Polisi: 3 Barang Ditemukan di Selat Sunda Bukan Milik Wartawan Hilang
Jakarta – Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK). Dalam proses pencarian, sejumlah benda ditemukan mengapung di laut. Namun, polisi memastikan barang-barang tersebut bukan bagian dari perlengkapan keselamatan kapal yang membawa rombongan wartawan.
Temuan itu sempat menjadi harapan baru bagi tim pencari karena lokasinya berada di kawasan operasi SAR. Setelah dilakukan pemeriksaan dan dicocokkan dengan keterangan pemilik kapal, barang-barang tersebut dinyatakan tidak berkaitan dengan Arupadhatu 1.
Life Jacket dan Pelampung Putih Bukan Milik Kapal Wartawan
Pada hari ketiga pencarian, TNI AL menemukan sebuah life jacket berwarna oranye dan pelampung berbentuk tabung berwarna putih di perairan sekitar Anyer. Kedua benda tersebut ditemukan KAL Anyer saat melakukan penyisiran. Lokasinya berada sekitar 7,5 nautical mile dari titik terakhir rombongan dilaporkan hilang kontak.
Awalnya, tim SAR belum dapat memastikan apakah benda tersebut merupakan perlengkapan yang digunakan delapan orang yang hilang. Barang kemudian diamankan untuk diperiksa dan dicocokkan dengan perlengkapan kapal Arupadhatu 1. Kapolda Banten Irjen Pol Hengki kemudian menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan memastikan life jacket dan pelampung putih tersebut bukan milik Arupadhatu 1.
Kepastian diperoleh setelah polisi meminta keterangan dari pemilik kapal, Sandi Wiyasa. Petugas juga membandingkan barang temuan dengan perlengkapan yang ada di kapal Arupadhatu 2 yang juga dimiliki Sandi.
Polisi Cocokkan dengan Video
Polisi tidak hanya mengandalkan keterangan pemilik kapal untuk mengidentifikasi benda tersebut. Tim juga mencocokkan perlengkapan keselamatan yang ditemukan dengan dokumentasi video yang memperlihatkan rombongan wartawan dan kapal Arupadhatu. Hasil pencocokan menunjukkan life jacket dan pelampung yang ditemukan tidak sama dengan perlengkapan yang digunakan atau tersedia di kapal Arupadhatu 1 maupun Arupadhatu 2.
Dengan demikian, kedua barang tersebut tidak dapat dijadikan petunjuk bahwa rombongan wartawan telah ditemukan atau bahwa mereka berada di lokasi penemuan benda tersebut.
Ada Temuan Life Jacket Lain
Pada hari keempat pencarian, KAL Anyer kembali menemukan sebuah life jacket berwarna oranye di perairan Anyer. Benda tersebut ditemukan sekitar tiga mil dari lokasi temuan sebelumnya dan langsung dibawa ke posko untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, pada hari kelima, Sabtu (12/9/2026), tim SAR menemukan sejumlah benda lain saat memperluas penyisiran.
KN SAR Tetuka menemukan satu jeriken minyak berwarna biru, satu helm merah, serta dua jaket pelampung berwarna oranye dan merah. Namun, laporan terbaru menyebut benda-benda tersebut masih menjalani proses identifikasi dan belum dapat dipastikan berkaitan dengan kapal Arupadhatu 1. Karena itu, penting membedakan antara barang yang ditemukan dalam operasi SAR dan barang yang telah dipastikan berasal dari kapal yang dicari.
Delapan Orang Masih Belum Ditemukan
Hingga perkembangan terbaru, delapan orang yang berada dalam rombongan Arupadhatu 1 masih dalam pencarian.
Lima di antaranya merupakan jurnalis, yakni:
- M Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA
- Ari Basuki dari Merdeka.com
- Yudistiro Pranoto dari iNews
- Firman Daus dari Anadolu Agency
- Donal Husni, jurnalis lepas
Sementara tiga orang lainnya merupakan kru dan pemandu kapal, yakni Warta sebagai kapten, Surakman sebagai anak buah kapal, dan Heriyanto sebagai pemandu. Rombongan tersebut dilaporkan hilang kontak pada Senin (7/9/2026) setelah berangkat menggunakan speedboat Arupadhatu 1 untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Pencarian Terus Diperluas
Tim SAR gabungan terus memperluas area pencarian untuk meningkatkan peluang menemukan delapan orang yang hilang. Pada hari kelima, wilayah pencarian laut diperluas hingga ribuan mil persegi. Operasi melibatkan berbagai unsur, antara lain Basarnas, TNI AL, Polri, serta unsur SAR lainnya.
Sejumlah kapal dan alat pendukung dikerahkan, termasuk KRI Kerambit, KP Sanjaya, KAL Pahawang, KAL Anyer, KN SAR Antasena, KN SAR Tetuka, helikopter dan drone thermal. Polri juga menyatakan operasi pencarian dilakukan secara terpadu dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus, gelombang serta aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Cuaca Jadi Kendala Pencarian
Proses pencarian menghadapi tantangan berat karena kondisi cuaca dan perairan Selat Sunda. Kabut tebal menyebabkan jarak pandang terbatas. Kondisi tersebut juga menghambat pencarian melalui udara. Pada hari kelima, operasi udara dengan helikopter bahkan hanya dapat berlangsung sekitar 41 menit sebelum sortie berikutnya dibatalkan karena kondisi yang tidak memungkinkan. Pencarian kemudian dilanjutkan pada hari berikutnya.
Selain kabut, tim juga harus memperhitungkan angin, gelombang, perubahan arus serta kondisi di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Polri Selidiki Kondisi Kapal
Selain menjalankan operasi pencarian, polisi juga melakukan penyelidikan terhadap rangkaian peristiwa sebelum Arupadhatu 1 hilang kontak. Subditgakkum Ditpolairud Polda Banten telah meminta keterangan dari sejumlah pihak, termasuk pemilik kapal, pekerja galangan kapal, serta pihak yang berkaitan dengan proses docking dan perbaikan kapal.
Meski penyelidikan dilakukan secara bersamaan, fokus utama aparat tetap mencari delapan orang yang masih belum ditemukan. Polri juga mengimbau masyarakat, nelayan, maupun pihak lain yang memiliki informasi mengenai keberadaan Arupadhatu 1 atau delapan orang tersebut untuk segera melaporkannya kepada Basarnas atau aparat berwenang.
Keluarga Masih Menunggu Kabar
Hilangnya lima jurnalis dan tiga kru kapal menimbulkan keprihatinan di kalangan keluarga, rekan kerja, dan komunitas pers. Sejumlah aksi solidaritas dan doa bersama digelar untuk mendoakan keselamatan para jurnalis yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Sementara itu, keluarga terus menantikan informasi resmi dari tim SAR dan meminta pencarian dilakukan semaksimal mungkin.
Temuan Barang Belum Berarti Korban Ditemukan
Temuan berbagai benda di laut menjadi bagian penting dalam operasi pencarian karena dapat membantu petugas membaca kemungkinan arah pergerakan kapal atau korban. Namun, polisi menegaskan bahwa benda yang ditemukan tidak otomatis merupakan barang milik rombongan yang hilang.
Dalam kasus ini, setidaknya life jacket oranye dan pelampung putih yang ditemukan pada hari ketiga telah dipastikan bukan bagian dari perlengkapan Arupadhatu 1. Temuan life jacket berikutnya dan barang-barang lain masih harus melalui proses pemeriksaan. Dengan demikian, pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru masih terus berlangsung. Tim SAR akan kembali menyisir kawasan Selat Sunda dengan memperluas sektor pencarian dan mengerahkan berbagai sarana laut maupun udara. Hingga 13 September 2026, belum ada informasi resmi yang menyatakan delapan orang tersebut telah ditemukan.

Posting Komentar untuk " Polisi: 3 Barang Ditemukan di Selat Sunda Bukan Milik Wartawan Hilang"