Pramono Anung Targetkan DKI Jakarta Juara PON 2028
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan kontingen Jakarta mampu merebut gelar juara umum Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028. Target tersebut kembali ditegaskan Pramono saat membuka Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (POPPROV) DKI Jakarta 2026, Senin (31/8/2026).
PON 2028 akan digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Bagi Jakarta, persiapan menuju ajang olahraga nasional tersebut tidak hanya dilakukan melalui pembinaan atlet senior, tetapi juga dengan menyiapkan bibit-bibit atlet sejak usia pelajar.
Pramono meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta serius mempersiapkan atlet yang akan memperkuat kontingen ibu kota. "Saya yakin, dan saya sudah meminta kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga dan juga KONI Jakarta, Pemerintah DKI Jakarta mempersiapkan betul untuk Jakarta bisa menjadi juara umum PON tahun 2028," kata Pramono.
POPPROV 2026 Jadi Bagian Persiapan Menuju PON
POPPROV DKI Jakarta 2026 menjadi salah satu instrumen penting dalam proses pencarian dan pembinaan atlet potensial. Ajang ini tidak hanya ditujukan untuk menentukan atlet terbaik di level pelajar, tetapi juga menjadi bagian dari jalur panjang menuju kompetisi nasional dan internasional.
Pramono menilai atlet yang tampil dalam kompetisi pelajar harus mendapatkan pengalaman bertanding sejak dini. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membentuk mental, disiplin, ketangguhan serta kemampuan menghadapi tekanan kompetisi.
Para atlet pelajar yang menunjukkan performa terbaik nantinya dapat diproyeksikan mengikuti jenjang pembinaan yang lebih tinggi, termasuk proses seleksi menuju PON 2028. Dengan demikian, target juara umum PON 2028 tidak hanya mengandalkan atlet yang sudah matang. Jakarta juga mulai menyiapkan regenerasi agar kekuatan kontingen tidak berhenti pada satu generasi atlet.
Ribuan Peserta Ikut POPPROV Jakarta 2026
POPPROV DKI Jakarta 2026 diikuti peserta dari lima wilayah kota administrasi Jakarta serta Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Berdasarkan data yang disampaikan dalam laporan mengenai pelaksanaan ajang tersebut, terdapat 1.247 peserta, yang terdiri dari 1.049 atlet pelajar dan 198 pelatih.
Jumlah tersebut menunjukkan besarnya basis atlet pelajar yang dimiliki Jakarta. Dari ribuan peserta tersebut, pemerintah daerah memiliki kesempatan untuk mengidentifikasi atlet potensial yang dapat dikembangkan melalui program pembinaan berkelanjutan. Bagi Pramono, proses tersebut menjadi investasi jangka panjang. Atlet yang saat ini masih berada di level pelajar diharapkan dapat berkembang menjadi atlet nasional, bahkan menembus kompetisi internasional.
Target Juara Umum Sudah Dicanangkan Sejak Juni
Target Jakarta menjadi juara umum PON 2028 sebenarnya bukan baru disampaikan Pramono pada pembukaan POPPROV 2026. Pramono sebelumnya telah menetapkan target tersebut ketika menghadiri pelantikan dan pengukuhan Pengurus KONI Provinsi DKI Jakarta periode 2026-2030 di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Saat itu, Pramono menegaskan bahwa kepengurusan KONI DKI memiliki tanggung jawab besar untuk mengembalikan kejayaan olahraga Jakarta di tingkat nasional. Ia bahkan menyampaikan bahwa keberhasilan kepengurusan KONI akan sangat berkaitan dengan pencapaian target juara umum PON.
Pramono juga menilai Jakarta memiliki modal yang cukup kuat. Infrastruktur olahraga tersedia, atlet potensial banyak, dan sistem pembinaan telah berjalan. Tantangannya adalah memastikan seluruh komponen tersebut bekerja secara optimal. Menurutnya, aspek nonteknis juga perlu diperbaiki agar potensi atlet Jakarta dapat dikonversi menjadi prestasi.
KONI DKI Pasang Target Tanpa Kompromi
Target yang diberikan Pramono sejalan dengan ambisi pengurus KONI DKI Jakarta periode 2026-2030. Ketua KONI DKI Jakarta Hidayat Humaid menegaskan bahwa target utama kepengurusannya adalah membawa Jakarta kembali menjadi juara umum PON 2028.
KONI DKI bahkan menyatakan tidak menyiapkan target alternatif untuk posisi tersebut. Fokus utama organisasi adalah membangun sistem pembinaan yang mampu menghasilkan atlet berprestasi dan memperbesar perolehan medali Jakarta.
Persiapan dilakukan dengan berbagai program, termasuk pemusatan latihan di dalam maupun luar negeri. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas teknik, fisik, mental dan pengalaman bertanding atlet. Waktu menuju PON 2028 yang semakin pendek membuat proses pembinaan harus dilakukan secara terukur dan konsisten.
Jakarta Punya Modal Infrastruktur Olahraga
Selain sumber daya manusia, Jakarta memiliki keuntungan dari sisi fasilitas olahraga. Dalam persiapan menuju PON 2028, Jakarta memiliki sekitar 36 venue olahraga milik pemerintah pusat serta sekitar 220 venue milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sejumlah fasilitas olahraga milik swasta juga dapat dimanfaatkan apabila dibutuhkan.
Ketersediaan infrastruktur tersebut menjadi salah satu modal penting untuk menjalankan pemusatan latihan, kompetisi uji coba hingga pembinaan atlet. Pemerintah DKI juga menyatakan fasilitas yang ada dapat dimaksimalkan untuk mendukung olahraga prestasi tanpa harus selalu membangun venue baru.
Jakarta Juga Disiapkan sebagai Daerah Penyangga PON 2028
Menariknya, Jakarta tidak hanya berstatus sebagai salah satu kontingen peserta PON 2028. Ibu kota juga mendapat penugasan untuk menjadi salah satu daerah penyangga penyelenggaraan. PON XXII 2028 akan berpusat di NTB dan NTT. Namun, terdapat cabang olahraga tertentu yang dapat dilaksanakan di wilayah lain apabila fasilitas yang dibutuhkan belum tersedia di dua provinsi tuan rumah.
Jakarta siap menyediakan venue yang diperlukan. Pramono menyatakan pemerintah daerah siap menjadi bagian dari support system pelaksanaan PON 2028. Kebijakan tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk memaksimalkan fasilitas olahraga yang sudah tersedia daripada membangun infrastruktur baru dalam jumlah besar.
KONI Pusat Dorong Jakarta Kembali Berjaya
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman turut memberikan dukungan terhadap target Jakarta. Menurut Marciano, KONI DKI memiliki tugas besar untuk mengembalikan Jakarta ke posisi teratas dalam perolehan medali PON. Persiapan harus dilakukan sedini mungkin karena waktu menuju PON 2028 tidak terlalu panjang.
Marciano berharap keberhasilan Jakarta di PON nantinya tidak berhenti pada level nasional. Atlet-atlet yang lahir dari pembinaan tersebut diharapkan mampu melanjutkan prestasi ke SEA Games, Asian Games hingga Olimpiade.
UNJ Ikut Kawal Target Jakarta
Dukungan terhadap target juara umum juga datang dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). UNJ menyatakan komitmennya untuk mendukung KONI DKI dalam mempersiapkan atlet menuju PON 2028. Perguruan tinggi tersebut menilai pembinaan olahraga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah, KONI, akademisi dan lembaga pendidikan.
Rektor UNJ Prof Komarudin menyatakan pihaknya siap memberikan dukungan penuh terhadap target olahraga Jakarta di tingkat nasional. Kolaborasi dengan perguruan tinggi dapat mencakup berbagai aspek, mulai dari ilmu kepelatihan, sport science, pengembangan performa atlet, pemulihan hingga kajian yang mendukung peningkatan prestasi.
Tantangan Jakarta Menuju Juara Umum
Meski memiliki banyak modal, perjalanan Jakarta menuju juara umum PON 2028 tidak akan mudah. Provinsi-provinsi lain juga terus melakukan pembinaan dan memiliki cabang olahraga unggulan masing-masing. Persaingan perolehan medali pada PON sangat bergantung pada konsistensi pembinaan, kualitas atlet, strategi pertandingan serta kemampuan setiap kontingen memaksimalkan nomor-nomor yang dipertandingkan.
Karena itu, pembinaan atlet Jakarta perlu dilakukan dengan pendekatan yang lebih terukur. Bakat saja tidak cukup. Atlet membutuhkan program latihan jangka panjang, pelatih berkualitas, fasilitas memadai, dukungan sport science dan kompetisi yang cukup. Regenerasi juga menjadi faktor penting. Atlet senior harus mampu menghasilkan prestasi, sementara atlet muda harus dipersiapkan untuk menggantikan mereka pada masa mendatang.
PON 2028 Jadi Ujian Pembinaan Olahraga Jakarta
Target Pramono Anung menjadikan Jakarta juara umum PON 2028 pada akhirnya bukan hanya persoalan mengejar jumlah medali. Ajang tersebut juga akan menjadi ujian terhadap efektivitas sistem pembinaan olahraga Jakarta. Jika target berhasil dicapai, hal itu akan menjadi indikator bahwa sinergi antara Pemprov DKI, KONI, Dispora, klub, pelatih, sekolah dan perguruan tinggi berjalan efektif.
Sebaliknya, apabila target belum tercapai, evaluasi terhadap sistem pembinaan akan menjadi hal yang tidak terhindarkan. Untuk saat ini, Jakarta telah memulai persiapan dari level pelajar. POPPROV 2026 menjadi salah satu pintu masuk untuk menemukan atlet masa depan yang kemudian dapat dibina menuju kompetisi yang lebih tinggi.
Dengan target yang sudah ditetapkan secara terbuka oleh gubernur dan didukung KONI DKI, kontingen Jakarta memiliki waktu sekitar dua tahun untuk membangun kekuatan menuju PON XXII 2028. Pramono Anung ingin Jakarta bukan sekadar menjadi peserta PON 2028, melainkan kembali berdiri sebagai juara umum. Untuk mewujudkannya, pembinaan atlet sejak usia pelajar, optimalisasi fasilitas olahraga, penguatan sport science, serta kolaborasi antara pemerintah dan KONI menjadi kunci yang harus dijalankan secara konsisten.

Posting Komentar untuk " Pramono Anung Targetkan DKI Jakarta Juara PON 2028"