Viral Warga Kecewa dan Injak Bantuan Gempa NTT, Pelaku Minta Maaf


Video seorang warga korban gempa di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menginjak-injak bantuan makanan viral di media sosial. Aksi tersebut disebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap minimnya bantuan yang diterima warga terdampak gempa.

Pria yang diketahui bernama Saimin Sadang Syawal itu kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada publik dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur. Ia mengaku tindakannya dilakukan karena khilaf dan terbawa rasa kecewa terhadap kondisi bantuan yang diterima masyarakat.

Peristiwa tersebut terjadi di Posko Nanga Lok, Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, pada Senin (7/9/2026). Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah bungkus mi berserakan dan seseorang menginjak makanan tersebut hingga hancur.

Warga Kecewa Bantuan Dinilai Tidak Mencukupi

Video tersebut memperlihatkan seorang warga menunjukkan bantuan makanan yang baru diterima masyarakat. Dalam rekaman, disebutkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur berupa tiga bungkus mi dan satu bungkus biskuit. Perekam juga menyebut warga di lokasi tersebut baru dua kali menerima bantuan makanan dari pemerintah sejak gempa mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026.

Kondisi tersebut kemudian memicu kekecewaan. Salah satu warga lantas melakukan aksi menginjak-injak makanan yang diterima. Video itu kemudian menyebar melalui media sosial dan memicu beragam respons dari masyarakat. Sebagian warganet mengecam tindakan menginjak bantuan, sementara sebagian lainnya menyoroti kondisi warga yang masih membutuhkan bantuan pascabencana.

Pelaku Akhirnya Minta Maaf

Setelah videonya viral, Saimin menyampaikan permintaan maaf melalui sebuah video. Ia mengakui perbuatannya merupakan tindakan yang dilakukan dalam keadaan khilaf. Saimin juga mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan karena bantuan yang diterima dinilai belum mencukupi kebutuhan masyarakat setelah gempa.

Ia kemudian menarik kembali pernyataan dan video yang sebelumnya disebarkan melalui WhatsApp dan Facebook. Saimin menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat serta Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur atas tindakannya. Permintaan maaf tersebut menjadi perkembangan terbaru setelah video aksi menginjak bantuan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.

Camat Benarkan Bantuan Memang Terbatas

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Elar, Timotius G.R. Madung, membenarkan peristiwa tersebut. Menurut Timotius, aksi itu terjadi ketika bantuan pemerintah daerah disalurkan melalui pemerintah desa dan kemudian diteruskan kepada warga melalui RT.

Ia juga mengakui bahwa jumlah bantuan yang diterima masyarakat memang tidak banyak. Namun, bantuan tersebut disebut bukan merupakan penyaluran terakhir. Pemerintah masih akan mengupayakan bantuan tambahan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak gempa.

Bantuan Akan Disalurkan Bertahap

Timotius menjelaskan bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak merupakan bantuan yang diperuntukkan bagi seluruh warga yang membutuhkan. Karena itu, satu kali pembagian bantuan tidak dimaksudkan untuk memenuhi seluruh kebutuhan warga dalam jangka panjang. Pemerintah daerah masih mengupayakan penyaluran bantuan berikutnya.

"Kami tetap diupayakan supaya ada bantuan-bantuan lain, bertahap," kata Timotius sebagaimana dikutip detikBali. Ia juga meminta warga tetap menerima bantuan yang diberikan. Jika memang tidak membutuhkan atau ingin menolak, warga diminta tidak memperlakukan bantuan tersebut dengan cara yang dapat merusaknya.

Menurutnya, bantuan tersebut berasal dari berbagai pihak yang disalurkan melalui pemerintah dan masih banyak warga lain yang membutuhkan makanan.

Distribusi Terkendala Lokasi

Salah satu persoalan yang turut disoroti dalam kejadian ini adalah kondisi geografis lokasi terdampak. Timotius mengatakan warga di Desa Golo Lijun baru dua kali mendapatkan bantuan sembako. Menurut dia, terdapat perbedaan dalam penyaluran bantuan ke wilayah tersebut karena lokasinya relatif jauh dari ibu kota kecamatan.

Distribusi juga menghadapi kendala koordinasi dengan pemerintah desa karena wilayah tersebut tidak memiliki jaringan telepon. Kondisi geografis seperti ini menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan bencana, terutama ketika akses komunikasi dan transportasi terbatas.

Polisi Sempat Datangi Warga

Kepala Desa Golo Lijun, Yovita Mbaju, membenarkan bahwa pria yang muncul dalam video permintaan maaf tersebut adalah Saimin. Yovita juga menyebut aparat kepolisian telah mendatangi warga yang bersangkutan setelah video aksinya viral. Namun, terkait proses selanjutnya, pihak desa mengaku belum mengetahui secara rinci perkembangannya.

Dengan adanya permintaan maaf tersebut, perhatian kini tidak hanya tertuju pada aksi warga menginjak bantuan, tetapi juga pada persoalan distribusi bantuan kepada masyarakat yang masih terdampak gempa.

Gempa Masih Menyisakan Dampak bagi Warga

Peristiwa ini terjadi ketika masyarakat Flores dan sejumlah wilayah NTT masih menghadapi dampak gempa besar yang mengguncang kawasan tersebut. Data yang diberitakan sebelumnya menunjukkan puluhan ribu rumah terdampak gempa. BNPB juga masih melakukan proses verifikasi terhadap rumah-rumah yang mengalami kerusakan.

Selain kebutuhan pangan, warga terdampak juga membutuhkan tempat tinggal sementara, layanan kesehatan, fasilitas pendidikan dan dukungan untuk memulihkan aktivitas sehari-hari. Pemerintah sebelumnya juga menyiapkan berbagai bentuk bantuan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa.

Jangan Abaikan Keluhan Warga

Viralnya video tersebut seharusnya tidak hanya dilihat sebagai persoalan perilaku seorang warga yang menginjak bantuan. Di balik aksi tersebut terdapat keluhan mengenai jumlah dan pemerataan bantuan yang perlu diperhatikan. Pemerintah daerah perlu memastikan distribusi bantuan benar-benar menjangkau wilayah yang paling membutuhkan, termasuk desa-desa yang lokasinya jauh dan menghadapi kendala komunikasi.

Data mengenai jumlah pengungsi, kebutuhan pangan, kerusakan rumah dan kondisi setiap wilayah juga penting untuk menentukan prioritas penyaluran.

Pelaku Akui Khilaf

Saimin pada akhirnya mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Ia menyatakan tindakan menginjak makanan tersebut merupakan kekhilafan yang terjadi karena kekecewaan terhadap kondisi bantuan pascagempa. Permintaan maaf itu sekaligus menjadi penutup dari kontroversi yang muncul setelah videonya tersebar luas di media sosial.

Meski demikian, persoalan yang lebih besar tetap perlu mendapat perhatian, yakni bagaimana memastikan bantuan untuk korban bencana dapat disalurkan secara cepat, merata dan sesuai kebutuhan. Bagi masyarakat terdampak, bantuan sekecil apa pun tetap memiliki arti penting. Sementara bagi pemerintah dan lembaga penyalur, kejadian ini menjadi pengingat bahwa distribusi bantuan tidak hanya membutuhkan ketersediaan logistik, tetapi juga pemetaan kebutuhan dan akses yang baik hingga ke wilayah paling terpencil.

Posting Komentar untuk " Viral Warga Kecewa dan Injak Bantuan Gempa NTT, Pelaku Minta Maaf"