Nyaris 300 Warga AS Terpapar Kambing Rabies di Kebun Binatang Keliling

North Carolina, 5 September 2026 — Hampir 300 orang di North Carolina, Amerika Serikat (AS), harus menjalani evaluasi setelah diduga terpapar rabies dari kambing-kambing yang dibawa sebuah kebun binatang keliling atau mobile petting zoo.

Kasus ini bermula setelah beberapa anak kambing milik Farm Adventures, sebuah usaha mobile petting zoo yang berbasis di Harmony, North Carolina, dinyatakan positif rabies. Hewan-hewan tersebut diketahui berinteraksi langsung dengan pengunjung dalam berbagai kegiatan di sejumlah wilayah selama hampir satu bulan.

Hingga Rabu, sebanyak 284 orang telah dievaluasi oleh departemen kesehatan setempat, sementara sebagian lainnya berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan. Dari jumlah tersebut, otoritas kesehatan merekomendasikan post-exposure prophylaxis (PEP) atau pengobatan pencegahan rabies kepada 213 orang.

Tiga Anak Kambing Positif Rabies

Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan North Carolina (NCDHHS) mengonfirmasi pada 28 Agustus bahwa beberapa anak kambing di Farm Adventures positif rabies. Hasil pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Masyarakat Negara Bagian North Carolina memastikan virus rabies terdapat pada tiga dari empat anak kambing yang diperiksa. Satu kambing lainnya tidak menjalani pemeriksaan, tetapi dianggap juga kemungkinan terinfeksi.

Menurut otoritas, anak-anak kambing tersebut kemungkinan besar terpapar rabies setelah seekor sigung liar (skunk) masuk ke kandang mereka pada akhir Juli. Pemilik Farm Adventures, Misty Love, mengatakan kambing-kambing tersebut berada di kandang terpisah karena masih terlalu muda untuk mendapatkan vaksinasi rabies. Seekor kambing kemudian mati pada 19 Agustus, sementara kambing lain jatuh sakit dan harus dieutanasia sehari setelahnya.

Kambing Dibawa ke Berbagai Acara

Situasi menjadi perhatian serius karena kambing-kambing tersebut tidak hanya berada di peternakan. Farm Adventures membawa hewan-hewan itu ke berbagai lokasi di North Carolina antara 28 Juli hingga 27 Agustus 2026. Dalam periode tersebut, kambing berinteraksi dengan masyarakat di sedikitnya 10 lokasi.

Beberapa lokasi merupakan acara komunitas, fasilitas lansia, kegiatan kembali ke sekolah, acara pribadi, hingga fasilitas perawatan lanjut usia. NCDHHS kemudian mengidentifikasi sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi tempat paparan, antara lain:

  • 28 Juli: Jurney's Assisted Living di Statesville.
  • 30 Juli: Acara pribadi di Mecklenburg County.
  • 1 Agustus: Community Connections Back-to-School Bash di Lexington.
  • 6 Agustus: Brookdale Peachtree di Statesville.
  • 8 Agustus: Acara pribadi di Watauga County.
  • 9 Agustus: Acara pribadi di Burke County.
  • 15 Agustus: Masonic Picnic Grounds di Mocksville.
  • 16 Agustus: Acara pribadi di Durham County.
  • 22 Agustus: Acara pribadi di Iredell County.
  • 23 Agustus: Acara pribadi di Durham County.

Petugas kesehatan bekerja sama dengan penyelenggara acara untuk mengidentifikasi dan memberi tahu orang-orang yang kemungkinan melakukan kontak langsung dengan kambing tersebut.

213 Orang Direkomendasikan Menjalani PEP

Dari 284 orang yang telah dievaluasi oleh departemen kesehatan lokal, 213 orang direkomendasikan mendapatkan PEP. PEP merupakan rangkaian pengobatan yang diberikan setelah seseorang diduga terpapar rabies, tetapi sebelum penyakit tersebut berkembang menjadi infeksi klinis. Menurut laporan kesehatan, PEP sangat efektif mencegah rabies apabila diberikan secara tepat dan segera setelah paparan. Penanganannya dapat meliputi pembersihan luka, pemberian imunoglobulin rabies, serta serangkaian vaksin rabies.

NCDHHS juga menyatakan masyarakat yang merasa melakukan kontak dengan kambing terdampak sebaiknya menghubungi departemen kesehatan setempat terlebih dahulu untuk mendapatkan penilaian risiko dan mengetahui apakah pengobatan diperlukan.

Delapan Penghuni Panti Jompo Jalani Pengobatan

Salah satu lokasi yang mendapat perhatian adalah Jurney's Assisted Living Home di Statesville. Sebanyak delapan penghuni fasilitas tersebut menjalani pengobatan setelah berinteraksi dengan kambing-kambing yang terinfeksi. Pihak fasilitas mengatakan tidak ada penghuni yang menolak pengobatan.

Petugas kesehatan bahkan mendatangi fasilitas tersebut untuk memberikan vaksin lanjutan sehingga para penghuni tidak perlu bepergian untuk mendapatkan perawatan. Kejadian tersebut juga membuat pengelola fasilitas mempertimbangkan kembali kunjungan hewan ternak. Mereka menyatakan tetap menerima kunjungan anjing, tetapi tidak lagi berencana menerima hewan ternak seperti kambing.

Bagaimana Rabies Bisa Menular?

Rabies merupakan penyakit virus yang menyerang sistem saraf pusat mamalia. Penularan umumnya terjadi ketika air liur hewan yang terinfeksi masuk ke tubuh manusia melalui gigitan, cakaran, luka terbuka, atau selaput lendir seperti mata, hidung, dan mulut. Dalam kasus kambing ini, risiko tidak hanya berasal dari gigitan. NCDHHS menjelaskan bahwa kontak dengan air liur hewan yang terinfeksi juga dapat menjadi jalur paparan.

Hal tersebut menjadi perhatian karena anak kambing dalam petting zoo biasanya sering diberi susu menggunakan botol, digendong, dibelai, dan dipeluk pengunjung. Kontak yang sangat dekat membuat otoritas kesehatan memilih melakukan penilaian risiko secara proaktif.

Rabies Sangat Berbahaya Jika Gejala Sudah Muncul

Salah satu alasan otoritas kesehatan bergerak cepat adalah karena rabies hampir selalu berakibat fatal setelah gejala klinis berkembang. Gejala awal dapat menyerupai penyakit ringan, seperti lemas, demam, sakit kepala, serta sensasi kesemutan atau gatal di lokasi paparan. Gejala dapat muncul berminggu-minggu hingga berbulan-bulan setelah seseorang terpapar.

Karena itu, orang yang merasa pernah melakukan kontak berisiko tidak dianjurkan menunggu sampai mengalami gejala. Evaluasi medis harus dilakukan sesegera mungkin agar dokter dapat menentukan apakah PEP diperlukan.

Tidak Ada Kasus Rabies Manusia di North Carolina Sejak 2011

Meski insiden ini melibatkan ratusan orang, otoritas menegaskan bahwa rabies pada manusia sangat jarang terjadi di AS. North Carolina sendiri belum melaporkan kasus rabies pada manusia sejak 2011. Pemerintah negara bagian menyatakan memiliki persediaan pengobatan pencegahan yang memadai untuk menangani orang yang benar-benar membutuhkan.

NCDHHS juga berkoordinasi dengan pusat kesehatan lokal, rumah sakit, Departemen Pertanian dan Layanan Konsumen North Carolina, serta Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dalam menangani insiden tersebut.

Sekitar 300 Hewan Positif Rabies Setiap Tahun

Rabies sebenarnya bukan penyakit baru bagi North Carolina. Menurut NCDHHS, sekitar 300 hewan dinyatakan positif rabies setiap tahun di negara bagian tersebut. Penyakit ini lebih sering ditemukan pada hewan liar, terutama sigung, rakun, kelelawar, dan rubah.

Pada 2025, lebih dari 4.000 hewan dikirim untuk menjalani pemeriksaan rabies di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Negara Bagian North Carolina. Sekitar 6 persen di antaranya dinyatakan positif. Kasus pada kambing ini menunjukkan bagaimana virus yang umumnya ditemukan pada satwa liar dapat berpindah ke hewan ternak dan kemudian menciptakan risiko paparan kepada manusia.

Kambing yang Terpapar Telah Dieutanasia

Farm Adventures menyatakan empat anak kambing yang dianggap berpotensi menularkan rabies telah dieutanasia. Pemeriksaan menemukan virus pada tiga ekor. Sementara itu, hewan-hewan lain di peternakan terus dipantau. Berdasarkan penilaian yang dilakukan hingga saat ini, otoritas menyatakan tidak menemukan hewan lain di peternakan yang dianggap menimbulkan risiko paparan rabies kepada masyarakat.

Mengapa Kasus Ini Menjadi Perhatian?

Kasus tersebut menjadi perhatian karena memperlihatkan risiko yang dapat muncul dari interaksi langsung masyarakat dengan hewan, bahkan ketika hewan tersebut terlihat sehat. Kebun binatang keliling dan kegiatan petting zoo memang memungkinkan anak-anak maupun orang dewasa berinteraksi lebih dekat dengan hewan. Namun, interaksi semacam itu juga membutuhkan prosedur kesehatan hewan dan keselamatan pengunjung yang ketat.

Dalam kasus ini, periode paparan berlangsung dari akhir Juli hingga akhir Agustus sebelum keberadaan rabies pada kambing dikonfirmasi. Akibatnya, petugas kesehatan harus menelusuri berbagai lokasi dan mengidentifikasi orang-orang yang mungkin melakukan kontak dengan hewan tersebut.

Masyarakat Diminta Tidak Menunggu Gejala

NCDHHS meminta siapa pun yang pernah menyentuh, menggendong, memberi makan, atau melakukan kontak langsung dengan anak kambing Farm Adventures selama periode 28 Juli-27 Agustus 2026 untuk menghubungi departemen kesehatan setempat.

Masyarakat diminta tidak menunggu munculnya gejala rabies. Petugas kesehatan akan menentukan berdasarkan jenis kontak, waktu kejadian, kondisi luka jika ada, dan faktor lainnya apakah seseorang membutuhkan PEP.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa interaksi dengan hewan di acara publik tidak sepenuhnya bebas risiko. Meski rabies pada kambing tergolong tidak umum, paparan tetap harus dianggap serius karena penyakit tersebut hampir selalu fatal apabila gejala sudah muncul.

Penutup

Kasus hampir 300 warga North Carolina yang harus menjalani evaluasi setelah berinteraksi dengan kambing rabies menjadi salah satu insiden kesehatan masyarakat yang mendapat perhatian besar di AS. Sebanyak 284 orang telah dievaluasi dan 213 di antaranya direkomendasikan mendapatkan PEP. Investigasi masih berlangsung untuk memastikan seluruh orang yang mungkin terpapar telah teridentifikasi.

Otoritas kesehatan menekankan bahwa rabies dapat dicegah setelah paparan jika penanganan diberikan sebelum gejala berkembang. Karena itu, siapa pun yang merasa melakukan kontak langsung dengan kambing yang terinfeksi sebaiknya segera meminta penilaian medis dan tidak menunggu sampai muncul gejala.

Posting Komentar untuk "Nyaris 300 Warga AS Terpapar Kambing Rabies di Kebun Binatang Keliling"