10 Kota di Dunia yang Paling Nyaman Dijelajahi dengan Jalan Kaki

Bagi wisatawan, menjelajahi sebuah kota dengan berjalan kaki menawarkan pengalaman yang berbeda. Selain menghemat biaya transportasi, berjalan kaki memungkinkan pelancong melihat lebih dekat kehidupan lokal, menemukan gang-gang bersejarah, mencicipi kuliner di kawasan permukiman, hingga menikmati ruang publik tanpa harus terjebak kemacetan.

Pada 2026, sejumlah kota kembali masuk dalam berbagai daftar destinasi paling ramah pejalan kaki. Salah satu pemeringkatan terbaru dari GuruWalk menilai kota berdasarkan pengalaman wisatawan yang mengikuti tur jalan kaki. Dalam daftar tersebut, seluruh 10 besar berasal dari Eropa, dengan Roma berada di posisi pertama. Berikut 10 kota yang paling nyaman dijelajahi dengan berjalan kaki menurut GuruWalk Top 100 Walking Cities 2026.

1. Roma, Italia

Roma menempati peringkat pertama kota paling nyaman untuk dijelajahi dengan berjalan kaki pada 2026. Kota ini memiliki keunggulan berupa konsentrasi situs bersejarah yang sangat tinggi. Wisatawan dapat berpindah dari Colosseum menuju Forum Romawi, Pantheon, Piazza Navona hingga kawasan sekitar Vatikan sambil menikmati jalan-jalan tua dan bangunan bersejarah.

Menurut GuruWalk, pengalaman berjalan kaki di Roma memungkinkan wisatawan melihat jejak sejarah hampir 2.800 tahun dalam satu perjalanan. Kelebihan lainnya adalah banyak objek wisata utama berada relatif dekat satu sama lain, sehingga wisatawan tidak selalu membutuhkan kendaraan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

2. Madrid, Spanyol

Madrid berada di posisi kedua dalam daftar GuruWalk. Ibu kota Spanyol ini menawarkan kombinasi antara boulevard luas, alun-alun kota, kawasan bersejarah, museum, taman dan pusat kuliner. Wisatawan dapat berjalan dari kawasan Plaza Mayor menuju Istana Kerajaan Madrid, kemudian melanjutkan perjalanan ke Puerta del Sol atau Retiro Park.

Retiro Park sendiri memiliki luas sekitar 125 hektare dan menjadi salah satu ruang hijau utama di tengah kota. Kawasan-kawasan seperti Malasaña dan Chueca juga menarik untuk dijelajahi karena memiliki kafe, restoran, toko kecil dan bangunan dengan karakter arsitektur yang berbeda.

3. Budapest, Hungaria

Budapest menempati posisi ketiga. Kota yang terbelah oleh Sungai Danube ini memiliki banyak objek wisata yang dapat dinikmati dalam perjalanan kaki. Wisatawan bisa menyusuri tepian Danube, melewati Chain Bridge, menikmati kawasan Buda Castle hingga berjalan di pusat kota Pest.

Jalur pejalan kaki di sepanjang sungai juga memberikan pemandangan menarik ke arah gedung parlemen dan kawasan bersejarah Budapest. Kota ini menjadi salah satu contoh bagaimana kawasan bersejarah, ruang publik dan objek wisata dapat terhubung dalam satu pengalaman berjalan kaki.

4. Praha, Republik Ceko

Praha berada di peringkat keempat. Kota ini terkenal dengan pusat kota bersejarah yang memiliki bangunan bergaya Gotik, Barok dan Art Nouveau. Salah satu pengalaman terbaik adalah berjalan dari Old Town Square menuju Charles Bridge. Kawasan pusat Praha relatif padat dengan objek wisata sehingga wisatawan dapat menghabiskan waktu berjam-jam berjalan kaki tanpa harus sering menggunakan kendaraan. Jalan-jalan berbatu, bangunan tua dan gang sempit juga menjadi bagian dari daya tarik kota ini.

5. Lisbon, Portugal

Lisbon menempati posisi kelima dalam daftar kota paling nyaman untuk walking tour. Ibu kota Portugal ini menawarkan pengalaman berjalan kaki yang khas melalui kawasan Alfama, Baixa dan Chiado. Wisatawan dapat menemukan jalan sempit, rumah-rumah berwarna-warni, toko lokal dan berbagai sudut kota yang menarik untuk difoto.

Namun, Lisbon memiliki satu tantangan: kontur kota yang berbukit. Karena itu, perjalanan kaki di kota ini bisa cukup menguras tenaga, terutama ketika menjelajahi Alfama. Meski demikian, kombinasi pemandangan kota, bangunan bersejarah dan atmosfer lokal membuat Lisbon tetap menjadi destinasi favorit pejalan kaki.

6. Barcelona, Spanyol

Barcelona berada di posisi keenam. Kota di Catalonia ini menawarkan banyak kawasan yang ideal untuk dijelajahi dengan berjalan kaki. Salah satunya Gothic Quarter atau Barri Gòtic, yang memiliki gang-gang sempit dan bangunan bersejarah.

Wisatawan juga dapat berjalan menuju La Rambla, kawasan sekitar Plaça de Catalunya, hingga kawasan pantai. Barcelona memiliki perpaduan antara arsitektur bersejarah, karya Antoni Gaudí, kawasan kuliner dan ruang publik yang membuat perjalanan kaki terasa lebih variatif.

7. Seville, Spanyol

Seville berada di urutan ketujuh. Kota di Andalusia ini terkenal dengan bangunan bersejarah, plaza luas dan jalan-jalan tua yang menghubungkan berbagai kawasan wisata. Salah satu kawasan yang menarik adalah Santa Cruz. Wisatawan dapat berjalan melewati gang sempit, rumah tradisional, halaman kecil dan berbagai restoran khas Andalusia.

Seville juga dikenal dengan Plaza de España yang menjadi salah satu landmark paling ikonik di kota tersebut.

8. Florence, Italia

Florence menempati posisi kedelapan. Kota ini sangat cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati seni dan sejarah tanpa banyak menggunakan kendaraan. Banyak landmark utama berada di pusat kota dan dapat dicapai dengan berjalan kaki. Wisatawan dapat mengunjungi Duomo, Piazza della Signoria, Ponte Vecchio dan Uffizi dalam satu rangkaian perjalanan.

Florence juga sebelumnya pernah menduduki posisi teratas dalam sejumlah pemeringkatan kota paling nyaman untuk berjalan kaki. Dalam laporan GuruWalk 2026, kota tersebut berada di peringkat ke-15 secara keseluruhan.

9. Porto, Portugal

Porto berada di posisi kesembilan. Kota yang terletak di tepi Sungai Douro ini memiliki pusat kota yang relatif padat sehingga banyak destinasi dapat dikunjungi dalam satu perjalanan kaki. Kawasan Ribeira menjadi salah satu tempat favorit wisatawan. Dari sana, pengunjung dapat menikmati pemandangan sungai, bangunan warna-warni dan jembatan ikonik Dom Luís I.

Seperti Lisbon, Porto juga memiliki sejumlah jalan menanjak dan menurun. Namun, kontur tersebut justru menjadi bagian dari pengalaman menjelajahi kota.

10. Valencia, Spanyol

Valencia melengkapi 10 besar. Kota di pesisir timur Spanyol ini menawarkan perpaduan kawasan bersejarah, ruang hijau dan kawasan modern. Wisatawan dapat berjalan di pusat kota tua, mengunjungi pasar tradisional hingga menikmati area Turia Gardens.

Valencia juga relatif menarik bagi wisatawan yang ingin menggabungkan perjalanan kota dengan suasana pesisir Mediterania.

Eropa Masih Mendominasi Kota Ramah Pejalan Kaki

Dominasi Eropa dalam daftar tersebut cukup kuat. GuruWalk mencatat seluruh 10 besar kota paling nyaman untuk walking tour pada 2026 berada di Eropa. Spanyol menjadi salah satu negara yang paling dominan, dengan 18 kota masuk 100 besar, termasuk Madrid, Barcelona, Seville, Toledo, Santiago de Compostela dan Granada.

Italia juga memiliki sejumlah kota dalam daftar, selain Roma dan Florence terdapat Naples serta Milan. Sementara Prancis menempatkan beberapa kota seperti Paris, Marseille, Toulouse dan Lyon dalam 100 besar.

Bukan Hanya Eropa yang Layak Dijelajahi dengan Jalan Kaki

Meski 10 besar GuruWalk didominasi Eropa, bukan berarti kota di luar Eropa tidak nyaman untuk pejalan kaki. Dalam laporan 2026, Santiago di Chile menjadi salah satu kota Amerika Latin yang mengalami kenaikan signifikan dan berada di peringkat ke-25. New York juga naik ke posisi ke-23 dan menjadi kota Amerika Serikat dengan peringkat tertinggi.

Sementara itu, pemeringkatan lain memberikan hasil berbeda. Skyscanner, misalnya, menggunakan 14 faktor seperti jarak antardestinasi utama, jumlah jalur jalan kaki, elevasi, kualitas udara dan keamanan. Dalam daftar destinasi yang dianggap sebagai kota "up-and-coming" paling mudah dijelajahi dengan berjalan kaki, Córdoba di Spanyol berada di posisi pertama, disusul Nagasaki dan Hiroshima di Jepang. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa predikat "kota paling nyaman untuk berjalan kaki" sangat bergantung pada metode penilaian yang digunakan.

Apa yang Membuat Sebuah Kota Nyaman untuk Jalan Kaki?

Kota yang nyaman dijelajahi dengan berjalan kaki biasanya memiliki beberapa karakteristik. Pertama, objek wisata utama berada dalam jarak yang relatif berdekatan. Kedua, kota mempunyai trotoar dan ruang pedestrian yang memadai. Ketiga, tersedia ruang publik seperti taman, plaza dan kawasan bebas kendaraan yang membuat perjalanan lebih nyaman.

Faktor keamanan, kualitas udara, kondisi jalan dan kontur wilayah juga berpengaruh. Skyscanner, misalnya, memasukkan elevasi dan kualitas udara dalam indikator penilaiannya. Bagi wisatawan, walkability juga berarti lebih banyak kesempatan untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Perjalanan yang semula hanya bertujuan dari satu objek wisata ke objek lain dapat berubah menjadi pengalaman menemukan kafe kecil, toko lokal, pasar, taman atau bangunan bersejarah yang tidak selalu tercantum dalam itinerary.

Jalan Kaki Bisa Jadi Cara Terbaik Menikmati Kota

Tren wisata berjalan kaki semakin menarik bagi pelancong yang ingin menikmati kota secara lebih perlahan. Alih-alih berpindah dari satu objek wisata ke objek lain menggunakan kendaraan, wisatawan bisa menjadikan perjalanan itu sendiri sebagai bagian dari pengalaman liburan.

Dari gang-gang bersejarah Roma, boulevard Madrid, tepian Danube di Budapest hingga kawasan Ribeira di Porto, masing-masing kota menawarkan karakter berbeda. Dengan demikian, Roma, Madrid, Budapest, Praha, Lisbon, Barcelona, Seville, Florence, Porto dan Valencia menjadi 10 pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menjelajahi destinasi dunia dengan berjalan kaki pada 2026. Daftar tersebut didasarkan pada pemeringkatan GuruWalk, sehingga hasilnya dapat berbeda dari indeks walkability lain yang menggunakan indikator berbeda.

Posting Komentar untuk " 10 Kota di Dunia yang Paling Nyaman Dijelajahi dengan Jalan Kaki"