Cara Memulihkan Akun WhatsApp yang Diretas, Ini Langkah yang Harus Dilakukan

Jakarta, 21 Agustus 2026 — Akun WhatsApp yang diretas atau diambil alih orang lain dapat membuat pemilik kehilangan akses sekaligus berisiko terhadap keamanan percakapan, foto, dokumen, dan kontak. Kondisi ini biasanya terjadi ketika kode verifikasi WhatsApp berhasil diperoleh pihak lain atau akun digunakan pada perangkat yang tidak dikenali.

Kabar baiknya, akun WhatsApp yang diambil alih masih dapat dipulihkan selama nomor telepon yang digunakan untuk mendaftar masih berada dalam kendali pemilik. Pengguna perlu segera mengambil langkah pemulihan agar pihak yang mengambil alih akun tidak memiliki waktu lebih lama untuk menyalahgunakan akses. Berikut cara memulihkan akun WhatsApp yang diretas atau diambil alih.

Ciri-Ciri Akun WhatsApp Diretas

Sebelum melakukan pemulihan, pengguna perlu mengenali tanda-tanda bahwa akun WhatsApp telah diakses orang lain.

Beberapa indikasinya antara lain:

  • WhatsApp tiba-tiba keluar dari perangkat tanpa alasan yang jelas.

  • Muncul pemberitahuan bahwa nomor telepon sedang digunakan untuk mendaftarkan WhatsApp di perangkat lain.

  • Terdapat perangkat asing pada menu Perangkat Tertaut.

  • Pesan terbaca atau terkirim tanpa sepengetahuan pemilik.

  • Profil, foto, nama, atau informasi akun berubah sendiri.

  • Kontak menerima pesan aneh dari nomor pengguna.

  • Kode verifikasi WhatsApp masuk melalui SMS atau panggilan padahal pengguna tidak sedang mencoba masuk.

Pengguna diminta memasukkan kode verifikasi yang tidak pernah diminta sebelumnya.

Jika mengalami salah satu atau beberapa tanda tersebut, pengguna sebaiknya segera mengamankan akun.

1. Daftarkan Kembali Nomor Telepon di WhatsApp

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mengambil kembali akses melalui proses verifikasi resmi WhatsApp. Buka aplikasi WhatsApp pada ponsel, kemudian masukkan nomor telepon yang digunakan untuk akun tersebut. Pastikan nomor ditulis menggunakan kode negara yang benar. WhatsApp kemudian akan mengirimkan kode registrasi enam digit melalui SMS atau metode verifikasi yang tersedia.

Masukkan kode tersebut ke aplikasi WhatsApp. Jika pihak lain sedang menggunakan akun pada perangkat berbeda, proses pendaftaran kembali pada perangkat Anda dapat menyebabkan sesi pihak tersebut terputus. Jangan pernah memberikan kode verifikasi tersebut kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku sebagai petugas WhatsApp, teman, atau pihak yang menawarkan bantuan pemulihan akun.

2. Jika Diminta PIN Verifikasi Dua Langkah

Situasinya bisa menjadi lebih rumit apabila orang yang mengambil alih akun telah mengaktifkan verifikasi dua langkah. Setelah memasukkan kode registrasi enam digit, WhatsApp dapat meminta PIN verifikasi dua langkah. Jika Anda tidak pernah membuat PIN tersebut, kemungkinan PIN telah dibuat oleh pihak yang mengambil alih akun.

Dalam kondisi ini, pengguna mungkin harus menunggu periode keamanan yang ditetapkan WhatsApp sebelum dapat mengakses akun tanpa PIN tersebut. Selama menunggu, jangan mencoba mendapatkan PIN dari pihak yang mengaku mengetahui atau menawarkan kode tersebut. Fokus utama tetap mempertahankan kendali atas nomor telepon dan mengikuti proses pemulihan resmi.

3. Periksa Menu Perangkat Tertaut

Setelah berhasil masuk kembali, segera periksa perangkat yang terhubung dengan akun.

Caranya:

  • Buka WhatsApp.

  • Masuk ke Setelan/Pengaturan.

  • Pilih Perangkat Tertaut.

  • Periksa seluruh perangkat yang terhubung.

  • Pilih perangkat yang tidak dikenal.

  • Tekan Keluar.

Jika terdapat banyak perangkat asing, keluarkan semuanya agar akses pihak lain segera dihentikan. Langkah ini penting karena seseorang dapat tetap memiliki akses melalui WhatsApp Web, WhatsApp Desktop, atau perangkat lain yang sebelumnya telah ditautkan.

4. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah

Setelah akun kembali dikuasai, segera aktifkan fitur verifikasi dua langkah. Fitur ini memberikan lapisan perlindungan tambahan karena pendaftaran nomor pada perangkat baru tidak hanya bergantung pada kode SMS.

Untuk mengaktifkannya, buka:

  • WhatsApp → Setelan/Pengaturan → Akun → Verifikasi dua langkah → Aktifkan.

  • Buat PIN yang sulit ditebak dan jangan menggunakan kombinasi yang mudah diketahui orang lain.

WhatsApp juga menyediakan opsi alamat email untuk membantu proses pemulihan PIN. Pastikan alamat email yang digunakan merupakan email milik sendiri dan dapat diakses.

5. Jangan Pernah Membagikan Kode OTP

Salah satu cara yang paling sering digunakan dalam pengambilalihan akun adalah dengan meminta korban memberikan kode verifikasi. Pelaku dapat menghubungi korban melalui telepon, SMS, WhatsApp, atau media sosial dan berpura-pura sebagai teman, keluarga, petugas layanan, atau pihak lain. Pelaku kemudian mengklaim membutuhkan kode yang baru saja masuk ke ponsel korban.

Padahal, kode tersebut dapat digunakan untuk mendaftarkan akun WhatsApp pada perangkat pelaku. Prinsip sederhananya adalah: kode verifikasi WhatsApp bersifat rahasia dan tidak boleh diberikan kepada siapa pun. Jika ada orang yang meminta kode tersebut, abaikan permintaan tersebut.

6. Amankan Kartu SIM

Pemulihan akun sangat bergantung pada kemampuan pengguna menerima kode verifikasi melalui nomor telepon. Karena itu, pastikan kartu SIM masih berada dalam kendali Anda. Jika kartu SIM tiba-tiba tidak mendapatkan sinyal, tidak dapat menerima SMS, atau layanan seluler mendadak berhenti tanpa alasan yang jelas, segera hubungi operator seluler.

Kondisi tersebut dapat menjadi indikasi adanya masalah pada kartu SIM atau nomor telepon. Jika kartu hilang atau diduga telah diambil alih, minta operator melakukan pemblokiran dan penggantian kartu dengan nomor yang sama sesuai prosedur operator.

7. Beri Tahu Kontak Jika Akun Sempat Disalahgunakan

Jika akun sempat digunakan oleh peretas untuk mengirim pesan, segera beri tahu keluarga, teman, rekan kerja, atau kontak penting. Informasikan bahwa akun sempat diambil alih dan minta mereka mengabaikan pesan mencurigakan yang mungkin dikirim selama periode tersebut.

Langkah ini penting untuk mencegah penipuan lanjutan. Pelaku dapat menggunakan akun yang telah diretas untuk meminta uang, mengirim tautan palsu, meminta kode OTP, atau menyebarkan file berbahaya kepada kontak korban.

8. Waspadai Penipuan Mengatasnamakan Pemulihan Akun

Ketika akun diretas, korban biasanya berada dalam kondisi panik. Situasi ini dapat dimanfaatkan oleh pelaku lain. Jangan mudah percaya kepada orang yang menawarkan jasa mengembalikan akun WhatsApp dengan meminta:

kode OTP;

  • PIN verifikasi dua langkah;

  • kata sandi email;

  • akses ke ponsel;

  • uang muka untuk "membuka" akun;

  • atau data pribadi yang tidak relevan.

Pemulihan sebaiknya dilakukan melalui aplikasi WhatsApp dan kanal bantuan resmi.

9. Hubungi Dukungan WhatsApp Jika Tidak Bisa Masuk

Jika proses pendaftaran kembali tidak berhasil atau akun mengalami masalah lain, pengguna dapat memanfaatkan kanal bantuan resmi WhatsApp. Saat menghubungi dukungan, jelaskan bahwa akun diduga telah diambil alih dan berikan informasi yang diperlukan untuk proses verifikasi.

Gunakan hanya kanal resmi dan hindari nomor telepon, akun media sosial, atau situs yang mengaku sebagai "customer service WhatsApp" tanpa dapat diverifikasi.

Apakah Peretas Masih Bisa Membaca Chat Setelah Akun Dipulihkan?

Jika akun berhasil diambil kembali dan perangkat asing telah dikeluarkan, akses pihak lain dapat dihentikan. Namun, pengguna tetap perlu memperhatikan kondisi perangkat dan data yang mungkin telah diakses sebelum akun berhasil diamankan. WhatsApp menggunakan enkripsi end-to-end untuk pesan dan panggilan pribadi. Namun, keamanan akun juga bergantung pada keamanan perangkat pengguna, nomor telepon, kode verifikasi, serta akun yang digunakan untuk pencadangan. Karena itu, pemulihan akun sebaiknya diikuti dengan pemeriksaan keamanan menyeluruh.

Bagaimana Jika Peretas Mengganti Foto dan Nama Profil?

Jika peretas mengubah foto profil, nama, atau informasi akun, pengguna dapat mengubahnya kembali setelah berhasil memperoleh akses.

Buka menu profil WhatsApp dan periksa kembali:

  • nama akun;

  • foto profil;

  • informasi profil;

  • pengaturan privasi;

  • perangkat tertaut;

  • verifikasi dua langkah.

Periksa juga percakapan untuk mengetahui apakah terdapat pesan yang dikirim oleh pihak lain ketika akun berada di luar kendali Anda.

Cara Mencegah WhatsApp Diretas Lagi

Setelah akun berhasil dipulihkan, jangan berhenti pada pergantian profil atau pengeluaran perangkat asing. Lakukan beberapa langkah pencegahan berikut:

Aktifkan verifikasi dua langkah

Gunakan PIN yang unik dan jangan membagikannya kepada siapa pun.

Lindungi kode registrasi

Kode enam digit yang dikirim WhatsApp harus diperlakukan sebagai informasi rahasia.

Gunakan kunci aplikasi

Aktifkan fitur pengamanan perangkat atau kunci aplikasi untuk mencegah orang lain membuka WhatsApp secara langsung.

Periksa perangkat tertaut secara berkala

Pastikan tidak ada perangkat yang tidak Anda kenali.

Perbarui WhatsApp

Gunakan aplikasi WhatsApp versi terbaru dari toko aplikasi resmi perangkat.

Hindari tautan mencurigakan

Jangan sembarangan membuka tautan yang meminta informasi akun, kode verifikasi, atau data pribadi.

Jangan menggunakan aplikasi WhatsApp tidak resmi

Aplikasi WhatsApp modifikasi atau tidak resmi dapat membawa risiko keamanan tambahan dan tidak memberikan perlindungan yang sama seperti aplikasi resmi.

Jangan Panik, Segera Ambil Alih Kembali Akun

Akun WhatsApp yang diretas memang dapat menimbulkan kepanikan, terutama jika digunakan untuk berkomunikasi dengan keluarga, pekerjaan, atau transaksi. Namun, jika nomor telepon masih berada dalam kendali pemilik, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mendaftarkan kembali nomor tersebut melalui aplikasi WhatsApp menggunakan kode verifikasi resmi.

Setelah berhasil masuk, segera keluarkan perangkat yang tidak dikenal, aktifkan verifikasi dua langkah, amankan kartu SIM, dan beri tahu kontak jika akun sempat digunakan pihak lain.

Yang paling penting, jangan pernah membagikan kode verifikasi atau PIN kepada siapa pun. Kewaspadaan terhadap permintaan kode merupakan salah satu langkah utama untuk mencegah akun WhatsApp kembali diambil alih.

Posting Komentar untuk " Cara Memulihkan Akun WhatsApp yang Diretas, Ini Langkah yang Harus Dilakukan"