Wae Lolos, Negeri Seribu Air Terjun yang Masuk Pekin Express
MANGGARAI BARAT — Nama Wae Lolos di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), semakin mencuri perhatian dunia. Desa wisata yang dikenal dengan julukan “Negeri Seribu Air Terjun” tersebut menjadi salah satu lokasi dalam perjalanan Pekin Express musim ke-23, reality show petualangan populer asal Prancis.
Kehadiran program televisi internasional itu menjadi momentum penting bagi Wae Lolos untuk memperkenalkan keindahan alam Flores kepada penonton dari berbagai negara. Wae Lolos dipilih karena memiliki perpaduan lanskap perbukitan, hutan, perkampungan masyarakat, serta sejumlah air terjun dan kolam alami yang menjadi daya tarik utamanya.
Wae Lolos, Destinasi Wisata di Manggarai Barat
Wae Lolos merupakan desa wisata yang berada di kawasan perbukitan Manggarai Barat. Wilayah ini menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dari destinasi pesisir yang selama ini lebih identik dengan pariwisata Labuan Bajo.
Julukan Negeri Seribu Air Terjun melekat karena kawasan Wae Lolos memiliki banyak aliran air dan air terjun yang tersebar di tengah bentang alam pegunungan. Selain air terjun, wisatawan dapat menemukan hutan tropis, perkebunan masyarakat, persawahan, lembah, serta jalur trekking yang masih alami.
Potensi tersebut membuat Wae Lolos berkembang sebagai salah satu tujuan wisata alam berbasis masyarakat di Manggarai Barat. Pemerintah daerah juga memasukkan Wae Lolos sebagai salah satu desa yang pertumbuhan sektor pariwisatanya cukup pesat.
Masuk Rute Pekin Express Musim ke-23
Daya tarik Wae Lolos kini semakin dikenal setelah menjadi bagian dari perjalanan Pekin Express musim ke-23. Program tersebut merupakan reality show petualangan yang mempertemukan pasangan peserta untuk menjalani berbagai tantangan perjalanan. Peserta dituntut memiliki kemampuan beradaptasi, navigasi, kerja sama, serta berinteraksi dengan masyarakat lokal.
Dalam produksi musim terbaru, perjalanan dimulai dari wilayah Flores sebelum berlanjut menuju sejumlah destinasi di Indonesia dan kemudian menuju kawasan Asia Tenggara. Sejumlah lokasi di Flores yang masuk dalam perjalanan tersebut antara lain Pantai Koka, Kelimutu, Bajawa dan Wae Lolos. Rute kemudian berlanjut ke Sumbawa, Lombok, Bali hingga berakhir di Manila, Filipina.
Proses syuting disebut telah dimulai pada 28 Agustus 2026 di Pantai Koka, Maumere. Produksi dijadwalkan berlangsung hingga 8 Oktober 2026. Sebanyak 10 pasangan disebut ambil bagian dalam perjalanan tersebut dan harus melewati berbagai tantangan sepanjang rute.
Peserta Jalani Tantangan di Kampung Langgo
Kehadiran Pekin Express di Wae Lolos tidak sekadar membawa peserta untuk menikmati panorama alam. Salah satu tantangan yang disiapkan adalah perlombaan bersepeda mengelilingi Kampung Langgo. Peserta harus melewati jalur yang telah ditentukan dengan kontur wilayah yang didominasi perbukitan dan permukiman warga.
Tantangan tersebut menguji lebih dari sekadar kemampuan fisik. Peserta juga harus mampu membaca rute, menentukan strategi dan bekerja sama dengan pasangan masing-masing. Konsep seperti ini memang menjadi karakter Pekin Express, yang menggabungkan perjalanan, tantangan fisik, navigasi dan interaksi dengan masyarakat setempat.
Ada Kolam di Atas Awan
Salah satu daya tarik yang membuat Wae Lolos begitu unik adalah keberadaan sejumlah air terjun dan kolam alami. Salah satunya dikenal sebagai Kolam di Atas Awan. Lokasinya berada di kawasan perbukitan dengan panorama lembah dan pepohonan hijau.
Untuk mencapai sejumlah lokasi wisata di Wae Lolos, wisatawan harus menempuh jalur trekking. Perjalanan dapat melewati hutan, jalan tanah, aliran sungai dan sejumlah air terjun. Pengalaman tersebut membuat Wae Lolos bukan sekadar tempat untuk berfoto, tetapi juga menawarkan wisata petualangan bagi pengunjung yang ingin menikmati alam secara langsung.
Cunca Plias hingga Tiwu Galong
Dalam perjalanan menuju kawasan wisata Wae Lolos, wisatawan dapat menemukan sejumlah titik wisata alam seperti Cunca Plias dan Tiwu Galong. Cunca dalam bahasa lokal merujuk pada air terjun. Karena itu, nama-nama cunca cukup banyak ditemukan di kawasan Flores.
Jalur menuju kawasan air terjun biasanya melewati lingkungan yang masih hijau. Perkebunan kopi, kemiri, kakao dan tanaman lainnya milik masyarakat menjadi bagian dari pemandangan sepanjang perjalanan. Kondisi tersebut memberikan pengalaman berbeda dibandingkan wisata alam yang sudah sepenuhnya dikembangkan dengan fasilitas modern.
Bukan Hanya Alam, Ada Kehidupan Masyarakat
Daya tarik Wae Lolos tidak hanya terletak pada air terjunnya. Kehidupan masyarakat lokal juga menjadi bagian penting dari pengalaman wisata. Interaksi dengan warga menjadi salah satu unsur yang relevan dengan konsep Pekin Express. Para peserta harus beradaptasi dengan lingkungan baru, termasuk menghadapi perbedaan bahasa dan kebiasaan.
Bagi Wae Lolos, kedatangan produksi televisi internasional dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan budaya serta kehidupan masyarakat Manggarai Barat kepada audiens yang lebih luas. Konsep wisata berbasis masyarakat juga dinilai penting agar manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan langsung oleh warga setempat.
Potensi Ekonomi bagi Warga
Masuknya Wae Lolos ke dalam rute Pekin Express berpotensi memberikan efek promosi yang besar. Program televisi dengan jangkauan internasional dapat membuat calon wisatawan mengetahui destinasi yang sebelumnya belum banyak dikenal. Ketika popularitas meningkat, peluang ekonomi bagi masyarakat lokal juga ikut terbuka.
Mulai dari jasa pemandu wisata, penginapan, transportasi, kuliner, kerajinan hingga berbagai usaha pendukung pariwisata dapat memperoleh manfaat. Namun, peningkatan jumlah wisatawan juga perlu diimbangi dengan pengelolaan lingkungan dan daya dukung kawasan. Popularitas tidak boleh mengorbankan kondisi alam yang justru menjadi alasan utama wisatawan datang ke Wae Lolos.
Tantangan Menjaga Keaslian Wae Lolos
Pengembangan Wae Lolos sebagai destinasi wisata menghadirkan tantangan tersendiri. Semakin banyak wisatawan datang, semakin besar pula kebutuhan terhadap fasilitas, akses, pengelolaan sampah dan sistem keamanan. Di sisi lain, masyarakat dan pengelola harus menjaga agar kawasan air terjun, hutan dan sumber air tetap lestari.
Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat menjadi penting agar warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi pelaku sekaligus penjaga destinasi. Pemerintah daerah Manggarai Barat sendiri menekankan pentingnya kolaborasi untuk menjaga lingkungan sekaligus memastikan manfaat pariwisata dirasakan masyarakat.
Wae Lolos Bawa Nama Flores ke Dunia
Selama ini, Manggarai Barat sangat dikenal melalui Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo. Namun, Wae Lolos memperlihatkan bahwa kekayaan wisata kawasan tersebut tidak berhenti pada pantai, pulau dan satwa komodo. Di balik kawasan pesisir, terdapat perbukitan, hutan, air terjun dan desa-desa yang menawarkan pengalaman wisata berbeda.
Kehadiran Wae Lolos dalam Pekin Express menjadi salah satu momentum untuk memperluas gambaran tentang Flores di mata wisatawan internasional. Bagi masyarakat setempat, perhatian tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan popularitas sesaat, tetapi juga mendorong pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
Kapan Pekin Express Wae Lolos Ditayangkan?
Meski proses produksi berlangsung pada 2026, penonton belum dapat menyaksikan episode tersebut secara langsung dalam waktu dekat. Produksi Pekin Express musim ke-23 dijadwalkan berakhir di Manila pada Oktober 2026. Program tersebut direncanakan tayang melalui stasiun televisi Prancis M6 pada musim semi 2027.
Artinya, pesona Wae Lolos baru akan terlihat oleh penonton televisi internasional ketika musim terbaru Pekin Express mulai ditayangkan. Bagi Wae Lolos, masuknya desa ini dalam salah satu reality show petualangan populer menjadi peluang besar untuk memperkenalkan Negeri Seribu Air Terjun kepada dunia.
Dengan air terjun, kolam alami, perbukitan, hutan dan kehidupan masyarakat yang masih kuat, Wae Lolos menunjukkan bahwa Flores memiliki banyak destinasi yang layak diperhitungkan di luar destinasi wisata yang sudah lebih dahulu populer.

Posting Komentar untuk " Wae Lolos, Negeri Seribu Air Terjun yang Masuk Pekin Express"