Hati-hati, Virus Influenza A Bisa Bertahan Berhari-hari di Permukaan
Jakarta – Virus influenza A dikenal sebagai salah satu penyebab utama penyakit flu pada manusia. Penularannya terutama terjadi melalui partikel pernapasan dari orang yang terinfeksi, tetapi perhatian juga perlu diberikan pada benda dan permukaan yang terkontaminasi.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa virus influenza dapat tetap hidup atau infeksius selama berjam-jam hingga sekitar dua hari pada permukaan tertentu. Lamanya virus bertahan sangat dipengaruhi oleh jenis permukaan, suhu, kelembapan, jumlah virus yang menempel, serta kondisi lingkungan.
Artinya, gagang pintu, meja, plastik, logam, telepon, atau benda lain yang sering disentuh berpotensi menjadi media perpindahan virus dari satu orang ke orang lain.
Virus Influenza A Bisa Bertahan 24-48 Jam
Penelitian mengenai kemampuan bertahan virus influenza pada berbagai permukaan menunjukkan adanya perbedaan yang cukup besar. Pada permukaan keras dan tidak berpori seperti baja tahan karat serta plastik, virus influenza A dalam sejumlah penelitian dapat tetap infeksius selama sekitar 24-48 jam. Sementara pada material berpori seperti kain, kertas, dan tisu, masa bertahannya cenderung lebih pendek, sekitar 8-12 jam dalam penelitian tertentu.
Penelitian terhadap influenza A H1N1 juga menemukan bahwa virus dapat bertahan hingga 48 jam pada permukaan kayu, sekitar 24 jam pada baja tahan karat dan plastik, serta sekitar delapan jam pada kain.
Namun, angka tersebut tidak berarti setiap permukaan yang terkontaminasi akan tetap menularkan virus selama durasi tersebut.
Bertahan di Permukaan Tidak Sama dengan Pasti Menularkan
Hal penting yang perlu dipahami adalah keberadaan virus di permukaan tidak otomatis berarti seseorang akan tertular. Jumlah virus yang masih hidup biasanya terus berkurang seiring waktu. Selain itu, agar terjadi infeksi melalui benda, virus harus berpindah dari permukaan ke tangan dalam jumlah tertentu, kemudian tangan menyentuh bagian tubuh yang menjadi pintu masuk, terutama mata, hidung, atau mulut.
CDC mencatat bahwa virus influenza dapat bertahan pada permukaan tidak berpori selama 24 jam atau lebih, tetapi jumlah virus yang cukup untuk menyebabkan infeksi kemungkinan bertahan dalam waktu yang lebih singkat. Karena itu, kontak langsung dengan orang yang sedang sakit dan paparan partikel pernapasan tetap menjadi bagian penting dalam penularan influenza.
Mengapa Permukaan Keras Lebih Perlu Diperhatikan?
Permukaan keras dan tidak berpori seperti plastik dan logam cenderung memberikan kondisi yang lebih memungkinkan virus bertahan dibandingkan material berpori. Dalam sebuah penelitian, influenza A H1N1 yang ditempatkan pada permukaan rumah tangga ditemukan tetap infeksius selama 48 jam pada kayu dan 24 jam pada baja tahan karat serta plastik. Pada kain, virus hanya ditemukan bertahan sekitar delapan jam dalam kondisi penelitian tersebut.
Permukaan yang sering disentuh banyak orang karenanya perlu mendapat perhatian, misalnya:
- Gagang pintu
- Tombol lift
- Pegangan tangga
- Meja
- Sakelar lampu
- Keyboard dan mouse
- Ponsel
- Remote televisi
- Keran
- Pegangan kendaraan umum
Bukan berarti semua benda tersebut pasti mengandung virus. Risikonya meningkat ketika benda tersebut baru saja terkontaminasi oleh orang yang sedang terinfeksi.
Virus Bisa Berpindah dari Permukaan ke Tangan
Penelitian lama mengenai influenza menunjukkan bahwa virus yang berada pada permukaan keras dapat berpindah ke tangan bahkan setelah permukaan tersebut terkontaminasi selama periode tertentu. Dalam penelitian tersebut, influenza dapat ditransfer dari permukaan baja tahan karat ke tangan hingga sekitar 24 jam setelah kontaminasi. Namun, virus yang berada di tangan sendiri memiliki ketahanan yang jauh lebih pendek dan dalam penelitian tersebut dapat bertahan sekitar beberapa menit.
Rangkaian sederhananya dapat terjadi seperti berikut:
Permukaan terkontaminasi → tangan menyentuh permukaan → tangan menyentuh mata/hidung/mulut → virus masuk ke tubuh.
Itulah sebabnya kebersihan tangan tetap menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko penularan.
Tidak Semua Virus di Permukaan Masih Aktif
Ada perbedaan antara menemukan materi genetik virus dan menemukan virus yang masih mampu menginfeksi. Materi genetik influenza dapat terdeteksi lebih lama daripada masa ketika virus tersebut masih infeksius. Karena itu, hasil pemeriksaan yang menunjukkan adanya RNA virus pada suatu permukaan tidak selalu berarti permukaan tersebut masih mampu menularkan penyakit.
Selain itu, penelitian laboratorium mengenai ketahanan virus biasanya dilakukan dalam kondisi tertentu. Situasi di kehidupan sehari-hari dapat berbeda karena adanya perubahan suhu, kelembapan, paparan cahaya, jumlah virus, serta jenis cairan yang membawa virus.
Suhu dan Kelembapan Ikut Berpengaruh
Kemampuan influenza A bertahan di lingkungan dipengaruhi berbagai faktor. Suhu, kelembapan, paparan sinar ultraviolet, karakteristik permukaan, serta keberadaan bahan organik dapat memengaruhi seberapa cepat virus kehilangan kemampuan menginfeksi.
Dengan demikian, tidak tepat jika dikatakan virus influenza A selalu bertahan selama jumlah jam tertentu pada semua permukaan. Angka 24-48 jam merupakan hasil dari penelitian pada kondisi tertentu, bukan batas waktu universal untuk seluruh situasi.
Cara Mengurangi Risiko dari Permukaan yang Terkontaminasi
Langkah pencegahan yang relatif sederhana dapat dilakukan di rumah, kantor, sekolah, maupun tempat umum.
1. Rajin Mencuci Tangan
Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah menyentuh benda yang sering digunakan bersama. Kebiasaan ini membantu mengurangi jumlah mikroorganisme yang berpindah dari permukaan ke tangan.
2. Hindari Menyentuh Wajah
Mata, hidung, dan mulut merupakan bagian tubuh yang perlu diperhatikan setelah seseorang menyentuh benda yang mungkin terkontaminasi. Mengurangi kebiasaan menyentuh wajah sebelum mencuci tangan dapat membantu memutus salah satu jalur perpindahan virus.
3. Bersihkan Permukaan yang Sering Disentuh
Permukaan yang sering disentuh banyak orang dapat dibersihkan secara rutin, terutama ketika ada anggota keluarga atau orang di lingkungan kerja yang sedang mengalami flu. CDC merekomendasikan pembersihan rutin serta penggunaan disinfektan yang sesuai sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan untuk mengurangi influenza pada permukaan.
4. Jangan Berbagi Barang Pribadi
Gelas, alat makan, handuk, dan barang pribadi lainnya sebaiknya tidak digunakan bersama ketika seseorang sedang sakit. Langkah ini juga membantu mengurangi kontak langsung dengan sekret pernapasan.
5. Perhatikan Etika Batuk dan Bersin
Tutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin menggunakan tisu atau bagian dalam siku. Tisu yang sudah digunakan segera dibuang, kemudian tangan dibersihkan. Kebiasaan tersebut membantu mengurangi jumlah sekret pernapasan yang dapat mencemari lingkungan.
Bagaimana dengan Ponsel?
Ponsel termasuk benda yang patut diperhatikan karena sering disentuh dan dibawa ke berbagai tempat. Jika seseorang sedang flu, sekret pernapasan dapat berpindah ke tangan dan kemudian ke permukaan ponsel. Karena itu, selain menjaga kebersihan tangan, permukaan perangkat yang kompatibel dengan pembersihan juga dapat dibersihkan sesuai petunjuk produsennya.
Hal yang sama berlaku untuk keyboard, mouse, remote televisi, meja kerja, serta benda lain yang sering disentuh.
Jangan Panik, Tetap Fokus pada Pencegahan
Kemampuan influenza A bertahan pada permukaan memang perlu diperhatikan, tetapi informasi tersebut tidak seharusnya membuat masyarakat takut menyentuh benda sehari-hari. Risiko penularan dipengaruhi banyak faktor. Bahkan ketika virus masih terdeteksi di sebuah permukaan, jumlah virus yang tersisa dapat terus menurun sehingga kemampuan menularkannya juga berubah.
Yang paling penting adalah menerapkan kebiasaan higienis secara konsisten, terutama mencuci tangan, menjaga etika batuk dan bersin, membersihkan permukaan yang sering disentuh, serta menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.
Kesimpulan
Virus influenza A memang dapat bertahan di permukaan selama berjam-jam hingga sekitar satu-dua hari pada kondisi tertentu, terutama pada permukaan keras dan tidak berpori seperti plastik, logam, dan kayu. Pada kain, kertas, dan tisu, ketahanannya umumnya lebih singkat dalam berbagai penelitian.
Namun, bertahannya virus di permukaan tidak otomatis berarti seseorang akan tertular. Jumlah virus, kondisi lingkungan, kemungkinan perpindahan ke tangan, serta kontak tangan dengan mata, hidung, atau mulut semuanya memengaruhi risiko. Karena itu, mencuci tangan secara rutin dan membersihkan permukaan yang sering disentuh tetap menjadi langkah sederhana yang penting, terutama ketika influenza sedang banyak beredar.

Posting Komentar untuk " Hati-hati, Virus Influenza A Bisa Bertahan Berhari-hari di Permukaan"