Mulai 2027, Tempat-Tempat Wisata Ikonik di Korsel Naikkan Tarif Masuk
Seoul — Wisatawan yang berencana mengunjungi Korea Selatan perlu menyiapkan anggaran lebih besar mulai tahun depan. Sejumlah destinasi wisata sejarah ikonik, termasuk istana kerajaan dan makam kerajaan Dinasti Joseon, akan menaikkan tarif masuk mulai 1 Januari 2027. Kebijakan tersebut disiapkan pemerintah Korea Selatan setelah tarif tiket sejumlah situs warisan budaya tidak mengalami perubahan selama sekitar 20 tahun. Korea Heritage Service menyatakan standar tarif baru akan diumumkan pada November 2026 setelah pemerintah menggelar forum publik untuk mendapatkan masukan dari masyarakat.
Kenaikan tarif ini dilakukan ketika jumlah wisatawan yang mengunjungi situs-situs warisan budaya Korea Selatan terus meningkat. Pada semester pertama 2026 saja, sekitar 7,41 juta orang mengunjungi empat istana kerajaan utama di Seoul dan Jongmyo Shrine.
Tarif Sudah Tidak Berubah Sejak 2005
Selama ini, biaya masuk ke sejumlah istana kerajaan Korea Selatan tergolong sangat murah jika dibandingkan dengan destinasi warisan budaya terkenal di negara lain. Saat ini, tiket dewasa untuk Gyeongbokgung Palace dan Changdeokgung Palace masing-masing dibanderol 3.000 won atau sekitar Rp35 ribu, tergantung nilai tukar.
Sementara itu, tiket masuk Changgyeonggung Palace, Deoksugung Palace, dan Jongmyo Shrine hanya 1.000 won. Untuk mengunjungi Secret Garden di Changdeokgung, wisatawan perlu membayar tambahan 5.000 won. Adapun tiket masuk makam kerajaan Dinasti Joseon saat ini berkisar antara 500 hingga 2.000 won, bergantung pada lokasi.
Tarif tersebut terakhir kali dinaikkan pada 2005. Setelah hampir dua dekade tanpa perubahan, pemerintah menilai struktur harga saat ini sudah tidak lagi mencerminkan kondisi operasional dan tingginya jumlah wisatawan.
Berapa Tarif Baru?
Pertanyaan yang paling banyak muncul tentu mengenai berapa besar kenaikan harga tiket mulai 2027. Untuk saat ini, pemerintah Korea Selatan belum menetapkan angka final. Korea Heritage Service berencana mengumumkan standar tarif baru pada November 2026.
Sebelum menetapkan tarif, pemerintah akan mempertimbangkan hasil studi kelayakan serta masukan masyarakat melalui forum publik. Dengan demikian, wisatawan belum dapat memastikan apakah tiket Gyeongbokgung, misalnya, akan naik menjadi 5.000 won, 7.000 won, 10.000 won, atau nominal lainnya.
Satu angka yang menjadi perhatian adalah hasil survei publik sebelumnya. Pengunjung dalam sebuah kajian mengenai tarif baru menyatakan bersedia membayar rata-rata sekitar 9.730 won untuk tiket masuk ke empat istana kerajaan utama, Jongmyo Shrine, dan makam kerajaan Joseon. Angka tersebut belum tentu menjadi tarif resmi, tetapi memberikan gambaran mengenai tingkat harga yang menurut pemerintah masih dapat diterima pengunjung.
Gyeongbokgung Jadi Salah Satu yang Terdampak
Gyeongbokgung Palace menjadi salah satu destinasi yang kemungkinan paling banyak dirasakan dampaknya. Istana yang berada di pusat Seoul tersebut merupakan salah satu tujuan wisata paling populer di Korea Selatan. Kompleks Gyeongbokgung juga menjadi lokasi favorit wisatawan untuk mengenakan hanbok, pakaian tradisional Korea, sekaligus berfoto di kawasan istana.
Selama ini, wisatawan yang mengenakan hanbok tetap mendapatkan akses masuk gratis ke sejumlah istana kerajaan. Kebijakan tersebut diperkirakan tetap dipertahankan meskipun struktur tarif baru diberlakukan. Artinya, wisatawan yang ingin menghemat biaya masih memiliki alternatif dengan menyewa dan mengenakan hanbok selama berkunjung.
Changdeokgung dan Secret Garden
Selain Gyeongbokgung, Changdeokgung Palace juga menjadi destinasi penting yang akan terdampak penyesuaian tarif. Changdeokgung terkenal dengan kompleks taman belakangnya yang dikenal sebagai Secret Garden atau Huwon. Kawasan ini selama ini memiliki tarif tambahan di luar tiket masuk utama. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan, pemerintah menghadapi tantangan untuk menjaga kondisi bangunan dan taman sekaligus memberikan pengalaman yang nyaman bagi pengunjung.
Penyesuaian harga tiket diharapkan dapat membantu menyediakan dana tambahan untuk kebutuhan konservasi dan pengelolaan situs warisan budaya.
Makam Kerajaan Joseon Juga Naik
Kenaikan tidak hanya menyasar istana di pusat Seoul. Makam kerajaan Dinasti Joseon yang tersebar di berbagai wilayah Korea Selatan juga masuk dalam kebijakan penyesuaian tarif. Saat ini harga tiketnya berkisar 500-2.000 won, tergantung kompleks makam yang dikunjungi. Tarif tersebut juga tidak mengalami perubahan sejak 2005.
Makam kerajaan Joseon memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi. Sebagian kompleks makam bahkan masuk daftar Warisan Dunia UNESCO. Pemerintah menilai biaya pemeliharaan situs-situs tersebut terus meningkat seiring bertambahnya usia bangunan, fasilitas, lanskap, dan infrastruktur pendukung.
Jumlah Wisatawan Terus Melonjak
Salah satu alasan utama pemerintah melakukan penyesuaian harga adalah pertumbuhan jumlah pengunjung. Data Korea Heritage Service menunjukkan lebih dari 7,41 juta wisatawan mengunjungi empat istana utama Seoul—Gyeongbokgung, Changdeokgung, Changgyeonggung, dan Deoksugung—serta Jongmyo Shrine sepanjang Januari-Juni 2026.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Pertumbuhan wisatawan asing bahkan tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan keseluruhan pengunjung. Tren tersebut tidak terlepas dari semakin kuatnya popularitas Korea Selatan sebagai destinasi wisata internasional. Fenomena Korean Wave, termasuk K-pop, drama Korea, film, kuliner, dan budaya tradisional, turut mendorong wisatawan untuk datang langsung ke negara tersebut.
Mengapa Tiket Perlu Dinaikkan?
Pemerintah Korea Selatan memiliki sejumlah alasan untuk menaikkan tarif. Pertama, biaya pemeliharaan meningkat. Situs bersejarah membutuhkan perawatan berkala agar bangunan, taman, artefak, dan fasilitas pengunjung tetap terjaga. Kedua, jumlah wisatawan semakin banyak. Lonjakan kunjungan berarti kebutuhan terhadap keamanan, kebersihan, informasi wisata, fasilitas umum, hingga pengaturan arus pengunjung juga meningkat.
Ketiga, tarif saat ini dinilai terlalu rendah dibandingkan dengan situs warisan budaya terkenal di negara lain. Sebagai pembanding, Palace of Versailles di Prancis mengenakan tarif sekitar 35 euro bagi pengunjung dari luar European Economic Area pada musim ramai. Sementara Himeji Castle di Jepang menetapkan tarif 2.500 yen untuk pengunjung nonpenduduk.
Perbandingan tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah Korea Selatan untuk menilai kembali harga tiket situs warisan budayanya.
Bukan Sekadar Menaikkan Harga
Korea Heritage Service menegaskan kebijakan tersebut bukan semata-mata bertujuan meningkatkan pendapatan. Pemerintah juga tengah mengembangkan berbagai program untuk meningkatkan pengalaman wisatawan serta memperkuat nilai ekonomi kawasan warisan budaya.
Salah satu gagasan yang sedang dikembangkan adalah program K-Heritage Stay, yang memungkinkan wisatawan mendapatkan pengalaman menginap di lokasi warisan budaya tertentu. Konsep tersebut diharapkan membuat situs sejarah tidak hanya menjadi tempat untuk datang, berfoto, lalu pergi, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman wisata yang lebih mendalam.
Wisatawan Masih Bisa Masuk Gratis dalam Kondisi Tertentu
Meskipun tarif akan naik, tidak semua pengunjung harus membayar. Sejumlah kelompok tetap memperoleh pembebasan biaya berdasarkan aturan yang berlaku. Untuk wisatawan asing, misalnya, pengunjung berusia 18 tahun atau lebih muda dan mereka yang berusia 65 tahun ke atas termasuk kelompok yang dapat memperoleh akses gratis.
Warga Korea Selatan memiliki ketentuan yang berbeda. Pengunjung berusia 24 tahun atau lebih muda serta mereka yang berusia 65 tahun ke atas dapat memperoleh pembebasan biaya, bersama sejumlah kelompok lain seperti penerima penghargaan nasional dan kelompok tertentu yang memenuhi persyaratan. Pengunjung yang mengenakan hanbok juga mendapatkan akses gratis ke sejumlah istana kerajaan.
Dampaknya bagi Turis Indonesia
Bagi wisatawan Indonesia, kenaikan tarif tersebut kemungkinan tidak akan terlalu besar terhadap total biaya perjalanan ke Korea Selatan. Biaya tiket istana saat ini relatif kecil dibandingkan dengan tiket pesawat, akomodasi, transportasi, makanan, serta biaya belanja. Namun, bagi wisatawan yang mengunjungi banyak situs sekaligus, perubahan tarif tetap perlu diperhitungkan dalam anggaran perjalanan.
Wisatawan yang melakukan perjalanan secara mandiri juga disarankan memeriksa tarif terbaru sebelum berangkat karena harga resmi baru akan diketahui setelah pemerintah Korea Selatan mengumumkan standar pada November 2026.
Korea Selatan Menghadapi Tantangan Overtourism
Kebijakan tarif baru juga dapat dilihat dalam konteks persoalan overtourism atau kepadatan wisatawan. Ketika sebuah destinasi menjadi terlalu populer, pemerintah harus menjaga keseimbangan antara memberikan akses luas kepada wisatawan dan melindungi situs yang rentan mengalami kerusakan.
Tarif masuk dapat menjadi salah satu instrumen untuk menghasilkan dana konservasi sekaligus membantu mengatur jumlah dan pola kunjungan. Namun, karena harga tiket Korea Selatan selama ini relatif murah, kenaikan tarif kemungkinan lebih ditujukan untuk menyesuaikan biaya pengelolaan daripada secara agresif membatasi wisatawan.
Museum Nasional Korea Juga Jadi Perhatian
Perubahan kebijakan tarif situs sejarah ini berlangsung di tengah perdebatan lebih luas mengenai biaya masuk tempat budaya di Korea Selatan. National Museum of Korea juga sempat menjadi pusat diskusi mengenai kemungkinan penerapan tiket masuk untuk pameran permanen. Museum tersebut sebelumnya memberlakukan akses gratis untuk koleksi permanen sejak 2008. Pemerintah sempat mempertimbangkan pengenaan tarif kembali mulai 2027.
Perdebatan tersebut memperlihatkan dilema yang dihadapi pemerintah: mempertahankan akses budaya secara gratis atau meminta pengunjung ikut berkontribusi terhadap biaya pemeliharaan dan peningkatan kualitas layanan.
Tarif Baru Berlaku Mulai 1 Januari 2027
Dengan kebijakan yang telah diumumkan, wisatawan perlu mencatat satu tanggal penting: 1 Januari 2027. Mulai tanggal tersebut, tarif baru untuk istana kerajaan dan makam kerajaan Joseon dijadwalkan mulai berlaku. Namun, nominal final belum diumumkan. Pemerintah akan melakukan forum publik pada November dan kemudian menetapkan standar harga berdasarkan hasil kajian serta masukan masyarakat.
Bagi wisatawan yang sudah merencanakan perjalanan ke Korea Selatan pada 2027, perubahan ini menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Pada akhirnya, kenaikan tarif tersebut merupakan konsekuensi dari semakin populernya Korea Selatan sebagai destinasi wisata. Dengan jumlah pengunjung yang terus bertambah, pemerintah dituntut memastikan bahwa popularitas tersebut tidak mengorbankan kelestarian warisan budaya.

Posting Komentar untuk " Mulai 2027, Tempat-Tempat Wisata Ikonik di Korsel Naikkan Tarif Masuk"