Respons Gubernur Kaltim usai Sabet 2 Penghargaan Pemda Berprestasi
Balikpapan – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil membawa pulang dua penghargaan Terbaik I dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi 2026 Batch II Regional Kalimantan. Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyambut capaian tersebut dengan rasa syukur, namun menegaskan penghargaan bukanlah tujuan akhir.
Dua penghargaan itu diberikan untuk kategori Akses Penduduk terhadap Layanan Pendidikan serta Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan tingkat provinsi. Penghargaan diserahkan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto dalam acara yang berlangsung di Hotel Platinum, Balikpapan, Kamis (3/9/2026) malam.
Rudy Mas’ud Bersyukur Kaltim Raih Dua Penghargaan
Rudy Mas’ud mengungkapkan rasa syukur atas capaian yang diraih Kaltim. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kerja pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan dasar yang berkualitas bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, kita sangat bersyukur dengan dua prestasi terbaik yang mampu kita raih malam ini,” ujar Rudy, Jumat (4/9/2026). Meski demikian, Rudy mengingatkan jajaran Pemprov Kaltim agar tidak cepat berpuas diri. Ia menilai capaian tersebut justru harus menjadi dorongan untuk meningkatkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di berbagai sektor. “Ke depan, kita harus meningkatkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) kita,” tegasnya.
Raih Terbaik I di Bidang Pendidikan dan Kesehatan
Dua penghargaan yang diterima Kaltim menunjukkan kinerja pemerintah provinsi dalam dua layanan dasar yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Pada kategori Akses Penduduk terhadap Layanan Pendidikan, Kaltim menjadi Terbaik I tingkat provinsi, disusul Kalimantan Utara sebagai Terbaik II.
Sementara pada kategori Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan, Kaltim juga menempati posisi Terbaik I. Posisi berikutnya ditempati Kalimantan Barat. Keberhasilan tersebut menjadi capaian penting karena pendidikan dan kesehatan merupakan bagian utama pelayanan dasar yang menjadi ukuran kinerja pemerintah daerah.
Pendidikan Gratis Jadi Salah Satu Program Unggulan
Dalam merespons penghargaan tersebut, Rudy juga menyinggung berbagai kebijakan pemerintah provinsi di bidang pendidikan. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pemberian dukungan pendidikan bagi masyarakat Kaltim. Berdasarkan laporan yang dikutip sejumlah media, Pemprov Kaltim menjalankan program pendidikan gratis hingga jenjang perguruan tinggi, termasuk pendidikan S1 hingga S3 dengan sejumlah persyaratan.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kaltim. Dengan meningkatnya akses pendidikan, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat daerah yang memiliki kesempatan memperoleh pendidikan tinggi dan pada akhirnya mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Penghargaan Bukan Tujuan Akhir
Rudy menegaskan penghargaan yang diterima Kaltim tidak boleh dipandang sebagai tujuan akhir pemerintahan. Menurutnya, prestasi tersebut harus menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus berinovasi, meningkatkan pelayanan publik, dan memastikan pembangunan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
“Penghargaan bukanlah tujuan akhir, prestasi harus menjadi motivasi bagi seluruh pemerintah daerah untuk terus berinovasi memperbaiki pelayanan dan memastikan pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat,” kata Rudy dalam kegiatan tersebut. Dengan demikian, ukuran keberhasilan pemerintah tidak berhenti pada jumlah penghargaan yang diperoleh, tetapi juga pada sejauh mana program pemerintah dirasakan masyarakat.
Kaltim Bersiap Fokus pada Lingkungan
Setelah berhasil meraih penghargaan di bidang pendidikan dan kesehatan, Rudy menyatakan Kaltim akan memberikan perhatian lebih terhadap persoalan lingkungan. Dalam agenda pembangunan berikutnya, Pemprov Kaltim akan mempersiapkan program yang sejalan dengan arahan pemerintah pusat mengenai Indonesia ASRI, yakni gerakan yang menekankan kondisi aman, sehat, resik, dan indah.
Rudy menyebut Kaltim akan mempersiapkan implementasi program tersebut untuk 2027. Fokus ini menjadi semakin relevan mengingat persoalan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah dan kebakaran hutan serta lahan, menjadi salah satu perhatian dalam penilaian pemerintah daerah.
Ajang Pemda Berprestasi Jadi Ruang Kolaborasi
Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Batch II Regional Kalimantan bukan hanya menjadi arena pemberian penghargaan. Kegiatan tersebut juga mempertemukan kepala daerah dari lima provinsi di Pulau Kalimantan.
Rudy menilai forum tersebut memiliki arti strategis karena masing-masing daerah memiliki karakteristik, potensi, serta persoalan yang berbeda, tetapi berada dalam satu kawasan yang saling terhubung. Karena itu, pembangunan Kalimantan menurutnya tidak seharusnya dilakukan secara sendiri-sendiri. Kelima provinsi perlu memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi agar potensi pembangunan dapat memberikan manfaat lebih luas.
Daerah Diminta Saling Berbagi Inovasi
Rudy juga mendorong agar keberhasilan suatu daerah dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lainnya. Ketika sebuah pemerintah daerah menemukan inovasi dalam menyelesaikan persoalan pelayanan publik, inovasi tersebut dapat direplikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah lain. Begitu pula ketika ada persoalan yang dihadapi bersama, pemerintah daerah di Kalimantan dapat duduk bersama untuk mencari solusi. “Ketika suatu daerah melahirkan inovasi, pengalaman tersebut dapat direplikasi dan dikembangkan oleh daerah lainnya,” ujar Rudy.
Empat Indikator Penilaian Pemda Berprestasi
Pada Batch II Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Kalimantan, terdapat empat kategori utama yang menjadi indikator penilaian.
Keempatnya adalah:
- Akses dan kualitas layanan kesehatan
- Akses penduduk terhadap layanan pendidikan
- Implementasi Program Tiga Juta Rumah
- Pengelolaan sampah dan lingkungan asri
Penilaian dilakukan dengan melibatkan kementerian/lembaga terkait sesuai bidang yang dinilai. Untuk sektor kesehatan, misalnya, proses penilaian dikoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan. Sementara bidang pendidikan melibatkan kementerian yang menangani pendidikan dasar dan menengah.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian sebelumnya menjelaskan bahwa proses penilaian telah berlangsung sejak awal tahun. Karena itu, hasil penilaian disebut tidak secara khusus didasarkan pada kondisi ketika acara penghargaan berlangsung.
Kaltim Juga Menjadi Tuan Rumah
Selain meraih dua penghargaan Terbaik I, Kaltim juga mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Batch II Regional Kalimantan. Rudy menyambut baik kepercayaan tersebut. Ia berharap kehadiran para kepala daerah dari seluruh Kalimantan di Bumi Etam dapat mempererat hubungan antardaerah.
Menurut Rudy, forum tersebut harus menghasilkan lebih dari sekadar seremoni penghargaan. Ia berharap pertemuan itu melahirkan komitmen dan langkah nyata untuk memperkuat pembangunan di Kalimantan.
Daftar Daerah Peraih Penghargaan
Dalam kategori pendidikan tingkat provinsi, Kalimantan Timur menjadi Terbaik I dan Kalimantan Utara Terbaik II. Untuk kategori kesehatan tingkat provinsi, Kalimantan Timur kembali menjadi Terbaik I, sementara Kalimantan Barat berada di posisi Terbaik II.
Di tingkat kabupaten dan kota, sejumlah daerah lain juga mendapatkan penghargaan. Kabupaten Tabalong menjadi Terbaik I kategori pendidikan tingkat kabupaten, sedangkan Kota Banjarmasin menjadi Terbaik I tingkat kota. Untuk kesehatan, Kabupaten Tana Tidung dan Kota Bontang masing-masing menjadi yang terbaik di tingkat kabupaten dan kota.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa penghargaan tidak hanya diberikan kepada pemerintah provinsi, tetapi juga mendorong pemerintah kabupaten dan kota di Kalimantan untuk meningkatkan kualitas layanan publik.
Komitmen Setelah Mendapat Penghargaan
Dua penghargaan Terbaik I menjadi catatan positif bagi Pemprov Kaltim di tengah tuntutan peningkatan kualitas pelayanan masyarakat. Namun, Rudy menegaskan bahwa capaian tersebut harus diikuti dengan kerja yang berkelanjutan. Pemerintah daerah masih memiliki pekerjaan untuk meningkatkan standar pelayanan, memperluas akses masyarakat terhadap layanan dasar, serta memastikan pembangunan dapat dirasakan secara merata.
Ke depan, Kaltim tidak hanya dituntut mempertahankan prestasi di bidang pendidikan dan kesehatan, tetapi juga memperkuat sektor lingkungan, perumahan, dan pelayanan publik lainnya. Bagi Rudy, penghargaan tersebut pada akhirnya harus dikembalikan kepada tujuan utama pemerintahan, yakni memberikan pelayanan terbaik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan raihan dua penghargaan Terbaik I tersebut, Kaltim kini memiliki modal sekaligus tantangan baru: mempertahankan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan sambil terus memperluas inovasi di sektor pembangunan lainnya.

Posting Komentar untuk " Respons Gubernur Kaltim usai Sabet 2 Penghargaan Pemda Berprestasi"