Turis Tewas Usai Jalani Prosedur Pembesaran Penis di Thailand

BANGKOK – Seorang pengusaha sekaligus influencer keturunan Inggris-Nigeria, Igho “Tiny” Ubiribo, meninggal dunia setelah menjalani prosedur pembesaran penis menggunakan suntikan filler di Thailand. Pria berusia 43 tahun itu mengalami komplikasi fatal berupa emboli paru setelah menjalani prosedur kosmetik tersebut.

Kasus kematian Ubiribo baru terungkap ke publik beberapa bulan setelah kejadian. Temuan pemeriksaan koroner di Inggris menyimpulkan bahwa bahan yang digunakan dalam prosedur pembesaran penis tersebut berkontribusi terhadap terjadinya emboli paru yang menyebabkan kematiannya.

Jalani Prosedur Saat Liburan di Bangkok

Ubiribo menjalani prosedur tersebut pada 5 Maret 2026 ketika sedang berlibur di Bangkok bersama istrinya, Danielle Simba Allen.

Menurut keterangan yang muncul dalam persidangan koroner di Inggris, Ubiribo mendapatkan suntikan yang mengandung sekitar 40 mililiter asam hialuronat (hyaluronic acid) dan lidokain di sebuah klinik di Thailand. Nama klinik tempat prosedur dilakukan tidak disebutkan dalam laporan pemeriksaan. Asam hialuronat merupakan bahan filler yang juga digunakan dalam sejumlah prosedur kosmetik. Dalam kasus ini, bahan tersebut disuntikkan dengan tujuan memperbesar ukuran penis. Setelah menjalani prosedur, Ubiribo dan istrinya kemudian pergi untuk mendapatkan pijat. Namun, tidak lama kemudian kondisi Ubiribo memburuk.

Mengeluh Sakit Dada dan Dua Kali Pingsan

Saat sedang menjalani pijat, Ubiribo mulai mengeluhkan sakit dada yang parah. Ia kemudian kehilangan kesadaran sebanyak dua kali. Melihat kondisi suaminya memburuk, Danielle segera meminta bantuan. Ubiribo kemudian dibawa menggunakan ambulans ke rumah sakit di kawasan Sukhumvit, Bangkok.

Ketika tiba di rumah sakit, Ubiribo pada awalnya masih dapat memberikan informasi kepada tenaga medis. Ia bahkan sempat menjelaskan bahwa dirinya baru menjalani prosedur pembesaran penis menggunakan suntikan.

Namun, kondisinya dengan cepat memburuk. Sebelum pemeriksaan CT scan dapat dilakukan, ia kembali kehilangan kesadaran. Dokter kemudian mencurigai adanya emboli paru, yakni kondisi ketika aliran darah menuju paru-paru terhambat oleh material yang masuk ke pembuluh darah.

Upaya Resusitasi Lebih dari 100 Menit

Tim medis berusaha menyelamatkan nyawa Ubiribo dengan melakukan resusitasi jantung paru atau CPR selama lebih dari 100 menit. Namun, seluruh upaya tersebut tidak berhasil. Ubiribo dinyatakan meninggal dunia pada dini hari 6 Maret 2026.

Kematian tersebut kemudian menjadi perhatian dalam pemeriksaan koroner di Inggris untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya Ubiribo.

Pemeriksaan Koroner Temukan Hubungan dengan Filler

Temuan pemeriksaan setelah kematian menunjukkan bahwa Ubiribo mengalami emboli paru. Pemeriksaan lebih lanjut menemukan material yang berkaitan dengan bahan yang digunakan dalam prosedur kosmetik tersebut di paru-parunya. Pemeriksaan koroner kemudian menyimpulkan bahwa suntikan asam hialuronat dan lidokain yang diberikan saat prosedur pembesaran penis berkontribusi terhadap emboli fatal tersebut.

Dengan demikian, kematian Ubiribo tidak sekadar terjadi akibat komplikasi umum setelah prosedur kosmetik. Pemeriksaan koroner mengaitkan secara langsung prosedur tersebut dengan kondisi medis yang akhirnya menyebabkan kematiannya.

Apa Itu Emboli Paru?

Emboli paru merupakan kondisi serius ketika pembuluh darah yang membawa darah ke paru-paru mengalami penyumbatan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan aliran darah ke paru-paru terganggu dan dalam keadaan berat dapat berujung pada kematian.

Gejalanya dapat mencakup:

  • Nyeri dada yang muncul secara tiba-tiba.
  • Sesak napas.
  • Detak jantung cepat.
  • Pusing atau kehilangan kesadaran.
  • Penurunan kadar oksigen.
  • Dalam kondisi berat, henti jantung.

Kasus Ubiribo menunjukkan bahwa komplikasi serius dapat terjadi setelah prosedur kosmetik yang melibatkan penyuntikan bahan filler, sehingga tindakan medis semacam ini tetap memiliki risiko meskipun tidak dilakukan melalui operasi besar.

Sosok Igho “Tiny” Ubiribo

Igho Ubiribo dikenal sebagai pengusaha dan influencer yang menggunakan nama “Tiny”, “Denisi”, dan “Ego” di media sosial. Ia memiliki sekitar 185 ribu pengikut di Instagram dan kerap membagikan konten mengenai perjalanan, gaya hidup mewah, serta kehidupannya bersama sang istri.

Ubiribo menikah dengan Danielle Simba Allen, seorang fashion designer. Keduanya diketahui sedang menikmati liburan di Thailand ketika prosedur kosmetik tersebut dilakukan. Kabar kematian Ubiribo baru menjadi sorotan luas pada September 2026 setelah hasil pemeriksaan koroner mengenai penyebab kematiannya diberitakan.

Kasus Ini Soroti Risiko Wisata Medis

Kematian Ubiribo kembali menyoroti risiko wisata medis atau medical tourism, ketika seseorang melakukan perjalanan ke negara lain untuk mendapatkan layanan medis maupun prosedur kosmetik.

Thailand merupakan salah satu negara yang dikenal memiliki industri pariwisata medis dan kecantikan yang besar. Namun, seperti prosedur medis lainnya, tindakan kosmetik tetap dapat memiliki risiko komplikasi.

Para calon pasien perlu memastikan prosedur dilakukan oleh tenaga medis yang memiliki kompetensi, fasilitas kesehatan memenuhi standar, serta bahan yang digunakan jelas dan sesuai dengan indikasi medis. Terlebih lagi, prosedur yang disebut sebagai tindakan "non-bedah" tidak otomatis berarti bebas risiko.

Pelajaran dari Kematian Ubiribo

Kasus Ubiribo menjadi pengingat bahwa prosedur kosmetik yang melibatkan penyuntikan bahan ke dalam tubuh dapat memiliki konsekuensi serius. Gejala seperti nyeri dada, sesak napas, pusing berat, atau kehilangan kesadaran setelah menjalani prosedur medis harus dianggap sebagai kondisi darurat dan membutuhkan pertolongan medis segera.

Dalam kasus Ubiribo, gejala serius muncul tidak lama setelah prosedur dan berkembang dengan cepat hingga menyebabkan emboli paru yang berakibat fatal.

Kematian pria berusia 43 tahun tersebut kini menjadi perhatian karena memperlihatkan risiko yang mungkin muncul dari prosedur pembesaran penis menggunakan filler, sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak hanya mempertimbangkan hasil kosmetik ketika memilih sebuah tindakan medis, tetapi juga memahami risiko dan kredibilitas fasilitas kesehatan yang menyelenggarakannya.

Posting Komentar untuk "Turis Tewas Usai Jalani Prosedur Pembesaran Penis di Thailand"