Tim SAR dari Lampung Ikut Cari Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

LAMPUNG — Tim SAR dari Lampung ikut dikerahkan dalam operasi pencarian delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Dalam rombongan tersebut terdapat lima jurnalis yang sedang menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas erupsi.

Memasuki hari kedua pencarian pada Rabu (9/9/2026), Basarnas Lampung mengerahkan dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB) beserta 17 personel untuk memperkuat operasi SAR gabungan. Dua armada tersebut bergerak menyisir wilayah yang telah ditentukan dalam Rencana Operasi SAR (Renops) H.2 dari Basarnas Banten. Dukungan Lampung diberikan setelah Basarnas Banten meminta tambahan personel dan alat utama SAR untuk memperluas jangkauan pencarian.

Dua RIB Lampung Dikerahkan

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung Deden Ridwansah mengatakan pihaknya menurunkan dua RIB untuk membantu pencarian. RIB 02 Lampung membawa tujuh personel, sedangkan RIB 03 Lampung membawa 10 personel. Keduanya mulai bergerak menuju sektor pencarian pada Rabu pagi.

Keterlibatan personel Lampung menjadi penting karena wilayah operasi berada di kawasan Selat Sunda yang memiliki kondisi perairan dinamis. Tim harus melakukan penyisiran secara hati-hati sambil mempertimbangkan arus, gelombang, jarak pandang, serta kondisi cuaca.

Delapan Orang Masih Dalam Pencarian

Speedboat yang menjadi objek pencarian membawa total delapan orang. Mereka terdiri atas lima jurnalis, satu kapten kapal, satu anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu. Kelima jurnalis tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas dari LKBN ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis/Yudistiro Pranoto dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan pewarta freelance. Tiga orang lainnya adalah Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu. Seluruhnya masih berstatus dalam pencarian.

Berangkat dari Carita Menuju Anak Krakatau

Rombongan tersebut diketahui berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menggunakan speedboat untuk menuju kawasan Gunung Anak Krakatau guna melakukan peliputan aktivitas gunung api tersebut.

Salah satu anggota rombongan sempat mengirimkan titik lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB. Setelah itu, komunikasi dengan rombongan dilaporkan terputus sekitar pukul 15.04 WIB. Sejak saat itu, keberadaan kapal dan delapan orang di dalamnya belum diketahui.

Area Pencarian Diperluas

Pada hari kedua, Tim SAR Gabungan memperluas wilayah pencarian dengan membagi personel ke dalam empat Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 dengan rencana penyisiran sejauh 68,3 nautical mile (NM) dan jarak antarjalur pencarian tiga NM.

SRU 2 menggunakan KAL Anyer dengan rencana penyisiran 69,5 NM dan spacing tiga NM. Sementara itu, SRU 3 menggunakan RIB 01 Lampung untuk menyisir area sejauh 67 NM dengan spacing satu NM. SRU 4 menggunakan RIB 02 Banten untuk menyisir kawasan sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang.

Perluasan sektor dilakukan berdasarkan evaluasi pencarian sebelumnya dan analisis kemungkinan pergeseran posisi kapal akibat kondisi laut.

Pencarian Melibatkan Banyak Unsur

Operasi pencarian tidak hanya melibatkan Basarnas Banten dan Basarnas Lampung. Sejumlah unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, BPBD, Balawista, nelayan, masyarakat, serta unsur terkait lainnya turut membantu proses pencarian. Dukungan armada juga datang dari unsur TNI Angkatan Laut dan kepolisian.

Keterlibatan banyak unsur diperlukan mengingat luasnya area pencarian serta karakteristik perairan Selat Sunda. Selain menyisir permukaan laut, tim juga melakukan pencarian di sekitar pulau-pulau kecil yang berada di kawasan tersebut.

Fokus Pencarian Mengarah ke Barat Daya Anak Krakatau

Basarnas menyebut hasil pemetaan SAR menjadi salah satu dasar untuk memperluas area operasi. Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan tim mempelajari rute perjalanan dari Carita menuju Anak Krakatau. Berdasarkan hasil pemetaan, area pencarian kemudian diperluas hingga mencakup wilayah yang diperkirakan menjadi arah pergerakan rombongan.

Total area pencarian disebut mencapai sekitar 271 nautical mile, dengan sektor pencarian yang terus dievaluasi sesuai perkembangan operasi di lapangan.

Kondisi Laut Jadi Tantangan

Pencarian di Selat Sunda menghadirkan tantangan tersendiri bagi para personel SAR. Tim tidak hanya dituntut menemukan keberadaan kapal, tetapi juga harus menjaga keselamatan personel yang terlibat dalam operasi.

Pergerakan gelombang dan arus laut dapat menyebabkan objek yang dicari bergeser dari posisi terakhir. Karena itu, sektor pencarian tidak hanya berpatokan pada koordinat terakhir yang diketahui. Evaluasi terus dilakukan agar penyisiran dapat mengikuti kemungkinan arah pergerakan kapal.

Misi Kemanusiaan di Tengah Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Rombongan jurnalis tersebut berada di kawasan Selat Sunda dalam rangka menjalankan tugas jurnalistik untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Gunung Anak Krakatau merupakan salah satu gunung api aktif yang menjadi perhatian publik, terutama ketika terjadi peningkatan aktivitas atau erupsi. Peristiwa hilang kontaknya rombongan tersebut kemudian membuat operasi SAR menjadi perhatian luas, terutama karena lima dari delapan orang yang berada di kapal merupakan pekerja media.

Pencarian Terus Dilanjutkan

Hingga Rabu (9/9/2026), delapan orang yang berada di speedboat tersebut masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan terus memperluas penyisiran dengan memanfaatkan kapal dan perahu cepat dari sejumlah wilayah. Kehadiran Basarnas Lampung diharapkan dapat meningkatkan cakupan operasi dari sisi perairan Lampung sekaligus memperkuat koordinasi lintas wilayah.

Dua RIB Lampung bersama 17 personel menjadi bagian dari upaya tersebut. Operasi ini kini berpacu dengan waktu. Tim SAR terus menyisir perairan Selat Sunda, kawasan sekitar Anak Krakatau, serta pulau-pulau di sekitarnya untuk menemukan delapan orang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. Harapannya, seluruh anggota rombongan dapat segera ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi selamat.

Posting Komentar untuk " Tim SAR dari Lampung Ikut Cari Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda"