Cara Buat Akun SSCASN 2026 Lengkap untuk Daftar Sekolah Kedinasan

JAKARTA — Pendaftaran Sekolah Kedinasan Tahun 2026 resmi dimulai. Bagi calon peserta yang ingin mengikuti seleksi, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat akun di portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) Badan Kepegawaian Negara (BKN). BKN menetapkan pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 berlangsung pada 18–30 Agustus 2026. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui sistem SSCASN, sementara seleksi administrasi berlangsung pada 18 Agustus–1 September 2026.

Berikut panduan lengkap cara membuat akun SSCASN 2026, data yang perlu disiapkan, tahapan setelah akun berhasil dibuat, hingga tips agar tidak salah saat mengisi data.

Portal Resmi SSCASN 2026

Calon peserta dapat mengakses portal resmi SSCASN melalui:

Portal SSCASN BKN

Pada laman SSCASN saat ini telah tersedia menu Seleksi Sekolah Kedinasan 2026. BKN juga menyediakan menu Buat Akun, Masuk, Formasi, FAQ, Buku Petunjuk, dan Helpdesk untuk membantu pelamar selama proses seleksi. Hindari membuat akun melalui tautan yang dikirimkan oleh pihak tidak dikenal. BKN sebelumnya telah mengingatkan masyarakat agar mewaspadai informasi palsu terkait rekrutmen ASN dan mengikuti informasi hanya melalui kanal resmi.

Jadwal Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026

Sebelum membuat akun, calon peserta perlu mengetahui jadwal resmi seleksi. Berdasarkan ketetapan BKN melalui Surat Kepala BKN Nomor 5249/B-KS.04.01/SD/K/2026 tanggal 12 Agustus 2026, tahapan awal seleksi adalah sebagai berikut:

Jadwal tersebut menjadi pedoman umum seleksi, tetapi calon peserta tetap wajib membaca pengumuman dari sekolah kedinasan yang dipilih karena persyaratan dan tahapan lanjutan dapat berbeda antarinstansi.

Berapa Formasi Sekolah Kedinasan 2026?

Pada seleksi tahun 2026 tersedia 4.770 formasi yang tersebar pada sembilan kementerian/lembaga penyelenggara Sekolah Kedinasan.

Formasi tersebut terdiri atas:

  • IPDN Kemendagri: 1.410 formasi

  • PKN STAN Kemenkeu: 1.000 formasi

  • Sekolah Kedinasan Kemenhub: 891 formasi

  • Politeknik Statistika STIS BPS: 564 formasi

  • Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan: 375 formasi

  • Poltekpin Kementerian Hukum: 250 formasi

  • STMKG BMKG: 130 formasi

  • STIN BIN: 100 formasi

  • Politeknik Siber dan Sandi Negara: 50 formasi

Sembilan kementerian/lembaga yang membuka seleksi pada 2026 adalah Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Hukum, BPS, BIN, BSSN, dan BMKG.

Syarat Data untuk Membuat Akun SSCASN

Sebelum masuk ke menu pendaftaran akun, sebaiknya calon peserta menyiapkan dokumen dan data pribadi terlebih dahulu. Pada laman pembuatan akun SSCASN, calon peserta diminta memasukkan sejumlah data kependudukan, antara lain:

  • Nomor Induk Kependudukan (NIK) 16 digit

  • Nomor Kartu Keluarga (KK)

  • Nama lengkap sesuai KTP

  • Jenis kelamin sesuai KTP

  • Tempat lahir sesuai KTP

  • Tanggal lahir sesuai KTP

  • Kabupaten/kota penerbit KTP

  • Nomor handphone aktif

  • Alamat email aktif

  • Kode CAPTCHA

Data tersebut harus diisi secara teliti karena menjadi bagian dari identitas akun pelamar.

Cara Buat Akun SSCASN 2026

Berikut langkah-langkah membuat akun SSCASN untuk mengikuti Seleksi Sekolah Kedinasan 2026.

1. Buka Portal SSCASN

Masuk ke portal resmi:

SSCASN BKN

Pilih bagian Seleksi Sekolah Kedinasan 2026, kemudian pilih opsi untuk membuat akun. Calon peserta juga dapat langsung mengakses halaman pendaftaran akun SSCASN:

  • Halaman Pendaftaran Akun SSCASN

  • Pastikan alamat situs yang dibuka merupakan portal resmi BKN.

2. Pilih Menu "Buat Akun"

Setelah masuk ke halaman pendaftaran, calon peserta akan diarahkan ke proses pembuatan akun. Sistem SSCASN membagi proses pembuatan akun menjadi lima tahapan utama:

  • Cek Identitas

  • Lengkapi Data

  • Swafoto

  • Konfirmasi

  • Selesai.

3. Masukkan NIK dan Nomor KK

Pada tahap pertama, masukkan NIK dan Nomor KK sesuai dokumen kependudukan. Pastikan angka yang dimasukkan terdiri dari 16 digit dan tidak terdapat kesalahan. Jika data tidak terbaca atau terdapat ketidaksesuaian data kependudukan, jangan langsung membuat akun berulang kali. Periksa kembali data yang dimasukkan dan gunakan layanan bantuan resmi SSCASN jika masalah tetap terjadi.

4. Isi Nama, Tempat dan Tanggal Lahir

Masukkan nama lengkap sesuai KTP. Tempat dan tanggal lahir juga harus disesuaikan dengan data kependudukan yang diminta sistem. Jangan menggunakan nama panggilan atau melakukan perubahan ejaan sendiri.

5. Isi Kabupaten/Kota Penerbit KTP

Bagian ini cukup penting karena kabupaten/kota penerbit KTP bukan berarti tempat lahir. Sistem SSCASN meminta kabupaten/kota yang tercantum sebagai wilayah penerbit KTP. Pada portal pendaftaran, pengguna diminta memilih data dari daftar referensi yang tersedia, bukan mengetik secara sembarang. Karena itu, periksa kembali KTP sebelum memilih kabupaten/kota.

6. Masukkan Nomor HP dan Email Aktif

Gunakan nomor handphone yang masih aktif dan dapat menerima komunikasi. Masukkan pula alamat email yang benar-benar dapat diakses. BKN menyarankan peserta memastikan nomor handphone dan email tetap aktif selama proses seleksi. Sebaiknya jangan menggunakan email milik orang lain karena akun pendaftaran merupakan akun pribadi.

7. Masukkan Kode CAPTCHA

Ketik kode CAPTCHA sesuai gambar yang ditampilkan sistem. Jika kode sulit dibaca, gunakan opsi untuk memuat ulang CAPTCHA apabila tersedia. Setelah seluruh data diperiksa, lanjutkan ke tahap berikutnya.

8. Lengkapi Data Pribadi

Setelah identitas berhasil diverifikasi, calon peserta masuk ke tahap Lengkapi Data. Data yang ditampilkan antara lain NIK, nama sesuai KTP, tanggal lahir, tempat lahir, nomor handphone, dan email. Pastikan informasi tersebut benar sebelum melanjutkan.

9. Isi Data Sesuai Ijazah

Tahap berikutnya berkaitan dengan data pendidikan. Portal SSCASN meminta nama sesuai ijazah, tanggal lahir sesuai ijazah, serta kabupaten/kota tempat lahir sesuai ijazah. Perhatikan bahwa nama sesuai ijazah harus ditulis tanpa gelar. Misalnya, jika nama di ijazah tertulis "Budi Santoso, S.Pd.", maka bagian nama tanpa gelar diisi "Budi Santoso".

Tempat lahir yang diminta juga merupakan kabupaten/kota tempat lahir sebagaimana tercantum dalam ijazah, bukan lokasi sekolah atau tempat ijazah diterbitkan.

10. Unggah KTP

Selanjutnya, peserta diminta mengunggah dokumen identitas. Pada portal pendaftaran akun SSCASN yang aktif saat ini, unggahan KTP dicantumkan dalam format JPG/JPEG dengan ukuran maksimal 200 KB. Karena ketentuan teknis pada portal dapat diperbarui, ikuti ukuran dan format file yang ditampilkan sistem ketika melakukan pendaftaran.

Pastikan foto atau hasil pemindaian KTP:

  • terlihat jelas;

  • tidak buram;

  • seluruh bagian penting terbaca;

  • tidak terpotong;

  • sesuai dengan identitas pelamar.

11. Buat Password Akun

Peserta kemudian membuat password untuk akun SSCASN. Buat password yang sulit ditebak tetapi tetap dapat diingat. Jangan membagikan password kepada orang lain. Sebaiknya catat secara aman agar tidak lupa ketika harus kembali masuk ke portal untuk melanjutkan proses pendaftaran.

12. Lakukan Swafoto

Tahap berikutnya adalah swafoto. Ikuti petunjuk sistem mengenai cara mengambil atau mengunggah swafoto. Pastikan wajah terlihat jelas dan ikuti ketentuan yang muncul di layar. Jangan menggunakan foto yang tidak sesuai dengan instruksi sistem.

13. Periksa Seluruh Data

Sebelum menyelesaikan pembuatan akun, lakukan pemeriksaan ulang. Perhatikan terutama:

  • NIK;

  • nomor KK;

  • nama;

  • tempat lahir;

  • tanggal lahir;

  • jenis kelamin;

  • nomor HP;

  • email;

  • data ijazah;

  • dokumen KTP;

  • password.

Kesalahan data dapat menyulitkan proses pendaftaran berikutnya.

14. Konfirmasi Pembuatan Akun

Jika seluruh data telah benar, lakukan konfirmasi. Setelah proses berhasil, akun SSCASN akan selesai dibuat dan dapat digunakan untuk masuk ke sistem. Simpan informasi akun dengan baik.

Setelah Akun SSCASN Jadi, Apa Langkah Berikutnya?

Membuat akun belum berarti peserta telah selesai mendaftar Sekolah Kedinasan. Setelah akun berhasil dibuat, peserta masih harus masuk ke SSCASN dan mengikuti tahapan pendaftaran sekolah kedinasan sesuai petunjuk sistem dan instansi yang dipilih.

Peserta perlu:

  • Login menggunakan akun SSCASN.

  • Memilih menu Seleksi Sekolah Kedinasan.

  • Memilih sekolah kedinasan yang diminati.

  • Mengisi formulir pendaftaran.

  • Mengunggah dokumen persyaratan sesuai ketentuan.

  • Memeriksa kembali seluruh isian.

  • Menyelesaikan proses pendaftaran.

  • Mencetak atau menyimpan bukti pendaftaran jika tersedia.

Jangan menganggap akun yang sudah dibuat otomatis membuat seseorang menjadi peserta seleksi. Pendaftaran harus diselesaikan sampai tahap yang dipersyaratkan oleh sistem.

Kapan Seleksi Administrasi 2026?

Seleksi administrasi dilaksanakan bersamaan dengan periode pendaftaran, yaitu 18 Agustus sampai 1 September 2026. Hasil seleksi administrasi dijadwalkan diumumkan pada 2–3 September 2026. Peserta yang tidak lolos dapat menggunakan masa sanggah pada 4–5 September 2026 sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, peserta sebaiknya tidak menunggu hingga hari terakhir untuk mengunggah dokumen.

Kapan SKD Sekolah Kedinasan 2026?

Peserta yang lolos tahapan administrasi dan memenuhi ketentuan selanjutnya mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) BKN. SKD dijadwalkan berlangsung pada 22 September–7 Oktober 2026. Pengolahan nilai dilakukan pada 27 September–10 Oktober 2026, sedangkan pengumuman hasil SKD dijadwalkan pada rentang 1–13 Oktober 2026.

BKN melalui portal CAT juga menegaskan bahwa sistem CAT digunakan untuk seleksi calon mahasiswa Sekolah Kedinasan dan dirancang untuk mendukung proses seleksi yang transparan serta dapat dipertanggungjawabkan.

Tips Agar Tidak Gagal Saat Membuat Akun SSCASN

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar proses pembuatan akun berjalan lancar. Jangan Salah Memasukkan NIK. NIK merupakan identitas utama dalam sistem. Periksa 16 digit angka sebelum menekan tombol lanjut. Samakan Data dengan Dokumen Jangan mengandalkan ingatan ketika mengisi tempat dan tanggal lahir. Cocokkan dengan KTP dan ijazah karena terdapat bagian pendaftaran yang meminta data berdasarkan masing-masing dokumen.

Gunakan Email Pribadi

Gunakan email yang bisa dibuka kapan saja. Hindari email sekolah, kantor, atau milik orang lain yang berpotensi tidak dapat diakses di kemudian hari.

Gunakan Nomor HP Aktif

Nomor handphone harus tetap aktif selama proses seleksi karena dapat digunakan untuk kebutuhan komunikasi atau verifikasi.

Jangan Terburu-buru

Pendaftaran bukan perlombaan siapa yang paling cepat membuat akun. Yang lebih penting adalah seluruh data benar dan dokumen sesuai persyaratan.

Jangan Percaya Calo

Pendaftaran dilakukan melalui sistem resmi. Jangan memberikan password, kode verifikasi, atau data pribadi kepada pihak yang mengaku dapat meloloskan peserta. BKN juga mengimbau masyarakat untuk selalu berpedoman pada informasi resmi BKN dan instansi penyelenggara.

Bagaimana Jika Lupa Password?

Jika peserta mengalami masalah dengan akses akun, gunakan fasilitas bantuan atau Helpdesk SSCASN yang tersedia pada portal resmi. Jangan membuat akun baru secara sembarangan hanya karena lupa password, terutama jika akun sebelumnya sudah berhasil dibuat.

Helpdesk SSCASN BKN

Apa yang Harus Disiapkan Sebelum Mendaftar?

Agar proses pendaftaran lebih cepat, calon peserta sebaiknya menyiapkan satu folder khusus berisi dokumen yang diperlukan.

Minimal, siapkan:

  • KTP atau dokumen kependudukan sesuai ketentuan;

  • Kartu Keluarga;

  • ijazah;

  • dokumen pendidikan lain jika dipersyaratkan;

  • pasfoto;

  • swafoto;

  • nomor HP aktif;

  • email aktif;

dokumen khusus sesuai sekolah kedinasan yang dipilih. Format, ukuran file, dan dokumen tambahan dapat berbeda sesuai sekolah kedinasan. Oleh sebab itu, jangan hanya berpedoman pada daftar umum. Jangan Lewatkan Pengumuman Masing-Masing Sekolah Kedinasan Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah peserta hanya membaca informasi umum SSCASN tanpa memeriksa persyaratan instansi.

Padahal, masing-masing sekolah kedinasan dapat mempunyai persyaratan tersendiri mengenai usia, nilai, jurusan pendidikan, kesehatan, tinggi badan, dokumen, atau persyaratan khusus lainnya. Pada 2026, terdapat sembilan kementerian/lembaga yang membuka penerimaan Sekolah Kedinasan dengan total 4.770 formasi. Karena itu, setelah mengetahui sekolah yang ingin dipilih, baca pengumuman resminya sampai selesai.

Posting Komentar untuk " Cara Buat Akun SSCASN 2026 Lengkap untuk Daftar Sekolah Kedinasan"