Majalah Abad-19 Dikembalikan ke Perpustakaan usai 132 Tahun Dipinjam

New Hampshire, Amerika Serikat – Sebuah majalah terbitan abad ke-19 akhirnya kembali ke Concord Public Library, New Hampshire, Amerika Serikat, setelah tercatat terlambat dikembalikan selama sekitar 132 tahun. Majalah tersebut adalah edisi September 1894 dari The Century Illustrated Monthly Magazine. Benda yang telah berada di sebuah rumah selama puluhan tahun itu dikembalikan oleh seorang pria bernama John Hanson, yang mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana majalah tersebut bisa sampai berada di rumahnya.

Kembalinya majalah tersebut menjadi perhatian karena bukan hanya usia terbitannya yang mencapai lebih dari satu abad, tetapi juga lamanya masa peminjaman. Berdasarkan catatan perpustakaan, majalah itu seharusnya dikembalikan hanya dalam waktu satu minggu.

Dikembalikan Setelah 132 Tahun

John Hanson, warga Barrington berusia 84 tahun, datang ke Concord Public Library dan membawa majalah tua yang selama bertahun-tahun tersimpan di rumahnya. Hanson mengatakan benda tersebut sudah berada di rumahnya selama puluhan tahun. Majalah itu sebelumnya tersimpan di rumahnya di Boscawen sebelum kemudian ikut berpindah ke Barrington.

Ia sendiri tidak mengetahui secara pasti bagaimana majalah tersebut bisa menjadi miliknya. Hanson menduga benda itu mungkin berasal dari tumpukan buku atau barang yang diperoleh keluarganya, tetapi tidak dapat memastikan siapa yang sebenarnya meminjamnya pada 1894.

Saat akhirnya dikembalikan, kondisi majalah tersebut masih relatif terawat meskipun sampulnya telah memudar dan bagian jilidnya membutuhkan perhatian. Petugas perpustakaan kemudian memeriksa tanda kepemilikan dan nomor terbitan untuk memastikan bahwa majalah tersebut memang merupakan koleksi Concord Public Library.

Terlambat 48.220 Hari

Jika dihitung berdasarkan masa keterlambatan, majalah tersebut tercatat terlambat sekitar 48.220 hari. Dengan aturan denda yang berlaku sebelumnya, keterlambatan selama itu secara teoritis akan menghasilkan denda sekitar US$12.055 atau lebih dari Rp180 juta jika dikonversikan dengan kurs sekitar Rp15.000 per dolar AS. Namun, Hanson tidak perlu membayar denda tersebut.

Alasannya cukup menarik. Concord Public Library baru saja menerapkan kebijakan pembekuan denda keterlambatan selama satu tahun mulai September 2026. Hanson mengetahui kebijakan tersebut setelah membaca pemberitaan mengenai program pembekuan denda. Ia kemudian berpikir bahwa saat itulah waktu yang tepat untuk mengembalikan majalah yang telah lama berada di rumahnya.

Kebetulan dengan Kebijakan Bebas Denda

Pengembalian majalah tersebut terjadi tidak lama setelah Concord Public Library menerapkan fine freeze, yakni pembekuan denda keterlambatan selama satu tahun. Kebijakan tersebut dibuat untuk mendorong masyarakat mengembalikan koleksi perpustakaan tanpa takut menghadapi tagihan denda yang menumpuk.

Perpustakaan bahkan mengaku terkejut karena program tersebut tidak hanya mendorong pengembalian buku yang terlambat dalam hitungan bulan atau tahun, tetapi juga membawa kembali sebuah koleksi dari akhir abad ke-19. Pihak perpustakaan menyambut pengembalian tersebut dengan gembira dan menyebut bahwa mereka memang mengharapkan buku-buku lama kembali, tetapi tidak menyangka akan menerima sesuatu yang berasal dari tahun 1894.

Petugas Perpustakaan Sempat Tak Percaya

Kejadian tersebut juga menjadi pengalaman unik bagi Jennifer Needham, pustakawan sekaligus archivist dan outreach coordinator di Concord Public Library. Ketika Hanson datang dan mengatakan bahwa ia membawa material yang mungkin menjadi salah satu koleksi paling lama terlambat dikembalikan, Needham awalnya mengira benda tersebut berasal dari beberapa dekade lalu.

Namun, perkiraannya langsung berubah ketika Hanson mengeluarkan majalah bertanggal September 1894. Needham kemudian memeriksa koleksi tersebut untuk memastikan apakah majalah itu sebenarnya sudah dikeluarkan dari koleksi perpustakaan. Pemeriksaan terhadap tanda kepemilikan, nomor terbitan dan tanggal publikasi menunjukkan bahwa majalah tersebut memang belum pernah tercatat kembali ke perpustakaan.

Misteri Siapa yang Meminjam pada 1894

Salah satu hal yang masih menjadi misteri adalah identitas orang yang pertama kali meminjam majalah tersebut. Hanson diketahui memiliki hubungan keluarga dengan Concord. Ia lahir dan besar di wilayah tersebut, sementara ayahnya juga lahir dan tumbuh di Concord.

Namun, Hanson tidak mengetahui apakah majalah itu pernah dipinjam oleh ayahnya atau anggota keluarga lainnya. Ia juga tidak dapat memastikan apakah majalah tersebut ditemukan di rumah keluarga, diperoleh melalui penjualan barang bekas, atau berpindah tangan melalui cara lain. Dengan demikian, pengembalian tersebut sekaligus meninggalkan sebuah pertanyaan sejarah kecil: siapa sebenarnya orang yang meminjam majalah itu pada 1894 dan mengapa tidak pernah mengembalikannya?

Tidak Akan Dipinjamkan Lagi

Meskipun sudah kembali ke perpustakaan, majalah tersebut kemungkinan besar tidak akan kembali ke rak koleksi yang dapat dipinjam masyarakat. Concord Public Library berencana mempertahankan benda tersebut sebagai bagian dari koleksi bersejarah. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah menempatkannya di Concord Room, ruang yang digunakan untuk menyimpan dan menampilkan berbagai material berkaitan dengan sejarah lokal.

Keputusan tersebut cukup masuk akal mengingat majalah tersebut bukan lagi sekadar bahan bacaan biasa. Usianya membuatnya memiliki nilai historis tersendiri dan dapat menjadi bagian dari dokumentasi sejarah perpustakaan maupun Kota Concord.

Majalah dari Era yang Sangat Berbeda

Edisi September 1894 The Century Illustrated Monthly Magazine diterbitkan ketika dunia masih berada pada masa awal perkembangan teknologi modern. Ketika majalah tersebut dipinjam, teknologi seperti televisi, pesawat terbang dan internet belum ada. Mobil juga belum menjadi alat transportasi massal seperti sekarang.

Kini, lebih dari satu abad kemudian, benda yang pernah beredar sebagai bahan bacaan masyarakat pada akhir abad ke-19 itu kembali ke tempat asalnya. Perjalanan panjang tersebut membuat majalah itu bukan hanya sebuah terbitan lama, tetapi juga menjadi saksi perubahan zaman.

Kisah Tak Biasa dari Sebuah Perpustakaan

Kasus majalah yang terlambat 132 tahun ini menjadi salah satu contoh unik mengenai bagaimana koleksi perpustakaan dapat berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dalam banyak kasus, buku atau majalah perpustakaan yang tidak dikembalikan mungkin dianggap hilang. Namun, benda ini ternyata tetap bertahan selama lebih dari satu abad sebelum akhirnya kembali.

Kisah tersebut juga memperlihatkan bahwa kebijakan penghapusan atau pembekuan denda dapat mendorong orang mengembalikan koleksi yang sudah lama berada di rumah mereka. Bagi Hanson, kebijakan tersebut memberikan kesempatan untuk mengembalikan majalah tanpa harus menghadapi denda yang secara teoritis mencapai lebih dari US$12 ribu.

Bagi Concord Public Library, pengembalian itu justru menghasilkan tambahan koleksi bersejarah yang dapat dipertahankan dan mungkin dipamerkan kepada masyarakat. Pada akhirnya, majalah September 1894 tersebut menyelesaikan perjalanan yang sangat panjang. Setelah 132 tahun, sebuah benda yang seharusnya kembali dalam waktu satu minggu akhirnya kembali ke perpustakaan—bukan lagi sebagai bahan bacaan biasa, melainkan sebagai bagian dari sejarah.

Posting Komentar untuk "Majalah Abad-19 Dikembalikan ke Perpustakaan usai 132 Tahun Dipinjam"