Daftar Negara Bantu Indonesia Tangani Karhutla

Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia sepanjang Agustus 2026 mendapat perhatian dari berbagai negara. Selain mengandalkan kekuatan dalam negeri, pemerintah membuka akses bagi pesawat dan helikopter asing untuk memperkuat operasi pemadaman dari udara.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat telah menerbitkan 35 izin penggunaan pesawat berregistrasi asing yang melibatkan 11 pemegang Air Operator Certificate (AOC). Total terdapat 36 helikopter dari delapan negara yang difasilitasi untuk mendukung penanganan karhutla. Berikut daftar negara yang operatornya terlibat dalam dukungan penanganan karhutla Indonesia.

1. Australia

Australia menjadi salah satu negara yang operator penerbangannya masuk dalam skema dukungan udara untuk penanganan karhutla Indonesia. Keterlibatan Australia bukan hal baru dalam kerja sama penanggulangan kebakaran. Negara tersebut memiliki pengalaman panjang menghadapi kebakaran hutan berskala besar dan mengembangkan berbagai teknologi serta strategi pemadaman dari udara. Dalam skema terbaru 2026, operator dari Australia termasuk dalam delapan negara yang pesawatnya mendapat fasilitasi pemerintah Indonesia.

2. Rusia

Rusia juga tercatat sebagai salah satu negara asal operator helikopter yang membantu memperkuat operasi penanganan karhutla. Keterlibatan Rusia menjadi perhatian karena negara tersebut dikenal memiliki pengalaman mengoperasikan helikopter berkapasitas besar untuk berbagai operasi, termasuk penanganan kebakaran dan pekerjaan di wilayah dengan kondisi geografis sulit. Kemenhub memasukkan Rusia dalam daftar negara asal operator yang mendapat izin penggunaan pesawat asing di Indonesia.

3. Amerika Serikat

Amerika Serikat (AS) menjadi negara lainnya yang masuk dalam daftar delapan negara pendukung. Kehadiran operator asal AS menambah kapasitas pemadaman udara Indonesia ketika kebakaran terjadi di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Dukungan tersebut berlangsung bersamaan dengan pengerahan kekuatan nasional yang melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, pemerintah daerah dan masyarakat.

4. Ukraina

Ukraina juga masuk dalam daftar negara asal operator yang helikopternya difasilitasi untuk mendukung operasi karhutla. Kehadiran operator dari Ukraina menunjukkan bahwa kebutuhan armada udara untuk menghadapi kebakaran kali ini cukup besar. Pemerintah tidak hanya mengandalkan sumber daya nasional, tetapi juga membuka ruang bagi operator asing untuk memperkuat kemampuan pemadaman.

5. Selandia Baru

Negara berikutnya adalah Selandia Baru. Kemenhub menyebut operator dari Selandia Baru sebagai salah satu dari delapan negara yang terlibat dalam dukungan udara untuk Indonesia. Selandia Baru sendiri memiliki pengalaman menghadapi berbagai bencana alam dan memiliki kemampuan dalam operasi udara untuk kondisi darurat.

6. Laos

Laos juga tercatat sebagai negara asal operator dalam skema penggunaan pesawat asing untuk penanganan karhutla Indonesia. Meskipun tidak selalu menjadi negara yang paling banyak diberitakan dalam konteks bantuan pemadaman kebakaran di Indonesia, operator asal Laos termasuk dalam daftar resmi delapan negara yang disebut Kemenhub.

7. Vietnam

Vietnam menjadi negara Asia Tenggara lainnya yang masuk dalam daftar. Keterlibatan operator Vietnam memperlihatkan bahwa penanganan karhutla Indonesia juga mendapat dukungan dari negara-negara di kawasan yang sama-sama menghadapi tantangan kebakaran hutan dan dampak kabut asap.

8. Kanada

Terakhir, ada Kanada. Negara Amerika Utara tersebut juga tercatat sebagai negara asal operator yang mendapat izin dalam skema dukungan udara untuk penanganan karhutla Indonesia. Dengan masuknya Kanada, dukungan internasional yang difasilitasi pemerintah mencakup negara-negara dari Asia, Eropa, Amerika Utara dan Oseania.

Jepang Ikut Turun Tangan

Selain delapan negara yang masuk dalam data Kemenhub terkait 36 helikopter, Jepang belakangan juga memberikan bantuan secara bilateral kepada Indonesia. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin pada Senin (31/8/2026) mengatakan Jepang mengirimkan bantuan berupa pesawat untuk membantu Indonesia menangani karhutla. Bantuan tersebut merupakan kerja sama bilateral antara Kementerian Pertahanan kedua negara.

Kementerian Pertahanan Jepang sebelumnya mengumumkan pengerahan tiga helikopter CH-47 milik Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF). Helikopter tersebut dibawa menggunakan kapal JS Kunisaki bersama personel Pasukan Bela Diri Jepang. Sekitar 350 personel disebut akan terlibat dalam misi tersebut. Operasi ini juga menjadi operasi pemadaman kebakaran luar negeri pertama yang dilakukan personel Pasukan Bela Diri Jepang. Bantuan Jepang diberikan setelah Indonesia meminta dukungan untuk menghadapi kebakaran yang cukup parah di Kalimantan.

Malaysia Juga Bantu Penanganan Karhutla

Malaysia memiliki posisi yang sedikit berbeda. Negara tetangga tersebut terdampak langsung kabut asap dari karhutla Indonesia dan pada saat yang sama ikut mengambil langkah untuk membantu mengatasi sumber masalahnya. Malaysia telah mengirim pesawat Bombardier CL-415MP untuk membantu operasi pemadaman di Indonesia sejak 24 Agustus 2026.

Selain itu, Indonesia memberikan izin kepada pesawat Malaysia untuk memasuki wilayah udara Indonesia dalam rangka melaksanakan operasi modifikasi cuaca atau penyemaian awan (cloud seeding). Langkah tersebut menjadi bagian dari kerja sama kedua negara untuk meningkatkan peluang turunnya hujan di kawasan yang terdampak karhutla.

Dampak asap memang telah terasa hingga Malaysia. Pada pertengahan Agustus, kualitas udara di sejumlah wilayah Sarawak memburuk dan ratusan sekolah sempat ditutup akibat tingkat pencemaran udara yang tinggi.

Total 36 Helikopter dari 8 Negara

Data Kemenhub per 24 Agustus 2026 menunjukkan dukungan internasional yang difasilitasi pemerintah bukan sekadar satu atau dua armada. Terdapat 35 izin penggunaan pesawat berregistrasi asing yang diberikan kepada 11 pemegang AOC. Dari skema tersebut terdapat 36 helikopter dari delapan negara.

Delapan negara tersebut adalah:

  • Australia
  • Rusia
  • Amerika Serikat
  • Ukraina
  • Selandia Baru
  • Laos
  • Vietnam
  • Kanada

Armada asing tersebut dapat digunakan untuk memperkuat operasi pemadaman dan penanganan dampak bencana karhutla.

Bisa Dipindahkan Sesuai Kebutuhan

Salah satu hal penting dalam kebijakan pemerintah adalah fleksibilitas penempatan armada. Pesawat asing yang telah memperoleh izin khusus dapat direposisi ke wilayah lain apabila kondisi karhutla berubah dan daerah tertentu membutuhkan tambahan kekuatan udara. Operator cukup memberikan pemberitahuan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dalam waktu 1 x 24 jam terkait perpindahan lokasi operasi. Mekanisme ini memungkinkan armada bergerak mengikuti perkembangan titik api tanpa harus mengulang seluruh proses perizinan dari awal.

Kebijakan tersebut penting mengingat karhutla di Indonesia dapat berkembang sangat cepat. Titik api yang sebelumnya terkonsentrasi di satu wilayah dapat bergeser atau meluas karena angin, kekeringan dan kondisi vegetasi.

Karhutla Masih Menjadi Tantangan Besar

Dukungan negara asing datang ketika Indonesia menghadapi musim kebakaran yang cukup berat. Data Kementerian Kehutanan yang dikutip Reuters menunjukkan luas lahan terbakar sepanjang Januari-Juli 2026 telah mencapai sekitar 202.010 hektare. Kebakaran terutama menjadi perhatian di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatra.

Sementara itu, pemerintah juga mengerahkan puluhan ribu personel di lapangan serta armada udara untuk melakukan patroli, water bombing dan operasi modifikasi cuaca. AP melaporkan sekitar 24.000 personel pemadam telah dikerahkan di Sumatra dan Kalimantan dalam penanganan kebakaran. Kondisi kering, angin kencang, vegetasi yang mudah terbakar dan karakteristik lahan gambut membuat pemadaman menjadi lebih sulit. Api di lahan gambut bahkan dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali muncul apabila proses pembasahan tidak dilakukan secara menyeluruh.

Bukan Hanya Pemadaman dari Udara

Pengerahan helikopter asing merupakan satu bagian dari strategi penanganan karhutla. Pemerintah juga menjalankan pemadaman darat, patroli, pendinginan, pembasahan serta operasi modifikasi cuaca. Di Kalimantan, misalnya, ribuan personel gabungan telah dikerahkan. Kekuatan tersebut melibatkan Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, sukarelawan, Masyarakat Peduli Api dan unsur lainnya.

Di Kalimantan Tengah, pemerintah daerah juga mengoperasikan sejumlah helikopter water bombing, helikopter patroli serta pesawat untuk mendukung operasi modifikasi cuaca. Artinya, bantuan internasional tidak menggantikan peran Indonesia dalam menangani karhutla, melainkan menjadi tambahan kekuatan untuk mempercepat respons ketika kemampuan udara nasional menghadapi kebutuhan yang besar.

Daftar Negara yang Membantu Indonesia

Dengan perkembangan terbaru hingga 31 Agustus 2026, negara-negara yang tercatat memberikan atau memfasilitasi dukungan dalam penanganan karhutla Indonesia dapat dirangkum sebagai berikut:

Perlu dicatat, delapan negara pertama merupakan negara asal operator yang tercantum dalam data Kemenhub terkait 35 izin dan 36 helikopter. Sementara Malaysia dan Jepang merupakan perkembangan dukungan lain yang muncul dalam penanganan karhutla Agustus 2026.

Kolaborasi Internasional untuk Hadapi Karhutla

Besarnya dukungan internasional memperlihatkan bahwa karhutla Indonesia bukan hanya persoalan lingkungan domestik. Kabut asap dapat melintasi batas negara dan memengaruhi kualitas udara, kesehatan masyarakat, pendidikan hingga aktivitas ekonomi di negara tetangga.

Karena itu, kerja sama lintas negara menjadi semakin penting, terutama dalam aspek pemadaman udara, teknologi pengendalian kebakaran, modifikasi cuaca, pemantauan titik panas dan pencegahan kebakaran.

Bagi Indonesia, tantangan berikutnya bukan hanya memadamkan api yang sudah muncul, tetapi juga memastikan kebakaran tidak kembali terjadi. Penegakan hukum terhadap pembakaran ilegal, perlindungan kawasan gambut, pengelolaan lahan dan sistem peringatan dini tetap menjadi bagian penting dari solusi jangka panjang.

Dengan tambahan puluhan helikopter asing serta dukungan langsung dari Jepang dan Malaysia, Indonesia kini memiliki kekuatan lebih besar untuk menghadapi karhutla. Namun, keberhasilan penanganan pada akhirnya akan ditentukan oleh seberapa cepat api dapat dikendalikan, seberapa efektif wilayah terdampak dipulihkan, dan seberapa kuat pencegahan dilakukan setelah musim kebakaran berakhir.

Posting Komentar untuk " Daftar Negara Bantu Indonesia Tangani Karhutla"