Tata Cara dan Niat Sholat Istisqo sebagai Makmum untuk Meminta Hujan
Jakarta – Sholat istisqo merupakan sholat sunnah yang dikerjakan umat Islam sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar diturunkan hujan, terutama ketika terjadi kemarau panjang yang menyebabkan berkurangnya ketersediaan air. Pelaksanaannya dilakukan secara berjamaah dan memiliki tata cara yang mirip dengan sholat Id.
Bagi umat Islam yang mengikuti sholat istisqo sebagai makmum, penting mengetahui niat, urutan gerakan, jumlah rakaat, hingga hal-hal yang dianjurkan selama pelaksanaan. Berikut panduan lengkapnya.
Apa Itu Sholat Istisqo?
Sholat istisqo adalah sholat sunnah yang dilakukan untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT. Istisqo berkaitan dengan kondisi ketika masyarakat mengalami kekeringan atau kemarau berkepanjangan sehingga kebutuhan air mulai terganggu.
Selain sholat, pelaksanaan istisqo juga dianjurkan disertai dengan memperbanyak istighfar, bertobat, bersedekah, meninggalkan kemaksiatan dan kezaliman, serta memperbaiki hubungan antarsesama. Dalam sejumlah panduan fikih, masyarakat juga dianjurkan berpuasa sebelum pelaksanaan sholat istisqo.
Niat Sholat Istisqo sebagai Makmum
Bagi orang yang melaksanakan sholat istisqo berjamaah sebagai makmum, niat dapat dilafalkan sebagai berikut:
Arab:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الاِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Latin:
Ushallī sunnatal istisqā’i rak‘ataini ma’mūman lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
"Aku menyengaja sholat sunnah istisqo dua rakaat sebagai makmum karena Allah SWT."
Kata ma'mūman menunjukkan bahwa seseorang melaksanakan sholat tersebut sebagai makmum. Dalam pembahasan niat sholat berjamaah, penyebutan status sebagai makmum menjadi bagian yang dapat ditambahkan dalam niat. Perlu dipahami, niat pada dasarnya berada di dalam hati. Lafal niat di atas dapat digunakan untuk membantu menghadirkan maksud sebelum takbiratul ihram.
Tata Cara Sholat Istisqo sebagai Makmum
Secara umum, sholat istisqo dilakukan sebanyak dua rakaat dan tata caranya menyerupai sholat Id. Perbedaan utamanya terdapat pada konteks pelaksanaan, khutbah, serta beberapa amalan khusus istisqo.
Rakaat Pertama
- Jamaah berdiri dan mempersiapkan diri untuk sholat.
- Berniat sholat sunnah istisqo sebagai makmum.
- Mengikuti imam melakukan takbiratul ihram.
- Setelah takbiratul ihram, imam melakukan takbir tambahan sebanyak tujuh kali sebelum membaca Surat Al-Fatihah.
- Makmum mengikuti gerakan dan takbir imam.
- Setelah rangkaian takbir selesai, imam membaca Surat Al-Fatihah dan dilanjutkan surat Al-Qur'an.
Selanjutnya sholat dilakukan seperti biasa, mulai dari rukuk, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, hingga berdiri untuk rakaat kedua. Dalam panduan fikih yang dirujuk NU Online, tujuh takbir pada rakaat pertama merupakan takbir tambahan di luar takbiratul ihram.
Rakaat Kedua
- Pada rakaat kedua, tata caranya kembali mengikuti imam.
- Berdiri setelah bangkit dari sujud pada rakaat pertama.
- Imam melakukan lima kali takbir tambahan sebelum membaca Al-Fatihah.
- Makmum mengikuti takbir imam.
- Imam membaca Al-Fatihah dan surat Al-Qur'an.
Selanjutnya melakukan rukuk, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, kemudian tahiyat akhir. Mengikuti imam melakukan salam.
Dengan demikian, hal yang paling mudah diingat adalah:
- Rakaat pertama: 7 takbir tambahan.
- Rakaat kedua: 5 takbir tambahan.
Apakah Makmum Harus Membaca Niat dengan Lafal Tertentu?
Tidak ada keharusan bagi makmum untuk menggunakan satu lafal tertentu secara verbal. Yang terpenting adalah adanya niat untuk melaksanakan sholat sunnah istisqo sebagai makmum.
Lafal yang umum digunakan dalam panduan tersebut adalah:
- Ushallī sunnatal istisqā’i rak‘ataini ma’mūman lillāhi ta‘ālā.
Artinya, seseorang berniat melaksanakan sholat sunnah istisqo dua rakaat sebagai makmum karena Allah SWT.
Khutbah Setelah Sholat Istisqo
Setelah sholat dua rakaat, pelaksanaan istisqo dilanjutkan dengan khutbah. Dalam pandangan fikih yang dirujuk NU Online, khutbah setelah sholat merupakan bentuk yang lebih utama, meskipun terdapat keterangan mengenai pelaksanaan khutbah sebelum sholat. Khutbah istisqo memiliki kekhasan. Khatib dianjurkan memperbanyak istighfar dan doa memohon hujan. Dalam salah satu panduan, sebelum khutbah pertama khatib membaca istighfar sebanyak sembilan kali, sedangkan sebelum khutbah kedua sebanyak tujuh kali.
Jamaah sebagai makmum tidak perlu melakukan khutbah tersebut, tetapi dianjurkan mendengarkan dengan baik dan mengaminkan doa yang dibaca secara lantang oleh khatib.
Memperbanyak Istighfar dan Doa
Sholat istisqo bukan sekadar pelaksanaan dua rakaat untuk meminta hujan. Esensi ibadah ini juga berkaitan dengan pertobatan dan permohonan ampun kepada Allah SWT. Dalam Al-Qur'an, kisah Nabi Nuh AS menyebutkan ajakan untuk memperbanyak istighfar yang dikaitkan dengan turunnya hujan dan keberkahan.
Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak membaca:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ
Astaghfirullah
"Aku memohon ampun kepada Allah."
Selain istighfar, jamaah dapat memperbanyak doa dengan penuh kerendahan hati agar Allah SWT memberikan hujan yang membawa manfaat bagi manusia, hewan, tanaman, dan lingkungan.
Amalan yang Dianjurkan Sebelum Sholat Istisqo
Dalam sejumlah panduan fikih, terdapat beberapa amalan yang dianjurkan sebelum pelaksanaan sholat istisqo, antara lain:
- Memperbanyak istighfar.
- Bertobat kepada Allah SWT.
- Meninggalkan kemaksiatan.
- Menghindari kezaliman.
- Memperbanyak sedekah.
- Memperbaiki hubungan dengan sesama.
- Berpuasa sebelum pelaksanaan istisqo.
Mengajak masyarakat untuk bersama-sama memohon ampun dan berdoa.
Tujuannya adalah mengajak masyarakat melakukan introspeksi sekaligus meningkatkan ketakwaan ketika menghadapi kekeringan.
Kapan Sholat Istisqo Dilaksanakan?
Sholat istisqo dapat dilaksanakan ketika masyarakat mengalami kemarau panjang atau kondisi kekurangan air dan membutuhkan hujan. Pelaksanaannya umumnya dilakukan secara berjamaah di tempat terbuka. Dalam beberapa keterangan fikih, masyarakat dianjurkan keluar menuju lapangan untuk melaksanakan sholat dan membawa serta orang-orang yang lemah, termasuk anak-anak dan orang lanjut usia.
Apa yang Dilakukan Makmum Saat Imam Berdoa?
Saat imam memimpin doa istisqo, makmum hendaknya mengikuti dengan khusyuk. Jika imam membaca doa secara jahr atau lantang dan meminta jamaah mengaminkan, maka jamaah dapat mengucapkan "Amin".
Makmum juga dapat berdoa kepada Allah SWT dengan permohonan yang baik, misalnya meminta hujan yang bermanfaat, tidak menimbulkan bencana, serta membawa keberkahan bagi kehidupan. Dalam khutbah istisqo, doa memang menjadi bagian yang sangat ditekankan. Khatib dianjurkan memperbanyak doa, baik secara lirih maupun lantang.
Apakah Sholat Istisqo Sama dengan Sholat Id?
Mirip, tetapi bukan sholat yang sama. Keduanya sama-sama terdiri atas dua rakaat dan memiliki takbir tambahan. Dalam tata cara yang dijelaskan dalam sumber fikih tersebut, sholat istisqo menggunakan tujuh takbir tambahan pada rakaat pertama dan lima takbir tambahan pada rakaat kedua, sebagaimana sholat Id.
Perbedaannya terletak pada tujuan dan rangkaian pelaksanaannya. Sholat Id berkaitan dengan Idulfitri atau Iduladha, sedangkan sholat istisqo merupakan ibadah untuk memohon hujan. Khutbah istisqo juga memiliki penekanan khusus pada istighfar dan doa memohon hujan.
Ringkasan Tata Cara untuk Makmum
Agar lebih mudah dipraktikkan, berikut ringkasannya:
- Bersuci dan mengenakan pakaian yang pantas.
- Hadir di tempat pelaksanaan sholat istisqo.
- Berniat sholat sunnah istisqo sebagai makmum.
- Mengikuti imam melakukan takbiratul ihram.
- Mengikuti 7 takbir tambahan pada rakaat pertama.
- Mengikuti seluruh gerakan imam sampai rakaat kedua.
- Mengikuti 5 takbir tambahan pada rakaat kedua.
- Menyelesaikan sholat hingga salam bersama imam.
- Mendengarkan khutbah istisqo.
- Mengaminkan doa imam atau khatib.
- Memperbanyak istighfar, doa, dan memohon hujan yang bermanfaat.
- Niat Singkat yang Perlu Diingat
Bagi yang ingin menghafalkannya, cukup mengingat:
Ushallī sunnatal istisqā’i rak‘ataini ma’mūman lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
"Aku menyengaja sholat sunnah istisqo dua rakaat sebagai makmum karena Allah SWT."
Pada akhirnya, sholat istisqo menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual umat Islam ketika menghadapi kekeringan. Selain menjalankan ibadah, masyarakat tetap perlu melakukan ikhtiar nyata seperti menghemat air, menjaga sumber air, mengelola lingkungan dengan baik, serta mengikuti arahan pemerintah dan pihak terkait dalam menghadapi kondisi kekeringan.
Wallahu a'lam bish-shawab.

Posting Komentar untuk " Tata Cara dan Niat Sholat Istisqo sebagai Makmum untuk Meminta Hujan"