Suasana 'Bioskop Mini' Jaksinema Pasar Rumput di Hari Libur Maulid
JAKARTA – Hari libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW pada Selasa (25/8/2026) dimanfaatkan sebagian warga Jakarta untuk mencari hiburan bersama keluarga dan teman. Salah satu pilihan yang menarik perhatian adalah Jaksinema, bioskop mini yang baru saja hadir di kawasan Rumah Susun Pasar Rumput, Jakarta Selatan. Suasana Jaksinema Pasar Rumput tampak ramai pada hari libur tersebut. Sejumlah warga terlihat datang untuk menikmati film di ruang pemutaran yang berada di tengah kawasan pasar dan hunian vertikal.
Kehadiran Jaksinema menjadi pemandangan baru bagi kawasan Pasar Rumput. Jika biasanya aktivitas warga di kawasan tersebut identik dengan perdagangan dan kehidupan penghuni rusun, kini tersedia ruang hiburan berupa bioskop yang dapat dijangkau tanpa harus pergi ke pusat perbelanjaan. Berdasarkan pantauan pada Selasa (25/8), pengunjung terlihat memesan tiket sebelum memasuki studio. Sebagian datang bersama keluarga, sementara lainnya menghabiskan waktu libur bersama teman.
Jaksinema Baru Diresmikan Sehari Sebelumnya
Momentum libur Maulid Nabi menjadi salah satu kesempatan awal masyarakat mencoba Jaksinema. Bioskop mini tersebut baru diresmikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno pada Senin (24/8/2026). Peresmian dilakukan di Rumah Susun Pasar Rumput, Tebet, Jakarta Selatan. Jaksinema merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun ekosistem Jakarta Kota Sinema sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap film Indonesia.
Bioskop ini berada di Tower 3 Rusun Pasar Rumput dan terintegrasi dengan Jakmart Rusun Pasar Rumput. Pengunjung dapat menuju ruang studio dengan menggunakan lift menuju lantai III setelah melewati kawasan pasar di lantai dasar. Konsep tersebut membuat pengalaman menonton Jaksinema berbeda dibandingkan bioskop konvensional yang umumnya berada di pusat perbelanjaan.
Hanya Satu Studio dengan 43 Kursi
Jaksinema Pasar Rumput memiliki satu studio dengan kapasitas 43 kursi. Meski berukuran mini, fasilitas studio dirancang dengan standar yang disebut setara dengan bioskop komersial lainnya. Film yang diputar juga secara khusus merupakan film produksi Indonesia. Kehadiran layar tersebut diharapkan dapat memberikan ruang apresiasi yang lebih luas bagi karya sineas Tanah Air.
Dengan jumlah kursi yang terbatas, suasana menonton di Jaksinema terasa lebih intim. Konsep ini sekaligus menyasar masyarakat di sekitar rusun dan kawasan Pasar Rumput yang membutuhkan pilihan hiburan dengan harga terjangkau.
Tiket Mulai Rp15 Ribu
Salah satu daya tarik utama Jaksinema adalah harga tiketnya. Untuk hari biasa, tiket dibanderol Rp15 ribu, sedangkan pada akhir pekan dan hari libur tarifnya Rp20 ribu. Dengan tarif tersebut, Jaksinema menawarkan alternatif bagi masyarakat yang ingin menikmati film tanpa harus mengeluarkan biaya sebesar tiket bioskop komersial pada umumnya.
Khusus pada libur Maulid Nabi 25 Agustus 2026, masyarakat termasuk mendapatkan kesempatan menikmati fasilitas baru tersebut dengan tarif hari libur sebesar Rp20 ribu. Untuk pembelian tiket, Jaksinema menggunakan sistem JXCine melalui vending machine yang terintegrasi dengan pembayaran digital QRIS perbankan. Sistem tersebut membuat proses transaksi lebih praktis bagi pengunjung.
Lima Film Dijadwalkan Bergantian
Pada operasional awalnya, Jaksinema menghadirkan lima film berbeda yang dijadwalkan tayang bergantian. Jadwal pemutaran dimulai sekitar pukul 11.00 WIB hingga 20.05 WIB. Pilihan jam tayang tersebut membuat masyarakat memiliki beberapa alternatif waktu untuk menonton selama menghabiskan hari libur.
Bagi penghuni rusun, keberadaan bioskop di lingkungan tempat tinggal tentu memberikan kemudahan tersendiri. Mereka tidak perlu bepergian jauh untuk mendapatkan hiburan layar lebar. Konsep inilah yang menjadi salah satu nilai jual Jaksinema: membawa bioskop lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Suasana Libur Maulid, Warga Datang Bersama Keluarga
Libur Maulid Nabi tahun ini jatuh pada Selasa, 25 Agustus 2026. Pemerintah menetapkan tanggal tersebut sebagai hari libur nasional berdasarkan SKB tiga menteri. Momentum tersebut dimanfaatkan warga untuk melakukan berbagai aktivitas, termasuk berkumpul bersama keluarga.
Jaksinema menjadi salah satu pilihan baru karena lokasinya berada di kawasan yang mudah dijangkau penghuni rusun dan masyarakat sekitar. Suasana di bioskop mini tersebut terlihat cukup ramai, dengan pengunjung datang bersama keluarga maupun teman.
Bagi sebagian warga, menonton film bisa menjadi aktivitas sederhana untuk mengisi waktu libur setelah mengikuti kegiatan keagamaan atau menghabiskan waktu bersama keluarga. Kehadiran Jaksinema pun memberikan warna baru bagi kawasan Pasar Rumput yang selama ini lebih dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas perdagangan di Jakarta Selatan.
Bukan Sekadar Tempat Menonton Film
Pemprov DKI Jakarta melihat Jaksinema bukan hanya sebagai tempat hiburan. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan kehadiran bioskop mini tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi Jakarta Kota Sinema. Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan akses yang lebih mudah terhadap film Indonesia sekaligus ruang untuk mengapresiasi karya anak bangsa.
Konsep tersebut juga berkaitan dengan pengembangan ekonomi kreatif. Semakin mudah masyarakat menjangkau ruang pemutaran film, semakin besar pula peluang tumbuhnya ekosistem kreatif lain seperti musik, desain, fotografi, kriya, hingga teknologi digital. Rano bahkan berharap konsep Jaksinema nantinya dapat diperluas ke rumah susun lainnya di Jakarta.
Pasar Rumput Jadi Ruang Multifungsi
Kehadiran Jaksinema juga memperlihatkan perubahan fungsi kawasan Pasar Rumput. Selain menjadi tempat transaksi perdagangan dan hunian, kawasan tersebut kini memiliki fasilitas hiburan yang dapat dinikmati masyarakat. Perumda Pasar Jaya mengembangkan Jaksinema melalui kerja sama dengan Layar Digi sebagai penyedia film. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari diversifikasi bisnis sekaligus upaya menjadikan kawasan pasar lebih terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat modern.
Sebelumnya, kawasan Pasar Rumput telah mendapatkan berbagai fasilitas pendukung, termasuk digitalisasi transaksi menggunakan QRIS. Kini, masyarakat mendapatkan pilihan hiburan baru dalam kawasan yang sama.
Film Indonesia Masih Punya Banyak Penonton
Pengembangan Jaksinema juga didukung oleh kondisi industri film nasional yang menunjukkan tingginya minat penonton. Berdasarkan data Cinepoint dan pelacakan film nasional yang disampaikan Rano Karno, sekitar 93 film Indonesia telah ditayangkan sepanjang Januari hingga Juli 2026. Jumlah penontonnya mencapai 40.711.772 orang, sementara pangsa penonton film nasional disebut telah mencapai sekitar 67 persen.
Angka tersebut menjadi salah satu alasan Pemprov DKI menilai akses terhadap ruang pemutaran film nasional perlu diperluas. Bioskop tidak harus selalu berada di pusat perbelanjaan atau kawasan komersial besar. Dengan konsep seperti Jaksinema, layar film bisa ditempatkan lebih dekat dengan permukiman masyarakat.
Jadi Alternatif Hiburan Murah di Jakarta
Dengan harga tiket mulai Rp15 ribu dan maksimal Rp20 ribu pada hari libur atau akhir pekan, Jaksinema berpotensi menjadi salah satu alternatif hiburan yang relatif murah bagi warga Jakarta. Kapasitasnya memang hanya 43 kursi, tetapi keterbatasan tersebut justru menjadi bagian dari konsep bioskop mini yang dekat dengan masyarakat.
Suasana pada hari libur Maulid Nabi memperlihatkan bahwa kehadiran bioskop di tengah kawasan rusun dapat menjadi pilihan baru bagi warga untuk mengisi waktu luang. Bagi keluarga, Jaksinema menawarkan kesempatan menikmati film Indonesia tanpa harus pergi jauh. Bagi penghuni rusun, keberadaannya bahkan bisa menjadi fasilitas hiburan yang dapat diakses dari lingkungan tempat tinggal sendiri.
Sementara bagi pemerintah daerah, Jaksinema menjadi salah satu eksperimen untuk membangun ekosistem Jakarta Kota Sinema dari tingkat paling dekat dengan masyarakat. Jika konsep tersebut berhasil dan kemudian diperluas ke rumah susun serta pasar lain, bukan tidak mungkin bioskop mini akan menjadi bagian dari wajah baru ruang publik Jakarta.
Hari libur Maulid Nabi 25 Agustus 2026 pun menjadi salah satu momentum awal ketika masyarakat mulai mengenal Jaksinema Pasar Rumput sebagai tempat menonton film Indonesia yang berada bukan di pusat perbelanjaan, melainkan di tengah pasar dan hunian warga.

Posting Komentar untuk " Suasana 'Bioskop Mini' Jaksinema Pasar Rumput di Hari Libur Maulid"