Katon Bagaskara Ungkap Bisa Pulang setelah Terlantar 6 Jam di Swiss

Jakarta — Musisi senior sekaligus vokalis KLa Project, Katon Bagaskara, sempat mengalami situasi tidak menyenangkan saat hendak kembali ke Indonesia dari Swiss. Ia mengaku tertahan sekitar enam jam di Bandara Internasional Cointrin, Jenewa, setelah maskapai Etihad Airways tidak mengizinkannya melakukan check-in untuk penerbangan menuju Abu Dhabi.

Katon kemudian mengabarkan perkembangan terbaru mengenai persoalan tersebut. Setelah sebelumnya meminta bantuan melalui media sosial dan menghubungi perwakilan Indonesia di Swiss maupun Abu Dhabi, ia akhirnya mendapatkan titik terang mengenai perjalanan pulangnya.

Katon Sempat Terdampar di Bandara Jenewa

Masalah bermula ketika Katon hendak meninggalkan Swiss pada Senin, 7 September 2026. Ia dijadwalkan terbang dari Jenewa menuju Abu Dhabi untuk kemudian melanjutkan penerbangan ke Jakarta. Namun, rencana tersebut mendadak terhenti ketika petugas Etihad Airways di Bandara Jenewa disebut tidak mengizinkannya melakukan proses check-in.

Katon kemudian mengunggah video melalui akun media sosial pribadinya untuk menjelaskan situasi yang sedang dihadapinya.

Ia mengatakan pihak maskapai diduga khawatir dirinya akan mengalami persoalan saat transit di Abu Dhabi, terutama berkaitan dengan visa apabila penerbangan lanjutan menuju Jakarta tidak dapat dilakukan sesuai rencana. Situasi itu membuat Katon kebingungan karena dirinya sudah memiliki tiket perjalanan pulang, sementara status penerbangan di situs maskapai disebut masih menunjukkan jadwal normal.

Tertahan Sekitar Enam Jam

Kondisi tersebut membuat Katon harus menunggu di bandara tanpa kepastian mengenai keberangkatannya. Ia sebelumnya mengeluhkan pihak Etihad hanya memintanya menunggu tanpa memberikan penjelasan maupun dokumen tertulis mengenai penolakan check-in atau pembatalan penerbangannya.

Persoalan tersebut menjadi semakin rumit karena Katon juga memikirkan masa berlaku izin tinggalnya di Swiss. Jika dirinya tidak dapat segera meninggalkan negara tersebut, ia perlu memastikan status visanya dan kemungkinan perpanjangan masa tinggal. Namun, untuk mengurus persoalan tersebut, ia membutuhkan bukti resmi mengenai status penerbangannya. Katon bahkan mempertanyakan apakah tiket yang telah dibelinya akan hangus.

Minta Bantuan KBRI

Dalam kondisi tersebut, Katon menyebut pihaknya telah berupaya menghubungi KBRI di Jenewa dan KBRI di Abu Dhabi. Langkah tersebut dilakukan untuk mendapatkan bantuan dan mencari solusi atas persoalan perjalanan yang dialaminya.

Katon juga meminta bantuan kepada orang-orang yang memiliki koneksi dengan Etihad Airways di Indonesia agar persoalan tersebut dapat segera ditangani. Ia sengaja menyampaikan persoalan tersebut secara terbuka melalui media sosial karena membutuhkan kepastian secepatnya.

Selain persoalan penerbangan, Katon juga membutuhkan kepastian administratif agar tidak menghadapi masalah terkait izin tinggalnya di Swiss.

Etihad Berikan Respons

Keluhan Katon kemudian mendapat perhatian dari akun Instagram resmi Etihad Airways. Dalam kolom komentar unggahannya, akun Etihad menyampaikan permintaan maaf dan meminta Katon menghubungi mereka melalui pesan langsung dengan menyertakan referensi pemesanan atau nomor tiket agar persoalannya dapat diperiksa.

Respons tersebut memberikan harapan bahwa masalah yang dialami Katon dapat segera diselesaikan. Sebelumnya, musisi tersebut mengaku bingung karena terdapat perbedaan informasi antara kondisi di meja check-in dengan informasi yang tercantum pada situs maskapai.

Kenapa Katon Tidak Bisa Langsung Terbang?

Rute perjalanan Katon sebenarnya cukup sederhana. Ia dijadwalkan berangkat dari Jenewa menuju Abu Dhabi, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta. Namun, kondisi penerbangan menuju Indonesia sedang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Sebaran abu vulkanik membuat sejumlah penerbangan mengalami gangguan, termasuk penerbangan yang berkaitan dengan Bandara Soekarno-Hatta. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai kelanjutan perjalanan Katon setelah transit di Abu Dhabi.

Dari sudut pandang Katon, persoalannya menjadi pelik karena dirinya sudah berada di Swiss dan tiket kepulangan telah dimiliki. Sementara itu, ketidakpastian penerbangan lanjutan membuat status perjalanannya ikut terdampak.

Katon Berada di Swiss untuk Agenda Musik

Katon berada di Swiss bukan untuk sekadar berlibur. Musisi yang dikenal sebagai vokalis KLa Project tersebut berada di Swiss sejak akhir Agustus 2026 untuk mengikuti agenda pertunjukan musik. Ia tercatat tampil dalam rangkaian acara di Bern pada 30 Agustus 2026. Kehadiran Katon menjadi bagian dari agenda budaya Indonesia di Swiss.

Setelah menyelesaikan agenda tersebut, Katon seharusnya dapat kembali ke Indonesia sesuai jadwal. Namun, gangguan penerbangan akibat situasi di Indonesia justru membuat perjalanan pulangnya menghadapi kendala.

Khawatir Masa Berlaku Visa

Salah satu hal yang paling dikhawatirkan Katon adalah masa berlaku visanya di Swiss. Ia menjelaskan bahwa apabila harus tetap berada di Swiss, dirinya mungkin perlu mengurus perpanjangan izin tinggal. Masalahnya, ia membutuhkan bukti resmi mengenai kondisi penerbangannya untuk mendukung proses tersebut.

Katon pun mempertanyakan mengapa maskapai tidak memberikan dokumen tertulis mengenai penolakan check-in yang dialaminya. Kekhawatiran tersebut menjadi salah satu alasan Katon meminta persoalannya mendapat perhatian lebih luas.

Secara umum, aturan Swiss membedakan visa kunjungan jangka pendek hingga 90 hari dan visa untuk masa tinggal lebih lama. Pemerintah Swiss juga menyediakan informasi khusus mengenai visa transit bandara bagi warga negara tertentu. Namun, persoalan yang dialami Katon berkaitan dengan kondisi penerbangan dan status transitnya sehingga penyelesaian akhirnya bergantung pada pihak-pihak terkait.

Bukan Satu-Satunya Artis yang Terdampak Gangguan Penerbangan

Gangguan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau juga berdampak kepada sejumlah figur publik Indonesia yang sedang melakukan perjalanan. Sejumlah penerbangan mengalami perubahan rute, penundaan, hingga pembatalan. Situasi tersebut membuat para penumpang harus mencari alternatif perjalanan untuk dapat kembali ke daerah tujuan.

Kondisi Katon menjadi berbeda karena dirinya berada di luar negeri ketika rute perjalanan menuju Indonesia mengalami gangguan. Ia akhirnya harus berhadapan dengan persoalan tambahan, yakni penerbangan transit dan kemungkinan masalah administratif jika harus memperpanjang masa tinggal di Swiss.

Berharap Segera Kembali ke Indonesia

Setelah sempat meminta bantuan melalui media sosial, Katon berharap persoalan tersebut dapat segera menemukan solusi. Bagi Katon, masalah utamanya bukan hanya soal tiket, tetapi juga kepastian mengenai status penerbangan, visa, serta kapan dirinya dapat melanjutkan perjalanan menuju Indonesia.

Kejadian tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana gangguan penerbangan akibat kondisi alam di satu negara dapat menimbulkan persoalan berantai bagi penumpang yang melakukan perjalanan internasional.

Kesimpulan

Katon Bagaskara sempat terlantar sekitar enam jam di Bandara Jenewa, Swiss, setelah Etihad Airways tidak mengizinkannya melakukan check-in untuk penerbangan menuju Abu Dhabi. Ia kemudian meminta bantuan melalui media sosial dan menghubungi KBRI di Jenewa serta Abu Dhabi.

Masalah tersebut dipicu oleh kekhawatiran mengenai perjalanan transit di Abu Dhabi di tengah gangguan penerbangan menuju Indonesia akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Katon juga mengkhawatirkan masa berlaku visanya di Swiss jika harus tinggal lebih lama.

Etihad kemudian memberikan respons melalui media sosial dan meminta Katon mengirimkan detail pemesanan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Perkembangan tersebut menjadi titik terang bagi Katon setelah sebelumnya berada dalam situasi penuh ketidakpastian di Bandara Jenewa.

Posting Komentar untuk " Katon Bagaskara Ungkap Bisa Pulang setelah Terlantar 6 Jam di Swiss"