NTT Kembali Diguncang 2 Gempa, Tidak Berpotensi Tsunami
NTT kembali diguncang dua gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,0 dan 5,8 pada Senin (17/8/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan kedua gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Kupang – Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mengalami aktivitas gempa bumi pada Senin, 17 Agustus 2026. Dalam rentang waktu kurang dari delapan jam, dua gempa dengan magnitudo di atas 5,0 tercatat mengguncang wilayah NTT.
Gempa pertama terjadi pada pukul 00.26.17 WIB atau 01.26 WITA. Berdasarkan data BMKG, gempa tersebut memiliki magnitudo 5,0, dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 77 kilometer barat laut Manggarai Timur, NTT, pada kedalaman 10 kilometer. Episenter gempa berada di koordinat 7,93° LS dan 120,50° BT.
BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Masyarakat juga diimbau untuk tetap berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Belum berselang lama, gempa kembali mengguncang wilayah NTT pada pagi hari. Gempa kedua terjadi pada pukul 07.46.43 WIB atau 08.46 WITA dengan kekuatan yang lebih besar, yakni magnitudo 5,8. Pusat gempa kedua berada di laut, sekitar 39 kilometer barat laut Ende, dengan kedalaman 10 kilometer. Lokasi episenternya tercatat pada koordinat 8,38° LS dan 121,52° BT.
Sama seperti gempa pertama, hasil analisis BMKG menyatakan gempa M5,8 tersebut tidak berpotensi tsunami. BMKG kembali mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Dua Gempa Terjadi di Tengah Aktivitas Seismik NTT
Kemunculan dua gempa M5,0 dan M5,8 tersebut terjadi hanya dua hari setelah NTT diguncang gempa bumi besar pada Sabtu (15/8/2026).
Pada 15 Agustus, wilayah Flores dan sekitarnya diguncang gempa kuat yang kemudian dimutakhirkan BMKG menjadi magnitudo 7,7. Episenter gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer.
Gempa besar tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami karena mekanisme sumbernya berupa sesar naik atau thrust fault. BMKG kemudian mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB setelah hasil pemantauan menunjukkan kondisi yang memungkinkan status peringatan tersebut dihentikan.
Aktivitas kegempaan juga masih berlangsung setelah gempa utama tersebut. BMKG mencatat sebanyak 235 aktivitas gempa susulan hingga pukul 14.00 WIB pada 15 Agustus, dengan magnitudo berkisar antara M2,5 hingga M6,2.
Karena itu, dua gempa yang kembali terjadi pada 17 Agustus berlangsung dalam periode ketika aktivitas kegempaan di wilayah Flores dan sekitarnya masih menjadi perhatian. Namun, status suatu gempa sebagai gempa susulan tetap bergantung pada hasil analisis seismologi BMKG.
Mengapa Dua Gempa Terbaru Tidak Memicu Tsunami?
Tidak setiap gempa bumi di laut otomatis menyebabkan tsunami. Potensi tsunami dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain kekuatan gempa, kedalaman sumber, lokasi episenter, serta mekanisme pergerakan sesar yang menyebabkan perubahan atau perpindahan dasar laut secara signifikan.
Untuk gempa M5,0 di Manggarai Timur dan M5,8 di sekitar Ende, BMKG telah menyatakan hasil pemodelannya menunjukkan tidak ada potensi tsunami.
Meski demikian, status tidak berpotensi tsunami bukan berarti masyarakat boleh mengabaikan aspek keselamatan. Guncangan gempa, terutama pada bangunan yang sebelumnya sudah mengalami kerusakan, tetap dapat menimbulkan risiko.
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat aktivitas gempa masih dapat terjadi.
Masyarakat yang berada di wilayah terdampak sebaiknya menghindari bangunan yang mengalami retakan atau kerusakan setelah gempa. Sebelum kembali masuk ke bangunan, kondisi struktur perlu dipastikan aman.
Informasi mengenai gempa dan potensi tsunami juga sebaiknya diperoleh dari sumber resmi, terutama BMKG, BNPB, BPBD, serta pemerintah daerah. Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama kabar mengenai tsunami yang dapat memicu kepanikan.
NTT Masih Berada dalam Periode Kewaspadaan
Rangkaian gempa yang terjadi sejak 15 Agustus menunjukkan bahwa aktivitas seismik di wilayah NTT masih perlu dipantau secara serius. Gempa M7,7 sebelumnya telah menyebabkan guncangan kuat dan berdampak pada sejumlah wilayah di Flores.
Dua gempa M5,0 dan M5,8 pada Senin pagi menjadi pengingat bahwa gempa susulan atau aktivitas gempa lainnya masih mungkin terjadi. Meski kedua gempa terbaru tidak berpotensi tsunami, masyarakat di NTT tetap dianjurkan untuk tenang, waspada, dan mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG.


Posting Komentar untuk "NTT Kembali Diguncang 2 Gempa, Tidak Berpotensi Tsunami"