Mengapa Messi Masuk Nominasi Ballon d'Or, tapi Ronaldo Tidak?
JAKARTA — Lionel Messi kembali masuk dalam daftar nominasi Ballon d'Or 2026, sementara rival abadinya, Cristiano Ronaldo, justru kembali absen. Perbedaan tersebut langsung menjadi perbincangan karena keduanya sama-sama masih aktif bermain dan memiliki catatan individu yang impresif.
France Football mengumumkan 30 nominasi Ballon d'Or 2026 pada 8 September. Messi masuk dalam daftar setelah menjalani musim yang kuat bersama Inter Miami dan Timnas Argentina. Sementara itu, Ronaldo tidak termasuk dalam 30 kandidat meski berhasil membawa Al-Nassr menjuarai Liga Arab Saudi. Lantas, mengapa Messi bisa masuk nominasi sementara Ronaldo tidak?
Messi Kembali Masuk Setelah Dua Tahun Absen
Nominasi 2026 menjadi comeback bagi Messi. Pemain asal Argentina tersebut kembali masuk daftar Ballon d'Or setelah sebelumnya absen dalam dua edisi terakhir. Messi memiliki modal kuat dari penampilannya sepanjang periode penilaian. Ia mencatat kontribusi gol dan assist yang sangat tinggi bersama Inter Miami, sekaligus tampil menonjol bersama Argentina di Piala Dunia 2026.
Reuters mencatat Messi menghasilkan 75 gol dan assist dalam 49 pertandingan bersama klub dan negaranya. Ia juga membawa Argentina melaju hingga final Piala Dunia 2026. Catatan tersebut menjadi alasan kuat mengapa Messi kembali dipertimbangkan untuk penghargaan individu paling bergengsi di sepak bola dunia.
Piala Dunia Menjadi Faktor Besar
Salah satu perbedaan paling mencolok antara Messi dan Ronaldo dalam persaingan Ballon d'Or 2026 adalah performa mereka di level tim nasional. Messi membawa Argentina hingga final Piala Dunia 2026. Penampilan tersebut memperkuat kembali statusnya sebagai salah satu pemain paling menentukan di turnamen terbesar sepak bola dunia.
Bagi Ballon d'Or, performa internasional memang menjadi bagian penting karena periode penilaian 2026 mencakup kompetisi internasional, termasuk Piala Dunia. Periode resmi penilaian berlangsung dari 3 Agustus 2025 hingga 19 Juli 2026. Dengan demikian, performa Messi bersama Argentina ikut masuk dalam penilaian.
Ronaldo Tidak Mendapat Keuntungan dari Piala Dunia
Situasinya berbeda bagi Cristiano Ronaldo. Ronaldo memang tetap tampil produktif bersama Al-Nassr dan berhasil meraih gelar Liga Arab Saudi. Namun, performanya di level internasional tidak menghasilkan dorongan yang sama terhadap pencalonannya seperti yang didapat Messi.
Ronaldo tidak masuk dalam daftar 30 nominasi Ballon d'Or 2026. Ini merupakan tahun keempat secara beruntun dirinya tidak masuk daftar tersebut. Dengan kata lain, status sebagai pencetak gol produktif saja tidak otomatis menjamin nominasi Ballon d'Or.
Ballon d'Or Tidak Hanya Menghitung Jumlah Gol
Salah satu hal penting yang perlu dipahami adalah Ballon d'Or bukan penghargaan khusus untuk pemain dengan jumlah gol terbanyak.
Regulasi resmi Ballon d'Or 2026 menetapkan tiga kriteria utama secara berurutan:
- Performa individu, termasuk seberapa menentukan dan impresif seorang pemain.
- Performa kolektif dan gelar yang diraih.
- Kelas serta sportivitas atau fair play.
Artinya, jumlah gol memang penting, tetapi bukan satu-satunya pertimbangan. Seorang pemain bisa mencetak banyak gol tetapi tetap tidak masuk nominasi apabila performa keseluruhannya dinilai kalah dibandingkan pemain lain.
Faktor Kompetisi Juga Menjadi Perhatian
Salah satu alasan yang banyak dibahas terkait absennya Ronaldo adalah kompetisi yang diikutinya. Ronaldo bermain untuk Al-Nassr di Liga Arab Saudi. Kompetisi tersebut terus berkembang dan memiliki banyak pemain kelas dunia, tetapi secara umum masih dipandang belum memiliki tingkat persaingan yang sama dengan liga elite Eropa.
Kondisi ini menjadi penting karena Ballon d'Or menilai performa secara keseluruhan, bukan hanya statistik mentah. Ronaldo memang berhasil membantu Al-Nassr mengakhiri penantian gelar liga domestik. Namun, pencapaian tersebut tampaknya belum cukup untuk mengalahkan kandidat lain yang tampil impresif di liga elite Eropa sekaligus kompetisi internasional.
Messi Justru Membawa Inter Miami ke Level Berbeda
Messi juga bermain di luar Eropa. Namun, perbedaannya terletak pada kombinasi performa klub dan tim nasional. Bersama Inter Miami, Messi tetap menjadi pusat permainan dan menghasilkan kontribusi ofensif besar. Pada saat bersamaan, ia memiliki kesempatan tampil di kompetisi internasional bersama Argentina.
Hal tersebut membuat portofolio Messi selama periode penilaian menjadi lebih kuat. Ia bukan hanya mengandalkan performa di MLS, tetapi juga memiliki catatan internasional yang sangat menonjol.
Messi Memburu Ballon d'Or Kesembilan
Nominasi 2026 kembali membuka peluang Messi untuk menambah koleksi Ballon d'Or. Messi merupakan pemegang rekor dengan delapan Ballon d'Or. Ia terakhir memenangkan penghargaan tersebut pada 2023. Jika kembali menjadi pemenang tahun ini, Messi akan memperlebar jarak dari Ronaldo yang memiliki lima trofi Ballon d'Or.
Namun, jalan menuju trofi kesembilan tidak akan mudah. Daftar 2026 dipenuhi pemain-pemain elite seperti Harry Kane, Erling Haaland, Kylian Mbappe, Lamine Yamal, Jude Bellingham, Rodri dan Ousmane Dembele.
Harry Kane dan Haaland Jadi Pesaing Serius
Harry Kane menjadi salah satu kandidat terkuat setelah menjalani musim luar biasa bersama Bayern Munich. Kane mencetak puluhan gol sepanjang musim dan membantu Bayern meraih treble. Bersama Inggris, ia juga tampil dalam perjalanan hingga semifinal Piala Dunia.
Erling Haaland juga masuk daftar kandidat utama. Penyerang Manchester City tersebut mencetak 58 gol untuk klub dan negaranya selama periode penilaian. Keduanya memiliki keunggulan berupa performa luar biasa di kompetisi klub Eropa serta kontribusi internasional.
Mbappe dan Yamal Juga Mengancam
Selain Kane dan Haaland, Kylian Mbappe dan Lamine Yamal juga menjadi kandidat kuat. Mbappe kembali masuk nominasi setelah mencatat pencapaian besar bersama Real Madrid dan Prancis. Ia juga mencetak sejarah dengan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Piala Dunia.
Sementara itu, Yamal menjadi bagian penting dari keberhasilan Barcelona dan Spanyol. Kehadiran banyak kandidat muda membuat persaingan Ballon d'Or 2026 menjadi salah satu yang paling menarik dalam beberapa tahun terakhir.
Messi Unggul di Pengalaman dan Pengaruh
Jika dibandingkan dengan sebagian besar kandidat, Messi memiliki keunggulan dalam hal pengalaman dan kemampuan menentukan pertandingan. Pada usia 39 tahun, Messi masih mampu menjadi pemain utama sebuah tim nasional yang mencapai final Piala Dunia.
Fakta tersebut membuat pencalonannya menjadi sesuatu yang istimewa. Messi bukan sekadar masuk nominasi karena reputasi masa lalu. Statistik dan performanya selama periode penilaian juga memberikan dasar kuat untuk pencalonan tersebut.
Mengapa Gelar Liga Saudi Tidak Cukup untuk Ronaldo?
Pertanyaan ini menjadi inti perdebatan di kalangan penggemar. Ronaldo berhasil membawa Al-Nassr meraih gelar liga domestik setelah penantian panjang. Secara individu, ia juga tetap mencetak banyak gol. Namun, Ballon d'Or mempertimbangkan kualitas kompetisi, pencapaian kolektif, performa individu, serta performa di panggung internasional.
Dengan Ronaldo tidak mendapatkan pencapaian internasional yang sebanding dengan Messi dalam periode penilaian, nominasi akhirnya lebih sulit diperoleh. Ini bukan berarti pencapaian Ronaldo tidak berarti. Justru keberhasilannya meraih gelar bersama Al-Nassr menjadi salah satu argumen mengapa absennya dari daftar 30 besar menimbulkan perdebatan.
Peraturan Ballon d'Or Menjelaskan Perbedaannya
Ballon d'Or 2026 menggunakan periode penilaian yang jelas, yaitu dari 3 Agustus 2025 sampai 19 Juli 2026. Piala Dunia 2026 yang berlangsung pada periode tersebut ikut diperhitungkan. Setelah 30 kandidat ditentukan, juri yang terdiri dari wartawan olahraga dari negara-negara yang masuk 100 besar peringkat FIFA memberikan suara. Setiap juri memilih 10 pemain dan memberikan poin berdasarkan urutan pilihan. Dengan sistem tersebut, nominasi bukan semata-mata hasil popularitas atau sejarah pemain.
Ini Bukan Berarti Messi Pasti Menang
Masuk nominasi dan memenangkan Ballon d'Or adalah dua hal berbeda. Messi kini berada di antara 30 kandidat, tetapi keputusan akhir ada di tangan para juri. Bahkan dengan pencapaian luar biasa di Piala Dunia, Messi harus bersaing dengan pemain seperti Kane, Haaland, Mbappe dan Yamal yang juga memiliki musim spektakuler.
Karena itu, nominasi Messi sebaiknya tidak langsung diartikan sebagai tanda bahwa ia akan memenangkan penghargaan.
Ronaldo dan Messi Memasuki Babak Akhir Rivalitas
Absennya Ronaldo sementara Messi kembali masuk nominasi juga memiliki makna simbolis. Selama lebih dari satu dekade, keduanya mendominasi penghargaan individu sepak bola dunia. Messi mengoleksi delapan Ballon d'Or, sedangkan Ronaldo lima. Kini, usia keduanya sudah jauh lebih senior dibandingkan sebagian besar kandidat lainnya.
Messi masih mendapatkan tempat dalam daftar elite, sedangkan Ronaldo kembali harus melihat persaingan dari luar. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa era persaingan Messi-Ronaldo secara perlahan memasuki fase akhir.
Jadi, Apa Alasan Utamanya?
Jika dirangkum, ada beberapa faktor utama yang menjelaskan mengapa Messi masuk nominasi Ballon d'Or 2026 sedangkan Ronaldo tidak. Pertama, Messi tampil sangat produktif bersama Inter Miami dan Argentina. Kedua, Messi membawa Argentina hingga final Piala Dunia 2026, sebuah pencapaian yang sangat berpengaruh dalam periode penilaian.
Ketiga, performa Messi dinilai berdasarkan kombinasi kontribusi individu, pencapaian tim dan pertandingan internasional. Keempat, Ronaldo memang sukses bersama Al-Nassr, tetapi pencapaiannya datang terutama di kompetisi domestik Arab Saudi.
Kelima, kualitas dan konteks kompetisi menjadi salah satu faktor yang membuat pencapaian Ronaldo tidak cukup untuk menembus 30 besar.
Pada akhirnya, bukan semata-mata karena Messi lebih populer atau Ronaldo sudah terlalu tua. Sistem Ballon d'Or memang menilai performa pemain selama periode tertentu dan menggunakan kombinasi performa individu, prestasi kolektif serta aspek sportivitas.
Ballon d'Or 2026 Digelar di London
Pengumuman pemenang Ballon d'Or 2026 akan berlangsung pada 26 Oktober 2026 di London Palladium Theatre, Inggris. Pemilihan London memiliki makna khusus karena edisi 2026 sekaligus memperingati 70 tahun Ballon d'Or. Penghargaan tersebut pertama kali diberikan pada 1956 kepada legenda Inggris, Stanley Matthews.
Kini pertanyaannya bukan lagi apakah Messi layak masuk nominasi—karena namanya sudah resmi berada di daftar 30 besar. Pertanyaan terbesar adalah apakah Lionel Messi mampu mengubah nominasi comeback tersebut menjadi Ballon d'Or kesembilan, atau justru generasi baru seperti Kane, Haaland, Mbappe, Yamal dan kandidat lainnya yang akan mengambil alih panggung.
Satu hal yang pasti, absennya Ronaldo dan kembalinya Messi membuat Ballon d'Or 2026 kembali menghadirkan salah satu babak menarik dalam rivalitas dua pemain terbesar sepak bola modern.

Posting Komentar untuk " Mengapa Messi Masuk Nominasi Ballon d'Or, tapi Ronaldo Tidak?"