Ditinggal Banyak Musisi, Ed Sheeran Kelabakan Cari Opening Act

Tur musik Ed Sheeran mendadak menghadapi persoalan besar setelah seluruh musisi pendukung yang tersisa memutuskan mundur. Kondisi ini terjadi setelah rapper Macklemore dikeluarkan dari rangkaian tur akibat pernyataan pro-Palestina yang disampaikannya di atas panggung. Keputusan tersebut kemudian memicu efek domino. Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, dan grup musik Irlandia Beoga ikut meninggalkan tur Ed Sheeran sebagai bentuk solidaritas kepada Macklemore.

Akibatnya, Ed Sheeran kini harus menghadapi persoalan baru: mencari pengisi acara pembuka atau opening act untuk sejumlah pertunjukan berikutnya. Associated Press melaporkan bahwa hengkangnya seluruh musisi pendukung membuat rangkaian tur Amerika Utara dan Amerika Selatan Sheeran berada dalam situasi yang tidak biasa.

Awalnya Ada Macklemore di Tur Ed Sheeran

Macklemore sebelumnya menjadi salah satu musisi pendukung dalam Loop Tour Ed Sheeran. Keduanya juga bukan sosok yang benar-benar asing satu sama lain. Namun, situasi berubah setelah Macklemore menyampaikan dukungan terbuka terhadap Palestina dalam penampilannya di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 September 2026.

Dalam penampilannya, Macklemore menyerukan dukungan untuk Palestina dan membawakan lagu "Hind's Hall", karya yang berkaitan dengan isu perang Gaza. Pernyataan tersebut kemudian menimbulkan kontroversi dan tekanan terhadap penyelenggara tur.

Mengapa Macklemore Dikeluarkan?

Penyelenggara tur, Messina Touring Group, menyatakan keputusan mengenai Macklemore berkaitan dengan posisi sejumlah venue yang tidak ingin menjadi tempat pertunjukan jika rapper tersebut tetap berada dalam daftar penampil.

Salah satu tokoh yang kemudian muncul dalam polemik tersebut adalah Robert Kraft, pemilik Gillette Stadium. Kraft mengonfirmasi bahwa dirinya memiliki peran dalam keputusan tersebut. Ia menyatakan keberatan terhadap sejumlah pernyataan dan tindakan Macklemore yang menurutnya berkaitan dengan antisemitisme.

Di sisi lain, Macklemore mengatakan dirinya dikeluarkan karena menyuarakan dukungan kepada Palestina. Perbedaan penjelasan inilah yang kemudian membuat kontroversi semakin besar.

Ed Sheeran Tegaskan Bukan Dirinya yang Mengeluarkan Macklemore

Di tengah kontroversi tersebut, Ed Sheeran memberikan penjelasan mengenai posisinya. Sheeran mengatakan keputusan untuk mengeluarkan Macklemore bukan berasal darinya, melainkan dibuat oleh promotor dan pihak venue.

Ia juga mengatakan bahwa dirinya telah berusaha mencari solusi agar Macklemore tetap dapat tampil. Namun, menurut penjelasan Sheeran, sejumlah pemilik atau pengelola stadion mengancam tidak akan menjadi tuan rumah konser apabila Macklemore tetap berada dalam daftar penampil. Sheeran kemudian menegaskan bahwa dirinya ingin pertunjukannya menjadi ruang yang dapat dinikmati semua penggemar tanpa menjadikan konser sebagai arena politik.

Setelah Macklemore Pergi, Musisi Lain Ikut Mundur

Masalah belum selesai setelah Macklemore dikeluarkan. Justru keputusan tersebut memicu gelombang pengunduran diri dari musisi lain. Empat nama yang kemudian meninggalkan rangkaian tur adalah:

  • Finneas
  • Lukas Graham
  • Aaron Rowe
  • Beoga

Finneas dijadwalkan tampil dalam sejumlah konser Ed Sheeran di Amerika Selatan. Sementara itu, Lukas Graham dan Aaron Rowe dijadwalkan mengisi posisi pendukung untuk sejumlah pertunjukan Amerika Serikat yang sebelumnya akan melibatkan Macklemore.

Beoga memiliki posisi yang sedikit berbeda karena grup asal Irlandia tersebut juga tampil bersama Sheeran sebagai bagian dari pertunjukan, termasuk memainkan sejumlah lagu yang mereka ikut kerjakan.

Finneas: Artis Tidak Seharusnya Dibungkam

Finneas menjelaskan bahwa dirinya tidak dapat melanjutkan tur tersebut setelah melihat apa yang terjadi terhadap Macklemore. Ia menyatakan bahwa seniman tidak seharusnya dibungkam ketika menyuarakan dukungan kepada kelompok yang tertindas.

Keputusan Finneas kemudian menjadi salah satu pernyataan paling mendapat perhatian karena ia bukan sekadar musisi pembuka, tetapi juga dikenal luas sebagai kolaborator dan saudara dari penyanyi Billie Eilish.

Lukas Graham dan Aaron Rowe Juga Cabut

Lukas Graham dan Aaron Rowe turut menyatakan tidak akan melanjutkan keterlibatan mereka dalam tur. Keduanya sebelumnya menjadi bagian dari susunan musisi yang akan menggantikan slot Macklemore pada sejumlah konser. Dengan keputusan mereka, posisi opening act yang sebelumnya telah disiapkan kembali kosong. Hal tersebut membuat penyelenggara harus menyusun ulang format pertunjukan dalam waktu relatif singkat.

Ed Sheeran Kini Kehilangan Seluruh Opening Act

Situasi tersebut membuat persoalan yang awalnya hanya berkaitan dengan satu musisi berkembang menjadi masalah produksi tur. Macklemore dikeluarkan. Kemudian Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, dan Beoga mundur. Dengan demikian, seluruh musisi pendukung untuk jadwal mendatang yang sebelumnya diumumkan telah meninggalkan rangkaian tur. Kondisi ini membuat tim tur Ed Sheeran perlu mencari format baru untuk konser-konser berikutnya.

Mengapa Opening Act Penting dalam Konser Besar?

Opening act bukan sekadar pengisi waktu sebelum penyanyi utama tampil. Dalam konser stadion berskala besar, musisi pembuka membantu membangun suasana sebelum penampilan utama dimulai. Mereka juga menjadi bagian dari paket hiburan yang ditawarkan kepada penonton.

Selain itu, penampilan pembuka memberikan kesempatan kepada musisi yang lebih muda atau belum sebesar nama utama untuk memperkenalkan musik mereka kepada audiens yang lebih luas. Karena itu, hilangnya seluruh opening act dapat membuat penyelenggara harus melakukan perubahan pada susunan acara.

Tur Ed Sheeran Tetap Berjalan

Meskipun menghadapi persoalan dengan para musisi pendukung, Ed Sheeran belum membatalkan rangkaian konsernya. Sheeran mengatakan dirinya ingin pertunjukan tetap berlangsung karena ada penggemar yang telah membeli tiket dan kru yang bergantung pada keberlangsungan tur tersebut. Tur Loop dijadwalkan berlanjut setelah kontroversi Macklemore. Persoalan mengenai siapa yang akan mengisi slot musisi pembuka menjadi salah satu hal yang harus ditangani penyelenggara.

Macklemore Sumbangkan Pendapatan Tur

Kontroversi tersebut juga berlanjut setelah Macklemore dikeluarkan dari tur. Rapper tersebut mengatakan akan menyumbangkan pendapatan sebesar US$1 juta yang diperolehnya dari tur Ed Sheeran kepada organisasi yang membantu warga Palestina dan memberikan bantuan kemanusiaan untuk Gaza.

Macklemore juga menantang Robert Kraft untuk memberikan donasi dengan nilai yang sama. Kraft kemudian menyatakan akan memberikan dana sebesar US$2 juta untuk upaya kemanusiaan, meskipun mekanisme dan penerima dana yang disebut dalam pemberitaan berbeda dengan proposal donasi Macklemore.

Roger Waters Ikut Bersuara

Kontroversi ini juga menarik perhatian Roger Waters, mantan anggota Pink Floyd. Waters secara terbuka mengkritik Ed Sheeran setelah Macklemore dikeluarkan dari tur dan menyatakan dukungan kepada Macklemore. Pernyataan Waters menambah panjang daftar musisi dan figur publik yang ikut berkomentar mengenai perselisihan tersebut.

Bukan Sekadar Persoalan Musik

Persoalan yang terjadi dalam tur Ed Sheeran pada akhirnya berkembang menjadi perdebatan mengenai hubungan antara musik, kebebasan berekspresi, kepentingan venue, promotor, dan sikap politik musisi. Di satu sisi, Sheeran menyatakan ingin menjaga konsernya sebagai ruang yang tidak berpolitik. Di sisi lain, sejumlah musisi yang meninggalkan tur menganggap keputusan terhadap Macklemore berkaitan dengan pembatasan kebebasan seniman untuk menyampaikan pandangan mengenai isu Palestina.

Sementara itu, pihak yang mendukung keputusan pengeluaran Macklemore menyoroti pernyataan-pernyataan rapper tersebut yang mereka anggap bermasalah. Karena itu, alasan dan penilaian terhadap kontroversi ini datang dari pihak-pihak yang berbeda dan tidak seluruhnya memiliki interpretasi yang sama.

Apa Dampaknya bagi Konser Ed Sheeran?

Dalam jangka pendek, dampak paling langsung adalah perubahan susunan acara. Penyelenggara perlu menentukan apakah konser akan berlangsung tanpa opening act, menggunakan musisi lokal, mencari artis pengganti, atau mengubah format pertunjukan. Untuk konser stadion, perubahan seperti itu perlu dikoordinasikan dengan promotor, venue, kru produksi, dan artis utama.

Namun, sejauh perkembangan yang tersedia hingga 17 September 2026, belum ada pengumuman resmi mengenai daftar baru seluruh opening act yang akan menggantikan musisi-musisi yang mundur.

Jadwal Tur Jadi Sorotan

Tur Ed Sheeran masih menjadi perhatian besar karena sejumlah jadwal berikutnya sudah direncanakan jauh sebelumnya. Dengan mundurnya para musisi pendukung, penggemar kini menunggu kepastian mengenai siapa yang akan tampil sebelum Sheeran naik ke panggung. Perubahan tersebut juga menunjukkan bahwa dalam tur musik berskala besar, keputusan mengenai satu artis dapat berdampak pada banyak pihak sekaligus.

Kesimpulan

Ed Sheeran menghadapi situasi pelik dalam Loop Tour setelah Macklemore dikeluarkan dari daftar penampil menyusul pernyataan pro-Palestina yang disampaikannya di panggung. Setelah itu, Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, dan Beoga memilih mundur dari rangkaian tur sebagai bentuk solidaritas kepada Macklemore. Akibatnya, seluruh musisi pendukung yang sebelumnya dijadwalkan untuk pertunjukan mendatang tidak lagi berada dalam daftar tersebut.

Sheeran menegaskan bahwa keputusan mengeluarkan Macklemore berasal dari promotor dan venue, bukan dirinya. Ia juga menyatakan ingin konsernya tetap menjadi ruang yang dapat dinikmati penggemar tanpa menjadi arena politik. Kini perhatian beralih pada langkah penyelenggara berikutnya: apakah akan mencari musisi pengganti, mengubah format pertunjukan, atau menjalankan konser tanpa opening act. Hingga 17 September 2026, susunan pengganti secara lengkap belum diumumkan.

Posting Komentar untuk "Ditinggal Banyak Musisi, Ed Sheeran Kelabakan Cari Opening Act"