Media Korea Soroti Produksi Descendants of the Sun Indonesia
JAKARTA — Proyek film Descendants of the Sun Indonesia mendapat sorotan dari sejumlah media Korea Selatan. Adaptasi dari drama Korea populer Descendants of the Sun tersebut dinilai menarik karena tidak sekadar memindahkan cerita ke Indonesia, tetapi dikembangkan menjadi film layar lebar dengan latar, budaya, dan emosi yang disesuaikan dengan konteks masyarakat Indonesia.
Perhatian media Korea muncul setelah rumah produksi Korea Selatan Studio & NEW mengumumkan perkembangan terbaru proyek tersebut. Film yang masih menggunakan judul kerja Descendants of the Sun Indonesia itu telah menyelesaikan proses syuting dan kini memasuki tahap pascaproduksi. Film dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 2027, sebelum kemudian dipasarkan ke sejumlah negara, termasuk Korea Selatan.
Dari Drama Korea ke Film Indonesia
Descendants of the Sun pertama kali tayang pada 2016 dan menjadi salah satu drama Korea paling populer di Asia. Drama tersebut dibintangi Song Joong-ki, Song Hye-kyo, Jin Goo, dan Kim Ji-won, dengan cerita yang memadukan romansa, kehidupan militer, dunia medis, serta persoalan kemanusiaan.
Drama aslinya mencatat rating puncak 38,8 persen ketika ditayangkan di Korea Selatan. Kesuksesan tersebut turut memperkuat gelombang Hallyu dan membuat para pemainnya dikenal luas di berbagai negara Asia. Kini, kisah tersebut mendapatkan interpretasi baru melalui film Indonesia yang disutradarai Hanung Bramantyo.
Berbeda dari sekadar membuat ulang setiap adegan drama Korea, Hanung memilih pendekatan adaptasi yang lebih bebas. Cerita akan mengambil gagasan utama dari karya aslinya, tetapi dikembangkan dengan latar dan konflik yang relevan dengan Indonesia.
Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo Jadi Pemeran Utama
Salah satu hal yang paling banyak mendapat perhatian adalah pemilihan pemeran utama. Reza Rahadian dipercaya memainkan karakter utama pria yang dalam versi Korea diperankan Song Joong-ki sebagai Kapten Yoo Si-jin. Sementara itu, Dian Sastrowardoyo memerankan karakter utama perempuan yang dalam versi asli dimainkan Song Hye-kyo sebagai Kang Mo-yeon.
Kehadiran dua aktor papan atas Indonesia tersebut menjadi salah satu daya tarik utama proyek ini. Bagi Reza dan Dian, film tersebut juga menjadi kesempatan untuk membawa kisah percintaan dengan latar dunia militer dan medis ke dalam konteks kehidupan Indonesia.
Media Korea Soroti Keterlibatan Langsung Studio & NEW
Yang membuat proyek ini berbeda dari adaptasi biasa adalah keterlibatan langsung perusahaan Korea yang berada di balik drama aslinya.
Studio & NEW tidak hanya memberikan hak adaptasi kepada pihak Indonesia. Perusahaan tersebut ikut terlibat sejak tahap perencanaan hingga proses produksi.
Media Korea menilai pola kerja sama tersebut penting karena memperluas model bisnis konten Korea. Adaptasi tidak lagi hanya dilakukan melalui penjualan hak remake, tetapi berkembang menjadi kolaborasi produksi lintas negara sejak tahap awal.
SBS News bahkan menyoroti proyek ini sebagai langkah yang melampaui sekadar ekspor hak remake. Keterlibatan langsung perusahaan Korea disebut menjadi bagian dari upaya memperluas bisnis K-content melalui produksi bersama dengan mitra internasional.
Bukan Sekadar Remake Drama 16 Episode
Hanung Bramantyo sebelumnya menjelaskan bahwa film Indonesia ini tidak dibuat sebagai remake langsung dari serial Korea yang memiliki 16 episode. Menurut Hanung, materi cerita sepanjang serial tidak mungkin dipindahkan begitu saja ke dalam film layar lebar. Karena itu, diperlukan penyederhanaan sekaligus pengembangan ulang agar konflik utama dapat bekerja dalam format film.
Pendekatan tersebut membuat Descendants of the Sun Indonesia lebih tepat dipandang sebagai adaptasi lokal ketimbang salinan dari versi Korea. Cerita tetap mempertahankan fondasi utama berupa pertemuan dunia militer dan medis, hubungan antarkarakter, pilihan hidup, serta nilai kemanusiaan. Namun, latar dan persoalan yang dihadapi karakter akan disesuaikan dengan realitas Indonesia.
Hanung Bramantyo Punya Pengalaman Mengadaptasi Karya Korea
Pemilihan Hanung Bramantyo sebagai sutradara juga memiliki alasan tersendiri. Hanung sebelumnya sukses mengadaptasi film Korea Miracle in Cell No. 7 menjadi versi Indonesia. Pengalaman tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam proyek adaptasi karya Korea berikutnya.
Dalam sebuah sesi di IdeaFest 2026, Hanung menceritakan bahwa kesempatan mengembangkan Descendants of the Sun bermula dari kunjungannya ke Korea Selatan setelah keberhasilan Miracle in Cell No. 7. Ia kemudian mendapat sejumlah tawaran intellectual property (IP) Korea untuk diadaptasi ke Indonesia.
Dari sejumlah pilihan tersebut, Hanung tertarik pada Descendants of the Sun karena melihat potensi kuat dalam konflik antara dunia medis dan militer.
Kolaborasi Indonesia-Korea
Proyek ini juga melibatkan sejumlah perusahaan dari Indonesia dan Korea Selatan. Dapur Film milik Hanung Bramantyo bekerja sama dengan sejumlah mitra, termasuk RFA, NEWKO Global Entertainment, Next Entertainment World (NEW), Barunson C&C, D BAY Film Factory, Dwi Warna Sentosa (Tobali Film), dan Piring Langit.
Untuk pasar internasional, Barunson E&A dipercaya menangani penjualan film. Sementara distribusi di Korea Selatan akan ditangani Contents Panda, perusahaan yang berada di bawah NEW. Struktur kerja sama tersebut menunjukkan bahwa film ini sejak awal memang disiapkan bukan hanya untuk pasar Indonesia.
Syuting Telah Rampung
Perkembangan terbaru proyek ini juga cukup signifikan. Proses syuting Descendants of the Sun Indonesia telah selesai dan film kini memasuki tahap pascaproduksi. Artinya, perhatian berikutnya akan tertuju pada penyelesaian penyuntingan, tata suara, musik, visual, serta persiapan distribusi sebelum film tersebut masuk bioskop.
Studio & NEW memastikan film tersebut ditargetkan hadir di Indonesia pada 2027 dan selanjutnya dirilis di pasar internasional, termasuk Korea Selatan.
Tantangan Besar Membawa Cerita Ikonik ke Indonesia
Mengadaptasi Descendants of the Sun tentu bukan perkara sederhana. Drama aslinya memiliki basis penggemar yang besar dan karakter-karakter yang sudah melekat kuat dengan Song Joong-ki dan Song Hye-kyo. Karena itu, film Indonesia menghadapi tantangan ganda. Di satu sisi, pembuat film harus memberikan identitas baru yang kuat. Di sisi lain, mereka harus tetap mempertahankan elemen cerita yang membuat karya aslinya dicintai penonton.
Pemilihan Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo menjadi salah satu strategi untuk menjawab tantangan tersebut. Keduanya memiliki pengalaman panjang dalam memainkan karakter dengan kompleksitas emosional.
Media Korea Melihat Potensi Global
Sorotan dari media Korea memperlihatkan bahwa proyek ini tidak hanya dianggap sebagai produksi film Indonesia biasa. Bagi industri Korea Selatan, keberhasilan adaptasi ini berpotensi menjadi contoh bagaimana IP populer Korea dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan industri film negara lain.
Jika berhasil, model tersebut dapat membuka peluang lebih besar bagi kerja sama Indonesia-Korea dalam produksi film dan pengembangan IP di masa mendatang. Descendants of the Sun Indonesia juga menjadi menarik karena film ini hadir pada tahun ke-10 sejak drama aslinya pertama kali ditayangkan pada 2016.
Tayang 2027, Penggemar Masih Harus Menunggu
Untuk saat ini, penggemar masih harus menunggu hingga 2027 untuk menyaksikan hasil adaptasi tersebut di bioskop.
Belum banyak detail mengenai tanggal tayang, trailer resmi, maupun keseluruhan plot yang telah dibuka kepada publik. Namun, fakta bahwa proses syuting sudah selesai dan proyek memasuki pascaproduksi memberikan gambaran bahwa film tersebut telah memasuki tahap akhir sebelum dirilis.
Dengan keterlibatan langsung Studio & NEW, arahan Hanung Bramantyo, serta duet Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo, Descendants of the Sun Indonesia kini menjadi salah satu film adaptasi yang paling menarik perhatian.
Sorotan media Korea pun menunjukkan bahwa proyek tersebut dipandang lebih dari sekadar remake. Film ini menjadi pertemuan antara IP Korea yang telah mendunia dan kreativitas perfilman Indonesia, dengan harapan dapat melahirkan versi baru yang tetap memiliki identitas lokal sekaligus mampu diterima penonton internasional.

Posting Komentar untuk " Media Korea Soroti Produksi Descendants of the Sun Indonesia"