Bukan Cuma Kulit Gigi Juga Bisa Menua, Begini Merawatnya

Jakarta – Penuaan tidak hanya terlihat dari perubahan pada kulit. Gigi dan rongga mulut juga mengalami perubahan seiring bertambahnya usia. Warna gigi dapat berubah, gusi lebih rentan mengalami masalah, produksi air liur bisa menurun, sementara lapisan pelindung gigi perlahan mengalami keausan.

Kondisi tersebut membuat perawatan gigi pada usia dewasa dan lanjut usia perlu mendapat perhatian lebih. Menjaga kebersihan mulut bukan hanya bertujuan mempertahankan penampilan, tetapi juga membantu mencegah gigi berlubang, penyakit gusi, kehilangan gigi, dan gangguan lain pada rongga mulut.

Apa yang Dimaksud dengan Gigi Menua?

Istilah "gigi menua" bukan berarti gigi memiliki usia seperti manusia, melainkan menggambarkan berbagai perubahan biologis dan mekanis yang terjadi pada gigi serta jaringan di sekitarnya. Seiring waktu, enamel atau email gigi dapat mengalami keausan akibat aktivitas mengunyah dan paparan asam. Dentin yang berada di bawah enamel juga dapat mengalami perubahan sehingga warna gigi terlihat semakin kekuningan.

Pada saat yang sama, gusi dapat mengalami perubahan dan akar gigi bisa lebih terekspos. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko gigi sensitif maupun masalah pada akar gigi.

Tanda-Tanda Gigi Mengalami Penuaan

Ada sejumlah perubahan yang umum ditemukan seiring bertambahnya usia.

1. Warna Gigi Lebih Kekuningan

Gigi orang dewasa umumnya dapat terlihat lebih kuning atau gelap dibandingkan ketika masih muda. Perubahan warna tersebut dapat dipengaruhi oleh menipisnya enamel sehingga warna dentin di bawahnya semakin terlihat. Selain itu, makanan dan minuman berwarna, kebiasaan merokok, serta kebersihan gigi juga dapat berkontribusi terhadap perubahan warna.

2. Enamel Mengalami Keausan

Enamel merupakan lapisan terluar gigi yang sangat keras. Namun, enamel dapat mengalami keausan secara perlahan akibat penggunaan selama bertahun-tahun. Kebiasaan menggemeretakkan gigi, menyikat gigi terlalu keras, atau sering mengonsumsi makanan dan minuman asam dapat mempercepat hilangnya enamel.

Enamel yang menipis tidak dapat tumbuh kembali secara alami sehingga perlindungan terhadap lapisan gigi di bawahnya menjadi berkurang.

3. Gigi Lebih Sensitif

Sebagian orang mengalami gigi sensitif ketika memasuki usia dewasa atau lanjut usia. Rasa ngilu dapat muncul ketika mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu dingin, panas, manis, atau asam. Salah satu penyebabnya adalah menipisnya enamel atau terbukanya permukaan akar gigi akibat gusi yang menyusut.

Namun, gigi sensitif tidak selalu semata-mata disebabkan oleh proses penuaan. Gigi berlubang, retak, penyakit gusi, atau masalah gigi lainnya juga dapat menimbulkan gejala serupa.

4. Gusi Lebih Rentan Bermasalah

Risiko penyakit gusi dapat meningkat apabila kebersihan mulut tidak dijaga dengan baik. Plak yang menumpuk di sekitar gigi dapat menyebabkan peradangan gusi. Jika tidak ditangani, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi penyakit periodontal yang merusak jaringan penyangga gigi. Gusi yang bermasalah juga dapat menyebabkan gigi terasa goyang hingga akhirnya tanggal.

Mengapa Air Liur Penting untuk Gigi?

Air liur memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan rongga mulut. Selain membantu proses menelan dan berbicara, air liur membantu membersihkan sisa makanan serta menetralkan asam yang dihasilkan bakteri.

Pada sebagian orang lanjut usia, produksi air liur dapat berkurang. Kondisi mulut kering atau xerostomia dapat meningkatkan risiko gigi berlubang karena perlindungan alami rongga mulut berkurang. Mulut kering juga dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, sulit menelan, gangguan pengecapan, dan bau mulut.

Beberapa obat yang dikonsumsi untuk kondisi tertentu juga dapat menyebabkan mulut kering. Karena itu, seseorang yang mengalami mulut kering terus-menerus sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau dokter gigi.

Cara Merawat Gigi agar Tetap Sehat di Usia Berapa Pun

Penuaan pada gigi merupakan bagian dari proses alami, tetapi kerusakan gigi dan penyakit gusi tidak harus dianggap sebagai konsekuensi yang pasti terjadi. Berikut beberapa kebiasaan yang dapat membantu menjaga kesehatan gigi.

1. Sikat Gigi Dua Kali Sehari

Sikat gigi secara rutin pada pagi hari dan sebelum tidur. Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi yang mengandung fluoride. Menyikat gigi dengan tekanan yang terlalu kuat justru dapat menyebabkan abrasi pada gigi dan memperparah masalah gusi. Teknik menyikat gigi juga penting. Gerakkan sikat secara lembut dan pastikan seluruh permukaan gigi dibersihkan.

2. Bersihkan Sela-Sela Gigi

Sikat gigi tidak selalu mampu menjangkau sela-sela gigi secara optimal. Gunakan benang gigi atau alat pembersih interdental untuk membersihkan area tersebut. Langkah ini membantu mengurangi penumpukan plak dan sisa makanan yang dapat memicu masalah gusi.

3. Batasi Gula

Bakteri di dalam mulut memanfaatkan gula dan menghasilkan asam yang dapat merusak enamel. Karena itu, bukan hanya jumlah makanan manis yang perlu diperhatikan, tetapi juga seberapa sering gigi terpapar gula sepanjang hari. Minuman manis yang diminum berkali-kali dalam sehari dapat meningkatkan frekuensi paparan asam pada gigi.

4. Perhatikan Makanan dan Minuman Asam

Makanan dan minuman yang sangat asam dapat menyebabkan erosi enamel apabila dikonsumsi terlalu sering. Setelah mengonsumsi makanan atau minuman asam, jangan langsung menyikat gigi. Berikan waktu bagi saliva untuk membantu menetralkan kondisi mulut. Membilas mulut dengan air dapat menjadi salah satu pilihan.

5. Jangan Menggunakan Gigi sebagai Alat

Kebiasaan membuka kemasan, menggigit benda keras, atau memecahkan sesuatu menggunakan gigi dapat menyebabkan gigi retak atau patah. Risiko tersebut dapat meningkat pada gigi yang enamel-nya sudah mengalami keausan.

6. Berhenti Merokok

Merokok dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan mulut, termasuk penyakit gusi dan kehilangan gigi. Berhenti merokok memberikan manfaat bagi kesehatan secara keseluruhan sekaligus membantu menjaga kesehatan rongga mulut.

7. Rutin Memeriksakan Gigi

Pemeriksaan gigi secara rutin membantu dokter gigi menemukan masalah lebih awal. Pemeriksaan tidak hanya bertujuan mencari gigi berlubang, tetapi juga mengevaluasi kondisi gusi, plak, karang gigi, keausan gigi, serta perubahan lain di rongga mulut. Frekuensi kunjungan dapat disesuaikan dengan kondisi dan faktor risiko masing-masing orang.

Jangan Abaikan Gigi yang Goyang atau Gusi Berdarah

Gusi berdarah ketika menyikat gigi sering dianggap sebagai hal biasa. Padahal, perdarahan dapat menjadi tanda adanya peradangan gusi. Demikian pula dengan gigi yang mulai goyang. Pada orang dewasa, gigi permanen yang goyang bukan sekadar tanda penuaan dan sebaiknya diperiksa oleh dokter gigi. Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin besar peluang masalah dapat ditangani sebelum menyebabkan kerusakan lebih lanjut.

Bagaimana dengan Pemutihan Gigi?

Gigi yang berubah warna seiring usia dapat membuat sebagian orang mempertimbangkan prosedur pemutihan gigi. Namun, pemutihan tidak cocok untuk semua kondisi. Perubahan warna yang berasal dari dentin, tambalan, mahkota, atau masalah tertentu mungkin membutuhkan pendekatan berbeda. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter gigi sebelum menggunakan produk pemutih gigi, terutama jika terdapat gigi sensitif, gigi berlubang, atau masalah gusi.

Gigi Sehat Membantu Menjaga Kualitas Hidup

Kesehatan gigi memiliki kaitan erat dengan kemampuan seseorang untuk makan dan berbicara dengan nyaman. Kehilangan banyak gigi dapat membuat seseorang kesulitan mengunyah makanan tertentu dan pada akhirnya memengaruhi pilihan makanan.

Karena itu, menjaga gigi sejak usia muda merupakan investasi jangka panjang. Perawatan sederhana seperti menyikat gigi dengan benar, membersihkan sela gigi, membatasi gula, tidak merokok, dan melakukan pemeriksaan rutin dapat membantu mempertahankan fungsi gigi lebih lama.

Kesimpulan

Gigi memang dapat mengalami berbagai perubahan seiring bertambahnya usia. Enamel dapat mengalami keausan, warna gigi berubah, gusi lebih rentan mengalami penyakit, dan mulut kering dapat meningkatkan risiko gigi berlubang.

Meski demikian, gigi menua tidak sama dengan gigi pasti rusak atau tanggal. Banyak masalah gigi pada usia lanjut berkaitan dengan faktor yang dapat dicegah atau ditangani. Mulailah dengan menjaga kebersihan gigi setiap hari, memperhatikan pola makan dan kebiasaan yang dapat merusak gigi, serta melakukan pemeriksaan secara berkala. Jika muncul nyeri, gigi goyang, gusi sering berdarah, mulut kering berkepanjangan, atau perubahan lain yang tidak biasa, pemeriksaan dokter gigi diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Posting Komentar untuk " Bukan Cuma Kulit Gigi Juga Bisa Menua, Begini Merawatnya"