Messi Kembali ke Timnas Argentina: Panggung Terakhir Sang Maestro
Jakarta – Lionel Messi kembali masuk dalam skuad Timnas Argentina meski baru saja mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional. Pemanggilan tersebut bukan untuk kembali menjalani karier reguler bersama La Albiceleste, melainkan untuk menjalani laga perpisahan sebagai penghormatan atas perjalanan panjangnya bersama tim nasional.
Messi dijadwalkan tampil dalam laga persahabatan Argentina melawan Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires, pada 6 Oktober 2026. Pertandingan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda Argentina setelah Piala Dunia 2026.
Messi Sempat Mengumumkan Pensiun
Keputusan pemanggilan Messi datang hanya beberapa pekan setelah sang megabintang mengumumkan pensiun dari Timnas Argentina. Messi menyampaikan keputusan tersebut setelah Argentina kalah 0-1 dari Spanyol dalam final Piala Dunia 2026. Turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu sebelumnya disebut sebagai salah satu kesempatan terakhir Messi untuk tampil di panggung terbesar sepak bola dunia.
Pada 31 Agustus 2026, Messi kemudian mengumumkan bahwa perjalanan panjangnya bersama tim nasional telah berakhir. Ia menyebut keputusan tersebut tidak mudah, tetapi merasa sudah waktunya memberikan ruang bagi generasi pemain berikutnya. Keputusan tersebut sempat membuat publik bertanya-tanya apakah final Piala Dunia 2026 benar-benar menjadi penampilan terakhir Messi bersama Argentina.
Kini, jawabannya sedikit berubah. Messi memang tidak kembali untuk menjalani karier internasional secara reguler, tetapi ia akan mendapatkan kesempatan mengucapkan salam perpisahan secara resmi di hadapan pendukung Argentina.
Laga Melawan Benin Jadi Perpisahan Resmi
Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) memasukkan nama Messi dalam daftar pemain untuk pertandingan melawan Benin. Laga tersebut akan berlangsung di Stadion Monumental, Buenos Aires, pada 6 Oktober. Stadion ini memiliki arti khusus bagi Messi karena menjadi salah satu panggung penting dalam perjalanan kariernya bersama Argentina.
Menurut laporan Reuters, pertandingan melawan Benin merupakan bagian dari rangkaian tiga pertandingan kandang Argentina. Sebelumnya, Argentina dijadwalkan menghadapi Bolivia pada 30 September di Córdoba dan Burkina Faso pada 3 Oktober di Buenos Aires. Pertandingan melawan Benin kemudian menjadi penutup rangkaian tersebut sekaligus momentum penghormatan bagi Messi.
Bukan Comeback Permanen
Pemanggilan Messi kali ini perlu dibedakan dari comeback sebagai pemain aktif tim nasional. Messi telah menyatakan pensiun dari Argentina setelah Piala Dunia 2026. Karena itu, kehadirannya dalam skuad untuk menghadapi Benin lebih tepat dipandang sebagai kesempatan perpisahan daripada awal dari periode baru bersama La Albiceleste.
Belum ada indikasi bahwa Messi akan kembali memperkuat Argentina dalam pertandingan kompetitif setelah laga tersebut. AFA juga berencana memberikan penghormatan khusus kepada Messi. Para pemain yang menjadi bagian dari skuad juara Piala Dunia 2022 disebut turut diundang bersama keluarga mereka untuk menghadiri momen tersebut.
Perjalanan Panjang Messi Bersama Argentina
Perjalanan Messi bersama Timnas Argentina berlangsung lebih dari dua dekade. Ia melakukan debut senior pada 2005 dan kemudian berkembang menjadi pemain dengan peran sentral sekaligus kapten La Albiceleste. Karier internasional Messi tidak selalu berjalan mulus. Ia sempat menghadapi kritik setelah Argentina mengalami sejumlah kegagalan di turnamen besar, termasuk kekalahan pada final Copa America dan Piala Dunia.
Namun, periode tersebut akhirnya berubah setelah Argentina meraih Copa America 2021. Trofi tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan Messi bersama tim nasional senior. Argentina kemudian menjuarai Finalissima 2022 dan Piala Dunia 2022 di Qatar.
Piala Dunia 2022 Menjadi Titik Puncak
Piala Dunia 2022 menjadi salah satu pencapaian terbesar Messi bersama Argentina. Argentina menaklukkan Prancis melalui adu penalti dalam final yang berlangsung dramatis di Lusail, Qatar. Messi mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut dan kemudian menjadi pemain penting dalam keberhasilan Argentina meraih gelar juara dunia.
Trofi tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang Messi untuk memenangkan Piala Dunia bersama tim senior Argentina. Setelah sebelumnya gagal di final Piala Dunia 2014, Messi akhirnya mengangkat trofi paling bergengsi dalam sepak bola internasional.
Dua Gelar Copa America
Selain Piala Dunia, Messi juga membawa Argentina meraih dua gelar Copa America. Gelar pertama datang pada 2021 ketika Argentina mengalahkan Brasil di final. Trofi tersebut sangat berarti karena menjadi gelar besar pertama Messi bersama tim nasional senior. Argentina kemudian kembali menjadi juara Copa America pada 2024. Rangkaian kesuksesan tersebut membuat periode akhir karier Messi bersama Argentina dipenuhi dengan trofi internasional utama.
Final Piala Dunia 2026 Jadi Laga Terakhir Kompetitif
Sebelum keputusan pensiun diumumkan, Messi kembali memimpin Argentina pada Piala Dunia 2026. Argentina melaju hingga final, tetapi harus mengakhiri turnamen sebagai runner-up setelah kalah 0-1 dari Spanyol melalui pertandingan yang berlangsung hingga babak perpanjangan waktu.
Final tersebut kemudian menjadi pertandingan kompetitif terakhir Messi bersama Argentina. Kekalahan itu sekaligus menjadi akhir yang emosional setelah Messi sebelumnya membawa negaranya menjadi juara dunia pada 2022.
Argentina Bersiap Memasuki Era Baru
Pensiunnya Messi membuat Argentina memasuki fase baru. Selama bertahun-tahun, Messi menjadi pusat permainan sekaligus salah satu figur utama di ruang ganti. Setelah kepergiannya, perhatian akan beralih kepada generasi pemain berikutnya untuk mengambil peran lebih besar.
Sejumlah nama seperti Julián Álvarez dan Lautaro Martínez menjadi bagian dari generasi yang selama ini bermain bersama Messi dan kini memiliki kesempatan lebih besar untuk menjadi wajah baru La Albiceleste. Namun, pergantian generasi tidak berarti Argentina akan langsung kehilangan identitas permainan yang dibangun dalam beberapa tahun terakhir.
Pelatih Lionel Scaloni masih memiliki kelompok pemain yang menjadi bagian dari era kesuksesan Argentina dalam beberapa tahun terakhir.
Ban Kapten dan Nomor 10
Salah satu pertanyaan yang juga muncul setelah pensiunnya Messi adalah mengenai masa depan ban kapten serta nomor 10 Argentina. Messi telah identik dengan nomor 10 selama sebagian besar karier internasionalnya. Nomor tersebut juga memiliki sejarah panjang dalam sepak bola Argentina karena pernah dikenakan Diego Maradona.
Pergantian era membuat Argentina harus menentukan bagaimana nomor tersebut akan digunakan setelah Messi benar-benar meninggalkan tim nasional. Namun, siapa pun yang nantinya mengenakan nomor 10 akan menghadapi warisan besar yang ditinggalkan Messi.
Panggung Terakhir Sang Maestro
Laga melawan Benin akan menjadi kesempatan bagi publik Argentina untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Messi sebagai pemain tim nasional. Bagi Messi, pertandingan tersebut juga menjadi penutup perjalanan yang berlangsung lebih dari dua dekade—dari seorang pemain muda yang melakukan debut pada 2005 hingga menjadi kapten yang mengangkat trofi Piala Dunia.
Keputusan untuk kembali satu pertandingan setelah mengumumkan pensiun memberikan kesempatan bagi Messi dan suporter Argentina untuk menutup perjalanan tersebut di hadapan publik sendiri. Setelah laga melawan Benin, era Messi bersama Timnas Argentina diperkirakan benar-benar memasuki halaman terakhir. Ia tidak lagi menjadi bagian dari proyek kompetitif La Albiceleste, tetapi warisannya akan tetap menjadi bagian dari sejarah sepak bola Argentina.
Dengan demikian, pertandingan di Monumental bukan sekadar laga persahabatan. Bagi Argentina dan Messi, pertandingan tersebut menjadi momen perpisahan resmi seorang pemain yang selama lebih dari 20 tahun menjadi salah satu simbol terbesar sepak bola negaranya.

Posting Komentar untuk " Messi Kembali ke Timnas Argentina: Panggung Terakhir Sang Maestro"