INFOGRAFIS: Ini Makanan Paling Bau di Dunia, Bikin Ingin Tutup Hidung

JAKARTA — Tidak semua makanan dengan aroma tajam berarti tidak enak. Di berbagai negara, makanan yang bagi sebagian orang dianggap “bau” justru merupakan kuliner tradisional yang digemari dan memiliki nilai budaya tinggi. Mulai dari surströmming asal Swedia, ikan pari fermentasi hongeo-hoe dari Korea Selatan, hingga durian, petai, dan jengkol dari Asia Tenggara, aroma menyengat menjadi karakter khas yang membuat makanan tersebut mudah dikenali.

Terbaru, TasteAtlas pada 2 Agustus 2026 merilis infografik mengenai makanan dengan aroma paling menyengat di dunia. Daftar tersebut mengelompokkan makanan berdasarkan tingkat kekuatan aromanya, dari kategori ekstrem hingga makanan yang aromanya masih tergolong kuat.

4 Makanan dengan Bau Paling Ekstrem

Dalam kategori Extreme Level, TasteAtlas memasukkan empat makanan yang dikenal karena aromanya yang luar biasa kuat.

1. Surströmming — Swedia

Surströmming merupakan ikan herring Baltik yang difermentasi dan biasanya dikemas dalam kaleng. Makanan tradisional Swedia ini terkenal karena aroma fermentasinya yang sangat tajam. Tekanan gas yang terbentuk selama fermentasi juga membuat kalengnya dapat menggembung.

Karena aromanya begitu kuat, surströmming sering dibuka di luar ruangan. Bagi masyarakat Swedia, makanan tersebut bukan sekadar kuliner ekstrem, tetapi bagian dari tradisi pangan yang sudah lama dikenal.

2. Hongeo-hoe — Korea Selatan

Hongeo-hoe merupakan hidangan khas Korea Selatan yang dibuat dari ikan pari yang difermentasi. Aroma khasnya sangat kuat karena proses pengolahan menghasilkan senyawa yang berhubungan dengan bau amonia. Karena itu, aromanya kerap digambarkan menyerupai bau amonia atau toilet. Meski demikian, hongeo-hoe merupakan hidangan tradisional yang tetap memiliki penggemar di Korea Selatan.

3. Kiviak — Greenland

Kiviak merupakan salah satu makanan tradisional paling unik dari kawasan Arktik. Makanan ini dibuat dengan memfermentasi burung laut utuh di dalam kulit anjing laut selama berbulan-bulan. Kiviak secara tradisional dikonsumsi oleh masyarakat Inuit di Greenland, terutama sebagai sumber pangan dalam kondisi lingkungan yang sangat dingin ketika memperoleh makanan segar tidak selalu mudah.

4. Hákarl — Islandia

Hákarl merupakan makanan khas Islandia yang dibuat dari hiu Greenland yang difermentasi kemudian dikeringkan. Aromanya dikenal sangat kuat dan menjadi salah satu ciri paling terkenal dari kuliner tradisional Islandia. Proses fermentasi tersebut juga memungkinkan daging hiu yang secara alami mengandung senyawa tertentu untuk diproses hingga dapat dikonsumsi.

4 Makanan dengan Aroma Sangat Tinggi

Di bawah kategori ekstrem, TasteAtlas menempatkan empat makanan dalam kategori Very High Level.

5. Vieux-Boulogne — Prancis

Vieux-Boulogne adalah keju dari Prancis yang dibuat menggunakan susu sapi. Aroma tajamnya berasal dari proses pematangan dan perlakuan pada permukaan kulit keju. Meskipun aromanya sangat kuat, bagian dalam keju memiliki tekstur dan cita rasa yang justru menjadi daya tarik bagi pencinta keju.

6. Époisses — Prancis

Keju Prancis lainnya yang terkenal karena aroma menyengat adalah Époisses. Keju ini mengalami proses pematangan dengan kulit yang dicuci secara berkala. Proses tersebut membantu menghasilkan karakter aroma yang kuat sekaligus cita rasa khas.

7. Stinky Tofu — China/Taiwan

Namanya saja sudah memberikan petunjuk: stinky tofu atau tahu berbau menyengat. Tahu difermentasi dalam larutan khusus sehingga menghasilkan aroma yang sangat berbeda dari tahu biasa. Makanan ini sangat populer di Taiwan dan juga dapat ditemukan di berbagai wilayah China. Biasanya stinky tofu dijual sebagai jajanan kaki lima dan sering digoreng sebelum disajikan.

Menariknya, aroma yang bagi wisatawan bisa terasa ekstrem justru menjadi salah satu daya tarik kuliner tersebut.

8. Durian — Asia Tenggara

Durian menjadi satu-satunya buah yang masuk kategori Very High Level dalam daftar TasteAtlas terbaru. Berbeda dengan makanan fermentasi, aroma durian bukan terutama berasal dari proses pembusukan atau fermentasi. Aroma tersebut berasal dari berbagai senyawa volatil alami dalam buah.

Karakter aromanya sangat kompleks sehingga ada orang yang menganggapnya harum dan lezat, sementara yang lain menggambarkannya seperti bawang, belerang, atau bahan organik yang membusuk. Di Indonesia sendiri, durian merupakan salah satu buah yang sangat populer.

INFOGRAFIS: Daftar Makanan yang Aromanya Bikin Tutup Hidung

TINGKAT EKSTREM

  • Surströmming — ikan herring fermentasi, Swedia

  • Hongeo-hoe — ikan pari fermentasi, Korea Selatan

  • Kiviak — burung laut fermentasi, Greenland

  • Hákarl — hiu Greenland fermentasi, Islandia

TINGKAT SANGAT TINGGI

  • 5. Vieux-Boulogne — keju Prancis

  • 6. Époisses — keju Prancis

  • 7. Stinky tofu — tahu fermentasi

  • 8. Durian — buah khas Asia Tenggara

Sumber pengelompokan: TasteAtlas, 2 Agustus 2026.

Mengapa Makanan Bisa Memiliki Bau Sangat Menyengat?

Salah satu penyebab utama aroma ekstrem pada sejumlah makanan adalah fermentasi. Fermentasi mengubah komponen makanan melalui aktivitas mikroorganisme. Dalam proses tersebut dapat terbentuk berbagai senyawa volatil yang mudah tercium manusia.

Pada produk tertentu, senyawa tersebut bisa menghasilkan aroma yang diasosiasikan dengan:

  • amonia;

  • belerang;

  • ikan;

  • keju matang;

  • bawang;

  • asam;

  • atau bahan organik yang membusuk.

Hongeo, misalnya, terkenal dengan aroma seperti amonia, sedangkan surströmming memiliki karakter bau ikan fermentasi yang sangat kuat. Namun, “bau” tidak sama dengan “berbahaya”. Selama makanan dibuat dengan bahan, proses, kebersihan, dan penyimpanan yang tepat, aroma yang sangat kuat merupakan karakter kuliner, bukan otomatis tanda makanan sudah rusak.

Indonesia Juga Punya Makanan yang Bikin Hidung Menyerah

Jika berbicara mengenai makanan beraroma menyengat, Indonesia tidak kalah. Dua nama yang paling mudah disebut adalah petai dan jengkol. Petai biasanya dikonsumsi sebagai lalapan atau dimasak bersama sambal dan berbagai hidangan. Aromanya yang khas bahkan dapat bertahan setelah makanan dikonsumsi. Jengkol juga memiliki aroma yang sangat kuat. Selain tercium dari mulut, senyawa tertentu dalam jengkol dapat memengaruhi aroma urine setelah dikonsumsi.

Dalam sejumlah daftar makanan beraroma menyengat yang beredar sebelumnya, jengkol bahkan pernah ditempatkan sebagai nomor satu dalam daftar yang membandingkan sembilan makanan beraroma tajam. Jadi, Indonesia sebenarnya memiliki “senjata” sendiri dalam persaingan makanan beraroma ekstrem.

Natto, Makanan Jepang yang Bau tetapi Populer

Nama lain yang sering muncul dalam pembahasan makanan beraroma kuat adalah natto. Natto merupakan kedelai yang difermentasi menggunakan bakteri Bacillus subtilis. Hasil fermentasinya menghasilkan tekstur yang sangat lengket dan berserabut sekaligus aroma khas yang tidak mudah diterima orang yang baru pertama kali mencobanya. Namun di Jepang, natto merupakan makanan yang umum dikonsumsi, termasuk bersama nasi.

Menariknya, sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2026 mengenai persepsi makanan berbau di Jepang juga menempatkan natto sebagai salah satu makanan paling sering diasosiasikan dengan bau menyengat, bersama kusaya, bawang putih, durian, dan surströmming.

Ada Perbedaan antara Bau dan Rasa

Hal yang menarik dari makanan-makanan tersebut adalah aroma dan rasa tidak selalu berjalan searah. Makanan yang baunya menyengat belum tentu rasanya buruk. Surströmming, misalnya, memiliki rasa asin dan karakter fermentasi yang menjadi bagian dari tradisi kuliner Swedia. Hongeo juga memiliki penggemar meskipun aromanya sangat tajam.

Begitu pula dengan durian. Banyak orang yang pertama kali mencium durian justru tidak menyukainya. Tetapi setelah mencicipinya, sebagian orang menjadi penggemar berat karena teksturnya yang lembut dan rasa manisnya. Dengan kata lain, hidung dan lidah dapat memberikan penilaian yang berbeda.

Kenapa Ada Orang Suka Makanan Bau?

Preferensi terhadap aroma makanan sangat dipengaruhi oleh budaya dan kebiasaan sejak kecil. Seseorang yang sejak kecil terbiasa dengan petai mungkin menganggap aromanya menggugah selera. Sebaliknya, orang yang belum pernah mengonsumsinya bisa menganggap aromanya terlalu kuat.

Hal yang sama terjadi pada natto, keju matang, durian, dan makanan fermentasi lainnya. Penelitian tentang persepsi makanan berbau di Jepang menunjukkan bahwa pengalaman tempat tinggal dan latar belakang kebiasaan dapat berkaitan dengan makanan apa yang dianggap menyengat. Jadi, makanan “paling bau” sebenarnya tidak sepenuhnya objektif jika yang dinilai adalah kenikmatan aromanya.

Mengapa Fermentasi Banyak Menghasilkan Bau?

Fermentasi telah digunakan manusia selama ribuan tahun untuk mengolah dan mengawetkan makanan. Dalam proses tersebut, mikroorganisme memecah berbagai komponen bahan makanan dan menghasilkan senyawa baru. Pada makanan tertentu, proses tersebut menciptakan aroma yang sangat kuat. Itulah sebabnya banyak makanan yang masuk kategori “paling bau” dunia justru merupakan makanan fermentasi, seperti:

  • surströmming;

  • hongeo;

  • hákarl;

  • natto;

  • stinky tofu;

  • berbagai keju matang.

Dengan kata lain, bau ekstrem sering menjadi efek samping sekaligus karakter utama dari proses fermentasi.

Bukan Berarti Makanan Itu Busuk

Istilah “makanan paling bau” sering disalahartikan sebagai makanan yang sudah membusuk. Padahal, fermentasi dan pembusukan adalah dua proses yang berbeda. Fermentasi dilakukan secara terkontrol dengan kondisi dan mikroorganisme tertentu. Sementara pembusukan merupakan proses degradasi yang tidak diinginkan dan dapat menyebabkan makanan menjadi tidak aman.

Karena itu, menyebut surströmming atau natto sebagai “makanan busuk” secara sederhana kurang tepat. Keduanya merupakan produk yang sengaja dibuat melalui proses fermentasi.

Surströmming vs Durian, Mana yang Lebih Bau?

Pertanyaan ini sebenarnya sulit dijawab secara mutlak. Aroma makanan dipengaruhi banyak faktor, termasuk konsentrasi senyawa volatil, suhu, kondisi makanan, ruang tempat makanan dibuka, serta sensitivitas penciuman seseorang. Namun dalam berbagai pembahasan mengenai makanan paling menyengat, surströmming hampir selalu berada di kelompok teratas.

Sementara itu, durian lebih unik karena merupakan buah segar dan tidak dibuat melalui fermentasi. Jadi, jika surströmming terkenal karena aroma fermentasi ikan yang ekstrem, durian terkenal karena kombinasi senyawa aromatik alami yang menghasilkan bau yang sangat khas.

Makanan Bau Justru Bisa Menjadi Identitas Budaya

Di balik aroma yang membuat orang ingin menutup hidung, makanan-makanan tersebut menyimpan cerita mengenai masyarakat yang mengonsumsinya. Surströmming merupakan bagian dari tradisi Swedia. Hongeo merupakan bagian dari kuliner Korea. Kiviak berkaitan dengan tradisi pangan masyarakat Arktik. Hákarl merupakan bagian dari warisan kuliner Islandia.

Stinky tofu menjadi salah satu ikon jajanan Taiwan. Durian menjadi salah satu buah paling populer di Asia Tenggara. Artinya, aroma yang dianggap “tidak menyenangkan” oleh sebagian orang justru dapat menjadi identitas budaya dan kuliner bagi masyarakat lainnya.

Posting Komentar untuk " INFOGRAFIS: Ini Makanan Paling Bau di Dunia, Bikin Ingin Tutup Hidung"