MIND ID Kerahkan Personel Damkar Tangani Karhutla di Mempawah Kalbar
MEMPAWAH — Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, mengerahkan puluhan personel pemadam kebakaran bersertifikat untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Langkah tersebut menjadi bagian dari respons cepat perusahaan terhadap kebakaran yang berdampak terhadap lingkungan dan masyarakat di wilayah tersebut.
Sebanyak 60 personel Emergency Response Group (ERG) dari berbagai wilayah operasional Grup MIND ID dikerahkan ke Mempawah. Mereka berasal dari wilayah operasional di Sumatra, Jawa, Sulawesi hingga Papua. Mobilisasi personel tersebut dilakukan untuk memperkuat upaya pemadaman yang sebelumnya telah berjalan di lapangan. Tim MIND ID bekerja bersama berbagai unsur pemerintah dan aparat untuk mengendalikan titik api serta mencegah kebakaran meluas.
60 Personel Pemadam Dikerahkan
MIND ID mengonsolidasikan 60 personel pemadam kebakaran yang memiliki sertifikasi dan pengalaman dalam penanganan keadaan darurat. Mereka merupakan bagian dari ERG Grup MIND ID yang selama ini disiapkan untuk menghadapi kondisi kedaruratan di wilayah operasional perusahaan. Para personel tersebut langsung melakukan berbagai kegiatan di lokasi terdampak, mulai dari penyisiran wilayah, penyemprotan, pembasahan area, hingga pengendalian titik api.
Kehadiran personel tambahan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pemadaman di lapangan, terutama pada titik-titik yang membutuhkan penanganan lebih cepat.
Titik Api Terdeteksi di Sekitar Area Operasional
Penanganan karhutla di Mempawah juga berkaitan dengan munculnya titik api di sekitar area operasional PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) dan PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI). Sejak titik api terdeteksi, tim ERG telah bergerak melakukan penyisiran dan pengendalian kebakaran. Upaya tersebut kemudian diperkuat dengan kedatangan personel dari berbagai wilayah operasional Grup MIND ID. Penanganan dilakukan secara terpadu sehingga upaya pemadaman tidak hanya berfokus pada api yang terlihat, tetapi juga pada pengendalian agar titik api tidak kembali menyala dan menyebar ke area lainnya.
Libatkan BNPB, TNI, Polri hingga Tim Pemadam Setempat
MIND ID tidak menangani karhutla secara sendiri. Operasi di Mempawah dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, pemerintah daerah, serta tim pemadam setempat. Kolaborasi lintas instansi dinilai penting mengingat penanganan karhutla membutuhkan personel, peralatan, pemantauan, dan koordinasi yang kuat.
Selain unsur pemerintah dan aparat, tim pemadam perusahaan juga bekerja bersama pihak-pihak lain yang berada di lokasi terdampak untuk memastikan upaya pengendalian kebakaran dapat dilakukan secara terintegrasi.
Tidak Hanya Kirim Personel, MIND ID Bawa Peralatan Pemadam
MIND ID juga memobilisasi sejumlah peralatan dan perlengkapan pendukung untuk memperkuat operasi pemadaman. Perlengkapan yang dibawa antara lain foam pemadam kebakaran, alat pelindung diri (APD), turnout gear, selang kebakaran, serta perlengkapan perlindungan pernapasan berupa masker medis dan masker N95.
Peralatan tersebut digunakan untuk mendukung keselamatan personel sekaligus membantu proses pemadaman di area yang terdampak. Masker juga disiapkan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap. Hal ini menjadi perhatian karena karhutla tidak hanya menimbulkan risiko terhadap ekosistem, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat di sekitar lokasi kebakaran.
Fokus pada Perlindungan Masyarakat dan Lingkungan
MIND ID menyatakan penanganan karhutla diarahkan untuk melindungi masyarakat dan lingkungan. Dampak kebakaran dapat meluas dari kerusakan vegetasi hingga gangguan kualitas udara dan aktivitas sosial-ekonomi warga. Selain itu, kawasan hutan dan lahan yang terbakar dapat mengganggu habitat flora dan fauna. Karena itu, pengendalian api menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih besar. MIND ID menilai penanganan tidak berhenti ketika api berhasil dipadamkan. Perusahaan juga menekankan pentingnya proses pemulihan kawasan terdampak setelah fase tanggap darurat selesai.
Maroef Sjamsoeddin: MIND ID Hadir Bersama Masyarakat
Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin mengatakan pengerahan relawan Grup MIND ID merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan yang terdampak karhutla. Saat meninjau daerah terdampak di Mempawah pada Jumat, 4 September 2026, Maroef menegaskan bahwa kehadiran tim ditujukan untuk membantu mempercepat pengendalian titik api sekaligus mengurangi risiko yang dihadapi masyarakat. Menurut MIND ID, keterlibatan personel dari berbagai wilayah operasional menunjukkan semangat gotong royong dalam menghadapi kondisi darurat.
Relawan Datang dari Berbagai Wilayah
Salah satu hal yang menonjol dalam operasi ini adalah asal personel yang dikerahkan. Sebanyak 60 personel pemadam bersertifikat didatangkan dari wilayah operasional Grup MIND ID yang tersebar di Sumatra, Jawa, Sulawesi, hingga Papua. Mobilisasi lintas wilayah tersebut dilakukan untuk memperkuat sumber daya manusia yang sudah bekerja di lapangan. Dengan pengalaman penanganan keadaan darurat, para personel ERG diharapkan mampu membantu mempercepat proses pengendalian kebakaran sekaligus meningkatkan keamanan selama operasi.
ANTAM dan PT BAI Turut Memperkuat Penanganan
Sebagai bagian dari Grup MIND ID, ANTAM dan PT BAI juga terlibat dalam penanganan karhutla di Mempawah. Tim ERG dari kedua perusahaan tersebut melakukan berbagai kegiatan di lapangan, termasuk penyisiran dan pembasahan area. Penanganan dilakukan bersama ERG Grup MIND ID dan unsur gabungan lainnya. Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto juga turun langsung meninjau penanganan karhutla dan memastikan kesiapan personel serta dukungan perusahaan di lokasi terdampak.
Karhutla Jadi Perhatian Serius di Kalimantan Barat
Kebakaran hutan dan lahan menjadi salah satu ancaman lingkungan yang rutin mendapat perhatian di Kalimantan Barat, terutama ketika kondisi cuaca dan lahan mendukung penyebaran api. Karhutla dapat menimbulkan kabut asap yang mengganggu kualitas udara, jarak pandang, kesehatan masyarakat, serta aktivitas ekonomi. Karena itu, pemadaman harus dilakukan sedini mungkin agar api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. Penanganan di Mempawah juga menjadi bagian dari upaya bersama berbagai pihak untuk menekan dampak karhutla di Kalimantan Barat.
Pemadaman Tidak Berhenti pada Api yang Terlihat
Salah satu tantangan dalam penanganan karhutla adalah memastikan api benar-benar terkendali. Setelah api permukaan berhasil dipadamkan, petugas tetap perlu melakukan penyisiran dan pembasahan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Karena itu, personel ERG tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga memantau area terdampak dan melakukan tindakan pengendalian di lokasi yang berpotensi kembali terbakar. Strategi tersebut penting terutama pada area yang memiliki material mudah terbakar atau kondisi lahan yang memungkinkan api kembali menyala.
MIND ID Dorong Penanganan hingga Tahap Pemulihan
MIND ID menyatakan komitmennya untuk mendukung penanganan karhutla secara menyeluruh. Artinya, perhatian perusahaan tidak hanya diarahkan pada fase pemadaman, tetapi juga terhadap dampak sosial dan lingkungan setelah kebakaran. Perusahaan menyebut proses pemulihan kawasan terdampak menjadi bagian penting agar lingkungan dapat kembali berfungsi dan masyarakat dapat beraktivitas secara lebih aman.
Division Head of Institutional Relations MIND ID Selly Adriatika menyebut solidaritas relawan yang datang dari berbagai wilayah mencerminkan semangat gotong royong keluarga besar Grup MIND ID dalam mendampingi masyarakat. Menurutnya, upaya tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk penanganan sementara, tetapi juga untuk membantu mengurangi beban masyarakat dan mendukung pemulihan lingkungan.
Perlindungan Kesehatan Masyarakat Jadi Perhatian
Selain pemadaman, aspek kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian MIND ID. Kabut asap akibat karhutla dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan. Karena itu, MIND ID turut menyediakan masker medis dan N95 bagi personel maupun masyarakat yang terdampak asap.
Masyarakat yang berada di kawasan terdampak juga diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk serta menggunakan masker yang sesuai ketika harus beraktivitas di tengah kondisi berasap.
Sinergi Jadi Kunci Penanganan Karhutla
Penanganan karhutla di Mempawah menunjukkan bahwa pengendalian kebakaran membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Pemerintah daerah, BNPB, TNI, Polri, perusahaan, tim pemadam, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menghadapi ancaman kebakaran. Keterlibatan MIND ID melalui pengerahan 60 personel bersertifikat dan perlengkapan pendukung menjadi tambahan kekuatan bagi operasi pemadaman yang sedang berlangsung.
Dengan semakin banyaknya personel dan peralatan yang tersedia, pengendalian titik api diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sekaligus mencegah api meluas ke kawasan lain.
Komitmen Jangka Panjang terhadap Lingkungan
MIND ID menempatkan penanganan karhutla sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan. Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berhubungan dengan kondisi darurat, tetapi juga memiliki konsekuensi jangka panjang terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat. Karena itu, selain membantu pemadaman, Grup MIND ID menyatakan akan terus mendukung proses pemulihan kawasan dan masyarakat terdampak. Langkah tersebut sejalan dengan upaya perusahaan untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas industri, perlindungan lingkungan, dan kepentingan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Kesimpulan
MIND ID mengerahkan 60 personel pemadam kebakaran bersertifikat dari berbagai wilayah Indonesia untuk membantu menangani karhutla di Mempawah, Kalimantan Barat. Para personel ERG tersebut bekerja bersama BNPB, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta tim pemadam setempat untuk melakukan penyisiran, penyemprotan, pembasahan, dan pengendalian titik api.
Selain personel, MIND ID juga mengirimkan berbagai perlengkapan seperti foam pemadam, APD, turnout gear, selang kebakaran, serta masker medis dan N95. Bantuan tersebut ditujukan untuk memperkuat operasi pemadaman sekaligus melindungi petugas dan masyarakat dari dampak kabut asap.
Keterlibatan Grup MIND ID, ANTAM, PT BAI, dan berbagai unsur pemerintah menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi karhutla. Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus memperkuat pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas serta memastikan kawasan terdampak dapat dipulihkan setelah fase pemadaman berakhir.

Posting Komentar untuk " MIND ID Kerahkan Personel Damkar Tangani Karhutla di Mempawah Kalbar"