Pakar Ungkap Ancaman Megathrust di Jakarta, Ingatkan Potensi Tsunami

JAKARTA – Ancaman gempa bumi besar akibat aktivitas zona megathrust kembali menjadi perhatian, termasuk bagi wilayah Jakarta. Pakar mengingatkan bahwa meski pusat gempa megathrust tidak berada tepat di Ibu Kota, guncangan kuat dari zona subduksi di sekitar Jawa bagian barat dan Selat Sunda dapat dirasakan hingga Jakarta.

Kondisi tersebut membuat Jakarta perlu memperhitungkan dampak gempa besar, termasuk kemungkinan gangguan infrastruktur dan, dalam skenario tertentu, dampak tsunami yang dapat menjalar ke wilayah pesisir. Peringatan ini bukan berarti gempa megathrust akan terjadi dalam waktu dekat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa pembahasan mengenai potensi megathrust merupakan bagian dari upaya mitigasi dan kesiapsiagaan, bukan prediksi kapan gempa akan terjadi.

Jakarta Berada Dekat dengan Sejumlah Sumber Gempa

Jakarta memang tidak berada tepat di atas zona megathrust. Namun, lokasinya relatif dekat dengan beberapa sumber gempa aktif yang berpotensi menghasilkan guncangan kuat. BMKG sebelumnya menjelaskan sedikitnya terdapat tiga sumber gempa yang dapat memberikan dampak signifikan terhadap Jakarta. Dua di antaranya berkaitan dengan zona megathrust, yakni Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Selatan Jawa Barat.

Selain itu, terdapat sumber gempa dari sesar aktif di daratan, seperti Sesar Baribis, Sesar Lembang, dan Sesar Cimandiri, yang guncangannya juga berpotensi dirasakan di Jakarta. Dengan demikian, ancaman bagi Jakarta tidak hanya berasal dari satu sumber. Kombinasi kedekatan dengan zona subduksi dan keberadaan sesar aktif membuat kesiapsiagaan gempa menjadi hal yang penting.

Apa Itu Gempa Megathrust?

Megathrust merupakan zona kontak antara dua lempeng tektonik yang saling bertumbukan, dengan salah satu lempeng menunjam ke bawah lempeng lainnya. Indonesia berada di kawasan pertemuan sejumlah lempeng tektonik sehingga memiliki banyak zona subduksi aktif. Di selatan Pulau Jawa hingga Selat Sunda, Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.

Pada kondisi tertentu, energi yang terakumulasi di bidang pertemuan lempeng dapat dilepaskan dalam bentuk gempa bumi berkekuatan sangat besar. Gempa jenis ini menjadi perhatian khusus karena selain mampu menghasilkan guncangan hebat, jika terjadi di bawah laut dengan mekanisme dan kondisi tertentu, pergerakan dasar laut dapat mengganggu kolom air dan memicu tsunami.

Mengapa Jakarta Bisa Terancam?

Pertanyaan yang sering muncul adalah mengapa Jakarta yang berada cukup jauh dari pantai selatan Jawa tetap harus memperhatikan ancaman megathrust. Jawabannya adalah karena guncangan gempa bumi dapat menjalar jauh dari episentrum. BMKG sebelumnya menyebut dua zona megathrust yang dapat menjadi sumber gempa yang terasa hingga Jakarta adalah zona Selat Sunda dan selatan Jawa Barat.

Jika terjadi gempa besar, dampaknya terhadap Jakarta tidak hanya berupa guncangan bangunan. Gangguan dapat merambat ke berbagai sektor, mulai dari jaringan listrik, telekomunikasi, transportasi, fasilitas kesehatan, hingga aktivitas ekonomi. Kawasan perkotaan dengan kepadatan penduduk dan bangunan yang sangat tinggi juga memiliki tingkat kompleksitas penanganan bencana yang lebih besar.

Potensi Tsunami Tetap Harus Diperhitungkan

Ancaman tsunami terutama berkaitan dengan gempa besar yang terjadi di bawah laut dan menyebabkan perubahan vertikal pada dasar laut. Tidak semua gempa megathrust otomatis menghasilkan tsunami. BMKG menegaskan bahwa potensi tsunami bergantung pada parameter gempa, lokasi, kedalaman, mekanisme sumber, serta perubahan dasar laut yang terjadi.

Karena itu, masyarakat tidak seharusnya menganggap setiap gempa sebagai tanda tsunami. Namun, wilayah pesisir tetap harus memiliki sistem kesiapsiagaan karena tsunami dapat terjadi setelah gempa besar di laut. BMKG memiliki sistem peringatan dini tsunami yang dirancang untuk memberikan informasi secepat mungkin setelah gempa yang berpotensi menimbulkan tsunami terdeteksi.

Selat Sunda Menjadi Perhatian Penting

Selat Sunda menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian dalam pembahasan ancaman gempa dan tsunami. BMKG menyatakan zona Megathrust Selat Sunda merupakan salah satu zona yang perlu diwaspadai karena memiliki sejarah dan karakteristik tektonik yang memungkinkan terjadinya gempa besar.

Dalam kajian dan pemodelan BMKG, gempa di zona Megathrust Selat Sunda dapat mencapai kekuatan yang sangat besar. Salah satu pemodelan yang pernah disampaikan BMKG menunjukkan skenario gempa hingga magnitudo 8,7 di kawasan tersebut. Angka tersebut merupakan skenario pemodelan, bukan ramalan bahwa gempa berkekuatan M8,7 akan terjadi pada waktu tertentu. Hal ini penting dipahami agar masyarakat tidak salah menangkap informasi mengenai megathrust.

Bukan Prediksi Gempa Akan Terjadi Besok

Istilah "megathrust tinggal menunggu waktu" kerap menimbulkan kepanikan di masyarakat. Padahal, secara ilmiah, keberadaan zona megathrust tidak berarti para ahli mengetahui tanggal, waktu, atau lokasi persis gempa berikutnya.

BMKG telah menegaskan bahwa pembahasan mengenai seismic gap di zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut merupakan pengingat mengenai potensi bahaya, bukan peringatan dini bahwa gempa besar akan segera terjadi. Karena gempa bumi belum dapat diprediksi secara tepat mengenai kapan terjadinya, pendekatan yang paling rasional adalah memperkuat mitigasi. Artinya, masyarakat tidak perlu panik, tetapi juga tidak boleh mengabaikan ancamannya.

Jakarta Perlu Memperkuat Mitigasi

Bagi Jakarta, kesiapsiagaan menghadapi gempa harus dilakukan dari sekarang. Beberapa langkah penting meliputi pemeriksaan ketahanan bangunan, penyusunan jalur evakuasi, penyiapan tempat berkumpul, edukasi kebencanaan, serta latihan evakuasi secara berkala. Gedung bertingkat, sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, kawasan industri, dan fasilitas publik lainnya membutuhkan prosedur keselamatan yang jelas. Masyarakat juga perlu mengetahui lokasi tangga darurat, pintu keluar, titik kumpul, serta tindakan yang harus dilakukan ketika guncangan terjadi.

Latihan Megathrust dan Tsunami Sudah Dilakukan

Ancaman megathrust juga telah menjadi bagian dari latihan kesiapsiagaan pemerintah. Pada Agustus 2025, BMKG bersama sejumlah kementerian dan lembaga mengikuti simulasi tanggap darurat menghadapi skenario gempa megathrust dan tsunami. Dalam simulasi tersebut digunakan skenario gempa M9,0 di Selat Sunda dengan kedalaman 10 kilometer.

Latihan seperti ini penting karena penanganan bencana berskala besar tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja. BMKG, BNPB, pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, fasilitas kesehatan, hingga operator infrastruktur strategis perlu memiliki koordinasi yang jelas.

Masyarakat Pesisir Harus Mengetahui Respons Darurat

Bagi masyarakat yang berada di kawasan pesisir, pengetahuan mengenai tanda-tanda tsunami menjadi sangat penting. Jika terjadi gempa kuat atau berlangsung cukup lama dan seseorang berada di dekat pantai, masyarakat harus segera memperhatikan informasi resmi serta mengikuti instruksi evakuasi. Dalam situasi tertentu, masyarakat tidak boleh menunggu terlalu lama hanya untuk memastikan apakah tsunami benar-benar terjadi.

Prinsip utamanya adalah menjauh dari pantai dan menuju tempat yang lebih tinggi atau lokasi evakuasi yang telah ditentukan apabila terdapat peringatan resmi atau tanda alam yang mengindikasikan tsunami.

Ancaman Terbesar Bukan Sekadar Guncangan

Dampak gempa besar di kota metropolitan seperti Jakarta dapat menjadi kompleks. Guncangan dapat menyebabkan kerusakan bangunan, sementara kerusakan jaringan listrik dan komunikasi dapat menghambat proses penyelamatan. Jalan yang terganggu juga dapat membuat ambulans dan kendaraan penyelamat kesulitan bergerak. Di sisi lain, kepadatan penduduk membuat proses evakuasi menjadi lebih rumit. Karena itu, mitigasi tidak cukup hanya dengan mengandalkan teknologi peringatan dini. Ketahanan bangunan dan kesiapan masyarakat sama pentingnya.

Jangan Menunggu Gempa Baru Bersiap

Ancaman megathrust merupakan risiko alam yang harus dihadapi Indonesia karena kondisi tektoniknya. Jakarta memang bukan wilayah yang berada tepat di atas zona megathrust, tetapi kedekatannya dengan sejumlah sumber gempa membuat kota ini tetap perlu bersiap menghadapi kemungkinan guncangan kuat.

Pakar dan BMKG pada dasarnya tidak meminta masyarakat untuk takut terhadap megathrust. Yang dibutuhkan adalah kesiapsiagaan berbasis risiko. Gempa besar tidak dapat dipastikan kapan datangnya. Namun, dampaknya dapat dikurangi melalui bangunan yang lebih aman, sistem peringatan dini, jalur evakuasi yang jelas, latihan kebencanaan, dan masyarakat yang mengetahui apa yang harus dilakukan.

Dengan demikian, peringatan mengenai potensi megathrust di sekitar Jakarta seharusnya tidak menjadi sumber kepanikan, melainkan momentum untuk memperkuat kesiapan menghadapi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Posting Komentar untuk " Pakar Ungkap Ancaman Megathrust di Jakarta, Ingatkan Potensi Tsunami"