Sudah 10 Jam, Api yang Melahap Pabrik Lampu di Tangerang Belum Padam
Tangerang – Kebakaran hebat melanda pabrik produksi lampu di kawasan Batuceper, Kota Tangerang, Banten, pada Rabu (16/9/2026). Hingga sekitar 10 jam setelah kebakaran dilaporkan, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku mengendalikan kobaran api yang melahap sejumlah bagian pabrik.
Kebakaran terjadi di fasilitas produksi PT Global Teguh Indonesia di Jalan Pembangunan 1, Kelurahan Batu Jaya, Kecamatan Batuceper. Laporan mengenai kebakaran diterima petugas pada siang hari dan api dengan cepat membesar. Hingga malam hari, proses pemadaman masih berlangsung. Petugas tidak hanya berupaya memadamkan titik api, tetapi juga melakukan pendinginan serta mencegah kobaran merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Api Mulai Berkobar Siang Hari
Berdasarkan keterangan petugas, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 13.00 WIB. Sementara BPBD Kota Tangerang menyebut laporan awal masuk melalui layanan darurat 112 sekitar pukul 12.35 WIB. Ketika petugas tiba di lokasi, kobaran api sudah membesar. Asap hitam pekat terlihat membumbung dari kawasan pabrik.
Pabrik tersebut diketahui memproduksi lampu atau bohlam. Kebakaran kemudian meluas ke sejumlah bagian bangunan. Menurut Kepala UPT Damkar Batuceper Ucok Negara, kondisi di lokasi menjadi tantangan karena terdapat banyak material yang mudah terbakar.
Tiga Gudang Terdampak Kebakaran
Kebakaran dilaporkan melanda sedikitnya tiga area utama, yakni Gudang A, Gudang B, dan Gudang C. Material seperti plastik dan kardus yang berada di dalam area pabrik membuat api lebih cepat menjalar. Kondisi tersebut diperparah dengan hembusan angin yang cukup kencang.
Petugas harus bekerja ekstra untuk mengendalikan kobaran agar tidak semakin meluas. Pada tahap awal penanganan, proses pemadaman baru mencapai sekitar 40-50 persen. Sejumlah armada tambahan juga disiapkan untuk membantu petugas di lokasi.
Angin Kencang Jadi Kendala Utama
Kepala BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan salah satu kendala utama dalam proses pemadaman adalah angin yang sangat kencang. Tiupan angin membuat kobaran api lebih mudah bergerak dan menyulitkan petugas mengendalikan titik-titik api.
"Api belum padam, faktor utama itu karena angin yang luar biasa kencang sehingga terkendala dalam melakukan pemadaman," kata Mahdiar, sebagaimana diberitakan Metro TV. Selain angin, material yang terbakar dalam jumlah besar juga membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama.
60 Personel dan 15-16 Armada Dikerahkan
Untuk menangani kebakaran tersebut, BPBD Kota Tangerang mengerahkan puluhan personel dan belasan armada pemadam. Pemerintah Kota Tangerang mencatat sebanyak 60 personel dan 16 armada dikerahkan ke lokasi. Sementara sejumlah laporan dari lapangan menyebut 15 unit armada berada di lokasi pada tahap awal penanganan.
Armada pemadam terus melakukan penyemprotan air ke area yang masih terbakar. Mobil tangki juga keluar-masuk lokasi untuk memastikan pasokan air mendukung operasi pemadaman. Petugas dari wilayah lain turut disiapkan sebagai bantuan apabila diperlukan.
Ratusan Karyawan Panik dan Berhamburan
Kebakaran juga sempat memicu kepanikan di antara para pekerja pabrik. Asap pertama kali terlihat dari bagian belakang bangunan. Sejumlah pekerja sempat mencoba menangani api menggunakan alat pemadam api ringan atau APAR.
Namun, api ternyata sudah membesar ketika pekerja mencoba melihat kondisi di salah satu gudang. Situasi tersebut membuat para pekerja segera meninggalkan area pabrik untuk menyelamatkan diri. Bahkan, sejumlah pekerja dilaporkan sempat mendobrak pagar untuk mempercepat proses evakuasi. Sejumlah kendaraan milik pekerja juga berhasil dikeluarkan dari area pabrik sebelum api semakin meluas.
Tidak Ada Korban Jiwa yang Dilaporkan
Di tengah besarnya kebakaran, hingga laporan terbaru belum ada informasi mengenai korban jiwa akibat peristiwa tersebut. BPBD Kota Tangerang menyatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran tersebut. Meski demikian, petugas tetap melakukan pengamanan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada orang yang terjebak di dalam area pabrik. Warga di sekitar lokasi juga diminta menjauh dari area kebakaran selama proses pemadaman berlangsung.
Asal Api Masih Diselidiki
Penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Petugas masih fokus pada pemadaman dan pengendalian api. Setelah kondisi dinyatakan aman, penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui sumber serta penyebab munculnya api.
Keterangan awal dari pekerja menyebut asap terlihat dari area ventilasi di bagian belakang bangunan yang berada dekat tempat pembuangan limbah. Namun, informasi tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab kebakaran. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan.
Petugas Fokus Cegah Api Merembet
Selain memadamkan api, petugas juga memprioritaskan agar kobaran tidak merambat ke bangunan lain maupun permukiman di sekitar kawasan pabrik. Strategi tersebut menjadi penting karena lokasi pabrik berada di kawasan yang terdapat bangunan dan aktivitas masyarakat.
Petugas melakukan penyemprotan pada titik-titik yang masih terbakar sekaligus melakukan pendinginan terhadap bagian bangunan yang berpotensi kembali terbakar.
Pemadaman Berlangsung Hingga Malam
Setelah sekitar 10 jam penanganan, kobaran api belum sepenuhnya padam. Petugas masih berada di lokasi untuk mengendalikan titik api yang tersisa. Kondisi angin serta banyaknya material mudah terbakar menjadi faktor yang membuat proses pemadaman berlangsung lebih lama dari perkiraan awal. Pada saat laporan terbaru diterbitkan, armada pemadam masih bersiaga di sekitar pabrik.
Petugas juga terus melakukan pemantauan untuk memastikan api tidak kembali membesar setelah titik-titik utama berhasil dikendalikan.
Kerugian Material Belum Diketahui
Besarnya kerugian akibat kebakaran juga belum dapat dihitung secara keseluruhan. Sejumlah bagian pabrik dan gudang terdampak kobaran api, sementara beberapa kendaraan yang berada di area pabrik juga dilaporkan ikut terbakar. Penghitungan kerugian baru dapat dilakukan setelah proses pemadaman selesai dan lokasi dinyatakan aman untuk diperiksa.
Kesimpulan
Kebakaran pabrik lampu PT Global Teguh Indonesia di Batuceper, Kota Tangerang, terjadi pada Rabu (16/9/2026) siang dan masih dalam penanganan hingga malam hari. Besarnya material mudah terbakar serta angin kencang menjadi kendala utama bagi petugas. Sebanyak sekitar 60 personel dan belasan armada pemadam dikerahkan untuk mengendalikan kobaran.
Ratusan pekerja berhasil menyelamatkan diri dan hingga laporan terbaru belum ada korban jiwa yang dilaporkan. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran dan total kerugian masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang.

Posting Komentar untuk " Sudah 10 Jam, Api yang Melahap Pabrik Lampu di Tangerang Belum Padam"