Menantu Amien Rais Buka-bukaan Usai Mundur Ketum Partai Ummat

Jakarta — Ridho Rahmadi akhirnya buka suara setelah memutuskan mundur dari jabatan Ketua Umum Partai Ummat. Menantu pendiri sekaligus Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, itu menjelaskan alasan di balik keputusannya serta rencana aktivitasnya setelah tidak lagi memimpin kepengurusan partai.

Ridho menyebut pergantian kepemimpinan tersebut sebagai bagian dari proses regenerasi dalam organisasi. Ia juga menegaskan bahwa pengunduran dirinya bukan berarti memutus hubungan dengan Partai Ummat.

Keputusan Ridho mundur telah diterima oleh Majelis Syura Partai Ummat dalam Musyawarah Majelis Syura ke-8 pada 26 Agustus 2026. Pengunduran diri tersebut juga diikuti Sekretaris Jenderal Partai Ummat Taufik Hidayat.

Ridho Kembali ke Dunia Akademik

Setelah meninggalkan jabatan ketua umum, Ridho mengatakan dirinya akan kembali menekuni dunia akademik dan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Ia menyebut kampus tempatnya berkegiatan sebagai "habitat asli" yang kini kembali menjadi fokus utamanya. "Saya sekarang kembali ke kampus Politeknik Artificial Intelligence BMD, ke habitat asli," kata Ridho, Kamis (3/9/2026).

Ridho diketahui memiliki latar belakang akademik di bidang teknologi dan sebelumnya aktif dalam dunia pendidikan. Keputusan kembali ke kampus membuat aktivitasnya setelah mundur dari Partai Ummat lebih banyak diarahkan pada bidang akademik dan AI. Ia juga menyampaikan bahwa kampus tersebut baru memasuki tahun kedua sehingga membutuhkan perhatian lebih besar darinya.

Mengaku Sudah Berdiskusi dengan Amien Rais

Sebelum mengambil keputusan, Ridho mengatakan dirinya telah berdiskusi terlebih dahulu dengan Amien Rais. Menurut Ridho, Amien mendukung keputusan tersebut. Tidak ada keterangan bahwa pengunduran diri itu merupakan bentuk perselisihan antara dirinya dan Amien. Ridho justru menyebut keputusan tersebut berkaitan dengan keinginannya untuk lebih fokus pada aktivitas akademik dan kampus AI yang didirikannya.

Dukungan Amien juga disertai pesan agar Partai Ummat tetap mempersiapkan diri menghadapi agenda politik mendatang, khususnya Pemilu 2029. "Pak Amien mendukung, untuk pesan ke kepemimpinan baru agar mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadapi Pemilu 2029," ujar Ridho.

Tetap Menjadi Bagian dari Partai Ummat

Meski tidak lagi menjadi ketua umum, Ridho memastikan dirinya tidak keluar dari Partai Ummat. Ia masih tercatat sebagai anggota Majelis Syura. Posisi tersebut membuat Ridho tetap memiliki keterikatan struktural dengan partai meski tidak lagi menjalankan tugas sebagai pimpinan harian. "Saya tidak di kepengurusan, tapi masih sebagai anggota Majelis Syura karena memang aturan di Partai Ummat, ketum adalah anggota Majelis Syura yang ditugaskan," jelasnya. Dengan demikian, pengunduran diri Ridho lebih tepat dipahami sebagai pergantian tugas dalam struktur kepemimpinan partai, bukan sebagai keluarnya dia dari Partai Ummat.

Sebelumnya Disebut Kesulitan Membagi Waktu

Sebelum Ridho memberikan penjelasan langsung, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Ummat Ansufri Idrus Sambo telah mengungkap alasan di balik pengunduran dirinya. Sambo menyebut Ridho menghadapi persoalan dalam membagi waktu antara aktivitasnya sebagai pimpinan partai dengan kegiatan lainnya. Kondisi kesehatan Ridho juga disebut menjadi salah satu pertimbangan selama menjalankan kepengurusan.

Namun, dalam penjelasan terbarunya, Ridho lebih menekankan keputusannya sebagai bagian dari regenerasi organisasi sekaligus kesempatan untuk kembali fokus pada bidang akademik dan AI. Ia menggambarkan pergantian tersebut seperti estafet dalam sebuah tim. Menurutnya, ketika seseorang yang berada di depan mulai kelelahan, tugas dapat dilanjutkan oleh anggota berikutnya sehingga organisasi tetap dapat bergerak menuju tujuan yang telah ditetapkan.

Ridho dan Taufik Mundur Bersamaan

Pengunduran diri Ridho juga diikuti Taufik Hidayat dari jabatan Sekjen Partai Ummat. Taufik sebelumnya membenarkan bahwa dirinya mundur karena posisi ketua umum dan sekretaris jenderal dipilih dalam satu paket. Taufik menyatakan pengunduran dirinya berlaku sejak 20 Agustus 2026. Sementara surat pengunduran diri keduanya kemudian diterima secara resmi oleh Majelis Syura pada 26 Agustus. Pergantian tersebut kemudian diikuti penunjukan pejabat sementara untuk memastikan roda organisasi Partai Ummat tetap berjalan.

Ansufri Sambo Jadi Plt Ketua Umum

Majelis Syura Partai Ummat menunjuk Ansufri Idrus Sambo sebagai Plt Ketua Umum menggantikan Ridho. Sementara posisi Plt Sekjen dipercayakan kepada Muhammad Sadiq. Keduanya bertugas menjalankan roda organisasi selama masa transisi kepemimpinan. Penunjukan tersebut membuat Partai Ummat kini memasuki fase baru menjelang persiapan menghadapi Pemilu 2029. Bagi Ridho, perubahan kepemimpinan ini merupakan bagian dari proses regenerasi yang normal dalam sebuah organisasi.

Fokus Partai Ummat Menuju Pemilu 2029

Pesan Amien Rais agar kepemimpinan baru mempersiapkan Partai Ummat menghadapi Pemilu 2029 menjadi salah satu poin penting setelah pergantian ketua umum. Partai Ummat perlu melakukan konsolidasi internal, memperkuat struktur organisasi, sekaligus mempersiapkan strategi politik untuk menghadapi kontestasi nasional berikutnya.

Ridho mengatakan dirinya tetap akan memberikan dukungan meski tidak lagi berada dalam jajaran kepengurusan harian. Dengan masih berstatus sebagai anggota Majelis Syura, keterlibatan Ridho dalam partai masih terbuka, terutama dalam urusan yang berkaitan dengan fungsi Majelis Syura.

Bukan Berarti Meninggalkan Politik

Keputusan Ridho kembali ke dunia akademik juga tidak serta-merta berarti dirinya meninggalkan politik. Ia masih menjadi bagian dari Partai Ummat dan tetap berada dalam struktur Majelis Syura. Hanya saja, perannya tidak lagi sebagai ketua umum yang bertanggung jawab atas operasional kepengurusan sehari-hari.

Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan upaya Partai Ummat melakukan pembagian tugas dan regenerasi kepemimpinan. Ridho kini dapat mencurahkan lebih banyak perhatian pada pengembangan pendidikan dan teknologi AI, sementara kepemimpinan operasional partai dilanjutkan oleh Ansufri Sambo.

Perjalanan Ridho sebagai Ketum

Ridho Rahmadi sebelumnya ditunjuk sebagai Ketua Umum Partai Ummat pada 2021. Ia kemudian menjadi salah satu wajah utama partai yang didirikan Amien Rais tersebut. Latar belakang Ridho sebagai akademisi dan profesional di bidang teknologi menjadi salah satu karakter yang membedakannya dari sejumlah tokoh politik senior di Partai Ummat.

Selama memimpin, Ridho berada di tengah berbagai dinamika politik nasional dan proses pembangunan organisasi Partai Ummat. Kini, setelah sekitar lima tahun berada di posisi tersebut, tongkat kepemimpinan beralih kepada pejabat sementara.

Menunggu Babak Baru Partai Ummat

Pengunduran diri Ridho Rahmadi menjadi momentum penting bagi Partai Ummat. Partai harus memastikan pergantian kepemimpinan tidak mengganggu konsolidasi internal dan persiapan menuju Pemilu 2029. Di sisi lain, Ridho memilih kembali ke bidang yang sudah lama menjadi keahliannya. Ia tetap berada di lingkungan Partai Ummat melalui keanggotaannya di Majelis Syura, tetapi aktivitas hariannya akan lebih banyak diarahkan pada dunia akademik dan pengembangan AI.

Dengan dukungan Amien Rais dan kepemimpinan sementara Ansufri Sambo, Partai Ummat kini memasuki fase transisi. Fokus berikutnya adalah menjaga soliditas internal sekaligus menjalankan pesan Amien untuk mempersiapkan organisasi menghadapi Pemilu 2029.

Bagi Ridho, keputusan mundur bukan akhir dari keterlibatannya dengan Partai Ummat. Ia hanya berpindah peran—dari pemimpin operasional partai kembali ke dunia akademik, sembari tetap mempertahankan posisinya sebagai bagian dari Majelis Syura.

Posting Komentar untuk "Menantu Amien Rais Buka-bukaan Usai Mundur Ketum Partai Ummat"