Lipatan Kulit Menghitam saat Hamil, Benarkah Disebabkan Hormon?
Perubahan warna kulit merupakan salah satu perubahan yang cukup umum selama kehamilan. Tidak sedikit ibu hamil yang mendapati area tubuh tertentu, seperti ketiak, leher, selangkangan, bawah payudara, puting, hingga garis tengah perut, terlihat lebih gelap dibandingkan sebelum hamil.
Lantas, apakah lipatan kulit yang menghitam saat hamil memang disebabkan oleh hormon? Jawabannya bisa iya. Perubahan hormon selama kehamilan dapat merangsang peningkatan produksi melanin sehingga memicu hiperpigmentasi. Namun, kulit yang menghitam di area lipatan tidak selalu semata-mata akibat hormon kehamilan. Kondisi lain, termasuk acanthosis nigricans, juga dapat menyebabkan kulit menjadi lebih gelap dan menebal.
Mengapa Kulit Bisa Menghitam saat Hamil?
Kehamilan menyebabkan perubahan hormon yang besar di dalam tubuh. Peningkatan hormon dapat memengaruhi aktivitas melanosit, yaitu sel kulit yang menghasilkan melanin atau pigmen pemberi warna kulit. American Academy of Dermatology (AAD) menyebut perubahan hormonal selama kehamilan dapat memicu hiperpigmentasi. Kondisi tersebut dapat muncul dalam bentuk bercak, garis, atau area kulit yang menjadi lebih gelap dari warna kulit normal.
Peningkatan estrogen dan progesteron juga dipercaya berperan dalam munculnya perubahan pigmentasi selama kehamilan. Salah satu contoh yang paling dikenal adalah linea nigra, yakni garis gelap yang biasanya muncul dari sekitar pusar menuju bagian bawah perut. Perubahan pigmentasi juga dapat membuat puting dan area sekitarnya menjadi lebih gelap.
Mengapa Justru Area Lipatan yang Menghitam?
Area lipatan seperti ketiak, leher, selangkangan dan bawah payudara memang lebih rentan mengalami perubahan warna. Selain pengaruh hormon, area tersebut mengalami gesekan, kelembapan, serta terkadang iritasi akibat keringat atau produk perawatan kulit. Iritasi dan peradangan dapat merangsang produksi melanin sehingga meninggalkan warna kulit yang lebih gelap.
Karena itu, perubahan warna kulit selama hamil bisa merupakan hasil dari beberapa faktor sekaligus, bukan hanya satu penyebab.
Bisa Juga Merupakan Acanthosis Nigricans
Jika kulit yang menghitam tampak lebih tebal, kasar atau seperti beludru, terutama di leher, ketiak, selangkangan, bawah payudara, buku jari atau sekitar pusar, salah satu kemungkinan yang perlu diperhatikan adalah acanthosis nigricans (AN).
Menurut AAD, acanthosis nigricans menyebabkan kulit menjadi lebih gelap dan menebal. Kondisi ini sering ditemukan pada lipatan tubuh dan dapat disertai tekstur kulit seperti beludru. Acanthosis nigricans tidak menular. Namun, pada sebagian orang kondisi ini dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu.
Apa Hubungannya dengan Gula Darah?
Acanthosis nigricans dapat berkaitan dengan resistensi insulin, pradiabetes, atau diabetes. Kondisi hormonal tertentu dan beberapa faktor lainnya juga dapat berperan. Hal ini menjadi penting selama kehamilan karena ibu hamil memang perlu mendapatkan pemantauan terkait kadar gula darah dan risiko diabetes gestasional.
Namun, munculnya kulit lebih gelap tidak otomatis berarti ibu hamil mengalami diabetes. Diagnosis tetap membutuhkan pemeriksaan dokter dan, bila diperlukan, pemeriksaan darah. Jika perubahan kulit terlihat jelas, semakin luas, menebal, atau muncul bersamaan dengan keluhan lain, sebaiknya sampaikan kepada dokter kandungan atau dokter kulit.
Bedakan Hiperpigmentasi Kehamilan dan Acanthosis Nigricans
Secara sederhana, beberapa cirinya dapat dibedakan:
Perlu diingat, tampilan kulit saja tidak selalu cukup untuk menentukan penyebabnya.
Apakah Kulit Akan Kembali Normal Setelah Melahirkan?
Pada sebagian ibu, pigmentasi yang muncul selama kehamilan akan berangsur memudar setelah melahirkan ketika perubahan hormonal mulai mereda. AAD mencatat beberapa perubahan pigmentasi yang dipicu kehamilan dapat membaik setelah persalinan. Namun, tidak semua perubahan pigmentasi hilang dengan cepat dan pada sebagian orang dapat bertahan lebih lama.
Karena itu, ibu tidak perlu terburu-buru menggunakan produk pemutih atau melakukan perawatan agresif untuk menghilangkan kulit yang menghitam.
Jangan Menggosok Kulit Terlalu Keras
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah menggosok bagian kulit yang menghitam dengan scrub secara berlebihan dengan harapan warnanya cepat kembali.
Cara tersebut justru dapat menyebabkan iritasi dan peradangan. Pada kondisi tertentu, iritasi dapat memperburuk hiperpigmentasi. AAD juga menegaskan bahwa menggosok dengan keras tidak akan menghilangkan acanthosis nigricans. Selama hamil, perawatan kulit sebaiknya dilakukan secara lembut. Gunakan pembersih yang tidak terlalu keras dan pelembap untuk membantu menjaga kondisi lapisan kulit.
Hati-Hati Memilih Produk Pencerah
Ibu hamil juga sebaiknya tidak sembarangan menggunakan produk pencerah kulit, terutama produk dengan bahan aktif yang memiliki pembatasan selama kehamilan. AAD menyarankan menghindari produk yang mengandung retinoid dan hydroquinone selama kehamilan. Penggunaan bahan tertentu lainnya juga sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
Untuk perawatan sehari-hari, pendekatan yang lebih aman adalah menjaga kulit tetap lembap, menghindari gesekan berlebihan, serta menggunakan perlindungan dari sinar matahari pada area kulit yang terpapar.
Kapan Harus Memeriksakan Diri?
Perubahan pigmentasi ringan selama kehamilan biasanya bukan keadaan darurat. Namun, konsultasi dengan dokter diperlukan apabila:
- kulit menghitam sekaligus menebal atau terasa seperti beludru;
- perubahan muncul secara cepat atau menyebar luas;
- terdapat gatal, nyeri, luka atau peradangan;
- muncul banyak skin tag bersamaan dengan perubahan warna;
- perubahan kulit disertai keluhan kesehatan lainnya;
- perubahan pigmentasi membuat khawatir atau tidak kunjung membaik setelah melahirkan.
Jika dokter mencurigai acanthosis nigricans, pemeriksaan tambahan seperti tes darah dapat dilakukan untuk mencari kemungkinan kondisi yang mendasarinya.
Jadi, Benarkah karena Hormon?
Benar, hormon kehamilan dapat menjadi salah satu penyebab kulit menghitam. Perubahan hormon dapat meningkatkan aktivitas sel penghasil melanin sehingga hiperpigmentasi lebih mudah terjadi. Namun, apabila penghitaman terutama terjadi pada lipatan dan disertai kulit yang menebal atau bertekstur seperti beludru, penyebab lain seperti acanthosis nigricans perlu dipertimbangkan. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan resistensi insulin atau masalah kesehatan lainnya.
Jadi, kulit lipatan yang menghitam saat hamil tidak selalu perlu dikhawatirkan, tetapi juga sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai perubahan hormon biasa. Bila perubahan terlihat mencolok atau disertai penebalan kulit, pemeriksaan medis dapat membantu memastikan penyebabnya.


Posting Komentar untuk " Lipatan Kulit Menghitam saat Hamil, Benarkah Disebabkan Hormon?"