikopter, penyelam serta berbagai perangkat pencarian.
Kondisi bangkai kapal yang terbalik juga menambah risiko. Petugas harus memperhitungkan jarak pandang di bawah air, arus, gelombang, kestabilan kapal, hingga risiko perubahan tekanan saat penyelam bergerak di kedalaman.
Sekitar 1.100 Personel Dilibatkan
Besarnya jumlah korban yang masih hilang membuat operasi SAR melibatkan banyak unsur. Reuters melaporkan sekitar 1.100 personel dari berbagai unsur, termasuk penjaga pantai dan TNI Angkatan Laut, terlibat dalam pencarian. Sedikitnya 17 kapal dan 10 pesawat serta helikopter turut mendukung operasi.
Di lapangan juga dikerahkan berbagai kapal milik TNI, Basarnas, Polri dan unsur terkait lainnya. Kepolisian, misalnya, mengerahkan kapal polisi untuk membantu penyisiran laut meskipun kondisi gelombang kurang bersahabat. Dukungan udara juga digunakan untuk membantu pencarian serta mengevakuasi korban yang ditemukan.
Kesaksian Korban Ungkap Kapal Terbalik dalam Hitungan Menit
Kesaksian salah satu korban selamat memberikan gambaran mengenai cepatnya kecelakaan tersebut terjadi. Seorang kru bernama Rizky Apriansyah mengatakan kapal tiba-tiba miring sekitar 30 derajat ketika menghadapi gelombang besar. Ia bersama sejumlah orang kemudian berusaha keluar dari kabin sebelum akhirnya terseret ke laut.
Menurut kesaksiannya kepada Reuters, kapal kemudian terbalik dalam waktu kurang dari 10 menit. Rizky bersama korban lain bertahan dengan berpegangan pada benda yang mengapung sebelum akhirnya ditemukan tim penyelamat sekitar 10 jam kemudian. Kesaksian tersebut memperlihatkan betapa cepat situasi darurat berkembang sehingga korban memiliki waktu yang sangat terbatas untuk menyelamatkan diri. Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan masih harus menunggu hasil investigasi resmi.
Penyebab Kecelakaan Masih Diselidiki
Cuaca dan gelombang menjadi salah satu faktor yang disebut dalam berbagai laporan awal mengenai kecelakaan KM Virgo Transport 8. Namun, hal tersebut belum dapat langsung disimpulkan sebagai satu-satunya penyebab kapal terbalik.
Pemerintah telah menyatakan bahwa penyebab kecelakaan akan diselidiki oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Investigasi nantinya penting untuk mengetahui kondisi kapal sebelum berlayar, stabilitas kapal, muatan, kondisi cuaca dan laut, navigasi, prosedur keselamatan, hingga faktor manusia.
Kesimpulan mengenai penyebab kecelakaan karena itu sebaiknya tidak dibuat hanya berdasarkan kesaksian awal atau rekaman yang beredar sebelum penyelidikan resmi selesai.
Keluarga Korban Masih Menunggu Kepastian
Di tengah operasi SAR, keluarga korban masih menanti kabar mengenai anggota keluarga mereka yang belum ditemukan. Dari 114 korban yang sudah ditemukan hingga Selasa pagi, 110 di antaranya telah tiba di Banjarmasin, terdiri dari 108 korban selamat dan dua korban meninggal dunia. Empat korban meninggal lainnya masih dalam proses evakuasi menggunakan armada udara.
Bagi keluarga 129 orang yang masih hilang, perluasan area pencarian dan pengerahan teknologi bawah laut menjadi harapan untuk mendapatkan kepastian.
Operasi SAR Terus Dilanjutkan
Memasuki hari ketiga, fokus utama tim SAR adalah menemukan sebanyak mungkin korban yang masih hilang sekaligus memastikan keselamatan personel yang bekerja di tengah kondisi laut yang sulit. Perluasan wilayah hingga 4.600 mil laut, pembagian enam sektor, pengerahan kapal-kapal pencari, dukungan udara, penyelam, hingga penggunaan drone bawah air dan ROV menunjukkan bahwa operasi dilakukan dengan berbagai pendekatan.
Hingga Selasa, 15 September 2026, sebanyak 129 orang masih dalam pencarian dari total 243 orang yang berada di KM Virgo Transport 8. Sebanyak 108 orang telah diselamatkan dan enam orang meninggal dunia. Pencarian masih terus berlangsung. Dengan kondisi kapal yang terbalik dan wilayah perairan yang luas, tim SAR kini berpacu dengan waktu, arus laut dan cuaca untuk menemukan para korban yang belum diketahui keberadaannya.

Posting Komentar untuk " Hari Ketiga Operasi Pencarian, 129 Korban Kapal Virgo Masih Hilang"