Makhachev: Rekor 100 Persen di Welter, Belum Catat Menang Submission

Islam Makhachev kembali menegaskan dominasinya di kelas welterweight UFC. Setelah mengalahkan Ian Machado Garry pada UFC 330, petarung asal Rusia itu kini memiliki rekor sempurna 2-0 di kelas 77 kilogram. Namun, ada satu catatan menarik: seluruh kemenangan Makhachev di welterweight sejauh ini diraih lewat keputusan juri, bukan submission.

Islam Makhachev menambah satu lagi kemenangan penting dalam perjalanan kariernya setelah mengalahkan Ian Machado Garry melalui keputusan mutlak pada UFC 330, Sabtu, 15 Agustus 2026, di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia. Tiga juri memberikan kemenangan kepada Makhachev dengan skor 49-46, 49-46, dan 48-47.

Hasil tersebut membuat Makhachev tetap menjadi juara kelas welterweight UFC sekaligus memperpanjang rentetan kemenangannya menjadi 17 pertandingan beruntun di UFC, sebuah rekor baru yang melewati catatan 16 kemenangan berturut-turut milik Anderson Silva.

Yang tidak kalah menarik adalah rekornya sejak naik kelas dari lightweight ke welterweight. Makhachev kini telah memenangkan dua pertandingan di kelas welterweight dari dua penampilan, alias memiliki rekor 100 persen kemenangan. Akan tetapi, dua kemenangan tersebut sama-sama berakhir melalui keputusan juri.

Dua Laga, Dua Kemenangan di Kelas Welterweight

Debut Makhachev di kelas welterweight terjadi pada UFC 322, 15 November 2025. Ketika itu ia langsung mendapat kesempatan menghadapi Jack Della Maddalena untuk memperebutkan sabuk juara kelas 77 kilogram.

Makhachev tampil dominan selama lima ronde. Ia memanfaatkan wrestling, kontrol di posisi ground, serta tekanan konstan untuk membatasi permainan Della Maddalena. Pertandingan akhirnya berakhir dengan kemenangan mutlak Makhachev, dengan ketiga juri memberikan skor 50-45.

Kemenangan atas Della Maddalena sekaligus menjadikan Makhachev petarung ke-11 dalam sejarah UFC yang mampu menjadi juara di dua divisi berbeda. Sebelumnya, ia telah mendominasi kelas lightweight dan mempertahankan sabuk tersebut dalam sejumlah pertarungan besar.

Laga keduanya di welterweight datang hampir sembilan bulan kemudian. Pada UFC 330, Makhachev mempertahankan sabuknya melawan penantang peringkat pertama, Ian Machado Garry. UFC sendiri menetapkan Garry sebagai penantang utama dalam duel tersebut.

Sekali lagi, Makhachev keluar sebagai pemenang melalui keputusan mutlak. Dengan demikian, catatan Makhachev di welterweight menjadi:

  • Pertandingan: 2

  • Menang: 2

  • Kalah: 0

  • Menang KO/TKO: 0

  • Menang submission: 0

  • Menang keputusan: 2

  • Persentase kemenangan: 100 persen

  • Mengapa Belum Ada Submission di Welterweight?

Catatan tersebut cukup menarik mengingat submission merupakan salah satu senjata paling identik dengan Makhachev.

Sebelum naik ke welterweight, Makhachev sudah mengoleksi 13 kemenangan submission dalam karier profesionalnya. Statistik UFC mencatat lima kemenangan melalui KO/TKO dan 13 kemenangan submission, dengan total rekor profesional sebelum pembaruan pasca-UFC 330 tercatat 28-1.

Di kelas lightweight, Makhachev beberapa kali membuktikan bahwa ia mampu mengakhiri pertandingan lewat teknik kuncian. Salah satu contohnya adalah kemenangan submission atas Dustin Poirier di UFC 302, serta kemenangan atas Renato Moicano di UFC 311. Keduanya berakhir melalui brabo choke.

Namun, situasinya berbeda ketika Makhachev berhadapan dengan lawan-lawan yang secara fisik lebih besar di kelas welterweight.

Pada duel melawan Della Maddalena, Makhachev mencatat empat takedown dari empat percobaan dan menghabiskan sekitar 19 menit 10 detik dalam kontrol. Meski memiliki dominasi grappling yang sangat besar, ia tidak menghasilkan submission attempt.

Hal serupa terjadi ketika menghadapi Garry. Makhachev lebih memilih mengamankan posisi, mengontrol tempo, dan mengumpulkan ronde daripada memaksakan penyelesaian. Strategi tersebut terbukti efektif karena Garry kesulitan melepaskan diri dari tekanan wrestling Makhachev.

Kemenangan atas Garry Menunjukkan Evolusi Makhachev

Pertarungan melawan Garry juga menunjukkan bahwa Makhachev tidak harus selalu menang dengan submission untuk mendominasi pertandingan.

Garry memiliki keunggulan tinggi dan jangkauan yang cukup signifikan. Petarung Irlandia itu juga dikenal mampu bertarung dari jarak jauh dengan permainan tendangan dan pergerakan yang menyulitkan lawan. Namun, Makhachev mampu mengatasi perbedaan ukuran tersebut dengan kombinasi tekanan, clinch, takedown, dan kontrol di atas matras.

Pada ronde kedua, Makhachev bahkan sempat menjatuhkan Garry melalui head kick sebelum kembali memanfaatkan kontrol grappling. Garry mampu memberikan perlawanan lebih baik pada ronde ketiga dan keempat, tetapi Makhachev kembali mengendalikan pertarungan pada ronde terakhir dan memastikan kemenangan lewat keputusan.

Ini menjadi gambaran penting mengenai bagaimana gaya Makhachev berkembang di kelas yang lebih berat.

Jika di lightweight ia kerap memiliki peluang untuk mencari submission setelah mendapatkan posisi dominan, di welterweight ia tampak lebih berhati-hati dalam mengelola energi dan risiko. Ukuran lawan yang lebih besar membuat kontrol posisi dan penguasaan ronde menjadi sama pentingnya dengan mencari penyelesaian.

Rekor Makhachev Kini Semakin Sulit Dikejar

Kemenangan atas Garry juga membawa rekor profesional Makhachev menjadi 29-1, menurut laporan pascapertandingan. Ia kini mengoleksi 17 kemenangan beruntun di UFC dan telah memenangkan gelar di dua kelas berbeda.

Rentetan tersebut menjadi semakin mengesankan karena Makhachev mampu mempertahankan konsistensinya meski menghadapi perubahan kelas.

Di lightweight, ia membangun reputasi sebagai salah satu grappler paling berbahaya di UFC. Ketika naik ke welterweight, tantangan fisiknya bertambah karena lawan memiliki ukuran tubuh dan kekuatan yang lebih besar. Namun, dua pertandingan pertamanya justru menghasilkan dua kemenangan dominan.

Menariknya, kedua kemenangan itu memiliki pola yang hampir sama: Makhachev menang dengan grappling, tetapi bukan dengan submission.

Submission Tetap Menjadi Ancaman

Tidak adanya submission di dua pertandingan welterweight bukan berarti Makhachev kehilangan kemampuan tersebut.

Sebaliknya, ancaman submission justru tetap menjadi bagian penting dari permainan Makhachev. Lawan harus selalu mempertimbangkan risiko ketika mencoba bertahan dari posisi bawah atau memberikan celah saat Makhachev memperoleh kontrol di ground.

Perbedaannya adalah Makhachev sekarang tidak terlihat terburu-buru untuk mengakhiri pertarungan.

Melawan Della Maddalena, ia memenangkan setiap ronde menurut tiga juri. Melawan Garry, ia juga mampu mengontrol sebagian besar pertandingan meski lawannya memberikan perlawanan lebih besar. Dua kemenangan tersebut menunjukkan bahwa Makhachev memiliki opsi untuk menang melalui keputusan apabila submission tidak tersedia. Dengan kata lain, submission bukan lagi satu-satunya jalan menuju kemenangan bagi Makhachev.

Rekor 100 Persen yang Bisa Menjadi Awal Dominasi Baru

Dua kemenangan memang belum cukup untuk menyamai dominasi panjang yang pernah dibangun Makhachev di lightweight. Namun, angka 2-0 di welterweight sudah memberikan sinyal kuat bahwa kepindahan divisi tersebut bukan sekadar eksperimen.

Makhachev telah merebut sabuk dari Della Maddalena dan kemudian mempertahankannya dari Garry. Keduanya merupakan kemenangan melalui keputusan mutlak, sehingga rekor welterweight-nya saat ini tetap sempurna tanpa satu pun kemenangan submission.

Di sisi lain, status Makhachev sebagai pemegang sabuk membuat pertandingan berikutnya akan semakin berat. Para penantang di divisi welterweight akan memiliki motivasi besar untuk menghentikan laju juara yang baru saja mencatat rekor kemenangan beruntun UFC.

Nama-nama seperti Carlos Prates dan Michael Morales sudah menjadi bagian dari pembicaraan mengenai calon penantang berikutnya setelah UFC 330.

Pertanyaan berikutnya pun menarik: apakah Makhachev akhirnya akan mencatat kemenangan submission pertamanya di welterweight, atau kembali menunjukkan bahwa ia bisa menguasai divisi melalui keputusan juri?

Untuk saat ini, faktanya jelas. Islam Makhachev memiliki rekor 100 persen di kelas welterweight dengan dua kemenangan dari dua pertandingan, tetapi belum sekalipun memenangkan pertarungan di divisi tersebut melalui submission. Justru itulah yang membuat catatannya semakin menarik: seorang spesialis grappling dengan 13 kemenangan submission dalam kariernya kini sedang membangun dominasi baru di kelas yang lebih berat—bahkan ketika kemenangan itu tidak harus berakhir dengan kuncian.

Posting Komentar untuk " Makhachev: Rekor 100 Persen di Welter, Belum Catat Menang Submission"