Projo Gelar HUT ke-12 di Jakarta, Budi Arie Tegaskan Dukung Prabowo
Jakarta — Organisasi kemasyarakatan Pro Jokowi (Projo) menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 di Kantor DPP Projo, kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2026). Momentum tersebut menjadi ajang konsolidasi sekaligus penegasan sikap organisasi dalam mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ketua Umum DPP Projo Budi Arie Setiadi hadir langsung dalam perayaan tersebut bersama jajaran dan anggota Projo. Dalam sambutannya, Budi Arie meminta seluruh anggota Projo mendukung program-program pemerintahan Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, terutama kebijakan yang dinilai berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Budi Arie menegaskan, dukungan Projo bukan berarti organisasi menutup mata terhadap berbagai persoalan dalam pelaksanaan pemerintahan. Sebaliknya, Projo akan tetap memberikan masukan dan mengkritisi praktik yang dinilai tidak sesuai dengan kepentingan rakyat. “Karena itu kita mendukung program-program pro-kerakyatan Presiden Prabowo atau program-program pro-rakyat pemerintahan Prabowo-Gibran ini dengan terus memberikan input, saran terhadap praktik-praktik yang tidak benar,” kata Budi Arie dalam sambutannya, Minggu (23/8/2026).
HUT ke-12 Jadi Momentum Konsolidasi Projo
Peringatan HUT ke-12 Projo tahun ini mengusung semangat “Setia di Garis Rakyat untuk Indonesia Maju”. Acara tersebut digelar di Kantor Sekretariat DPP Projo di Jakarta dan menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan organisasi sekaligus memperkuat komitmen dalam mengawal pembangunan nasional.
Sebelumnya, DPP Projo menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-12 dirancang tidak hanya sebagai acara seremonial. Sejumlah agenda seperti diskusi politik, ramah tamah, doa bersama, dan hiburan musik disiapkan untuk mempererat hubungan antarkader serta jaringan relawan. Tema yang diusung juga mencerminkan keinginan Projo untuk mempertahankan semangat perjuangan organisasi sekaligus mengawal agenda pembangunan Indonesia.
“Setia pada Perjuangan, Teguh dalam Prinsip, Mengawal Indonesia Maju” menjadi tema yang sebelumnya diumumkan Projo untuk perayaan tahun ini.
Budi Arie Minta Kader Kawal Program Prabowo-Gibran
Dalam perayaan tersebut, Budi Arie menekankan pentingnya peran Projo dalam mengawal berbagai program pemerintah. Menurut dia, dukungan terhadap Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran perlu diwujudkan melalui keterlibatan aktif di tengah masyarakat. Kader Projo diminta tidak hanya menjadi pendukung pemerintah, tetapi juga menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah.
Dengan demikian, organisasi dapat menjalankan fungsi sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah. Sikap tersebut sejalan dengan narasi yang selama ini dibangun Projo bahwa organisasi harus tetap berada di tengah masyarakat dan mengawal kepentingan rakyat. Projo sendiri sebelumnya menyatakan bahwa memasuki usia 12 tahun, organisasi ingin memperkuat barisan, menjaga semangat gotong royong, serta mengawal pembangunan menuju Indonesia Maju.
Dukungan Projo kepada Prabowo Bukan Hal Baru
Dukungan Projo kepada Prabowo sebenarnya telah berlangsung sejak menjelang Pilpres 2024. Pada Oktober 2023, Projo mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Dalam momentum tersebut, Prabowo juga ditetapkan sebagai anggota kehormatan Projo dan menerima jaket organisasi dari Budi Arie.
Dukungan itu kemudian berlanjut setelah Prabowo-Gibran memenangkan Pilpres 2024 dan menjalankan pemerintahan. Kini, setelah pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan, Projo mengambil posisi untuk mengawal program pemerintah sekaligus memberikan masukan jika menemukan persoalan di lapangan.
Projo Ingin Tetap Menjadi Penghubung Pemerintah dan Rakyat
Bagi Projo, dukungan politik tidak semata-mata berarti memberikan pembenaran terhadap seluruh kebijakan pemerintah. Pernyataan Budi Arie dalam HUT ke-12 menunjukkan bahwa Projo ingin mempertahankan peran sebagai kelompok yang mendukung kebijakan pro-rakyat, tetapi tetap memberikan kritik dan saran terhadap pelaksanaan program.
Posisi tersebut penting karena keberhasilan program pemerintah sangat bergantung pada pelaksanaan di lapangan. Program yang dirancang di tingkat pusat dapat menghadapi berbagai persoalan ketika diterapkan di daerah. Karena memiliki jaringan kader dan relawan di berbagai wilayah, Projo menilai dirinya dapat ikut menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah.
Fokus pada Program yang Berdampak kepada Masyarakat
Dukungan Projo kepada pemerintahan Prabowo juga dikaitkan dengan sejumlah agenda pembangunan nasional. Pemerintah Prabowo menempatkan pembangunan manusia, ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan, serta penguatan ekonomi sebagai bagian penting dari agenda pemerintah.
Dalam pidato kenegaraan pada 14 Agustus 2026, Prabowo menegaskan pembangunan manusia harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk gizi anak. Presiden menyebut tidak boleh ada anak Indonesia yang belajar dalam kondisi lapar. Di bidang ekonomi, pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga daya beli masyarakat dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Program-program semacam itu menjadi ruang bagi Projo untuk menjalankan peran sebagai kelompok masyarakat yang ikut mengawal kebijakan pemerintah.
Tantangan Projo Setelah Era Jokowi
Memasuki usia ke-12, Projo juga menghadapi perubahan penting dalam lanskap politik nasional. Organisasi tersebut sebelumnya dikenal luas sebagai salah satu kelompok relawan utama yang mendukung Joko Widodo. Namun, setelah masa kepemimpinan Jokowi berakhir, Projo kini berada dalam fase baru dengan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.
Dalam refleksi perjalanan organisasi yang diterbitkan Projo, disebutkan bahwa tantangan ke depan adalah bagaimana organisasi dapat bertransformasi dari loyalitas terhadap figur menuju loyalitas terhadap institusi dan kepentingan rakyat. Projo juga menilai identitas kerakyatan perlu tetap menjadi kompas organisasi.
Artinya, dukungan kepada pemerintah diharapkan berjalan beriringan dengan keberanian menyampaikan persoalan yang dirasakan masyarakat.
Jokowi Tidak Hadir dalam HUT ke-12 Projo
Dalam peringatan HUT ke-12 tersebut, Presiden ke-7 RI Joko Widodo disebut tidak menghadiri acara ulang tahun Projo di Jakarta. Ketidakhadiran Jokowi menjadi perhatian karena selama bertahun-tahun dirinya memiliki hubungan erat dengan organisasi relawan tersebut. Meski demikian, Jokowi pada hari yang sama diketahui menghadiri akad pernikahan Kepala Sekretaris Pribadi Presiden Prabowo Subianto, Rizky Irmansyah, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta. Kehadiran Jokowi disambut sejumlah pejabat pemerintahan Prabowo.
Tidak hadirnya Jokowi dalam acara HUT Projo tidak mengubah agenda organisasi yang kini menegaskan dukungan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
12 Tahun Perjalanan Projo
Projo telah melewati perjalanan panjang sejak dibentuk sebagai gerakan relawan hingga berkembang menjadi organisasi kemasyarakatan. Dalam refleksi 12 tahun perjalanan, Projo menyebut organisasi tersebut lahir dari gagasan bahwa rakyat harus memiliki posisi penting dalam politik nasional. Salah satu kegiatan yang pernah menjadi bagian penting perjalanan Projo adalah Musyawarah Rakyat atau Musra.
Projo menyebut keputusan mendukung Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024 juga berkaitan dengan proses penyaringan aspirasi melalui Musra. Kini, tantangan organisasi bukan lagi sekadar memenangkan kontestasi politik, tetapi memastikan program pemerintahan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
Budi Arie Tegaskan Projo Tetap Setia di Garis Rakyat
Peringatan HUT ke-12 menjadi kesempatan bagi Budi Arie untuk kembali menegaskan identitas Projo. Dukungan kepada pemerintahan Prabowo-Gibran akan terus diberikan, khususnya untuk program yang dianggap pro-rakyat. Namun, Projo juga menyatakan akan tetap menyampaikan masukan dan kritik jika menemukan pelaksanaan kebijakan yang tidak sesuai dengan kepentingan masyarakat.
Dengan demikian, posisi Projo di bawah kepemimpinan Budi Arie saat ini dapat diringkas dalam dua peran: mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran dan mengawal pelaksanaannya agar tetap berpihak kepada rakyat. Memasuki usia 12 tahun, Projo menghadapi babak baru. Setelah sebelumnya menjadi bagian dari gerakan pendukung Jokowi, organisasi tersebut kini menempatkan diri sebagai salah satu kelompok masyarakat yang mendukung pemerintahan Prabowo.
Bagi Budi Arie dan jajaran Projo, tantangan berikutnya adalah memastikan dukungan tersebut tidak berhenti pada deklarasi politik, tetapi diwujudkan melalui pengawalan program, penyampaian aspirasi, serta kritik terhadap kebijakan yang dinilai tidak sesuai dengan kepentingan rakyat.

Posting Komentar untuk " Projo Gelar HUT ke-12 di Jakarta, Budi Arie Tegaskan Dukung Prabowo"